The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Raja terbodoh


__ADS_3

Perjalanan yang tidak begitu lama ataupun singkat dengan kuda yang terlatih, keduanya mulai melihat warna hijau di depan sana dengan sedikit tertutup debu yang enggan menyingkir. Suara kuda yang semakin mendekati membuat seseorang yang menunggu di antara rimbunnya pepohonan bernafas lega, karena suara derap kuda itu hanya dua bukan banyak, semakin mendekat semakin terlihat seorang gadis dengan pakaian Ksatria dengan rambut terikat menjadi satu, sebuah pedang di pinggang dengan busur panah di punggungnya. Dibelakang nya seorang pria dewasa dengan pakaian prajurit seperti panglima dengan rambut terikat kebelakang sedikit dengan pedang di pinggangnya menyusul gadis di depannya, hingga kedua kuda itu berhenti di depan hutan ilusi dengan jarak tiga meter.


"Apakah membutuhkan waktu lama untuk sampai ke hutan ilusi Starla? " ucap orang itu dengan keluar dari rindang nya pepohonan dan menyambut kedatangan dua makhluk yang masih setia menunggang kudanya.


Samar namun perisai yang menyelimuti seseorang mulai memudar menampilkan wajah yang tenang menghanyutkan, meskipun orang itu menggunakan jubah tapi suara itu sangat terdengar familiar bagi Putri Starla dan Raja Dexter.


"KAU! " seru Starla langsung turun dari kudanya.


"Apa kabar putri manisku? Seperti nya kembaran mu itu membuat mu hidup dengan keras? Hahaha aku lupa posisi mu tidak berarti lagi sekarang. " sindir orang itu dengan tawa nya yang menyakiti telinga.


"Nasib ku lebih baik, Yah itu benar. Daripada nasib mu yang harus menjadi buronan! Bukankah begitu Raja Dexter?" jawab Starla seakan meminta pembenaran dari pria di samping nya itu.


"Apa yang kamu lakukan pada Naga Hitam keluarga ku! " tanya Raja Dexter mengabaikan percakapan tidak penting kedua wanita beda usia itu.


"Ck.. ck. Ralat! Itu NAGA KU!" jawab orang itu dengan senyuman lebarnya menyombongkan diri.


"Apa aku yang bodoh atau wanita ini? " gumam Raja Dexter dengan menggeleng kepala nya.


"APA? Kau bilang aku bodoh! Raja tidak berguna! Kerajaan mu hilang saja, malah bersembunyi bukannya merebut. Das@r pengecut! " seru orang itu dengan jari nya mengacung ke arah Raja Dexter.


Dengan pancingan kata-kata kasar kini Raja Dexter mulai merasakan pori-pori di tubuh nya memanas dan seakan terbakar, dengan tangan mengepal. Pria itu turun dan bersiap menyerang wanita di depannya, namun dengan sigap Starla menghalangi langkah Raja Dexter disaat memahami bahasa tubuh pria yang di landa amarah itu.

__ADS_1


"Berhenti! Dia hanya ingin memancing amarahmu, tenanglah. Jangan sampai rencana berhasil." ucap Starla sedikit lirih dan mendapatkan tatapan penuh selidik dari Raja Dexter.


"Maaf." jawab Raja Dexter setelah sedikit tenang.


"Hahaha ternyata takut dengan kecil, ck.. ck.. sudah bod0h, pengecut di tambah lagi tidak jiwa wanita." ucap orang itu semakin mengompori Raja Dexter.


"Apa beda nya denganmu, Bunda! Bukankah kau lebih rendah ya? Ntah berapa banyak pria yang menjadi kekasih gelapmu, apakah ada anak yang tidak sah di luar sana? " ucap Starla membalikkan situasi ketika melihat tatapan mata pria di samping nya dengan kobaran api.


Deg...


Melihat reaksi wanita itu terdiam dan terkejut membuat starla menduga ucapannya pasti tepat sasaran, dengan wajah yang penuh senyuman nakal starla mencoba mencari kebenaran dari ucapannya.


"Wah, dimana anak mu Bunda? Bukankah seharusnya di kenal kan pada ku, aku juga pernah jadi putri mu loh. Bagaimana rupanya? Apa cantik atau tampan? Atau justru menyeramkan?" tanya starla panjang kali lebar dengan mata yang berlarian kesana kemari seakan mencari kata yang cocok.


Wanita itu adalah permaisuri Adreo yang tengah mengeluarkan badai dengan element udara nya, sedangkan Raja Dexter segera menyambar tubuh gadis di samping nya yang masih terpaku dengan wajah menahan amarah. Menyadari tubuhnya terhempas dengan kecepatan singkat, membuat Starla menoleh sesaat namun pandangannya kembali ke depan dimana wanita yang selama ini di hormati nya menjadi wanita yang paling di bencinya.


*Badai Api Permata Alam* ucap Starla dengan mengangkat kedua tangannya mengayunkan menuju ke arah depan.


Dua padang mata itu terkejut, badai api yang berbeda secara cepat menyapu udara meninggalkan kehampaan dengan sambaran api yang membuat bulu kuduk merinding, bahkan Raja Dexter tidak memiliki kekuatan yang seperti itu. Sedangkan Permaisuri Adreo masih menatap tidak percaya hingga badai itu mulai menggulung dirinya namun kelegaan di wajah Starla dan Raja Dexter tidak berlangsung lama setelah badai itu menghilang di dalam perisai hutan ilusi dan meninggalkan sosok dengan senyuman kemenangan.


*Permata Alam Iblis* ucap permaisuri Adreo.

__ADS_1


"Apa! Bagaimana permata milik.. " gumam Starla sambil melirik Raja Dexter yang seakan seperti orang linglung.


"Ada apa? Kenapa memandang ku seperti itu? " tanya Raja Dexter polos.


"Kau memang BODOH! Raja terbodoh yang ku temui. " jawab Starla tanpa beban dengan tatapan tidak percaya dengan kenyataan teraneh di depannya.


Bayangkan saja, pria di samping nya ini memiliki sebuah kerajaan yang di katakan cukup mengerikan dengan kekejaman tingkat atas, yah setidaknya itu yang rumor selama ini beredar. Tapi kenyataan sungguh menipu semua orang, dengan mata nya sendiri kini Starla melihat seberapa anehnya dan bodoh nya Raja Dexter. Hello semua tetua dan Raja-raja pun tahu tentang permata alam dari setiap kerajaan, apa selama ini ada orang lain yang menggantikan posisi terkuat di kerajaan iblis. Atau pria itu baru saja tertukar jiwanya hingga menyisakan kebodohan tingkat tinggi, Raja Dexter yang merasa ada yang tidak benar seakan tidak mendapatkan jawaban jika hanya mendapatkan tatapan tanpa penjelasan.


"Heh aku Raja iblis, bukan Raja bodoh! " sangkal Raja Dexter.


"Serah! Bagi ku kau Raja bodoh! Bahkan dia lebih pintar dari mu! " jawab Starla menunjuk permaisuri Adreo yang masih menunjukkan permata alam hitamnya.


"Sudah cukup basa basi nya! Ayo kita mulai bertarungan sesungguhnya." seru permaisuri Adreo dengan merapalkan sebuah mantra yang tidak jelas selain komat-kamit bibirnya.


"Mundur! Biar aku yang hadapi. " ucap Raja Dexter bersiap dengan mengambil pedang di pinggangnya.


Melihat itu starla mundur dan memberi kesempatan pada pria yang seakan memiliki tingkat percaya diri, dengan semangat Raja Dexter mulai berlari mendekati permaisuri Adreo yang kini mulai terbungkus dengan kabut hitam yang tidak tahu itu kabut apa. Hingga ujung pedangnya menyentuh sedikit kabut hitam itu, langsung terhempas dengan kekuatan penuh membawa tubuh kekar pria itu terjatuh dalam jarak sepuluh meter.


Berulang kali Raja Dexter melancarkan serangan namun semua serangan berakhir dengan keadaan yang sama, hingga pedangnya mulai teraliri kobaran api. Terlihat wajah nya kini dalam mode serius, sedangkan starla masih tenang dan mengamati meskipun sesekali kepala nya menggeleng tidak percaya dengan kelakuan seorang Raja.


*Bantu dia starla! Gunakan kesempatan ini untuk melatih permata milikmu, Raja Dexter hanyalah pria kekar dengan fikiran anak-anak. Segera temui aku di hutan ilusi! * ucap seseorang yang memasuki fikiran Starla.

__ADS_1


Mendengar hal itu membuat Starla memblokade jalan Raja Dexter yang siap melakukan penyerangan dengan pedang api nya, dengan perisai alam nya kini Starla bisa melihat tipuan yang dibuat ibu tirinya.


__ADS_2