
"Hahahaha akhirnya Aku mendapatkan mu! Sekarang Aku bisa kembali ke Istana Langit." ucap wanita bertudung dengan seringaian yang menakutkan.
"Bawa aku pergi dari tempat ini! " perintah wanita bertudung itu setelah duduk di atas Pendamping baru nya.
"Baik Tuan." jawab pendamping itu dan terbang meninggalkan tempat tinggalnya selama ini.
................ ...
"Argghh.. Sial*n! Bagaimana Wanita itu bisa mengambil nya." teriak seseorang.
brug.. brak.. prang..
Semua barang di ruangan nya kini berhamburan dengan begitu banyak pecahan kaca dan barang lain nya yang menjadi sasaran empuk untuk pelampiasan kemarahannya, semua nya gagal. Meski pun sudah di bawah pengawasannya tapi tetap saja semua nya tetap terjadi , bukan kan tujuannya hanya lah membuat sasaran nya jatuh tapi seperti Senjata makan tuan. Rencana menjadikan seseorang sebagai tahanan justru berbalik menjadi kehilangan hal berharga bagi Kerajaannya, sungguh ada rasa tidak percaya ketika Hewan setia pendamping keluarga nya kini sudah menjadi pendamping orang lain yang tidak memiliki ikatan apapun dengan keluarga nya.
"Sudah cukup Yang Mulia! Lihatlah tangan mu berdarah." seru seorang wanita yang buru-buru menahan tangan pria di dalam kamar nya.
Butuh beberapa waktu untuk menenangkan pria itu di dalam pelukannya, membuat amarah yang memuncak untuk menurun. Usapan lembut di atas kepala nya seakan memberikan getaran ketenangan, menyusup ke dalam dad@ yang kekasih mencium aroma wewangian yang sangat di kenal nya. Tenang dan melegakan hati nya dalam helaan nafas yang semakin teratur, membuat sang kekasih tersenyum bersyukur.
"Tenang lah Raja ku, Biarkan dia mendapatkan yang dia ingin kan. Bukankah masih ada langit di atas langit. Mungkin ini sudah jalannya, ayo kita hadapi ini bersama." bisik sang wanita dengan mendekap Raja nya lebih erat.
Disudut hati nya masih tersisa rasa takut, takut kehilangan cinta dan kehidupan nya, takut tanggung jawab di pundak nya tak terselesaikan. Namun ingatannya akan sosok yang menjadi kan dirinya hebat seperti saat ini selalu menguatkan nya untuk bangkit lagi setelah terjatuh.
Flashback
"Nak maukah kau ber janji pada ku?" tanya guru nya.
__ADS_1
"Ada apa guru? Kenapa wajah guru terlihat begitu khawatir dan seperti menyimpan beban begitu besar? Jika ada masalah guru bisa mengatakan pada Cleo." ucap Cleo memandangi guru nya.
"Ber janji lah dulu nak, mungkin ini pertemuan yang terakhir untuk kita." pinta guru nya.
"Cleo ber janji apapun yang guru perintah kan maka Cleo akan melaksanakan tanggung jawab Cleo sepenuh jiwa raga." jawab Cleo dengan menggenggam tangan guru nya.
"Tolong sadar kan Putri ku, buatlah dia Jalan ke Jalan yang benar dan jika bisa hentikan kegilaannya. Jika putri ku masih berjalan di Jalan hitam, lepaskan dia dengan kedua tangan mu ini nak." ucap guru dengan air mata yang menumpuk di sudut mata nya.
"Apakah tidak ada Jalan lain guru?" tanya Cleo.
"Simpanlah ini dan dekati lah Raja Dexter Kerajaan Iblis, karena hanya dia penghubung mu dengan Putri ku. Disaat yang tepat cari lah seorang pewaris Kitab Suci, kebenaran atau pun kebohongan tidak akan bisa di khianati oleh nya.Jaga diri mu baik-baik nak." jawab guru dan meninggalkan Cleo.
"Hosh.. hosh.. Apa itu tadi, kenapa Guru datang ke mimpi ku." ucap Cleo sambil mengatur nafas nya.
Glek... glek..
Tangannya tanpa sengana menyentuh sesuatu seperti sebuah benda yang licin, di alihkan nya pandangan ke arah tangannya. Sebuah benda yang baru pertama kali di lihat nya namun seperti nya sebelum ini guru nya memberikan sebuah Kitab, dimana dirinya masih belum membacanya karena tidak bisa di buka dan Kitab itu memiliki gambar yang sama dengan benda di tangannya.
Semua rak berisikan buku dan Kitab di obrak abrik hingga sebuah Kitab jatuh ke atas tempat tidurnya, Kitab yang di cari nya terjatuh tepat di samping benda dari guru nya. Seperti benda yang memiliki ikatan, kedua benda itu sama-sama bersinar.
"Kitab Batu Bulan." ucap Cleo yang memperhatikan tulisan yang baru saja muncul di sampul Kitab nya.
Dengan rasa penasarannya, Cleo membaca halaman demi halaman tanpa melihat waktu membuat nya tenggelam dalam penjelasan tentang Batu Bulan. Halaman terakhir akhirnya selesai juga, dari Kitab Batu Bulan maka Cleo tahu apa itu Batu Bulan dan Cleo tahu maksud dari guru nya.
Sejak hari itu Cleo mencari tahu tentang Putri yang guru dan seorang Raja Dexter Kerajaan Iblis, namun di tengah pencarian itu sebuah kenyataan mengejutkan menghampirinya. Kabar duka yang datang dari murid padepokan sang guru , dimana di kabar kan Sang guru telah meninggal dunia namun tak seorang pun mau membahas hal itu lebih jauh. Seakan ada hal yang sengaja di tutupi oleh orang-orang padepokan, namun usaha Cleo tidak membuah kan hasil karena tak seorang pun mau membuka mulutnya untuk menceritakan kronologi kematian sang guru.
__ADS_1
Maka sejak hari itu Cleo bertekad untuk menyelidiki semua nya dengan lebih hati-hati Dan menjalankan perintah terakhir guru nya, dengan kerja kerasnya mengawasi Raja Dexter Dan Putri sang Guru membuat Cleo mencoba memasuki kehidupan Raja Dexter meski pun awalnya mengalami banyak kesulitan namun kenyataan nya justru memihak pada nya.
Raja Dexter sendiri ingin menyelesaikan masalah yang sudah mendarah daging di dalam keluarga nya, tidak peduli siapa yang memulai tapi niatnya untuk berdamai Dan mengembalikan Kerajaan seperti sedia kala. Semua yang di lakukan nya mungkin melalui Jalan yang tidak benar, namun tujuannya sungguh terbalik dari tindakannya. Mengetahui hal itu Cleo menawarkan kerjasama namun justru keduanya saling jatuh cinta dan bersatu dengan lebih dalam tanpa pamrih.
................ ...
"Cleo maaf kan Aku telah gagal. Aku tidak menyangka wanita itu akan berhasil mengambil Naga Hitam. Bahkan Aku tidak bisa memanggil Naga Hitam untuk kembali." ucap Raja Dexter dengan menunduk.
"Sudah lah Yang Mulia. Sekarang bukan waktu nya saling menyalahkan , bukankah sebelum mencari dia kembali , Yang Mulia mengatakan bertemu dengan seseorang?" tanya Cleo dengan lembut membiarkan paha nya menjadi bantalan sang Raja.
"Yah.Dia mengatakan bahwa dia kakek ku, kakek ku ratusan tahun yang lalu. Namun kau pun tahu Cleo jika seluruh anggota Kerajaan Iblis kehilangan anggota keluarga secara aneh, bahkan semua penyelidikan dan siapa pun yang mencoba mencari tahu hal ini maka akan ikut menghilang. Rasa nya siapa pun di balik semua ini sengaja meninggalkan Aku seorang diri untuk menderita, apakah mungkin dia juga yang berada di balik bencana Keluarga ku? bagaimana menurut mu Cleo?! " tanya Raja Dexter.
"Bukankah beberapa pertanyaan bisa di dapatkan jawaban nya jika mencari tahu, bagaimana dengan Kitab yang selalu kau baca itu Yang Mulia?" tanya balik Cleo.
"Ayo ikut dengan ku." jawab Raja Dexter dan bangun langsung menarik Cleo meninggalkan kamar nya.
Dengan buru-buru Raja Dexter membawa Cleo lari di dalam lorong-lorong istana membuat prajurit dan pelayan menghentikan kegiatan mereka dan melihat tingkah Raja mereka yang seperti anak kecil. Tidak peduli dengan tatapan para prajurit dan pelayan, Raja Dexter tetap menarik Cleo untuk ikut berlari dan akhirnya berhenti di sebuah kamar yang terkunci rapat.
"Hosh.. hosh.. hosh.. Ya ampun Raja. Aku bisa jatuh dan pingsan jika berlari tanpa aba-aba seperti itu lagi." keluh Cleo mengatur nafas nya.
*Bola Api* ucap Raja Dexter.
bruggh.. (rantai yang digunakan untuk mengunci pintu terjatuh setelah beberapa bola Api menerjangnya)
Dengan perlahan pintu berkarat itu di buka, bagaimana pintu itu tidak berkarat jika tidak sekali pun pintu itu pernah dibuka. Sejak zaman dulu Kerajaan memiliki sebuah aturan yang tidak bisa di langgar siapa pun yaitu memasuki kamar terakhir keluarga terbuang, ntah apa maksud nya itu namun Raja Dexter sendiri tidak pernah sekali pun berfikir untuk melanggar aturan leluhur nya meski pun saat ini yang tersisa hanya lah dirinya seorang. Namun ucapan Cleo membuat nya menyadari sesuatu, sebuah larangan tidak mungkin berisi hal sepele maka sudah pasti larangan untuk kamar keluarga terbuang mungkin jawaban akan di dapat dari kabar itu.
__ADS_1
Maka dari itu kini dirinya berdiri di sebuah kamar gelap Dan berdebu, begitu banyak sarang laba-laba yang langsung melekat di wajah ketika memasuki kamar itu.