
"Clara.. " panggil Trish yang hanya mendapatkan sebuah anggukan kepala dari istri nya.
Ntah rasa tenang darimana yang selalu membuat istri nya itu melindungi diri nya dari berbagai kesalahan, membuat hati nya bersyukur sekaligus merasa bersalah karena hanya bisa menyusahkan istri nya selama ini. Raja Azio memilih untuk menjadi pengamat tanpa memberikan komentar apapun karena dapat di pasti kan jika Clara akan menjaga keburukan putra nya sebesar apapun kesalahan putra nya itu.
"Kemari lah nak, bunda membawa kue coklat dengan isi buah kering yang sangat segar." ucap Ratu Alona yang datang membawa sepiring kue coklat berbentuk bulatan sempurna mengkilap dan hanya ada sepuluh buah saja menempati piring yang besar nya dua kali dari piring biasa nya.
Clara hanya mendekati Ratu Alona yang meletakkan piring berisi kue coklat di atas meja makan di dekat suami nya Trish, begitu juga dengan Raja Azio yang ikut mendekati istri nya karena makanan manis itu juga salah satu makanan favorit nya.
Pluk...
"Sayang ini untuk menantu ku, minta lah pada pelayan jika mau." ucap Ratu Alona yang langsung memukul pelan tangan Raja Azio yang ingin mencomot kue coklat.
"Sedikit saja, boleh ya." pinta Raja Azio dengan memelas namun tetap tak mengoyahkan hati istri nya yang langsung mengeser piring tepat di depan Clara.
Clara yang melihat itu hanya bisa tersenyum dan mengambil satu coklat dan mengulurkan nya ke Raja Azio yang langsung di terima dengan penuh semangat dan menggigit coklat itu sebelum istri nya menegur nya kembali.
__ADS_1
"Tidak apa-apa bunda, ini terlalu banyak untuk ku." ucap Clara untuk membuat Ratu Alona tidak lagi melarang Raja Azio yang terlihat sangat ingin menikmati kue coklat buatan istri nya sendiri.
"Ayo makan nak, mendengarmu memanggil ku bunda rasa nya keluarga ku kini sudah lengkap." ucap Ratu Alona dengan menatap Clara dengan penuh cinta.
Ratu Alona yang hanya bisa melahirkan sekali dan berharap bisa memiliki seorang putri setelah memiliki Trish harus kandas karena sebuah pertarungan di wilayah perbatasan yang membuat rahim nya rusak karena terkena tusukan pisau lawan nya, yah di saat musih sangat muda dengan putra nya yang baru berusia dua tahun. Tetap lah tak menyurutkan jiwa ksatria nya yang memang sudah mendarah daging, maka tidak salah jika Raja Azio terbiasa meninggalkan istri nya untuk menghadapi masalah di luar kerajaan sedangkan istri nya memimpin kerajaan selama Raja Azio tidak ada di singasana nya.
Meskipun Ratu Alona seorang ksatria bukan berarti sisi keanggunan nya tak terlihat, karena Ratu Alona mendapatkan julukan dewi air. Sungguh kenyataan yang bertolak belakang, dimana masa muda nya yang selalu hidup di hutan belantara dan menjadi dewi air berakhir menjadi istri putra mahkota kerajaan api.
"Raja dan Ratu bolehkah ini saya bawa ke kamar pangeran? Pasti nya pangeran juga lelah setelah sekian lama berada di luar sana." ucap Clara dengan lembut.
"Sayang berikan kedua anak kita waktu, tentu nya Trish dan Clara ingin melepaskan kerinduan. Ayo kita juga kembali ke kamar." ucap Raja Azio yang memotong ucapan Ratu Alona.
"Baik lah, nasehati lah putra ku jika melakukan kesalahan. Maafkan kami yang tidak bisa mendidik.. " ucap Ratu Alona yang menahan air mata nya agar tidak tumpah.
Clara hanya berdiri dan memeluk Ratu Alona agar ucapan ibunda Trish itu berhenti dan tidak harus di teruskan lagi. Tidak ada yang harus di salahkan ketika kesalahan itu di sesali oleh sang pelaku, setelah merasakan sebuah balasan dari pelukan nya membuat menyalurkan element cahaya nya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat....
"Pergilah Yang Mulia, Ratu Alona akan kembali sadar di saat hati nya sudah kembali tenang." perintah Clara yang melepaskan pelukan nya dan ternyata Ratu Alona sudah tak sadarkan diri.
"Jaga diri mu nak, Trish sebagai seorang ayah tentu harapan ku sangat tinggi pada mu tapi pasanganmu bukan lah gadis biasa. Ku harap kamu memang layak menjadi pendamping seorang Lady Cristal. " ucap Raja Azio dan mengambil alih memeluk istri nya dari tangan menantu nya.
Wuusshh..
Bukan hanya perkataan Raja Azio ataupun kebersamaan keluarga yang sudah lama tak di rasa kan oleh nya, bahkan kepergian kedua orang tua nya pun tak membuat kesadaran Trish memasuki jiwa nya yang terasa hampa. Clara yang tahu jika kesadaran suami nya telah jatuh di dimensi lain hanya menghela nafas, kalung liontin yang selalu terlihat terang menempel di leher Trish pun padam seakan itu hanya batu biasa.
"Sebaiknya aku membawa mu." batin Clara memeluk Trish yang hanya terduduk diam dengan wajah menunduk dan tak lupa sepiring kue coklat tetap di bawa.
Kedua nya menghilang bersama sepiring coklat meninggalkan istana api yang kini menjadi kosong tak bertuan, meskipun masih ada satu sesepuh yang bisa menjaga keamanan istana. Kemunculan Clara bersama raga Trish di sebuah ruangan berbatu seakan telah di nanti, terbukti dengan wajah tersenyum yang siap memeluk nya.
"Berhenti, ambillah ini." ucap Clara dan menyodorkan sepiring kue coklat ke arah wajah yang berubah menjadi cemberut dengan bibir yang di maju kan.
__ADS_1