The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Dibalik Kabar Burung


__ADS_3

"Tuan Putri Anda disini? " ucap Achela terkejut.


"Apakah mimpi itu mengusiikmu Achela? " tanya Clara dengan pandangannya yang lembut.


"Ntah lah, jika ini pertanda buruk tapi sudah jelas Makhluk itu sudah punah lalu... " ucap Achela mengambang.


"Terkadang kita berfikir semua nya sudah berakhir tapi kenyataan nya semua nya kembali pada titik awal, Pedang Azalia sudah waktu nya kembali pada Pemiliknya. Aku tahu kamu merebut pedang itu untuk mengakhiri kejahatan seseorang tapi Achela Pedang itu di Takdirkan untuk menjadi lawan bukan kawan jadi jangan menyimpan senjata yang akan membuat mu terbelenggu. " ucap Clara sambil mengelus kepala Achela.


"Tapi.... " jawab Achela.


"Sudah lah! Ayo kita pamit ke Sesepuh Helius.Sudah waktu nya bertemu dengan gadis bulan. " ucap Clara memotong ucapan Achela.


....................


"Dimana orang itu, aku sudah menunggu nya lama. " gumam seorang gadis sambil mondar mandir melihat ke arah pintu masuk.


Kriieet..


"Hay Bulan. Maaf atas keterlambatanku. " ucap Clara yang baru memasuki sebuah pondok.


"Apa kau Lady Cristal? " tanya gadis itu.


*Datanglah* ucap Clara.


Cling.. (Kitab Suci kini diletakkan didepan gadis yang bernama Bulan)


"Maaf saya lancang Lady Cristal. Saya... " ucap Bulan.


"Apa kabar Sang Ular? Apa Raja mu sudah tahu tentang pertemuan kita? " tanya Clara tanpa menunggu Bulan selesai bicara.


"Pertemuan kita tetap rahasia, seperti yang Anda ketahui apa tujuan Saya memasuki Kerajaan itu dan siapa yang menugaskan Saya sampai sejauh ini. Tapi percaya lah seluruh keturunan Kerajaan itu tidak sepenuh nya bersalah, hanya karena satu Pangeran di masa lalu saja yang menjadi penyebab semua permusuhan tak berujung ini dan Pangeran itu kini abadi dan dia lah yang menjadi musuh seluruh Kerajaan. Sedang kan untuk sang Ular masih menjadi pelayan di Kerajaan itu meski pergerakan nya semakin mencurigakan karena setiap menjelang malam sang Ular meninggalkan Istana dengan diam-diam, bahkan Raja tidak tahu jika dirinya sedang dipermainkan. " ucap Bulan serius.

__ADS_1


"Baiklah.Tetap awasi sang Ular dan jaga dirimu baik-baik, tentu saja Sang Pemilik Topeng akan mencoba kembali ke Kerajaan nya untuk mendapatkan lebih banyak kekuatan ataupun harta. Ntah Topeng siapa kali ini yang akan digunakan, aku harus membuat perisai untuk mu juga dan dengan ini kamu bisa mengirimkan pesan kapan pun tanpa harus bertemu. " jawab Clara.


*Cahaya Bintang* ucap Clara sambil memegang tangan Bulan dimana simbol yang sama seperti para sesepuh juga ada di tangannya kini.


Setelah memberi tahu apa kegunaan simbol Bintang kepada Bulan, dan mendengarkan apa saja yang terjadi akhir-akhir ini di Kerajaan itu. Clara meminta Bulan untuk kembali ke Istana nya agar tidak ada yang mencurigai kepergiaanya, sedang kan Achela baru saja muncul di hadapan nya setelah memastikan Bulan pergi jauh dari pondok. Terlihat jelas wajah Clara begitu serius memikirkan semua yang terjadi, masa lalu, masa kini dan masa depan, rasa nya seluruh Alam berada di pundaknya berharap semua yang di alaminya hanya mimpi namun element, aura dan kekuatan yang terasa di dalam setiap aliran darah dan nafas nya menyadarkan dirinya bahwa semua nyata ada nya.



Kenangan masa kecil nya yang selalu ditemani sang nenek dengan banyak peraturan yang tak pernah dilanggar nya meski sekali pun, perlahan dengan pasti usianya bertambah hanya dengan mempelajari ilmu pengobatan dan memasak hingga hari ber sejarah itu menghampiri nya membuka tabir kehidupan nya yang tersembunyi. Kehadiran saudara kembarnya membuat sang nenek mengungkapkan jati diri semua nya tanpa sisa, kehancuran hati yang menyayat dada nya membuat seorang gadis biasa menjadi luar biasa bahkan sejak terbuka nya jati diri itu membuat dirinya harus berfikir dewasa dengan mengambil setiap keputusan dengan baik dan tepat. Tidak seorang pun tahu betapa berat beban yang di tanggung nya dengan perdebatan setiap waktu di dalam batinnya, ketenangan yang ditunjukkan berbanding terbalik dengan isi di dalam jiwanya.



Semakin kuat dirinya maka semakin bertambah pertarungan batinnya, bahkan mendengarkan isi hati dan fikiran orang lain semakin membuat nya merasa tidak tenang. Namun semua itu menjadi terlupakan ketika dirinya sadar siapa dirinya dan apa Takdirnya, dengan waktu yang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, tanggung jawab dan perasaan lain nya membuat gadis polos itu menjadi gadis misteri.


"Halooo... Tuan Putrii.. Lady Cristal. " seru Achela berulang kali.


"Turun lah Achela! Kepala ku pusing melihat mu terbang kesana kemari. " ucap Clara menghela nafas nya.


"Hehehe Apa yang Tuan fikirkan? Panggilan ku bahkan tidak di hiraukan! " ucap Achela menekuk wajah nya.


"Hmm." jawab Achela.


"Apa pendapatmu tentang semua yang di katakan Bulan? Apakah Sang Pemilik Topeng adalah orang yang sama dengan orang yang membangkitkan Gerhana Bulan Darah? " tanya Clara.


"Dialihkan! Baiklah, menurut ku siapa pun dia, kali ini aku akan menemukan pembunuh Tuan Penyihir Calista. Bukan kah terlahirnya jiwa murni maka Perang Akhir pun sudah pasti Lady? " tanya balik Achela.


"Lihat saja nanti, Pergi lah temui Pangeran Lars Calleum dan Bantu lah menangkap pengkhianat itu. Aku akan kembali ke Istana Langit setelah menemui Sang Pendeta dan ya Achela ingat lah *Lepaskan Senjata yang menjadi lawan, meskipun darah mu dikorbankan tetap tidak akan mengubah darah senjata itu* . ucap Clara menatap Achela tajam.


"Seperti nya itu Perintah Mutlak, akan ku lepaskan jika itu memang sudah di garis kan. Tapi Tuan, kenapa menunda menyelesaikan masalah di Istana Langit? " tanya Achela.


"Semua sudah tahu keadaan setiap wilayah, tapi siapa pun yang membangkitkan Gerhana Bulan Darah sudah memastikan untuk membuat semua orang salah bertindak. Jika di lihat memang benar keadaan yang Paling parah adalah Kerajaan Istana Langit tapi semua itu tidak benar karena kenyataannya sebaliknya. Sudah lah! PASTIKAN pengkhianat Kerajaan Es untuk tidak mendapatkan hukuman mati. " ucap Clara.

__ADS_1


Setelah membuat Achela diam dan pergi meninggalkan dirinya sendirian di pondok itu, kini gilirannya untuk melakukan sesuatu yang sudah seharusnya dilakukannya sejak awal. Tujuannya tidak salah dan ini hanya lah salah satu percobaan untuk menghentikan Ramalan masa depan, berharap niat nya mampu menggeser tujuan seseorang.


Wushh...


Gelap dan suram, tempat yang masih terlihat mati tanpa kehidupan itu membuat Clara merasa bersalah karena tidak bisa melindungi kehidupan lain nya namun disekeliling kegelapan sudah berdiri pagar kayu yang membentang sepanjang garis kegelapan menandakan larangan untuk melewati pembatas itu. Namun hanya tempat ini yang ada di fikirannya, ntah berapa kali bayangan tempat ini melintasi mata nya seakan seseorang memanggil nya. Benar saja tidak lama kemudian ada aura yang sangat familiar tercium, ntah kenapa bulu-bulu halus dikulit nya berdiri seakan seseorang dibelakang nya membuatnya menelan kegelisahan.


"Akhir nya panggilan ku di pahami oleh Mu! Sudah lama aku menunggu pertemuan ini, kenapa masih tidak ber balik Lady Cristal? " ucap sosok itu.


"Hentikan semua ini! Bukankah semua yang kau miliki sudah cukup, lalu untuk apa semua ini di lanjutkan? " tanya Clara membalikkan tubuh nya.


Sebuah obor yang ada di tangan sosok itu membuat wajah sosok itu terlihat jelas , kini pandangan mata kedua nya beradu. Tajam dan dingin, kedua nya saling menatap tanpa ada yang mau mengalah meskipun sosok itu menampilkan sedikit senyuman di ujung bibirnya tak membuat Clara merubah ekspresi wajah nya yang kaku namun ada bagian dirinya seakan merindukan sosok didepannya, ntah apa yang terjadi pada dirinya hingga masih terpaku dalam kedalaman mata sosok itu.


...*********...


.


.


.


. Hay Reader 😊 Alhamdulillah hari ini udah up 3 bab, kasih support, like ma comment ke author atuh 🥺


.


.


. tentu nya biar author lebih semangat iya kan... 😁


.


.

__ADS_1


.


masih author tunggu buat saran kalian reader, biar author bisa belajar menjadi penulis yang lebih baik lagi.. 🤲


__ADS_2