
Merasakan ada tatapan yang siap menerkamnya, Starla langsung mencari sosok itu dan benar saja di depan pintu pondok kakaknya sudah bersedekap tangan dengan kedatangan nya, bahkan kakaknya terlihat sangat datar memandanginya. Bergegas starla mendekati pondok dan menghampiri kakaknya, niat hati ingin langsung memeluk karena rasa rindunya harus sirna karena tatapan tajam kakaknya, namun bukan starla jika tidak bisa meluluhkan kakaknya.
"Apa begitu sambutan dari mu ka? Setelah lama aku tidak bisa bersama mu! Sungguh tega ka Clara. " ucap Starla sambil sesengukan mendramatisir keadaan, melihat adiknya memulai drama membuat nya tidak tega tapi semua tidak bisa selalu mengikuti kata hati, jika Clara selalu mengikuti kata hatinya tentu saja akan memilih hidup tenang bersama keluarga nya tapi lihat lah Takdir nya yang harus berkelana dan belajar kuat dalam kehidupan nya.
"Ayo lah ka, aku sangat merindukan kakak. " ucap Starla sekali lagi dan memeluk Clara yang masih bersedekap.
"Sudah lepas kan! Cepat masuk, Achela kamu juga masuk! " ucap Clara melepaskan pelukan adiknya yang langsung saja cemberut karena tidak mendapatkan balasan pelukan malah disuruh masuk begitu saja.
Setelah Keduanya masuk, Clara mengamati sekitar pondok dan menghela nafas, semua nya kini harus lebih hati-hati karena starla ada bersama dengan nya. Bukan nya tidak senang dengan kedatangan Starla tapi Clara tidak ingin ada musuh yang tahu jika starla masih hidup karena keberadaan musuh-musuh yang selalu berganti topeng saja belum bisa Clara temukan. Akhirnya Clara ikut memasuki pondok dan lihat saja adiknya itu sudah membuat Achela kesal karena begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan, meski kesal Achela tetap menjawab setiap pertanyaan dari starla, melihat hal itu Clara hanya geleng-geleng kepala.
"Starla, berikan pada ku yang ku minta dari mu. " ucap Clara mendekati adiknya.
"Peluk dulu baru aku berikan. " jawab starla dengan cemberut.
Tanpa menjawab Clara mendekati adiknya dan memeluk nya seperti permintaan adiknya itu, tentu saja starla langsung membalas pelukan kakaknya. Aroma tubuh Kakaknya dan kehangatannya seperti seorang ibu bagi starla, rasa nya sangat nyaman dan menenangkan. Sebenarnya Clara tahu adiknya hanya merindukan sosok seorang ibu namun dirinya saja tidak pernah merasakan kehangatan sosok seorang ibu, Clara hanya berusaha selalu melindungi adiknya dan memeluk nya erat untuk mengatakan jika dirinya sangat mencintai adiknya itu.
"Sudah Starla, bukannya kakak tidak senang dengan kehadiran mu. Tapi pahami lah keadaan sayang, kakak tidak mau ada yang tahu tentang keberadaan mu, bukankah kakak sudah menjelaskan semua nya dan untuk melindungi mu bahkan kakak lebih sering mengunakan cadar. " Ucap Clara mengelus rambut starla dengan lembut.
"Maaf ka, Starla hanya sangat merindukan ka Clara. " jawab starla menunduk.
"Sudahlah, sekarang berikan pada kakak, dan kakak senang kamu bersama kakak saat ini. " ucap Clara menyentuh pipi adiknya agar menghilangkan kesedihan dan rasa bersalah nya.
Dengan menatap kakaknya yang tersenyum tentu membuat starla ikut tersenyum, yah itu lah yang starla rindu kan karena Clara sosok kakak yang sempurna untuk dirinya dan bersabar menghadapi setiap tingkah kekanak-kanakan nya. Starla mengambil sesuatu dari saku baju ksatria nya dan memberikan nya ditangan kakak nya, Clara menerima itu dan mendekati meja yang tersedia beberapa bahan ramuan. Dengan cekatan Clara mengambil beberapa bahan dan mulai meraciknya, setelah racikan selesai Clara mengambil apa yang di berikan starla tadi dan meneteskannya ke dalam ramuan. Sedang kan Starla dan Achela hanya mengamati, perlahan Clara memberikan ramuan itu pada Peri Ghea dan mencoba meminumkannya.
"Tuanku bukankah itu tadi Madu Kehidupan? " tanya Achela setelah melihat kegiatan Clara selesai.
"Benar, tapi mungkin ini hanya akan berfungsi sebentar, semoga saja dugaan ku tidak salah. " jawab Clara memberikan cawan untuk ramuan tadi ke Starla.
"Ka Clara bukankah seharusnya orang sembuh jika diobati dengan Madu Kehidupan? Lalu kenapa kakak ragu? " ucap Starla yang melihat kecemasan kakaknya.
"Itu benar Starla, tapi siapa pun yang melakukan ini pada Ghea dan Giel bukanlah manusia biasa. Firasatku mengatakan Raja Kegelapan sendiri tidak sekuat sosok ini, πΌπ₯π π¨ππ ππ§ππ£π ππ©ππ§π‘π π₯ππππ’ π ππ£ππ₯π π ππ ππ π©ππππ πππ¨π πππππ ππ©π’πͺ! " ucap Clara dengan tegas yang membuat starla merasa bersalah, niat hati ingin menghilangkan rasa rindu tapi dirinya justru membuat kakaknya khawatir karena takut akan keselamatan hidup nya.
__ADS_1
"Maaf ka, Sungguh Starla tidak berfikir jauh. " ucap Starla menunduk, Clara mendekati adiknya dan memeluk nya dengan tenang agar adiknya tidak larut ber sedih.
"Ergh.. Emh" suara lirih seseorang dan Achela yang mendengar itu langsung menatap ke tempat peristirahatan.
"Tuan ku, Ghea sudah sadar. " ucap Achela yang masih melihat Clara menenangkan adiknya.
Mendengar ucapan Achela, Clara melepaskan pelukan nya dan mendekati Ghea dan membantu nya untuk meminum air yang sudah dicampur dengan setetes Madu Kehidupan. Perlahan Ghea mulai membaik,wajahnya yang pucat kini perlahan mulai terlihat memiliki cahaya, terlihat tatapan Ghea sangat kosong dan hampa, ada rasa takut dan khawatir bahkan tangannya tidak berhenti gemetar. Melihat hal itu Clara dengan lembut memeluk Ghea dan mencoba memberikan kekuatan melalui kehangatan nya, Ghea masih diam dengan seribu bahasa. Melihat kakaknya memeluk Ghea membuat Starla cemburu, tapi terlebih lagi melihat keadaan Ghea yang tidak bisa dikatakan baik membuat nya tidak tega juga. Ingatan nya kembali pada masa lalu dimana dirinya terluka parah dan hampir meninggal dunia jika tidak dirawat dan diobati oleh gadis baik hati yang ternyata kakaknya sendiri.
Dari pada semakin larut mengingat masa lalu dan pengkhianat ibu tiri nya lebih baik dirinya melihat isi pondok yang sempit itu tapi karena semua terlihat berantakan membuat starla hanya tertuju pada almari yang sedikit terbuka dan jiwa penasaran memerintahkan dirinya untuk melihat isi almari itu. Dengan santai Starla mendekati almari itu dan membuka nya akan tetapi tidak ada apa pun disana, tentu saja isinya kosong karena di belakang starla semua kain menjadi gundukan dilantai, sedang kan Ghea yang tidak sengaja melihat starla mendekati almari membuat nya semakin takut dan khawatir.
"Jangan.. Jangaan dekati Almari itu. " ucap nya lirih sambil menunjuk almari agar starla menjauh dari almari itu.
"Apa yang kamu katakan. Ulangi lagi Ghea! " ucap Clara yang kurang jelas mendengarkan ucapan Ghea yang sangat lirih tapi tangannya menunjuk ke starla dan almari itu.
"Dia jahat, Kakak dibawa tanpa kasihan.Jangan dekati itu.Pergi!." ucap Ghea lirih sekali lagi dan kali ini Clara bisa mendengar itu.
"Tenang lah.Semua akan baik-baik saja. " ucap Clara mengelus rambut Ghea agar tenang, dengan batinnya Clara meminta Achela untuk membuat Ghea tertidur dengan serbuk emas nya dan benar saja Achela terbang langsung menyentuh kening Ghea yang membuat Ghea perlahan memejamkan mata nya.
"Eh ka Clara. Bagaimana gadis itu? Apa baik-baik saja? " ucap Starla setelah melihat kakaknya berdiri disamping nya.
"Hmm.Apa ada yang mengusikmu? Hingga kakak disamping mu saja tidak Starla sadari? " tanya Clara dengan serius.
"Maaf ka, tapi ada hal yang tidak Starla pahami soal ini. " jawab Starla menunjuk ukiran di dalam Almari.
"Katakan dengan jelas Starla. Kakak merasa pernah melihat ukiran itu tapi ntah dimana. " ucap Clara sambil berfikir keras.
"Tentu kakak pernah melihat ini, Bukankah kakak sudah membaca sejarah setiap kerajaan. Dan bukankah kakak pernah masuk ke kamar Permaisuri Adreo, disana satu dinding memiliki ukiran sama seperti ukiran ini, hanya saja disana lebih besar sehingga pola ukiran nya terlihat lebih jelas. " jawab Starla mengingatkan kakaknya.
Sesaat Clara memikirkan apa ucapan adiknya, mengingat kembali apa yang sudah dipelajari dan ingatan nya tentang kamar Permaisuri Adreo di istana. Benar apa yang di ucap kan Starla, ukiran itu jelas sama dan hanya beda ukuran saja, tapi yang jadi pertanyaan adalah kenapa ada ukiran itu didalam Almari dan seingat Clara tentang ukiran itu hanya berasal dari sebuah kerajaan yaitu Kerajaan Iblis. Bahkan dikamar Permaisuri Adreo selalu tertutup tirai ukiran itu hingga pelarian dari Permaisuri Adreo barulah Anggota Kerajaan melihat ukiran itu saat mencari bukti kejahatan Permaisuri Adreo, hanya saja Raja Lucaz tidak diberitahu agar tidak menghambat proses penyembuhannya waktu itu. Meski Clara mempelajari juga tentang Kerajaan Iblis dan memiliki firasat jika Permaisuri Adreo mencari perlindungan di Kerajaan itu, tetap saja Clara tidak mau gegabah dan masih diam-diam menyelediki semuanya tanpa sepengetahuan siapapun. Melihat kakaknya ikut termenung membuat Starla heran, pasti kakaknya itu sibuk meluruskan apa yang terlewat dan mencari titik permasalahan. Tapi apa daya starla yang tidak suka berfikir terlalu serius, Karena baginya akan lebih baik bertarung saja dimedan perang daripada bergelut dengan fikirannya.
"Apa Tuan baik-baik saja? " ucap Achela yang melihat tuannya termenung.
__ADS_1
"Tenanglah! Aku baik-baik saja. Achela tolong antar kembali Starla ke Istana! " ucap Clara dengan serius, mendengar hal itu membuat Starla kesal, dirinya tahu kakaknya itu tidak akan mengizinkan Starla untuk turut serta dalam misi berbahaya.
"Apa kakak mengusirku! Tidak! Aku akan tetap bersama kakak. " ucap Starla dan bersedekap tanda dirinya menolak perintah kakaknya.
"Pulanglah Starla, kakak tidak mau Nenek dan Ayahanda khawatir. Mengertilah Starla, ka Clara mohon. " ucap Clara dengan menangkup wajah Starla dengan kedua tangannya.
Melihat kakaknya tentu tidak tega, tapi akan lebih tidak tega jika membiarkan kakaknya dalam bahaya tapi sebagai saudara tidak bisa membantunya. Anggap saja dirinya egois tapi hanya Clara yang melengkapi kehidupannya saat ini, tentu dirinya tidak ingin kehilangan saudara nya itu lagi dan melindungi saudara nya juga kewajibannya. Sedangkan Clara yang melihat dan mendengar keluhan di batin adiknya hanya bisa menghela nafas, bukannya Clara tidak membutuhkan adiknya itu tapi sekali melakukan keputusan salah maka bisa menjadi bumerang untuk semuanya, tapi mungkin ini bukan saat nya Starla tahu segalanya. Akhirnya Clara mengalah dan membiarkan adiknya tetap bersama nya meski kini Clara harus lebih waspada dan memiliki tanggung jawab lebih, melihat Clara yang mengalah Achela hanya bisa tersenyum karena Tuannya itu menyayangi adiknya melebihi nyawanya sendiri tapi ada sorot kekhawatiran didalam Clara dan itu membuat Achela percaya jika Clara menyembunyikan sesuatu yang disimpannya sendiri.
.................. ...
"Dia sungguh berbeda dari gadis lainnya, tapi kenapa Aku begitu tertarik dengan nya. Auranya itu sangat familiar dan aku tidak akan bisa melupakan aura itu tapi dia bukan wanita itu. Argh.. Kenapa Aku jadi memikirkan gadis itu! " gumam seorang Pria yang duduk di Singgahsana nya dan mengusap rambutnya dengan kasar.
Rasa amarah didalam hatinya karena ada yang membuat drama untuk mencari tahu tentang nya, membuat dia harus turun tangan sendiri melihat siapa musuhnya yang masih terasa asing, dari jauh dirinya menggunakan mata batinnya untuk memantau sasarannya hingga seorang gadis yang masih muda mendekati sasarannya dengan perasaan tidak tenang. Tapi aura gadis itu bisa dirasakan dari kejauhan membuat dirinya tidak fokus dengan tujuannya mengintai sasarannya, hingga akhirnya tidak melanjutkan tindakannya karena aura itu sudah mampu mengusik hati dan fikirannya.
............... ...
.
.
.
. Hay Reader, makasih yang masih setia pembaca The Last Sky Kingdom dan masih memberikan like tanda support dari kalian βΊ
. Hari ini Alhamdulillah Aku up 2 Bab dan hampir 3000 kata kalau digabungin, readers sebenarnya Aku tidak menargetkan harus up berapa kata setiap Bab nya. Bagi Aku sebagai seorang penulis hanya mengikuti alur cerita, jadi kalau Aku merasa yang Aku tulis masih belum ada gambaran jelas maka dengan sabar Aku menulis hingga menemukan titik dimana Aku rasa sudah waktu nya berhenti dan cukup untuk Bab itu sendiri.
. Tapi kalau boleh jujur nih ya, sebenarnya 500 kata masih belum bisa lengkap cerita nya kalau ikutin alur imaginasi. Kadang malah kalau udah dapet feel nya nulis jadi gak inget berapa kata lagi, yang terpenting apa yang ada didalam fikiran dan imaginasi tersampaikan dengan benar.
. Hehe maaf jadi curhat. Salam buat semuanya ππ
. One again, Thanks for All Support and Like β€οΈ
__ADS_1