The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Cemas


__ADS_3

Kilauan Sinar Kegelapan itu terbang tanpa disadari keduanya yang sibuk bertarung, Aura yang bercampur menjadikan Permata Alam masuk kedalam raga yang tidak pasti apakah itu Pemilik nya atau bukan.


Ada sesuatu yang membuat Tubuhnya terasa sakit seperti tertusuk ribuan pedang, hingga rasa nya sulit sekali bernafas. Dengan kondisinya yang masih bertarung hanya bisa meminta satu pertolongan , kesadarannya hampir hilang meski mata dan tangan nya masih mencoba bertahan dengan serangan lawannya hingga sebuah Cahaya menyilaukan matanya dan semua nya menjadi gelap.


.....................


Setelah Cahaya menghilang pria itu tidak bisa mengikuti nya meski masih ada aura yang tertinggal, tapi pedangnya yang meneteskan darah segar membuat nya tahu jika gadis bercadar itu pasti terluka meski dalam keadaannya yang tiba-tiba tidak seimbang. Darah itu menetes membasahi tanah yang sudah Mati, apakah perasaannya saja atau memang semua tentang gadis bercadar itu adalah kejaiban. Lihatlah tetesan darah segar itu yang kini mengubah tanah Mati menjadi berubah warna, perlahan namun setiap tetes darah yang jatuh seperti sebuah ramuan kehidupan bagi alam. Rasa penasarannya membuatnya menyentuh darah segar yang ada di pedangnya.


"Argh... Kenapa Jari ku melepuh. Siapa gadis bercadar itu? " ucap pria itu meniup jari nya yang melepuh karena darah milik Clara.


Pedangnya yang masih menyisakan darah yang sama ditinggalkan begitu saja, kembali ke Istana nya akan lebih baik. Sedangkan disisi lain seseorang sedang merasa cemas melihat kondisi cucunya terluka dan ntah kenapa tubuhnya begitu panas.


"Nak bertahanlah, Apa yang sebenarnya terjadi dengan mu. " ucap Ibu suri yang dengan cepat memenuhi panggilan cucunya itu disaat tengah mempersiapkan pernikahan.

__ADS_1


Dengan hati-hati ibu suri membaringkan tubuh Clara dipembaringan, ada beberapa luka di lengannya yang masih meneteskan darah segar. Suhu tubuhnya seakan mendidih namun bukan karena demam, ada kekuatan yang tidak seharusnya menyatu dengan tubuh Clara.


Dengan cepat ibu suri mengirimkan surat kepada sang Pertapa, dan menunggu kedatangan Pertapa. Ibu suri memberikan ramuan pada luka yang ada dilengan dan perut cucunya, agar pendaharan dapat dihentikan.


Sang Pertapa yang tengah membuat racikan obat, segera pergi setelah membaca surat dari ibu suri. Surat itu juga yang akan membawanya ke tempat Ibu suri menunggu nya, membawa beberapa ramuan untuk berjaga-jaga.


Sejenak ibu suri melupakan persiapan pernikahan cucunya, keadaan Clara yang semakin memburuk membuatnya khawatir. Ramuan untuk luka luar sudah dibalurkan , darah pun sudah berhenti menetes tapi tubuh Clara semakin panas dan berkeringat dingin.


"Apa yang terjadi dengan Putri Clara?" Tanya sang Pertapa yang baru saja datang dengan tergesa-gesa.


Terlihat wajah khawatir yang membuat sang Pertapa menghela nafas berat, ibu suri yang melihat itu tidak sabar ingin tahu apa yang terjadi pada cucunya. Beberapa ramuan dikeluarkan dan bubuhkan di dahi Clara untuk mengurangi rasa sakit yang berasal dari dalam tubuhnya itu.


"Apa yang terjadi pada cucuku? " tanya ibu suri tidak sabar menunggu penjelasan sang Pertapa.

__ADS_1


"Ada sebuah Permata kegelapan di dalam tubuhnya, Jiwa Murni nya tidak bisa menerima itu. Seharusnya Clara bisa memisahkan dirinya dengan Permata kegelapan tapi seperti nya jiwa nya masih dalam tahap pemulihan, Pasti banyak kejadian yang dilewati Clara hingga hal ini terjadi." Ucap sang Pertapa menatap Clara yang masih menutup matanya.


"Apa yang harus kita lakukan? Pasti ada caranya mengeluarkan Permata kegelapan itu. " ucap ibu suri sambil mengelus kepala Clara.


"Pangeran Trish, hanya dia yang bisa memisahkan Permata kegelapan dari Clara tapi tentu jika Pangeran itu bersedia. " ucap sang Pertapa dengan ragu.


"Apa ada hal lain? Kenapa seperti nya tidak semudah itu? " tanya ibu suri yang sudah paham setiap perubahan wajah dari sang Pertapa.


"Hanya Penyatuan yang bisa membuat Clara terbebas dari Permata kegelapan, bahkan Penyatuan itu juga harus di lakukan disaat Bulan Purnama. Bulan Purnama yang akan terjadi sekitar satu minggu lagi, sementara itu Clara harus bertahan dan melawan Permata kegelapan di dalam tubuhnya sendiri. " ucap sang Pertapa.


Kini ibu suri mengubah rencana nya, yang terpenting saat ini adalah menyelamatkan nyawa cucunya. Ibu suri meminta sang Pertapa menjaga cucunya di tempat itu dan ibu suri menemui Pangeran Trish di dalam Istana Langit.


.................... ...

__ADS_1


"Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa aku ada di Kamar ku, dan kenapa ada bunga bertebaran di dalam Kamar ku? " batin Clara yang baru terbangun dari tidur panjang nya.


Beberapa kejadian melintasi benaknya menjadi sebuah kenangan, bayangan dimana terjadi pertarungan dengan pria kegelapan. Ada sesuatu yang menghantam masuk ke tubuhnya dan ribuan pedang seakan menghujami tubuhnya hingga sebelum kesadarannya berakhir, dirinya meminta bantuan sang nenek untuk membawanya pergi dengan portal nya, setelah itu semua nya gelap tak ada Cahaya lagi atau suara yang didengarnya.


__ADS_2