The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Perhatian Kecil


__ADS_3

Perjalanan yang cukup melelahkan karena Putri Starla harus berjalan kaki bukannya menggunakan kekuatannya, inilah ujian sebenarnya dari sang nenek yaitu menguji kesabaran cucunya untuk memperkuat ilmu dan kekuatan dari luar dan dalam. Setelah penaklukan Naga yang akhirnya jatuh ke tangan Putri Africiana waktu itu, sang nenek sudah menjelaskan bahwa siapapun yang bisa menyatu bersama Naga Suci beserta Pedang Suci Dia-lah orang yang ditakdirkan untuk menumpas kejahatan dan menjadi pemimpin perang sesuai ramalan yang sudah ditetapkan. Mendengar hal itu tentu membuat kedua Putri itu bingung, bagaimana bisa itu menjadikan takdir seseorang bersama sang Naga, tapi bagaimana pun Putri Africiana lah sekarang yang menjadi partner sang Naga Suci makan sudah tugasnya untuk melindungi dan lebih memperkuat dirinya. Setelah Hari itu juga Ibu Suri memerintahkan Putri Africiana untuk mengasah kemampuan pedangnya dengan berlatih bersama sang Naga di tempat seharusnya, meski hanya waktu sesaat itu sudah cukup untuk Putri Africiana, sebagai pewaris Pedang Suci milik mendiang Ibunda nya dan memiliki 2 peri sekaligus tentu membuat kekuatan Putri Africiana meningkat dengan pesat di tambah lagi dengan kegigihannya untuk melatih dirinya menyatukan energinya bersama Pedang Suci dan Naga Suci. Sedangkan Putri Starla dengan tulus dan ikhlas menyerahkan semua Tanggung jawab dan tahta yang hampir menjadi miliknya, Demi kebaikan semuanya tentu itu bukan hal besar untuk Putri Starla.


...................


"Akhirnya sampai rumah juga. " seru Putri Starla yang sudah berdiri didepan pondoknya.


Putri Starla langsung menggunakan kekuatannya untuk membuka sebuah kamar yang sengaja dibuat oleh dirinya untuk belajar segalanya tanpa tercium oleh siapapun kekuatannya itu.



Kamar yang mewah namun tetap saja itu satu-satunya tempat yang akan membuat nya ingat kerajaannya, meski didalam hutan bisu terdapat istana bukan berarti Putri Starla bisa menetap disana. Istana itu harus dirahasiakan juga untuk keadaan darurat suatu hari nanti, setiap langkah Ibu Suri dan twin princess sudah difikirkan baik-baik dan dengan cermat.


............. ...


Melihat Gadis yang ditolongnya memiliki kekuatan tentu membuat pria itu penasaran, jika gadis itu memiliki kekuatan lalu kenapa tidak melawan penyihir tadi dengan kekuatannya tapi justru hanya melawan dengan ilmu bela diri alami nya selayaknya manusia biasa. Tanpa menunggu lama lagi, Orang itu juga menggunakan kekuatannya untuk bisa membuka pintu rahasia yang tak terlihat. Begitu berhasil masuk pandangan hanya melihat sebuah kamar layaknya milik tuan putri dan sang pemilik kamar ntah menghilang kemana, batang hidungnya bahkan tak terlihat saat menyusuri setiap sudut dengan matanya.

__ADS_1


"ehem! " suara deheman dari arah belakang.


Sontak saja membuat orang yang mendapatkan teguran itu langsung berbalik ke belakang dan pandangan matanya bertemu dengan mata tajam dari gadis yang dicari nya, Dan gadis itu sudah siap dengan pedangnya di tangannya.


"Apa Tidak Punya Sopan Santun. Hah! " seru Putri Starla didepan orang yang sudah berani memasuki kamarnya tanpa izin.


"Maaf aku hanya khawatir dengan keadaan mu. " ucap orang itu berusaha membela diri dan menunjuk kearah luka yang ada di lengan Putri Starla yang masih berdarah.


"Alasan.Keluar dari kamarku!" teriak Putri Starla yang juga membuka pintu masuk kamarnya dengan kekuatannya.


Melihat gadis itu diam dan berhenti berteriak, akhirnya dengan tenang dirinya mulai mengobati luka di lengan gadis itu, sebagai seorang pengembara tentu obat akan selalu tersedia. Putri Starla hanya diam dan membiarkan luka nya diobati meski hatinya masih sangat lah kesal, setelah selesai putri Starla mengambilkan minuman untuk orang itu.


"Minumlah! Terimakasih sudah menolong ku dua kali. " ucap putri Starla sambil menyodorkan minuman.


"Sama-sama.Boleh aku bertanya? " jawab orang itu setelah meminum minuman tadi.

__ADS_1


"hmm." balas putri Starla.


"Kenapa kamu tidak menggunakan kekuatan saat melawan orang-orang dihutan tadi? " tanya orang itu.


"Rahasia." jawab putri Starla dengan santai.


"Baiklah.Siapa nama mu? dan untuk apa kamu membutuhkan bunga itu. " tanya orang itu.


"Starla.Ramuan Herbal. " jawab putri Starla singkat.


"Cantik namamu. Aku Ilarion." ucap orang itu mengulurkan tangannya yang diterima putri Starla dengan dingin.


Keduanya terlibat pembicaraan ringan meski putri Starla hanya menjawab dan bertanya seadanya, bagaimana bisa Pangeran Ilarion yang sebelumnya berada di Kerajaan iblis tiba-tiba sudah berada di hutan dan melihat pertempuran seorang gadis hanya demi setangkai mawar hitam yang muncul disaat bulan purnama. Pangeran Ilarion untuk kembali ke Istana nya harus melewati hutan tadi dan mungkin pertemuannya dengan Starla sudah menjadi takdir, setelah perbincangan selesai pangeran Ilarion pamit pergi dan melanjutkan perjalanannya ke istananya. Tentu dirinya tidak mengatakan bahwa ia seorang pangeran karena misinya harus menutup identitasnya, Dan putri Starla merasa sedikit terhibur karena kehadiran Ilarion meski awalnya dirinya merasa sangat kesal, Baginya bertemu orang lain ditengah hutan sangatlah memberi dirinya hiburan sesaat.


Setelah kepergian Ilarion, putri Starla fokus kembali membaca kitab yang diberikan oleh sang nenek untuk membuat ramuan penolak racun bagi ayahnya.

__ADS_1


"Ayahanda bertahanlah. Kami akan menyelamatkan mu secepatnya. Tunggulah Kami Ayahanda. " ucap Putri Starla lirih dan tanpa terasa meneteskan air mata.


__ADS_2