
Dengan perlahan pintu berkarat itu di buka, bagaimana pintu itu tidak berkarat jika tidak sekali pun pintu itu pernah dibuka. Sejak zaman dulu Kerajaan memiliki sebuah aturan yang tidak bisa di langgar siapa pun yaitu memasuki kamar terakhir keluarga terbuang, ntah apa maksud nya itu namun Raja Dexter sendiri tidak pernah sekali pun berfikir untuk melanggar aturan leluhur nya meski pun saat ini yang tersisa hanya lah dirinya seorang. Namun ucapan Cleo membuat nya menyadari sesuatu, sebuah larangan tidak mungkin berisi hal sepele maka sudah pasti larangan untuk kamar keluarga terbuang mungkin jawaban akan di dapat dari kabar itu.
Maka dari itu kini dirinya berdiri di sebuah kamar gelap Dan berdebu, begitu banyak sarang laba-laba yang langsung melekat di wajah ketika memasuki kamar itu.Melihat kamar yang sangat gelap membuat Cleo mengambil beberapa obor di luar kamar yang terpajang di sepanjang koridor dinding Dan membawa masuk ke dalam meletakkan nya di beberapa tempat.
"Terimakasih Cleo." ucap Raja Dexter.
"Katakan apa yang akan Yang Mulia lakukan di kamar ini? Bukankah ini kamar keluarga terbuang yang menjadi pantangan di Kerajaan Iblis?" tanya Cleo.
"Aku ingin menemukan jawaban dari pertanyaan ku sejak kecil, Bantu lah Aku mencari sesuatu yang bisa kita jadi kan petunjuk di kamar ini." jawab Raja Dexter dan mulai memeriksa kamar Sisi bagian kanan dan Cleo melakukan hal sama hanya di bagian kiri.
Dengan debu ikut beterbangan membuat keduanya batuk-batuk namun tetap masih melanjutkan pencarian, semua sudut sudah di geledah namun tak menemukan apapun. Hingga kedua nya hanya fokus mencari di semua rak tempat Kitab dan buku biasa berjejer, di setiap laci dan dalam lemari namun masih tak menemukan barang yang bisa di anggap berharga.
"Yang Mulia tidak ada apapun di kamar ini. " keluh Cleo sambil menutupi hidung nya yang terasa gatal.
"Pasti ada! Jika tidak ada sesuatu di kamar ini sudah pasti kamar ini tidak akan di larang memasuki nya. Sejak Aku kecil selalu di larang mendekati kamar ini, ayo periksa sekali lagi." ucap Raja Dexter bersikeras.
Cleo hanya mengikuti apa mau nya sang kekasih dan usaha sekali tentu tidak ada yang salah jika melakukan itu, kali ini tidak buru-buru untuk memeriksa setiap sudut. Di pandang nya seluruh dinding kamar melihat keseluruhan ruangan berdebu dan bersarang laba-laba, hingga di belakang almari terlihat ada sesuatu yang membentuk bayangan karena terkena penerangan yang minim. Tangannya mencoba mengambil bayangan itu dan saat berhasil memegangnya, Cleo langsung menarik benda itu dan mendekatkan pada cahaya obor.
Sebuah lukisan yang mulai tertutup debu, perlahan Cleo meniup agar debu nya terbang hingga nampak seorang pemuda tampan, bahkan bisa di katakan lebih tampan pemuda di dalam lukisan itu di banding kan Raja Dexter. Namun lukisan itu memiliki garis alis yang sama dengan Raja Dexter, jika di perhatikan pemuda di dalam lukisan seperti seorang pemuda yang sangat lembut dan manis.
"Yang Mulia? Coba lihat ini." seru Cleo dengan mengangkat lukisan di depan wajah nya.
"Astaga Cleo! Sempat-sempatnya kamu ini mengamati pemuda lain! Ayo lah kita sedang serius." ucap Raja Dexter dengan kesal.
"Astaga juga!" jawab Cleo sekenanya Dan menurun kan lukisan nya ke bawah.
"Masih sempat juga buat marah. Ayo lah jangan cemberut seperti itu." bujuk Raja Dexter mendekati Cleo.
"Ambil ini Dan perhatikan! Ini mungkin penghuni kamar keluarga terbuang sebelum di kosongkan!" ucap Cleo Dan menaruh lukisan di tangan Raja Dexter.
Dengan cemberut Cleo meninggalkan kamar Dan Raja Dexter yang masih terdiam bingung, bukan nya mengejar Cleo namun mata nya kini tertuju pada sebuah lukisan pemuda yang seperti nya pernah di lihat nya. Di perhatikan dari raut wajah nya yang masih sangat muda pasti nya lukisan itu di buat saat usia pemuda nya belum genap 20 tahun, namun sebuah catatan di bawah nya menarik perhatiannya.
"Tuan Muda Felix Putra Bungsu Kerajaan Iblis bersama Wanita tanpa Nama" gumam Raja Dexter dan berfikir apa maksud catatan itu.
Mengingat semua lukisan Kerajaan di buat oleh keluarga pelukis yang turun temurun, pasti nya keluarga pelukis itu akan menyimpan setiap sejarah lukisan mereka karena setahu dirinya para pelukis itu akan membuat lukisan yang sama dalam satu wujud yang artinya satu lukisan asli menjadi pemilik lukisan dan satu nya menjadi sebuah bukti bagi sang pelukis.
Buru-buru Raja Dexter membuka bingkai lukisan dan mengambil lukisan tersebut dan di gulung untuk dibawa ke tempat yang seharusnya namun disaat ingin meletakkan bingkai di belakang almari mata nya menangkap sebuah peti kecil yang terselip di belakang almari. Dengan bantuan obor di tangannya, Raja Dexter berhasil mengambil peti kecil itu, peti yang di kunci dengan sebuah gembok berukiran aneh. Namun tujuannya kini adalah mengetahui sejarah lukisan terlebih dahulu, dimana dirinya harus menemui keluarga pelukis yang tempat tinggalnya berada di hutan kematian.
__ADS_1
Setelah kembali mengunci kamar keluarga terbuang dengan mantra nya, Raja Dexter pergi tanpa memberi tahu Cleo terlebih dulu.
......................
"Raja Dexter? Ayo silahkan masuk." ucap pria paruh baya yang masih memegang kuas di tangannya.
"Katakan siapa yang ada di lukisan ini!" tanya Raja Dexter langsung membuka gulungan kertas di tangannya.
"Tunggu sebentar Yang Mulia akan saya ambil kan Buku nya. Tahun dari lukisan itu sudah ratusan tahun." ucap sang pelukis yang memperhatikan catatan di bawah nya.
Menunggu hingga berjam-jam membuat rasa kesal Raja Dexter bermunculan, baru saja akan berteriak namun pria paruh baya itu sudah muncul dengan sebuah peti kecil di tangannya. Dan meletakkan peti kecil itu ke hadapan Raja Dexter dengan tangan yang gemetar, membuat Raja Dexter heran dengan tingkah sang pelukis.
Peti yang sama dengan peti yang di temukan di kamar keluarga terbuang, namun di peti yang baru di berikan sang pelukis tidak ada ukiran aneh.
"Apa ini?Bukankah Aku meminta mu untuk mengatakan siapa yang ada di lukisan ini!" ucap Raja Dexter dengan suara tekanan.
"Maaf kan hambaa Yang Mulia, Tapi haanya Peti ini yang ada di tahun pembuatan lukisan itu. Daan pelukis lukisan itu sudah meninggal setelah lukisan itu selesai di buat Yang Mulia." ucap pelukis itu dengan gugup dan tubuh yang semakin gemetar.
"Baiklah.Akan ku bawa ini bersama ku. Katakan pada ku jika menemukan hal lain!" perintah Raja Dexter dan berjalan meninggalkan rumah sang pelukis.
"Kerja yang bagus pelukis! Tugas mu selesai." bisik seseorang dari belakang nya.
Setelah memastikan tujuannya tercapai, maka saksi harus di lenyapkan dan itu yang di perintah kan oleh Tuan nya, pekerjaan yang sangat di gemari nya adalah mengambil jiwa seseorang.
.....................
Peti kecil dari sang pelukis hanya berisi sebuah kunci dan sebuah catatan yang menyiratkan sebuah kehancuran hati seseorang.
...*******...
Kisah Ku berawal dari sebuah kesalahan,
tapi apa salah ku jika terlahir tanpa Nama.
Dia Tuan bermandikan cahaya Dan Aku debu di bawah kaki nya.
Sekali cukup bagi ku menerima semua nya,
__ADS_1
Tuan itu merenggut Jiwa ku.
Ku balaskan air mata darah Jiwa ku dengan Mengorbankan Jiwa, seluruh keturunan darah Ku sendiri.
Aku lah sang Penguasa Tanpa Nama
...*******...
Dan sebuah kunci yang di perhatikan cukup menarik dan seperti berkaitan dengan peti yang di temukan nya pertama kali, di buka nya peti yang satu nya lagi. Sebuah buku yang bersampulkan warna Hitam dengan bau anyir, seakan buku itu terbuat dari darah namun jika di lihat seksama seperti sampul nya terdapat benjolan benjolan kecil yang dapat di rasa kan.
Dibuka nya sampul buku itu dan mata nya langsung disambut dengan tulisan merah kehitaman yang sudah bisa di pastikan jika tulisan itu terbuat dari darah seseorang, di perhatikan nya tulisan yang indah namun meninggalkan rasa aneh di dalam hati nya seakan Jiwa nya terusik dengan sang penulis buku tersebut.
...**Felix Putra Sang Dewi Malam**...
Aku lah Putra Penguasa tanpa Nama sang Penguasa.
Aku lah debu bagi sang Penguasa Iblis.
Deraian Air Mata dan darah Dewi Malam menghancurkan perasaan ku sebagai seorang Anak.
Jeritan pengampunan memenuhi telinga ku di sepanjang Malam, Tangan penuh darah senantiasa menutup mata ku mengalirkan bayangan-bayangan kegelapan di dalam jiwa ku.
Sang Waktu ber pihak pada ku namun kehidupan ku telah berakhir , Hancur jiwa ku tanpa meninggalkan satu sari kehidupan.
Kebahagiaan yang ku dapatkan dari sang penyelamat hanya lah sesaat hingga waktu kembali mengkhianati ku.
Perlahan Jiwa ku berganti dengan satu kebenaran, Sebuah kebenaran yang tak mampu ku katakan.
Hingga waktu menjadikan ku Sang Penguasa Tanpa Nama.
Langkah ku sudah pasti.
Hukuman untuk Pengkhianatan.
Darah keturunan menjadi tujuan sesaat ku.
Seluruh Alam adalah Impian ku.
__ADS_1
"Hanya 2 catatan di tempat yang berbeda, apa maksud semua ini. Jika pemuda itu adalah Pangeran Felix di masa lalu, apakah pria yang ku temui kemarin adalah orang yang sama? Jika keduanya orang yang sama apakah itu artinya Wanita Iblis itu bersekutu dengan Pangeran Felix?" batin Raja Dexter.