The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Kekhawatiran Starla


__ADS_3

Wuusss... Sleees...


"Pergilah! Jauhi tempat itu! " seru seorang wanita yang memasuki gendang telinga Putri Merlyn dan menarik paksa mata batin Putri Merlyn untuk kembali ke raga duyung nya.


Tidak ada pertanyaan selain mengikuti perintah seruan wanita di dalam gendang telinga nya, seruan itu langsung membuat bulu di tangan nya meremang. Seakan memberikan perintah mutlak dan membuat jiwa dan raga nya hanya bisa menurut, sedangkan di tempat lain dua wanita tengah berhenti di antara para makhluk yang tidak melihat kehadiran kedua wanita itu di sekeliling mereka.


"Ukhuk.. ukhuk.." suara batuk salah satu wanita dengan menahan telapak tangan kanan nya di depan bibir.


"Ka, apa yang terjadi? Tunjukkan pada ku!" perintah Starla dengan menarik paksa tangan kanan Clara yang menutupi mulut nya karena batuk yang cukup keras.


"Darah! Ayo kita kembali ka, kakak... " ucap Starla panik karena melihat telapak tangan kanan Clara menampung cipratan darah dan dengan cepat Clara mengalirkan air dari element air nya untuk mengguyur darah di telapak tangan nya dan juga membersihkan mulut nya.


"Kakak baik-baik saja, sampai sini apa ada pertanyaan lagi?" tanya Clara dengan memotong ucapan Starla dan mengalihkan perhatian adik nya.


"Ka!" seru Starla yang sungguh emosi gadis itu tengah melonjak tinggi, setiap kali diri nya mengkhawatirkan kakak nya itu, selalu saja di anggap tidak penting oleh Clara.


Melihat raut wajah memerah Starla membuat Clara menghela nafas dalam, sedikit lagi pasti adik nya bisa membangkitkan permata alam yang ada di dalam tubuh nya itu. Dengan perasaan di raih nya tubuh Starla untuk masuk ke dalam pelukan nya namun tangan Clara belum sampai menyentuh bahu adik nya, tangan Clara justru sudah di tepis oleh Starla dengan tatapan tajam yang mulai memancarkan sinar merah.


"Sekuat apa pun aku, jiwa ku tetap lah memiliki lawan yang seimbang. Ikatan ku dan raja kegelapan tidak bisa di putuskan, sekarang lepaskan rasa khawatir di hati mu itu. Ingat lah aku seorang Lady Cristal dan bukan hanya menjadi kakak mu saja Starla." ucap Clara dengan lembut namun menusuk hati adik nya.


Kebenaran yang pahit dan juga nyata tapi sering kali terlupakan di saat tindakan manusia berasal dari hati, seperti itu lah situasi Starla ketika mengkhawatirkan kakak nya. Pertanyaan dan kekhawatiran Starla tidak salah, tapi situasi dan keputusan Clara lah yang membuat hal sederhana menjadi rumit.

__ADS_1


"Kita adalah saudara kembar Starla, tenanglah dan coba rasa kan di dalam hati mu. Seperti apa ikatan batin kita, kakak pastikan hati mu mengatakan jika kakak dalam keadaan baik." ucap Clara lagi dengan menatap adik nya dengan menyalurkan element cahaya biru nya yang perlahan menyerap aura permata alam Kerajaan langit yang mulai keluar dari tubuh Starla.


Tidak akan di biarkan oleh nya para makhluk yang kini ada di sekeliling nya menyerap aura permata alam Kerajaan langit, karena para makhluk dari berbagai klan itu tidak boleh terkontaminasi dengan kekuatan asing. Dunia baru harus tersusun dan terisi dengan element murni tanpa element yang bercampur aduk kecuali garis keturunan yang memang sudah di takdirkan memiliki kekuatan campuran, tanpa menunggu reaksi adik nya yang masih mencerna ucapan nya.


Wuuusshh... (Clara membawa pergi Starla dari tempat tersembunyi yang memiliki empat pintu dimensi untuk menyiapkan dunia baru)


"Akhirnya kalian kembali juga, lihatlah Trish istri kita sudah kembali." ucap Lars yang langsung menyambut kedatangan Clara dan Starla begitu sebuah cahaya menyilaukan yang muncul sudah meredup.


"Lars jaga Starla!" perintah Clara dengan tegas.


"Ada apa.. " tanya Lars yang langsung terhenti karena tarikan Clara yang menggunakan sihir pengikat dan membuat nya berdiri di samping Starla dalam kedipan mata.


"Apa mau mu? " tanya Clara dengan lembut namun tegas yang berhasil membuat Trish mendongakkan wajah nya yang menunduk.


Tatapan mata tenggelam dengan iris hitam menyala dan pekat, mata yang jauh dari milik Trish dan senyuman manis namun menyiratkan kematian itu tersungging dengan sempurna di wajah tempat Trish yang seketika berubah menjadi aneh. Bukan nya menjawab justru tangan kiri Trish terulur seperti tengah meminta sesuatu, namun tatapan mata yang bergerak kesana kemari seakan mengawasi sekeliling nya terus saja berputar.


"Pergilah! Biarkan pemilik nya kembali ke raga nya!" perintah Clara yang langsung membuat Trish berdiri dan mencekik leher Clara dengan kuat nya.


Meskipun tahu apa yang akan terjadi tetap saja Clara membiarkan sosok di depan nya membuat ulah hingga satu jentikan jari nya membuat tubuh Trish melemah dan memejam kan mata hingga terjatuh ke dalam pelukan nya. Sedangkan sosok yang di paksa keluar oleh Clara merasa kan kepanasan dengan jiwa yang terbakar menjadi butiran debu, dengan meletakkan telapak tangan kanan nya di kening Trish perlahan element cahaya biru mulai menyebar ke dalam jiwa dan raga Trish yang kosong.


"Kembali lah dan ikuti cahaya ku." ucap Clara di telinga Trish.

__ADS_1


Perlahan kelopak mata di dalam pangkuan nya terbuka dengan mata sang pemilik raga yang asli, wajah tampan dengan mata tajam namun menghanyutkan. Jiwa Trish akhirnya kembali ke raga nya setelah tersesat di dalam ruangan perpindahan waktu, sorot mata yang sendu masih saja terpancar dengan jelas membuat Clara hanya bisa memasang wajah datar nya.


Klik....


"Lars bawa Starla dan Trish ke Istana langit!" perintah Clara setelah menghilangkan perisai di antara mereka dengan satu jentikan jari nya.


Langkah cepat Starla dapat terdengar di telinga Clara hingga suara itu hanya tinggal satu langkah dan membuat Clara menghilang dengan teleportasi nya sebelum suara adik nya terdengar, sudah pasti tindakan nya akan membuat adik nya terluka namun hanya itu untuk menghentikan pertanyaan demi pertanyaan yang tidak mungkin mendapatkan jawaban dari nya.


"Starla percayalah apa pun yang Clara lakukan sudah di perhitungkan dan bersyukurlah karena kakak mu sanggup memikul tanggungjawab yang aku sendiri tak mampu menjalani nya meskipun hanya sehari saja, do'a kita akan selalu memberikan perlindungan. Ayo kita kembali ke Istana." ucap Lars dengan bijak nya sembari mengusap pundak Starla yang sudah tentu istri nya itu tengah kecewa dengan sikap Clara yang melakukan semua nya sesuka hati.


"Trish, bisa berdiri? Atau mau aku bantu? " tanya Lars yang mengalihkan pandangan nya ke arah Trish.


"Aku bisa sendiri." jawab Trish dan menahan berat tubuh nya dengan kedua telapak tangan nya agar bisa bangun dari posisi duduk nya.


"Ayo Starla, Trish." ucap Lars dan mengulurkan tangan kiri nya pada Trish yang langsung di sambut dengan baik dan diam, sedangkan Starla hanya mengerucutkan bibir nya dengan mata yang menunjukkan rasa kecewa nya teramat dalam.


Wuuusshh..


Kepergian Trish, Lars dan juga Starla membuat Clara menampakkan wujud nya kembali, yah Clara hanya menghilang di sekitar tempat itu dengan perisai nya yang membuat wujud nya tak terlihat. Dengan menghancurkan perisai es, kini hawa panas mulai menerobos memasuki gua bebatuan tempat nya bernaung.


"Keluar! '' perintah Clara tanpa memiliki kesan lembut atau pun manis.

__ADS_1


__ADS_2