
Ledakan yang terjadi mengganggu tidur seseorang, baru saja bisa memejamkan matanya tapi sudah ada yang mengusiknya. Siapapun yang mengganggu tidur nya tidak akan dibiarkan hidup, tidak ada ampunan lagi.
"Pengawal cepat tangkap Penyusup Yang Berani Mengganggu Tidur ku! " teriak orang itu dari kamarnya.
Setiap Pengawal yang mendengar kemarahan tuannya langsung berlarian untuk segera membawa apa yang diinginkan tuannya meski tidak mereka sadari siapa yang akan mereka hadapi.
"Kak apa kakak merasakan udara yang semakin pengap,kita di tempat terbuka dengan atap langit dan pepohonan yang rindang tapi kenapa rasanya kita seperti diruangan kecil tanpa sebuah lubang untuk pergantian udara. " ucap Starla yang mulai mengeluarkan keringat dinginnya karena semakin susah bernafas.
"Tenanglah, Tidak ada apa-apa. " jawab Clara mengelus tangan adiknya.
"Achela tolong lindungi Starla, buatlah Perisai dan jangan tunjukkan dirimu dan Starla. Pastikan bawa Adikku kembali ke Istana apapun yang terjadi nanti , jika Adikku menolak maka gunakan Perisai dan Kunci Starla di dalam perlindunganmu agar tidak kembali menghampiri ku! " perintah Clara melalui batinnya dan hanya di jawab senyuman dari Achela.
__ADS_1
Keduanya kembali menyusuri lebatnya pepohonan meski semakin kedalam udara semakin tidak dapat dirasakan, tapi dengan Perisai Achela maka Starla sudah baik-baik saja dan tidak terpengaruh dengan keganjilan di tempat nya berpijak. Hanya dengan itu Clara bisa melindungi dan menjaga Adiknya, sedangkan Clara dan Achela bisa menetralkan aura buruk yang berada disekeliling mereka tanpa kesulitan.
"Achela sebentar lagi kita akan kedatangan tamu, Disaat mereka datang tanggung jawab Adikku ada padamu! Pergilah begitu mereka datang dan sampaikan maaf ku karena harus membohongi Starla. " ucap Clara melalui batinnya.
Benar saja terdengar langkah kaki yang begitu banyak mendekati kedua gadis itu, burung-burung pun seperti terbang ketakutan karena langkah kaki itu. Disaat langkah kaki mulai terlihat, dan Starla ingin bertanya apa yang terjadi tapi tiba-tiba tubuhnya seperti di telan oleh pusaran. Semuanya menjadi menghilang dan saat rasa pusing nya sudah berkurang, kini nampak sebuah tempat tidur besar bertiraikan kain sutra merah muda, suara dentingan terdengar dari belakangnya.
"Apa yang kau lakukan hah! Bawa aku kembali pada kakak ku! " seru Starla setelah tahu Achela menggunakan portal nya untuk membawa dirinya kembali ke Istana.
"Ini Perintah Tuanku. Lady Clara meminta maaf karena harus berbuat curang pada Tuan Putri Starla tapi percayalah jika semua yang di lakukan oleh Tuanku demi kebaikanmu. Tenang saja selama Tuanku belum mencabut Perintah nya maka Tuan Putri Starla tidak bisa meninggalkan Istana ini. Jaga diri dan nerdoa lah agar kakak anda selalu dalam lindungan Yang Maha Esa. Permisi Tuan Putri Starla." Ucap Achela dan langsung menghilang lagi tanpa menunggu jawaban Starla.
"Apa yang kakak lakukan, awas saja kalau terjadi sesuatu pada kakak ku, tapi aku harus apa agar bisa membantu ka Clara. Pasti nenek punya jawaban nya, yah hanya nenek yang bisa membantu ku. Lebih baik ku temui sekarang. " batin Starla dan bergegas meninggalkan kamarnya.
__ADS_1
Sedangkan kini Achela sudah disamping Clara lagi, tapi lihatlah manusia yang sudah bergelimpangan di sekeliling Tuannya itu. Seperti nya tuannya sudah mulai bersenang-senang dengan para tamu tak diundang, tapi diantara mereka tidak ada yang mati hanya saja semuanya kehilangan kekuatan yang mereka punya.
Ntah apa yang Tuannya itu lakukan, bukannya menghabisi para tamu tapi justru menghilangkan kekuatan mereka, tapi jika tanpa kekuatan tentunya tidak akan berbuat hal buruk lagi bukan.
"Mari lanjutkan perjalanan kita. " ajak Clara dengan tenang meninggalkan puluhan raga tak berdaya dan menggendong Achela.
"Kenapa tidak menunggu ku untuk bersenang-senang Tuanku ini. " gerutu Achela sedikit kesal.
"Jangan macam-macam Manis! Di depan masih banyak sajian yang tidak akan ku santap sendirian. " ucap Clara yang mendengar ocehan Achela dengan senyuman penuh arti.
Dengan santainya Clara mulai mengeluarkan aura nya agar bisa menetralkan aura buruk di sekeliling nya, setiap langkah nya meninggalkan jejak aura bertolak belakang dari tempat nya berpijak.
__ADS_1
Merasakan ada nya aura berbeda, orang yang terusik itu bergegas mengganti pakaiannya dan pergi menuju singgasana memberikan Perintah pada para Pengawal dan para Pengikut untuk menangkap Penyusup ke hadapannya.Tidak tanggung-tanggung puluhan Pengawal dan Pengikut nya yang bisa merubah bentuk dan berjiwa setengah iblis pun ikut diterjunkan.
Merasakan udara yang semakin panas membuat Clara mengamati sekitarnya, bahkan perjalanan nya masih belum seberapa harus terusik dengan banyak hidangan. Ntah siapa dibalik semua ini yang seperti tidak punya kerjaan saja, mau tidak mau Clara harus menikmati setiap hidangan yang tersedia.