The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Perang Alam Bawah


__ADS_3

Tttuuuuffftt……


Ttttttuuuuuffffttt……..


Ttttttttuuuuuuuffffftttttt……


Terompet perang telah dibunyikan menandakan Perang akan dimulai, membuat alam terguncang. Alam pengadilan pun tak luput dari guncangan, tubuh Clara terbang dengan kabut biru menjadi alasnya. Sedangkan Raja kegelapan menghentakkan kakinya dan menghentikan guncangan.


"Menyerahlah! Kenapa ingin bertarung jika kegelapan pasti akan menang." seru Raja Kegelapan dengan sombongnya.


Satu kedipan mata Clara membangunkan pusaran angin, tangan kiri Clara terayun menarik butiran-butiran air dari alam. Kini alam miliknya. Dengan pengendalian fikiran, seluruh element akan mengikuti perintahnya. Pusaran angin semakin membesar dan bersatu dengan air, membentuk dinding perisai mengurung keduanya. Dalam hitungan detik, perisai angin dan air menjadi kubah raksasa. Perlahan tubuh Clara turun, kembali berpijak pada awan alam pengadilan. "Kegelapan akan menang? Anda benar."


Pedang Suci bersinar semakin terang, Clara mengarahkan ujung pedang ke Raja kegelapan. "Ambillah, karena ini milik alam."


Ucapan Clara adalah tantangan, aliran kegelapan dari tubuh Raja kegelapan mengalir memasuki Pedang Azalia. Pedang semakin memancarkan keserakahan dan haus darah. Raja kegelapan berlari bagaikan angin dengan pedang siap menyerang, cepat dan tak menjadi bayangan.


Wuuusssss….. Traaang…… wuuussss….


Traaang…… Traaang…..


Satu serangan menuju dada Clara tertahan Pedang Suci, satu serangan berbalik kesamping terhempas kembali. Secepat apapun serangan Raja kegelapan, Clara masih diam ditempat dan hanya menangkis serangan demi serangan menggunakan Pedang Suci.


Awal penyerangan Raja kegelapan menjadi awal terjadinya Perang di seluruh alam semesta, dari menara utama kerajaan langit. Mata alam tengah bekerja, mata itu tak melepaskan pandangan dari seluruh semesta.


Perang Alam Bawah


Awan berubah gelap dengan selimut kabut tembus pandang, begitu jelas pasukan monster milik dewi iblis berwujud berbagai rupa. Pasukan Ksatria Lulu telah menghadang di tanah lapang dengan kuda masing-masing. Bunyi genderang Perang terdengar menggema, dan tanah berguncang. Satu guncangan yang memberikan kobaran semangat dan ketakutan.

__ADS_1


"Seraaaang!" teriak Dewi Iblis.


Buug… buug… daaak… daak…


Kubu dewi iblis dengan pasukan monster menyerbu pasukan Ksatria Lulu tanpa aturan. Para monster berlari menerjang pasukan Lulu dengan brutal. Tak mau kalah dari kubu kegelapan, pasukan dari gabungan berbagai Klan ikut menangkis dan menyerang balik. Dentingan senjata menenggelamkan jeritan, para monster yang bukan berasal dari dimensi sama tidak mudah di kalahkan.


Satu cambukan menyambar tubuh Ksatria Lulu dan melilit tubuhnya sebelum terhempas ke udara. Dengan sigap Ksatria Lulu melepaskan sihir element anginnya dan terbang untuk kembali berpijak ke tanah. Belum sempat kakinya menyentuh tanah, cambukan dewi iblis kembali melesat ke arahnya. Dengan sabetan pedang ditangan kanannya, Ksatria Lulu menangkis serangan dewi iblis.


Hembusan angin membawa tubuh Ksatria Lulu berpindah tempat dengan cepat, dari jarak sepuluh meter menjadi jarak setengah meter. Pedang terarah siap menembus tubuh dewi iblis, mendadak pedang tertahan. Sejurus pandangan Ksatria Lulu berpindah ke tubuhnya yang terasa terlilit sesuatu dengan erat.


Cambuk dewi iblis menjeratnya dan menyerap sihir Ksatria Lulu secara perlahan, inilah makanan yang membuat dewi iblis hidup awet muda. "Cukup enak sihirmu, tapi terlalu sedikit. Sebaiknya darahmu saja yang ku hisap."


"Coba saja!" tukas Ksatria Lulu menantang.


"KAU!" teriak dewi iblis dan menarik cambuk, membuat tubuh Ksatria Lulu mengarah kearahnya.


Dengan satu cengkraman tangan, leher Ksatria Lulu dikuasai oleh Dewi iblis. Dengan sisa tenaganya, Ksatria Lulu mengambil belati pusakanya. Dengan pergerakan tangan kanan yang mengalihkan dewi iblis, tangan kiri Ksatria Lulu menusukkan belati pusakanya ke punggung dewi iblis.


Jleeb…


"Arrrggghhh… BED3BAH!" Dewi iblis menjerit dan melepaskan tangannya dari leher Ksatria Lulu.


Wuuuss… Jleeb… Buggh..


wuuuss… Buuug…..


Serangan Ksatria Lulu tanpa henti, gerakan dengan kecekatan menerjang dan menusuk dewi iblis kembali diluncurkan. Namun dewi iblis memliki kekuatan lebih, setiap lukanya akan kembali baik-baik saja dalam hitungan detik. Hingga serangan terakhir Ksatria Lulu berhasil di balikkan, dengan sepenuh kekuatan dewi iblis menghempaskan tubuh Ksatria Lulu hingga terbang dan menabrak bongkahan batu nan terjal.

__ADS_1


"Ukhuk… ukhuk.. " batuk Ksatria Lulu dengan cairan merah mengalir dari sudut bibirnya.


Dewi iblis mendekati Ksatria Lulu dengan langkah mempesona, menyebarkan element kegelapan dan membuat para monster semakin kuat. Para pasukan dua kubu masih bertarung tanpa henti, tebasan, jeritan, erangan dan seruan memenuhi medan perang.


"Tikus jalanan. Apa ini kekuatan seorang Ksatria? Sebaiknya ku akhiri. Ucapkan selamat tinggal." tukas dewi iblis dan kuku tangannya memanjang dengan warna hitam, bersiap menusuk jantung Ksatria Lulu.


Wuuuussss….. Sleeez……


"Arrrggghhh. Penganggu!" Dewi iblis mengibaskan tangannya, setelah panah api melesat melewati depannya.


Senyuman Ksatria Lulu mengejek, membuat dewi iblis mengeluarkan kuku panjangnya. Dan kembali berniat menusuk dada Ksatria Lulu, namun kali ini bukan panah api yang menjadi penghalang. Kilatan petir yang menyambar diantara dirinya dan Ksatria Lulu, sontak membuat dewi iblis berpindah tempat dengan portal. Sesosok bayangan tanpa wajah berdiri di depan dewi iblis, aura kegelapan dan cahaya seakan menyatu di tubuh bayangan itu.


"Mari kita mulai pertarungan sebenarnya." tutur bayangan itu.


Tangannya mengeluar gumpalan cahaya biru dengan api berkobar, bola-bola api terbentuk dan menyerang dewi iblis tanpa jeda. Dewi iblis menghindari setiap bola yang terbang ke arahnya, dengan beberapa kali menghancurkan bola api menggunakan sabetan cambuknya.


Tidak sampai disitu. Sosok bayangan melesat memutari dewi iblis, hingga membuat pusaran angin menenggelamkan sang dewi iblis. Terlihat jelas dewi iblis berusaha keluar dari pusaran, tapi pusaran itu seakan mengurung dirinya dan terbang meninggalkan medan perang. Sosok bayangan menghentakkan kaki kirinya sekali, membuat para monster menjerit kesakitan. Tangan kanan bayangan itu kembali melepaskan bola-bola api dan menerjang siapapun yang melawan.


Dalam hitungan detik, seluruh pasukan dua kubu telah hancur tanpa sisa. Darah yang menetes tak sebanding dengan koboran api yang membakar seluruh kubu, Ksatria Lulu yang melihat semua pasukannya kalah dengan meninggalkan nama saja, bangkit dari tempatnya terpuruk. Sekuat tenaga kakinya tertarik mendekati sosok bayangan itu, amarah di hati Ksatria Lulu tak lagi terbendung.


Bagaimana bayangan itu membakar dua kubu sekaligus tanpa ampunan, jeritan dan pengampunan menyayat hati Ksatria Lulu. Perasaannya hancur tanpa kata, satu pedang teracung ke arah sosok bayangan. Tapi sosok bayangan itu masih terdiam membisu.


"Hiiiiyyaaaaa…." seru Ksatria Lulu berlari ke arah sosok bayangan.


Wuuusss…. Dug…. Jleeb….


Terkadang pengorbanan bukan hanya untuk sang pendosa, pemilik karma baik juga harus berkorban. Seperti kepergian kalian, biarlah alam menerima darah kalian. Darah yang menyatu tanpa pemisah, pengorbanan kalian akan selalu dikenang. Pengorbanan kalian menjadi pelebur alam. ~ batin sosok bayangan dengan melepaskan satu belati di tangannya.

__ADS_1


__ADS_2