
Pada zaman dahulu ada empat kerajaan, Setiap kerajaan memiliki Penguasa yang berbeda-beda, dimana ke empat Penguasa ini adalah sahabat karib. Tidak ada hal yang membuat persahabatan mereka goyah selama itu, namun tiba-tiba sebuah Permata yang menjadi pusat dari ke empat kerajaan menghilang, Permata itu adalah Batu Bulan. Batu bulan yang mampu menunjukkan ketika kegelapan menguasai dunia atau kebaikan hidup di dunia, ke empat Penguasa menjadikan Batu Bulan sebagai persatuan ke empat Kerajaan mereka, tentu saja Batu Bulan juga memiliki energi dari masing-masing Penguasa dan ke empat Penguasa itu yang memiliki Kerajaan Langit, Kerajaan Es , Kerajaan Api dan Kerajaan Iblis.
Hilangnya Batu Bulan menjadi awal mula perpecahan, rasa curiga pada sahabat pasti muncul hingga itu menjadi permusuhan dan apalagi salah satu dari Penguasa itu ketahuan sedang memegang Batu Bulan dan Penguasa itu adalah Raja dari Kerajaan Iblis, tanpa fikir panjang ke tiga Penguasa yang lain menjadikannya tersangka. Namun Penguasa yang dianggap penjahat akhirnya melakukan kejahatan yang sudah dituduhkan, didepan ketiga sahabatnya Penguasa itu membawa pergi Batu Bulan. Setelah kejadian itu ke tiga Penguasa yang tersisa akhirnya membuat keputusan, jika Kerajaan mereka akan bersatu untuk melindungi Dunia , meski ketiga Penguasa tidak berniat untuk mengejar Raja Iblis.
Di antara ke empat Penguasa itu ada seorang Penyihir yang sangat hebat, Penyihir itu adalah Calista, Seorang wanita yang seumur hidupnya hanya tenggelam dalam ramalan dan sihir. Seperti yang diramalkan Alam, Calista menjelaskan seperti apa masa depan dan apa saja yang harus dipersiapkan. Dalam Waktu 1 tahun Calista sudah berhasil membuat sebuah Kitab Suci dan dalam 4 tahun Calista membuat 4 Kitab Suci, setiap Kitab memiliki arahnya dan tujuannya masing-masing.
Penyihir Calista
Kitab Pertama untuk Kerajaan Es, Kitab ini mengajarkan berbagai macam kekuatan sihir di dunia Es, bagaimana cara mendapatkan berbagai senjata rahasia yang tersimpan di Wilayah kerajaan es dan apa peran Kerajaan Es untuk masa depan.
Kitab Suci Kedua untuk Kerajaan Api, sama seperti Kitab Suci untuk Kerajaan Es namun di Kitab Suci Kerajaan Api masih tersimpan rahasia yang hingga saat ini tidak seorang pun menemukan rahasia itu kecuali sang Penyihir Calista tentunya. Di Kitab Suci hanya ada teka-teki yang harus dipecahkan, namun tak seorang pun mampu memecahkan itu.
__ADS_1
Kitab Ketiga untuk Kerajaan Langit, Kitab Suci yang jauh berbeda dari yang pertama dan kedua. Kitab Suci ini justru mengajarkan arti kepemimpinan dan keadilan, meski didalam Kitab Suci itu terlihat seperti buku dalam perpustakaan. Inilah yang mengecoh semua orang, Kitab Suci Kerajaan Langit jauh dari kata sederhana, semua yang ada di Kitab Suci pertama dan kedua bahkan ke empat mengisi Kitab ketiga ini tapi tak seorang pun tahu kecuali Calista sang Penyihir, Penguasa Kerajaan Langit dan seekor Hewan Suci. Yah benar Achela lah yang menjadi saksi dari setiap Kitab Suci itu dibuat dan Achela pula yang menjadi Hewan Suci kesayangan Penyihir Calista.
Kitab ke empat untuk Kerajaan Iblis, tidak ada bedanya dengan Kitab Suci pertama. Hanya saja Kitab Suci ini jatuh ke tangan orang yang tidak seharusnya, ntah bagaimana cara orang itu mendapatkan Kitab Suci yang seharusnya menjadi jembatan untuk ke empat Kerajaan Bersatu kembali justru berubah menjadi sebuah dendam Baru.
Melihat keseimbangan Alam yang terguncang karena akan ada ledakan dari penjuru, membuat Penyihir Calista memutuskan untuk membuat Sebuah Kitab yang menjadi Kitab Kebenaran. Kitab itu akan memilih siapa Pemimpin yang sesungguhnya untuk ke empat Kerajaan, dengan penyatuan Energi dari ke empat Penguasa yang masih dimiliki oleh sang Penyihir, jiwa-jiwa Suci yang berada di Nirwana, Burung Emas yang menyerahkan diri sebagai kehormatan, dan beberapa bahan langka yang masih tersedia di zaman itu. Hingga sebuah Kitab Suci terbuat dalam waktu satu malam, Kitab Suci itu bukan dari tulisan tangan tapi dari fikiran dan jiwanya Penyihir Calista, bukan hanya kekuatan nya terserap ke dalam Kitab Suci tapi ilmu Pengetahuan nya pun tertulis lengkap. Setiap Teka-teki menjadi sebuah pertanda, dan Achela sebagai Hewan Suci sang Penyihir tentu saja melihat semuanya namun hanya bisa diam karena Tuannya tidak memberikan izin untuk mendekat disaat membuat Kitab Suci yang satu ini, hingga akhirnya Calista jatuh ke lantai setelah kehilangan kekuatan nya.
Melihat Tuannya terjatuh Achela langsung berlari menghampiri tuannya dan tidak peduli lagi dengan peringatan yang sudah diberikan.
"Lihatlah aku dan dengarkan ini baik-baik, Tugasmu untuk memastikan Dunia kembali seperti semula. Kitab Suci ini akan menjadi Pusat Alam, Batu Bulan hanya menjadi sebuah benda yang menunjukkan waktu kegelapan datang dan kebaikan datang. Kitab Suci ini akan memilih Pendamping nya sendiri, Tugasmu untuk membantu Pemilik Kitab Suci ini untuk mengembalikan kedamaian. Achela ini perintah ku yang terakhir. " ucap Penyihir Calista dengan serius dan semakin lemah dan Hewan Suci kesayangannya hanya bisa mendengarkan tanpa menjawab, yah Achela masih belum bisa berbicara disaat itu namun dirinya paham dengan setiap perintah Tuannya.
Seketika tubuh Achela terbang dan di selimuti serbuk Emas ber kelopak bunga, perasaan nya sungguh aneh, tubuhnya terasa semakin ringan dan ada aliran kekuatan yang menyatu dengan aliran darahnya. Setelah beberapa saat tubuhnya kembali turun, tuannya semakin lemah.
"Ingatlah perjalanan mu sangat Panjang dan dengan kekuatan dan sihir mu saat ini, maka tanggungjawab dan tugasmu akan lebih mudah. Ingatlah setiap Pemimpin yang terpilih bukan berarti Pemimpin itu yang akan menjadi Sang Takdir. Banyak Kehidupan yang akan kamu lewati Achela, satu permintaan ku *jangan pernah putus asa*." ucap Penyihir Calista.
__ADS_1
"Tuanku pasti akan sembuh. Tunggulah aku akan mencari pertolongan. " ucap Achela.
"Apa! Bagaimana bisa aku berbicara. " ucap Achela yang terkejut karena kini dirinya berbicara bukan suara kucing lagi seperti biasa nya.
"Iya Achela kamu bisa berbicara sekarang, tidak Perlu mencari pertolongan, lakukan lah hal terakhir untukku. " jawab Penyihir Calista dengan menyatukan kedua tangannya.
"Tuanku perintah kan saja. Untuk apa memohon pada hamba mu ini. " ucap Achela yang merasa sangat tidak enak karena perlakuan Tuannya.
"Petik kan Bunga Teratai Emas Di Danau Ajaib. Bawakan aku 4 Bunga Teratai Emas, ingatlah satu hal Achela. Bunga itu harus masih kuncup yang akan mekar ketika matahari terbit." ucap Penyihir Calista dengan suara liriknya namun tegas.
"Baiklah Tuanku. Tapi aku harus mendapatkan pertolongan untuk Tuanku. " jawab Achela dengan bergegas akan lari namun suara Penyihir Calista menghentikan langkahnya.
"Tidak Achela! Bunga itu lebih penting! Ini bukan tentang satu Nyawa tapi semua umat manusia! Ingatlah Matahari tinggal beberapa jam lagi akan terbit, dan jika terlambat, semua usaha ku sia-sia. " ucap Penyihir Calista
__ADS_1
"Seperti Perintah Tuanku. " jawab Achela meninggalkan Penyihir Calista dan pergi ke tujuannya, sebenarnya hati nya sangat berat namun diatas semua perasaan nya, perintah tuannya adalah mutlak.