
"Maaf Raja Dexter! Kerajaan Iblis sudah bukan milik mu lagi, jika kamu kembali maka Raja kegelapan hanya akan mendapatkan persembahan tambahan. Keputusan ada di tangan mu! Dan Cleo akan bersama ku untuk tugasnya! Achela lakukan dan segera kembali! " ucap Clara dan meninggalkan ruangan ritual.
Brug...
Ucapan itu membuat Raja Dexter limbung seketika dan terjatuh tanpa sandaran, Kerajaan nya hilang? Bagaimana itu mungkin, untuk pertama kali nya pencariannya akhirnya membuah kan hasil. Tapi pencapaian nya harus di bayar dengan mahal, Kehilangan identitas dan tempat nya berteduh.
"Apa semua ini! Aku mendapatkan jawaban dari pertanyaan ku tapi kehilangan Kerajaan? Apa ini sebanding? " gumam Raja Dexter dengan sendu.
Melihat rasa sedih dan frustasi Raja Dexter, Pendeta mendekati nya dan mencoba untuk membantu nya berdiri kembali. Tubuh kekar nya sangat berat, untung saja pendeta juga memiliki tubuh yang kekar juga karena selalu berlatih gulat dan senjata lainnya untuk menjaga diri.
"Ayo Raja Dexter, semua yang terjadi sudah di gariskan, bersyukur dengan jiwa mu yang bisa kembali ke raga mu. Atau saat ini jiwa mu masih di dalam tahanan Raja Kegelapan, Ayo Achela kita pergi. Lady Cristal pasti menunggu mu." ucap Pendeta.
Wuushh...
Tanpa menjawab Achela langsung mendekati Pendeta yang sudah memegang Raja Dexter, dan menghilang bersama kedua nya menggunakan portal nya. Sebuah gerbang yang kini menjadi menjulang tinggi dengan perisai element cahaya biru, Achela melewati gerbang bukan langsung memasuki Istana Langit hanya untuk menguji Raja Dexter.
"Kalian tunggulah! Aku akan panggilkan Ibu suri." ucap Achela dan menghilang sekali lagi.
"Tidak bisakah aku ke Kerajaan ku saja? " ucap Raja Dexter dengan sedih.
"Aku akan meminta Achela membawa mu ke Kerajaan Iblis! Jika memang kamu sudah bosan dengan hidup mu ini! " jawab Pendeta dengan tekanan dan melepaskan tangan nya dari tubuh Raja Dexter.
"Bagaimana dengan rakyat ku dan bagaimana? " tanya Raja Dexter.
"Dia juga salah satu pewaris Tahta Kerajaan bukan, dan ingatlah tujuanmu! Bukankah kamu sebagai seorang Raja menggunakan kekuasaan mu untuk mencari kebenaran? Kebenaran awal mula permusuhan dari leluhur mu? " ucap Pendeta dengan menatap pintu masuk istana yang ada di depan sana.
__ADS_1
Wuushh...(Ibu suri, Starla dan Achela muncul di pintu gerbang)
"Pendeta? Masuklah! Kenapa tidak langsung masuk saja? Dan kalian bawa tamu Kerajaan dengan hormat! " Ucap Starla menegur prajurit penjaga yang ternyata hanya diam saja melihat ada tamu yang datang.
Yah gadis itu kini sudah menjadi Ratu untuk sementara, sikap nya harus seperti topeng yang transparan. Hanya aura nya saja yang tidak akan bisa sebanding dengan kakaknya, yah setidaknya sikap dan cara bicara nya harus mendekati kakaknya. Bagaimana pun sangat susah untuk menjadi kakaknya, karena perbedaan sikap dan sifat membuat karakter keduanya seperti bumi dan langit.
Kriieeeeet...
Pintu gerbang di buka, Pendeta memasuki gerbang dengan mudah dan terpaksa Raja Dexter ikut masuk, Achela hanya diam dan memperhatikan langkah pertama Raja Dexter untuk memasuki istana langit. Tidak ada getaran atau pun penolakan dari perisai yang berarti Istana Langit atau Tuan nya sendiri sudah membuka jalan masuk untuk Raja iblis itu.
"Yang Mulia Ratu dan Yang Mulia Ibu Suri, saya undur diri. Tuan Saya sudah menunggu saya, Dan Pendeta buatlah Raja ini mengerti untuk tidak terus berfikiran kembali ke Kerajaan nya!" ucap Achela dengan menatap Raja Dexter tajam.
Bagaimana Achela akan diam ketika bisa membaca isi fikiran Raja Dexter yang seakan akan memasuki sebuah tahanan saat di minta untuk datang ke Istana Langit, dan ingin segera kembali ke Istana iblis nya. Padahal Tuannya Lady Clara sudah jelas memperingati Raja Dexter untuk tidak kembali jika tidak ingin menjadi persembahan.
"Baiklah Achela." jawab Pendeta.
Wuushh...
Taman bunga yang mengharumkan seluruh udara di dalam Istana dengan kesegaran air yang menenangkan, sungguh berbeda dengan Kerajaan Iblis yang hanya memiliki api kepanasan dengan beberapa makhluk hidup seperti monster yang menempati beberapa bagian wilayah. Di Kerajaan Langit semua tempat akan di suguhi dengan keindahan Alam dan keindahan para seniman sedangkan di dalam Kerajaan Iblis hanya satu tempat yang menenangkan yaitu kamar Rahasia milik Raja Dexter dengan Cleo.
Semua prajurit menunduk melihat kedatangan Ratu dan ibu suri beserta kedua pria yang tampak menyeramkan namun aura nya menjadi penekanan karena wajah kedua nya seakan terendam dalam air es.
"Pergilah kalian! Dan beritahu pada Koki Kerajaan untuk menyiapkan makanan istimewa. " ucap Starla dan melambaikan tangannya.
"Ayo masuk, kita akan membicarakan hal ini di dalam." ucap Ibu suri dan membuka Pintu kamar dan memasuki kamar tamu diikuti ke yang lainnya.
__ADS_1
Setelah sampai pada sebuah kamar Kerajaan yang di khusus kan untuk tamu Kerajaan, Kini ke empat nya sudah duduk berhadapan di dalam dengan sebuah meja santai sebagai penengah.
"Pendeta? Apa Ka Clara tahu tentang semua ini? Dan dimana ka Clara? " tanya Starla memandang jendela di samping nya.
"Nak tenang lah, Pendeta jelaskan apa yang terjadi! " ucap Ibu Suri.
"Sebelum nya, apakah Yang Mulia tahu siapa pria ini? " tanya Pendeta memastikan apakah Achela sudah mengatakan yang sebenarnya atau belum.
"Achela hanya mengatakan pria ini Raja Dexter dari Kerajaan Iblis, kami terkejut saat Achela mengatakan itu tapi ucapan Achela selanjutnya membuat kami menerima Raja Dexter demi Penguasa Kerajaan Langit." ucap Ibu suri serius.
"Maaf kan saya telah menjadi beban untuk keluarga Anda Yang Mulia Suri! Saya akan pergi, terimakasih sudah menerima kehadiran saya." ucap Raja Dexter dengan niat untuk bangkit dari duduknya.
"Tetap di tempatmu! Aku tidak tahu kenapa ka Clara membawa mu ke mari, tapi aku tahu apapun yang kakakku lakukan pasti itulah yang terbaik. Nek, Starla harus pergi untuk berlatih." ucapan Starla dengan mata tajam nan sendu.
"Aku akan melupakan masa lalu, tapi ingatlah hal ini Raja Dexter! Jangan pernah khianati Kakakku! Karena aku tidak akan membiarkan mu melukai kakak ku seperti kau melukai ku! " ucap Starla sebelum membuka pintu.
Dengan perasaan yang berkecamuk di hatinya, Starla meninggalkan kamar tamu dan pergi ke tempat latihan bukan untuk latihan melainkan untuk memasuki ruangan rahasia dari jalur tempat latihan.
Sedangkan Raja Dexter bingung dengan apa yang di maksud oleh Starla, bahkan dirinya baru kali ini melihat wajah Starla yang ternyata mirip dengan Lady Cristal. Bahkan tadi saat pertama kali melihat Starla membuat nya berfikir Lady Cristal ternyata tidak ingin pergi bersama nya namun tatapan gadis di depannya berbeda.
Setelah kepergian Starla, Pendeta menjelaskan apa yang di ketahui nya dengan secara rinci sekaligus untuk menghilangkan keraguan yang terlihat di mata Raja Dexter, Ibu suri hanya menjadi pendengar yang baik dan mencoba memahami apa yang Cucu nya inginkan.
"Baiklah, Pendeta istirahat lah di kamar mu dan Anda istirahat lah di kamar ini! Pelayan akan datang untuk jamuan makan nanti, saya permisi." ucap Ibu suri dan meninggalkan kamar tamu.
"Aku harap sebagai Raja, Anda akan bijaksana. Dan perintah seorang Lady Cristal tidak akan membuat kita rugi karena dia hanya menjalankan tanggung jawabnya, istirahat lah. Tubuh mu masih menyesuaikan dengan jiwa mu yang terlepas, aku permisi." ucap Pendeta dengan sebuah peringatan setelah kepergian Ibu suri.
__ADS_1
..................... ...
"Apakah aku harus percaya dengan wajah yang tak asing itu? Tapi rasa sakit yang sudah pulih kini terasa menggores lagi seakan luka itu baru, hancurnya hati dan kepercayaan ku membuat rasa takut dan kesedihan ini kembali bangkit. Aku ingin melupakan semua itu, tapi kehadirannya membuat ku tenggelam kembali setelah aku mampu untuk berdiri di atas kaki ku sendiri. " ucap nya dengan tubuhnya yang sudah terlentang di atas bantalan empuk di dalam tempat tidurnya.