
Sosok itu menyibak anak rambut yang menutupi wajahnya, tatapan mata merah menyala tertuju pada bayangan yang kini menjadi sosok wanita cantik tanpa cadar. Pedang suci tergenggam ditangan dengan sinar cahaya biru. Dialah dalang dari jerat benang yang menjebak dirinya tanpa persiapan. "Lady Cristal. Bukankah kekuatan mu cukup untuk melawan ku? Kenapa anda menjebak ku dengan licik?"
"Apakah anda berfikir kebaikan itu selalu melewati jalan kejujuran? Langkah anda sudah mencapai akhir, begitu pula langkahku! Kini, alam semesta tengah menanti suara genderang perang. Dan kita melangkah bersama untuk hancur bersama, tidak peduli sekuat apa anda menyatukan alam nyata dan alam ilusi. Keduanya tidak akan bisa bersatu." Clara menarik batu sihir pelangi dari dalam tahta kerajaan kegelapan, dengan satu gerakan tangannya.
Batu sihir pelangi muncul dari tahta dengan sinar yang menyilaukan, kekuatan Clara masih ter bentengi kekuatan alam. Batu sihir pelangi terbang dan berhenti diantara Clara dan Raja Kegelapan. Melihat apa yang tersimpan di aula kerajaannya, Raja kegelapan kini sadar apa penyebab kekuatannya seperti terserap dan tubuhnya terikan jerat benang ilusi.
"Si@l! Anda mengurung jiwa kegelapan didalam Kerajaannya sendiri. Maka anda tidak akan selamat!" gertak Raja kegelapan.
Clara hanya tersenyum dan menerbangkan batu sihir pelangi ke atas dengan gerakan tangan kanan seperti pengendali angin, satu tangan kiri Clara menggenggam dalam sekali hentakan.
Duaaar… taak.. buuuk…
__ADS_1
Atap aula kerajaan kegelapan hancur, runtuh dengan debu menyebar. Tangan kanan Clara masih mengendalikan batu sihir pelangi, semakin naik batu sihir pelangi maka tubuh Clara dan tubuh Raja kegelapan ikut terangkat. Perlahan keduanya meninggalkan kegelapan di kerajaan kegelapan, Clara membawa kehancuran bersamanya.
Kini kedua jiwa bertolak belakang itu saling berhadapan di tempat seharusnya, di dalam alam pengadilan. Di antara alam nirwana dan alam neraka. Alam pengadilan, adalah alam awal pertarungan pertama antara Raja Bulan dan Raja Matahari. Di tempat inilah awal dari seluruh benang takdir, maka akan berakhir ditempat yang sama dengan awal baru.
Raja kegelapan terkejut ketika Clara membawa tubuh keduanya berpindah ke alam pengadilan dimana alam pengadilan menjadi sejarah lahirnya jiwa kegelapan. "Bagaimana…..?"
"Kita ini sama. Anda pemilik jiwa kegelapan karena ambisi menguasai seluruh semesta dan aku pemilik jiwa murni karena takdir. Semua dimensi aku bisa melihat tanpa perlu menjelajahi satu persatu alam. Termasuk bagaimana anda mengumpulkan para monster, mengubah permaisuri Adreo menjadi dewi iblis, melakukan tipu muslihat pada Raja Dexter dan membangkitkan seluruh musuh Kerajaan yang hancur. Semua tak luput dari penglihatan ku.'' ucap Clara dengan tenang tanpa emosi.
"Lalu kenapa anda diam?" tanya Raja kegelapan.
"Hahaha apa anda pikir aku membutuhkan pengampunan? Aku bisa menguasai seluruh semesta tanpa dukungan siapapun. Lalu pengampunan apa yang anda bicarakan? Jalan anda bahkan telah melenceng!" tukas Raja kegelapan.
__ADS_1
Hembusan angin menerpa kencang, bukan kesegaran yang menyeruak masuk ke rongga hidung. Aroma anyir dengan kepekatan memenuhi sekeliling Clara dan Raja kegelapan, senyuman iblis Raja kegelapan terbit. "Perang dimulai, hiruplah aroma darah yang menyegarkan ini. Semua akan menjadi milikku, termasuk kekuatan mu!''
"Semua berasal dari alam dan akan kembali pada alam. Baik itu aku ataupun anda! Dengarkan suara genderang perang dari alam pengadilan." jawab Clara mengubah wajahnya menjadi sosok yang berbeda.
Mata Raja kegelapan hampir keluar dengan perubahan wujud Clara, namun tiupan terompet menjadi awal genderang perang mengalihkan seluruh fokusnya.
Mata Raja kegelapan hampir keluar dengan perubahan wujud Clara, namun tiupan terompet menjadi awal genderang perang mengalihkan seluruh fokusnya.
Tttuuuuffftt……
Ttttttuuuuuffffttt……..
__ADS_1
Ttttttttuuuuuuuffffftttttt……
Terompet perang telah dibunyikan menandakan Perang akan dimulai, membuat alam terguncang. Alam pengadilan pun tak luput dari guncangan, tubuh Clara terbang dengan kabut biru menjadi alasnya. Sedangkan Raja kegelapan menghentakkan kakinya dan menghentikan guncangan.