
Clara dengan tenang mulai membuat ilusi taman bunga di sisi istana lebah, dan partner nya sibuk mengawasi jika ada yang memergoki aksi Putri Clara, sedangkan peri Fyra melakukan tugas lain dan meninggalkan Tuannya dan pria tadi.
"Ahh selesai juga. Lanjutkan Rencana berikutnya. " perintah Clara pada pria bertopeng setelah selesai membuat taman ilusi.
"Luar biasa. Apa kekuatan mu masih banyak? " tanya pria bertopeng itu dengan rasa penasaran nya.
Bagaimana tidak fikiirannya mengarahkan pada pertanyaan seperti itu, jika dirinya tahu Clara lebih dari kata cukup memakai kekuatan sejak melakukan perjalanan, meski blum tahu bagaimana cara mendapatkan bunga pelangi dan apa saja yang dihadapinya, tapi lihatlah keindahan didepan matanya kini, taman bunga yang sungguh menyilaukan dahaga keindahan, beragam bunga, warna dan pola taman bunga itu mampu membuat dirinya yang manusia terpesona, lalu bagaimana lebah-lebah nanti, sudah dipastikan akan berhamburan untuk menyerbu bunga yang sedang bermekaran itu. Pola taman itu seperti sebuah lingkaran yang berbentuk tidak sama rata, namun ntah kenapa taman itu seperti sebuah pesona yang menjadi petaka nantinya.
"Lupakan.Giliran anda! Pastikan berhasil. " perintah Clara dengan menatap tajam ke arah partner nya, sungguh jika berkata jujur, tentu saja Clara sangat kelelahan karena menggunakan kekuatan melebihi batasnya tapi misinya jauh lebih penting dari apapun, mengingat dirinya ingin segera melihat keluarga nya bersama kembali tanpa ada kesedihan karena sebuah keadaan. Tapi Clara lebih memilih untuk bersikap tenang dan kuat selagi dirinya masih bisa menopang tubuhnya yang membutuhkan istirahat itu, dan partner nya hanya menganggukan kepala dan pergi melakukan bagiannya.
........
"Siapa berani datang ke Istana Ratuku dan membuat ulah! " seru seorang prajurit lebah menoleh kebelakang setelah merasakan sakit di kepalanya karena terkena lemparan batu dari arah belakang.
Tanpa menjawab pria bertopeng itu kembali melemparkan batu dan kali ini ke setiap prajurit lebah yang tengah berjaga di depan pintu istana, tentu saja dirinya harus menggunakan kekuatan anginnya untuk tugasnya itu, jika hanya mengandalkan kedua tangannya tentu saja sasarannya hanya bisa dua orang saja, sedangkan prajurit lebah lebih dari 20 orang, karena kelakuan nya itu semua prajurit menjadi heboh dan saling bertanya dan menuduh satu sama lain, hingga warga didalam istana lebah pun mulai ikut keluar istana untuk melihat keributan apa yang sedang terjadi diluar, karena terdengar sangat berisik dari dalam.
"Saatnya menggiring menuju surga. " gumam Clara dengan senyuman penuh arti.
"Tolong.. Tolong.. " terdengar sebuah suara yang sedikit jauh namun cukup jelas ditelinga para lebah itu yang seketika menghentikan perdebatan mereka.
"Tolong.. Tolong.. " sekali lagi suara itu terdengar dan membuat beberapa prajurit mencari sumbernya, terbang tentu saja karena mereka itu lebh bukan, dan Karena terbang itu membuat para prajurit dapat melihat kilauan bunga-bunga yang bermekaran terkena pantulan sinar matahari, bagi para lebah pemandangan itu adalah surga dan kehidupan. Tanpa fikir panjang prajurit kembali ke istana lebah dan memberikan kabar gembira sehingga lupa akan suara yang meminta tolong tadi, selama ini bagian yang memiliki taman tadi sudah ditinggalkan karena disana sudah menjadi tandus, namun selama beberapa tahun ditinggalkan mungkin akhirnya tanah itu kembali subur, hanya itu yang difikirkan para lebah, seorang prajurit pun sudah melaporkan pada Ratunya tentang taman itu dan mendengarkan hal itu tentu membuat ratunya bahagia dan memberikan perintah agar para lebah pekerja dan prajurit mengambil nektar bunga di taman itu saat itu juga, tanpa ada rasa curiga sedikit pun dengan kejadian langka itu, dalam istana hanya meninggalkan beberapa prajurit dan lebah pekerja yang masih memiliki pekerjaan jauh lebih penting, dan untuk menjaga ratu mereka.
Setelah melihat banyaknya lebah keluar dari istana dan melihat jumlah mereka yang sangat banyak, tentu bisa menjadi bumerang jika melakukan penyerangan tanpa rencana, disisi lain Clara sudah dalam mode transparan, dimana dirinya menggunakan sebuah mantra perubah wujud, dan melihat dengan tenang apa yang terjadi didepannya, para lebah mulai memasuki taman, setidaknya taman itu cukup membuat semua lebah yang datang terkumpul disatu tempat dan saat tidak melihat ada lebah lagi yang datang, dengan kekuatan nya Clara mengubah taman itu menjadi sebuah penjara yang sungguh indah, penjara bunga tulip dimana setiap bunganya kecil yang tadi ada didalam taman adalah penjara kecil untuk setiap lebah yang berada didepan bunga masing-masing, sudah dikatakan itu taman ilusi, mampu membuat siapapun terjebak dan terlena, para lebah dibuat terkejut bukan main, bagaimana tidak setelah menyentuh bunga dan ingin mengambil nektar nya bukannya mendapatkan yang diinginkan justru tubuhnya seperti terkena sengatan yang langsung membekukan tubuh mereka, ingin meminta tolong dan berbicara pun tidak bisa, hingga akhirnya penjara menyelimuti tubuh para lebah dan bukan hanya satu penjara melainkan dua penjara, penjara kecil untuk para lebah masing-masing dan penjara besar untuk semua lebah yang sudah terkurung, Semua difikirkan Clara secara terencana, kenapa harus dua kurungan dibuatnya, tentu saja karena lebah ini bukan seukuran lebah biasa namun seukuran dirinya artinya sama saja seperti manusia biasa hanya berwujud lebah dan lebih menyulitkan jika para lebah itu berusaha memberontak dan berhasil lolos, pasti Clara tidak akan sanggup melawan semuanya.
*Jangan meremehkan lawan karena penampilannya dan jumlahnya* pepatah itu harus diterapkan Clara, bagaimana pun akan lebih baik melakukan segalanya dengan rencana ganda dibandingkan hanya dengan satu rencana yang sudah dipastikan akan memberikan banyak peluang kegagalan. Setelah selesai mengunci penjara bunga itu dengan segel nya, kini Clara menuju ke istana melanjutkan rencana berikutnya, namun ntah kemana partner nya itu menghilang, hingga tanpa ambil pusing Clara langsung memasuki Istana lebah tanpa ragu.
"Salam yang Mulia Ratu. " ucap Clara yang sudah berada di depan singgasana Ratu Lebah yang menutupi matanya dengan kelopak bunga.
"Siapa Kamu! Berani masuk ke Istana ku! " seru Ratu lebah melempar kelopak bunga tadi dan menatap tajam Clara.
"Lupakan siapa dan bagaimana. Bolehkah saya meminta sedikit Madu Kehidupan untuk ayah saya Yang Mulia Ratu. " ucap Clara dengan tenang dan permintaan yang tulus.
"Apa!Tidak Sudi aku membaginya untuk manusia seperti mu! Enyahlah dari hadapanku. " hardik Ratu lebah tanpa menghiraukan permintaan tulus dari Clara. Dalam hatinya masih kesal karena tiba-tiba saja ada seorang manusia sudah berdiri di depannya yang tengah asyik bersantai memimpikan para pekerja nya mendapatkan hasil yang banyak hari ini, namun kesenangan itu hilang setelah mendengar suara Clara.
"Anda sungguh tidak bisa diajak bertoleransi. " ucap Clara dengan menekan kata-katanya.
"Prajurit bawa gadis ini keluar! " teriak Ratu lebah dengan keras, namun menunggu lama prajurit tetap tidak datang, pada akhirnya Ratu lebah melihat ke arah Clara yang sudah memegang pedangnya yang memancarkan cahaya birunya, dan Clara dengan senyuman penuh artinya memainkan pedangnya ditangannya.
"Apa yang kamu lakukan pada prajurit ku? " teriak Ratu lebah dengan amarahnya yang mulai menguasai hatinya.
"Saya meminta dengan tulus, tapi Anda Ratu yang Serakah! Jika anda punya hati sedikit saja, saya pasti memberikan kesempatan untuk anda. Tapi terlambat.Pilihlah rakyat mu atau Sedikit Madu kehidupan untukku? " ucap Clara tanpa basa basi lagi.
"Hahaha.Rakyat ku bahkan tidak ada di istana saat ini. Lalu, untuk apa aku memberikan permintaan mu! " ejek Ratu lebah, namun sekali lagi senyuman Clara membuat Ratu lebah seketika menyadari sesuatu, sesuatu yang sungguh terlewati olehnya dan melihat perubahan raut wajah Ratu lebah, Clara sudah dapat menyimpulkan bahwa Ratu lebah menyadari keanehan kejadian hari ini.
"Apa pilihan anda Yang Mulia? " tanya Clara sekali lagi.
"Apa yang kau lakukan pada rakyatku manusia! " seru Ratu lebah dengan kerasnya dan mulai maju untuk menyerang Clara, dengan cekatan Clara menghindari serangan Ratu lebah, pertarungan tak terelakkan Clara menggunakan pedangnya dan Ratu lebah menggunakan pedangnya juga, satu lawan satu, kekuatan mereka berdua seimbang namun Karena amarah yang memuncak pada Ratu lebah membuat dirinya tidak terkontrol, sehingga Clara harus lebih berhati-hati meski beberapa goresan terukir di kulit lengannya dan Ratu lebah pun juga terluka.
"Argh.. Apa yang kau lakukan. " teriak Ratu lebah kesakitan setelah merasakan punggungnya seperti terlepas, bukan punggungnya tapi sayapnya yang terpotong karena tebasan pedang Clara, dan meski hanya satu sayap tetap saja itu sangat menyakitkan, serangan Ratu lebah semakin membabi buta, namun apa dayanya jika kondisinya pun semakin parah, melihat Ratu lebah yang sudah tidak berdaya membuat Clara menutupi Ratu lebah itu dengan kabut penyembuhan, bukan maksudnya pula untuk menghabisi Ratu lebah karena pada awalnya tujuannya hanya satu yaitu mendapatkan Madu kehidupan, meninggalkan Ratu lebah yang masih memaki dirinya didalam keadaan lemahnya itu.
"Hai apa Anda sudah gila! " seru Clara sesaat setelah memasuki ruang penyimpanan Madu kehidupan, namun justru dirinya terkejut dengan partner nya yang didepan matanya itu mulai berubah menjadi manusia lebah. Yah pria bertopeng itu sibuk mengikuti rasa penasaran nya, sebenarnya tugasnya adalah mengambil Madu kehidupan setelah semua rencana dilakukan namun begitu melihat Madu kehidupan yang berkilauan dan membuat nya ingin sekali mencicipi nya, dalam fikiran nya tidak masalah bukan jika hanya mencoba sedikit saja namun rasa ketagihan membuat nya mencicipi lagi dan lagi, hingga akhirnya tubuhnya terasa panas terbakar namun tidak terbakar, perubahan yang mulai terjadi membuat dirinya frustasi namun tidak tahu apa kesalahannya itu dan Clara melihat partner nya itu yang hampir sempurna berubah menjadi prajurit lebah namun masih memakai topeng nya.
"Argh panas.. " ucap pria bertopeng itu terbata-bata.
"Ceroboh!" gumam Clara dan langsung mengambil Madu kehidupan ke dalam sebuah botol yang sudah disiapkan nya, setelah botolnya penuh dan menghilangkan nya ke tempat seharusnya, Clara menatap tajam ke arah partner itu.
"Tukarkan Wujudmu dengan kematian Ratu lebah! Hanya itu cara nya. " ucap Clara menatap tajam pria bertopeng yang sudah menjadi prajurit lebah.
__ADS_1
Mendengar ucapan Clara dirinya cukup terkejut karena ternyata kesalahan apapun itu adalah fatal, wujudnya tidak akan berubah kembali jika Ratu lebah tidak mati. Dirinya menatap Clara untuk melihat keseriusan gadis di depannya itu.
"Berhenti menatapku! Hanya dirimu sendiri yang menjadi penolongmu! Tangan mu, Wujudmu dan rasa penasaran mu sungguh Tidak terkendali! " ucap clara begitu kesal karena kelakuan partner nya itu, bisa-bisanya diberikan tugas justru melakukan hal lain, dan seperti orang bodoh partner nya itu tidak tahu apapun tentang larangan dalam misinya itu, atau ini salahnya juga tidak memberikan peringatan secara jelas sebelum menjalankan misinya. Apapun itu tidak akan mengubah wujud pria didepannya ini meski dirinya berhasil membunuh Ratu lebah, atau untung saja dirinya belum membunuh Ratu lebah,melihat partner nya yang masih setia berdiri didepannya tanpa berfikir harus melakukan apa selanjutnya sungguh membuat clara menghela nafas dalam untuk menenangkan kekesalannya yang sudah mulai keluar dari hatinya.
"Bergegaslah! Dia masih dalam penyembuhan dalam kabutku! Atau semua akan terlambat, ingat waktu mu hanya beberapa jam sebelum semuanya terlambat. " perintah Clara dan berjalan keluar dari tempat madu penyembuhan terlebih dulu.
Pria bertopeng yang kini penampilan nya sudah berubah menjadi manusia lebah tapi masih memakai topeng dan tudung itu harus menyusuri istana lebah untuk melakukan pertukaran wujud dan nyawa.
"Lelah sekali berjalan dengan tubuh lebah ini. " keluh pria bertopeng itu setelah sampai di ruang istana yang terdapat ratu lebah dalam kabut asap.
"Terbang.Apa gunanya sayap mu! " ucap Clara yang sudah menunggu partner nya itu dari tadi, dan lihat saja pria itu datang dengan ngos-ngosan Karena masih berusaha menyeimbangkan tubuh barunya dan bukannya terbang tapi justru berjalan, sepertinya otaknya itu sungguh mendapat pembagian terakhir saat dirinya diciptakan.
"Apa aku punya sayap? " tanya pria itu dengan polosnya, lalu mencoba melirik ke belakang dan benar saja rasanya seperti ada sesuatu dipunggung nya namun baju yang dipakai nya itu menutupi nya karena bajunya adalah jubah bertudung yang cukup besar. Melihat kelakuan partner nya yang seakan tidak ada habisnya dengan kebodohannya itu, membuat Clara tidak sabar dan akhirnya dengan sengaja clara menghilangkan kabut yang menyelimuti ratu lebah.
"Selesaikan Tujuanmu! Aku masih punya tugas. " ucap clara meninggalkan partner nya sendirian untuk menghadapi ratu lebah yang masih dalam proses mengembalikan kesadaran nya itu.
Melihat Clara yang meninggalkan dirinya, apalah daya nya jika itu nasibnya , namun dirinya harus fokus pada pertukaran wujudnya, bagaimana pun wujudnya yang kini menjadi lebah harus kembali normal meski harus membunuh ratu lebah, bukan niatnya untuk melakukan pertukaran namun Dengan jelas Clara mengatakan obat atau syarat kembali normal adalah nyawa ratu lebah itu sendiri.
"Apa mau mu! " tanya Ratu lebah yang sadar dan masih merasakan rasa sakit meski tak separah sebelumnya, dirinya menyadari jika kabut dari gadis tadi untuk mengobati lukanya, namun tetap saja sayap nya tidak utuh lagi, seharusnya akan utuh lagi jika kabut itu tidak di hilangkan oleh Clara, namun tentu saja hanya Clara yang tahu seperti apa dan sampai dimana kesembuhan seseorang yang telah dilukainya akan diobati, dan jika ada yang bertanya-tanya kenapa Raja tidak disembuhkan saja dengan cara yang sama yaitu kabut penyembuhan milik Clara, tentu saja itu tidak bisa dan beda ceritanya lagi,, karena pada dasarnya pedang Suci adalah pembuat luka dan kabut penyembuhan adalah obat dari pedang Suci itu, jadi secara auto keduanya itu adalah satu kesempurnaan bagi sang pemiliknya.
"Wujud asli ku. " jawab pria bertopeng itu dengan tegas, tanpa membuat basa basi lagi, ratu lebah yang mendengar hal itu langsung tersulut emosi, tentu saja karena sudah paham maksud dari orang didepannya ini yaitu nyawanya.
"Jadilah prajurit ku! Hiduplah disini, maka menikmati madu sesukamu. " bujuk ratu Lebah dengan manisnya untuk mencoba merayu orang didepannya dengan cara lembut, namun pria itu justru mengeluarkan pedangnya dan memainkan pedangnya dengan tenangnya , melihat hal itu Ratu lebah langsung mengeluarkan kekuatan yang tersisa untuk menyerang pria didepannya, pertarungan cukup membuat keduanya kehabisan tenaga, bagaimana pun kondisinya ratu lebah tetap dapat diakui pantas dia menjadi ratu lebah, kekuatan dan caranya bertarung memang luar biasa dan saat ini kondisi pria bertopeng yang berwujud lebah seakan menjadi titik lemahnya, sungguh sulit Menyeimbangkan tubuhnya untuk bertarung, alhasil harus dengan kekuatan anginnya untuk menahan atau menyerang ratu lebah,pertarungan yang tidak menghasilkan apapun karena keduanya seimbang dengan kekurangan masing-masing. Hingga akhirnya Clara yang berada di sebuah tempat sungguh bosan menunggu partner nya itu, dengan ide yang terlintas difikiran nya itu, dengan segera clara menjentikkan jari nya dan pertarungan kini sudah berpindah ditempatnya duduk menunggu partner nya itu. Bagaimana rasanya sedang asyik dan sibuk bertarung namun tiba-tiba ada yang menyeret dan menghempaskan ke tempat lain, pasti terkejut bukan dan pertarungan menjadi tidak fokus, itulah perasaan kedua petarung yang baru saja di pindahkan oleh Clara dengan teleportasi tanpa permisi, pasti ingin memaki orang yang melakukan itu, tapi pertarungan masih berlanjut antara nyawa dan pertukaran wujud.
"Kapan selesainya jika begini trus, bisa habis waktu ku. " gumam Clara kesal melihat pertandingan didepannya.
Tanpa peduli apa pendapat dari kedua petarung itu, clara menyerang keduanya untuk menghentikan pertarungan itu, pria bertopeng terpental ke arah kanan dan ratu lebah terpental ke arah kiri, kini clara yang akan bertarung kembali dengan ratu lebah, bukannya tidak punya hati tapi waktu nya sungguh hanya sedikit dan tidak akan bisa diputar ulang, dan bagaimanapun pria ceroboh itu partner nya dan sudah tanggung jawabnya untuk membantu nya meski kebenarannya pria itu yang memang salah atas tindakannya sendiri.
"Aku salah sangka, ku fikir kau gadis baik tapi ternyata aku salah. " ucap Ratu lebah setelah bangkit dari jatuh karena terpental tadi.
"Dia pria ceroboh, untuk apa dibantu biarkan saja menjadi bagian kerajaanku." ucap ratu lebah.
"Apa itu mau anda? " tanya Clara menatap pria bertopeng .
"Tidak! Aku mau wujud asli ku. " jawab pria bertopeng dengan tegas.
"Lihat! Dia menolak. " ucap Clara kembali pada ratu lebah.
Sragh..
Argh..
Ratu lebah menyerang Clara namun di hindari dan membalikkan posisinya sehingga justru pedang Clara yang kembali melukai tubuh ratu lebah, tentu saja itu membuat kondisi nya semakin memburuk. Pertarungan sudah jelas dimenangkan Clara namun Clara tidak bisa menghabisi karena hanya pria bertopeng yang harus melakukan itu.
"Selesaikan pertukaran mu! Aku sudah kehabisan waktu. " perintah Clara tanpa memandang partner nya dan menjauh dari ratu lebah yang sudah tertunduk di tanah karena kalah telak oleh serangan Clara.
Jlebb.. (Pedang Pria bertopeng tertusuk tepat di dada ratu lebah)
"Argh.. " rintihan ratu lebah yang benar-benar sudah kehabisan tenaga dan kekuatan nya.
Melihat wujudnya yang perlahan mulai berubah membuat pria bertopeng menyadari jika ratu lebah mulai kehilangan jiwanya, dan perubahan itu membuat tubuhnya kembali merasakan api yang luar biasa menjalar ke seluruh tubuhnya itu, dengan rasa sakitnya pria bertopeng sekuat tenaga bertahan, dalam kondisinya yang tidak fokus pada sekitar, tanpa disadari jika dalam keadaan sekarat nya ratu lebah melepaskan sesuatu dari tubuhnya dan melemparkan itu ke arah Clara yang berjalan membelakangi dirinya.
Duar... (Sebuah ledakan mengejutkan semua makhluk hidup di tempat itu)
"Apa yang terjadi? " batin Clara yang tiba-tiba tubuhnya ditarik begitu saja oleh seseorang tanpa permisi dan saat itu juga suara ledakan terdengar mengejutkan dirinya dalam waktu bersamaan.
"Hai, anda tidak apa-apa? " tanya seseorang yang menariknya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi? " tanya Clara dengan lirih, namun saat membuka matanya, sebuah mata menatap nya dengan rasa khawatir dan panik, seakan ingin memastikan semua baik-baik saja atau tidak.
"Bangunlah." ucap orang itu dengan lembut dan membantu Clara bangun dari tempatnya saat ini, orang yang menolongnya tadi menarik Clara dalam pelukannya dan langsung berguling ditanah untuk menghindari sebuah tusukan racun yang sudah dilemparkan oleh ratu lebah, karena tidak mengenai sasaran hingga akhirnya benda itu menabrak sebuah dinding yang sudah di ciptakan Clara, yah dinding penjara bunga yang masih dalam mode transparan karena tidak ingin memberikan kesempatan pada ratu lebah untuk membuat rencana lain.
"Terimakasih sudah menolong ku. " ucap Clara setelah berdiri, dan orang itu tersenyum dengan manis.
"Aku hanya membayar hutang budi. Karena itu sudah menjadi sumpah ku. " jawabnya dengan lembut.
"Hutang budi? " tanya Clara tidak paham.
"Sudahlah, sekarang bukan waktunya untuk bercerita. Apa masih ada masalah lain? " tanya orang itu dengan tenang.
"Tidak.Dia sudah kembali ke wujud aslinya. Hanya satu yang harus ke lakukan lagi. " jawab Clara melihat ratu lebah yang sudah tidak bernyawa.
"Calon Ratu Lebah selalu ada di dalam Istana lebah. Dan Bunga yang kamu simpan bisa menghidupkan nya. " ucap orang itu memahami apa isi fikiran Clara.
"Bagaimana anda tahu tujuanku? " tanya Clara heran dengan orang disamping nya itu.
"Saat waktunya, akan ku ceritakan semuanya. Biarkan aku menjadi bayangan anda Yang Mulia. " ucap nya dengan sopan menundukkan kepalanya sedikit.
"Apapun itu. Baiklah. Aku harus cepat. Tunjukkan dimana aku bisa memulihkan semua kekacauan ini. " ucap Clara setelah berfikir sebentar.
"Ikutlah, dan Bawa semua rakyat istana lebah bersama kita. " ucap orang itu dengan serius.
"Bawa mereka pergi bersamamu dan ikut lah bersama kami. " ucap orang itu kepada pria bertopeng, pria bertopeng hanya menuruti karena ini bukan waktunya untuk berdebat dengan kejadian sebelumnya.
..............
"Masuklah Yang Mulia. Jangan tergoda dengan Madu Kehidupan, karena di tengah sana lah calon Ratu lebah berada. " ucap orang itu membawa Clara ke tempat penyimpanan madu kehidupan.
"Apa yang harus aku lakukan? " tanya Clara karena memang hal ini tidak ada dalam kitab suci.
"Taruhlah bunga pelangi diatas tubuh Calon Ratu lebah, maka dengan begitu bunga pelangi akan masuk ke raganya dan menghidupkan Ratu lebah yang baru. Tapi, setelah menaruh bunga pelangi anda harus keluar dari sana secepatnya, karena madu kehidupan akan menjadi racun yang mematikan saat berubah warna menjadi merah. " ucap orang itu menjelaskan langkah yang harus dilakukan Clara.
Dengan tenang Clara melakukan semuanya, sungguh madu dengan warna emas membuat penglihatannya silau, bukan tergoda akan madunya tapi semakin sulit mencari yang di tuju olehnya, sebuah madu membeku ditengah madu yang meleleh, dan ada tubuh mungil lebah yang masih remaja tertidur di atasnya, yah pasti itu calon Ratu lebah yah dimaksud, dengan segera Clara mendekati dan mengamati tubuh mungil itu, masih belum sempurna, tapi sudah terlihat bentuknya.
"Aku harap Anda akan menjadi Ratu lebah yang lebih bijaksana dibandingkan Ratu sebelumnya. Maaf harus membangunkan anda sebelum waktunya. " ucap Clara tulus dan mengeluarkan bunga pelangi dari segel nya dan meletakkan di atas tubuh mungil calon Ratu lebah.
Dengan segera Clara menggunakan teleportasi untuk kembali ke tempat semula, dan menemui orang yang membantunya, tanpa basa basi, Clara, pria bertopeng dan orang misterius itu meninggalkan istana lebah. Tentu saja setelah membebaskan rakyat lebah, agar bisa menyambut ratu baru mereka, bahkan Rakyat lebah berterimakasih karena apapun yang dilakukan Clara hanya untuk menghindari korban berjatuhan, hanya dipenjara satu atau dua hari tentu akan lebih baik dibandingkan kehilangan nyawa mereka, namun tentu saja ada yang menyesal karena tidak bisa menghabisi ratu lebah, dan para lebah yang menyesal itu tentu saja mereka yang serakah dengan madu kehidupan. Nasi sudah menjadi bubur, apa lagi yang bisa diubah, sungguh nasib baik pria bertopeng itu bisa kembali normal, ratu lebah hanya satu namun prajurit manusia yang serakah dan berakhir menjadi prajurit lebah tidak lah sedikit. Jika pria bertopeng itu saja kesulitan membunuh ratu lebah, lalu bagaimana dengan orang lain.
.
.
.
.
................
Terkadang hanya bisa diam melihat cinta menjadi kelemahan hati sendiri.. apakah rasa kecewa selalu menjadi serpihan kaca yang menggoreskan luka tanpa menimbulkan suara.. 😣
. my mood very off bcz healthy drop n my someone always make dissapointed.. sometime remain silent is better.. 😶
. maaf buat yang udah nunggu up.. keadaan benar-benar kacau, tapi aku tetep usaha buat yang terbaik.. ☝😊
. dukung aku trus ya.. biar tetep semangat buat berkreasi dalam karya ku.. thanks for support me 😌🙏
__ADS_1