The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Story of Risa "Part 2"


__ADS_3

Waktu 2 hari dinikmati Risa dengan baik bersama teman-temannya dan juga ayahnya, sedangkan sang Pertapa pergi ke Istana Langit tanpa sepengetahuan siapapun.


................


Kini Risa bersama ayahnya dan sang pertapa menuju ke pertapaan di dekat Hutan Hujan, wilayah yang sangat damai dan netral dari setiap sudutnya.Sebuah tempat yang dikelilingi aliran air dan rumah sederhana di beberapa tempat, semakin masuk ke dalam pemandangan berganti dengan tanaman hijau yang membuat tempat itu sejuk dan rindang saat pemandangan hijau hampir habis karena terlihat cahaya dari ujung muncullah sebuah pusat dari pertapaan yaitu Sebuah air terjun kecil yang berundak dengan dikelilingi tumbuh-tumbuhan. Tempat itu terlihat seperti sebuah taman dibandingkan sebuah pertapaan, Sang pertapa menggunakan kekuatan nya untuk memunculkan sebuah jembatan yang akan dilewati untuk menuju ke tempat seharusnya. Melihat sebuah jembatan yang muncul dan sang pertapa mulai melewatinya, Risa dan Ayah nya mengikuti dengan diam. Sang pertapa sudah mengingatkan agar tidak bicara sepatah kata pun setelah memasuki wilayah pertapaan karena para pertapa saat ini masih dalam semedinya masing-masing dan yang dibutuhkan adalah keheningan, Ayah Risa dan Risa hanya bisa menerima syarat itu jika itu untuk kebaikan semuanya.


Setelah sampai ditengah pusat dari wilayah pertapaan, jembatan yang dilewati ikut lenyap dan kini mereka bertiga berada di dekat air terjun.



Sang pertapa kembali mengayunkan tangan kanannya untuk membuat dinding perisai dan sesuatu muncul perlahan memperlihatkan sebuah Bangunan yang cukup besar dan luas bahkan terlihat lebih luas dari rumah Risa sendiri.


"Lihatlah tempat tanggal baru mu Risa! " ucap Sang pertapa setelah sebuah rumah terlihat belakang air terjun.


"Kalian bisa bicara disini. Tempat ini sudah terlindungi. " lanjut sang pertapa yang melihat Risa dan Ayahnya masih diam.


"Indah sekali. Bolehkan saya berkeliling Tuan?" tanya Risa dengan wajah Imutnya.


" Mari berkeliling dan akan ku tunjukkan sekalian kamarmu. " jawab sang pertapa dengan ramah.


Dengan riang gembira Risa mengikuti sang pertapa dan sang ayah yang melihat anaknya bahagia ikut tersenyum, sepertinya keputusan nya mengizinkan Risa memenuhi takdirnya adalah hal yang paling tepat.


Rumah itu hampir mirip dengan istana kecil yang yang tertutup dengan ilusi, rumah itu sudah dibangun sejak lama oleh leluhur untuk Sang pemilik Kunci. Ramalan yang sudah ditunggu oleh semua orang namun hanya keluarga Pertapa Suci Dezan yang menjadi pelindung sementara Kitab Cristal Of Life, setiap keturunan Dezan akan memperdalam ilmunya dan disetiap generasi nya hanya satu pewaris yang bisa membuka Kitab itu. Maka dari itu siapapun yang menjadi penerusnya akan otomatis menjadi pemimpin berikutnya, karena semua masyarakat Di pertapaan menghormati dan percaya pada adat istiadat leluhurnya.

__ADS_1


Setelah selesai mengajak berkeliling dan menjelaskan peraturan yang harus di taati Risa, kini Risa harus berpamitan dengan Ayahnya dan membiarkan ayahnya pulang karena ayahnya tidak bisa ikut tinggal di pertapaan.


"Jaga diri mu nak. Ingatlah selalu gelap nya badai akan kalah dengan cahaya. " nasehat ayahnya dan memeluk putrinya.


" Baik Ayah, Jaga diri Ayah juga. Risa menyayangi Ayah. " balas Risa sambil mengeratkan pelukannya.


"Tolong selalu berikan kabar jika sesuatu terjadi pada Putri ku Tuan. " ucap Ayah Risa setelah selesai berpamitan .


" Percayalah, Putri Anda lah yang akan melindungi semua orang. " balas Sang pertapa dengan senyuman.


Setelah kepergian ayahnya yang keluar melewati jalan ajaib, kini tinggallah Sang pertapa dan Risa di depan Air Terjun.


"Mulai saat ini Kamu akan ku Panggil *Lady Crystal*." ucap Sang pertapa membuka percakapan.


"Itu akan menjadi identitas mu mulai saat ini.Nama asli mu akan tersimpan dengan rapi dan ingatlah ini, Sebagai kunci Kitab Cristal Of Life. Kamu harus melindungi orang-orang tanpa menunjukkan siapa jati dirimu. Kekuatan dan ilmu yang akan kamu pelajari mulai esok akan menjadikan mu kuat makan tetep lah rendah hati dengan hasil kerja kerasmu. " nasehat Sang pertapa.


Kini Risa diminta untuk istirahat di kamar nya, sedangkan Sang pertapa segera memasuki kamarnya untuk membuat catatan bagi sejarah dan juga mengatur rencana pendidikan dan pelatihan Risa nanti. Saat menuliskan kejadian akhir-akhir ini, fikiran nya teringat akan sesuatu.


𝙁𝙡𝙖𝙨𝙝 𝘽𝙖𝙘𝙠...


" Permisi Yang Mulia Ratu. Diluar ada seorang pertapa dan mengatakan sudah membuat janji dengan Yang Mulia Raja. " ucap seorang prajurit memasuki Taman Kerajaan.


"Persilahkan masuk ke Ruang Rapat. " balas seorang Ratu.

__ADS_1


Saat ini Sang pertapa sedang mengunjungi Istana Langit dan ingin bertemu Sang Raja, namun prajurit yang datang mengantarkan dirinya menuju ke sebuah tempat Rapat dan disana sudah duduk seorang wanita yang berstatus Sebagai Ratu saat ini.


" Salam Yang Mulia. " ucap Sang pertapa setelah berdiri dihadapan Ratu itu.


"Silahkan duduk. Kalian Keluar semua. " Ucap Sang Ratu yang langsung ditaati perintah nya.


"Silahkan Tuan bicara dengan tenang dan tanpa rasa Ragu. Raja Armadeo sudah mengatakan kepada saya akan kedatangan anda dan meminta saya menemui anda jika Raja masih di Luar istana untuk tugas nya. " ucap Sang Ratu dengan tersenyum ramah.


Dengan tenang pula Sang pertapa menceritakan semua dan memberitahu kan tentang Sang Pemilik Kunci pun tak luput dari ceritanya. Dari semua Kerajaan, Kerajaan Langit lah yang menjadi tempat kelahiran Sang Pemilik kunci maka sudah seharusnya Kerajaan itu tahu karena bencana akan selalu berada di dekat Sang Pemilik kunci. Sang pertapa juga mengatakan jika selama Sang Pemilik kunci berada di wilayah pertapaan maka kekuatan nya tidak akan bisa dilacak, demi keamanan semuanya maka Sang pemilik kunci harus bisa memberikan segel pada kekuatannya disaat menjadi orang biasa. Sang Ratu yang mendengar hal itu merasa tertarik dengan sang pemilik kunci, ntah kenapa rasanya ingin sekali bertemu langsung, namun niat hatinya itu tanpa sungkan di lontarkan nya, hanya saja jawaban sang pertapa blum bisa dipastikan karena saat ini sang pemilik kunci harus melakukan pelatihan yang serious dan fokus.


"Baiklah.Jika waktu sudah tiba, saya akan menunggu itu Tuan. " ucap Ratu dengan raut wajah kecewa.


"Dia seorang gadis dan jika Yang Mulia Ratu mau. Yang Mulia bisa mengajarinya Bagaimana etika seorang bangsawan dan tata aturannya, Dia harus bisa beradaptasi dengan setiap elemen kehidupan. " ucap Sang Pertapa.


"Jika itu jalannya. Aku akan Terima. " jawab Sang Ratu dengan serious dan tersenyum.


"Tapi anda hanya akan menjadi seorang Guru bukan seorang Ratu untuknya. Apa itu tidak masalah Yang Mulia Ratu? " tanya Sang pertapa.


"Pendidikan lebih utama dibandingkan status. Jangan Khawatir. " jawab Ratu dengan tenang.


.............. ...


Melihat kegigihan Ratu Valera Armadeo, Sang pertapa hanya terkejut karena ternyata Ratu Istana Langit memang lah rendah hati dan sopan seperti rumor yang beredar. Tentu hal itu akan mempermudah Sang pertapa untuk mendidik Risa dari setiap aspek kehidupan dan juga melatih Risa untuk menjadi wanita yang bisa mengurus dirinya sendiri. Disini lah awal mula kerja sama Ratu Valera Kerajaan Langit dan Sang pertapa, Keduanya akan saling bahu membahu untuk membuat perubahan dan menyiapkan Sang Pemilik Kunci Kitab Cristal of Life.

__ADS_1


................. ...


__ADS_2