The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Obrolan para peri


__ADS_3

Sedangkan di Kerajaan langit kini sebuah halaman luas yang dipenuhi ilalang berubah menjadi retakan tanah dengan suhu yang meningkat membuat makhluk mungil terbang kesana kemari untuk menghindari ledakan yang tengah melanda tempat terlupakan itu.


"Hampir saja sayapku terbakar, bagus Cleo cristal kehidupan sudah mulai terbuka. Setelah ini hanya tinggal pelatihan terakhir yang paling sulit , Sebaiknya jangan di tempat terbuka untuk langkah selanjutnya." seru Peri Zianka dengan semangat.


"Peri Gracia bagaimana pelatihan Raja Dexter? Kenapa muka mu kusut begitu? " tanya peri Henna yang ikut melatih Cleo.


"Hhaah, apa pria itu memang seorang raja? Aku sampai kesal sendiri dengan ilmu pengetahuan nya yang dangkal! Bisa tukar tidak dengan Ksatria Lulu? " jawab peri Gracia dengan helaan nafas yang berat.


"Ksatria Lulu, bukannya itu pemimpin dari semua prajurit istana langit ya? Pria muda seumuran putri raja yang selalu mengandalkan satu belati zamrud itu? " tanya peri Fyra yang ikut berkumpul bersama peri lainnya.


"Hahaha sejak kapan kau ikut melirik pria di istana peri Fyra? Biasanya kau hanya sibuk dengan tumpukan buku yang membosankan. " ejek Peri Gracia.


"Ah kau ini, Ksatria Lulu kan... Lupakan saja. Bagaimana pelatihan Raja Dexter? " ucap Peri Fyra mengalihkan pembicaraan ke topik awal.


"Begitulah, bisa memakai senjata tapi tidak tahu jenis senjata lain dan bagaimana kekuatan nya. Seperti tong kosong nyaring bunyinya yah begitu lah dia. Bagaimana jika lawannya jauh lebih hebat?!" jawab peri Gracia.


"Sabar peri Gracia, justru disini ilmu mu akan bermanfaat. Terlebih lagi latihan mu bersama putri starla sudah bertahun-tahun, pastinya itu membuat mu bisa mengahadapi Raja Dexter yang tidak paham apapun." ucap peri Zianka dengan lembut.


"Maaf apa latihannya sudah selesai peri? " tanya Cleo yang merasa terabaikan selama beberapa saat.


"Hari ini cukup, kita lanjut esok. Pergilah, pasti pria itu menunggu mu di tempat yang sama." jawab peri Henna dengan manis.


"Terimakasih, permisi para peri." ucap Cleo dengan berlari meninggalkan halaman terbengkalai di wilayah istana langit.

__ADS_1


Setelah kepergian Cleo, ke empat peri mulai berbicara serius tentang langkah selanjutnya . Namun ada satu peri yang merasa tidak tenang, seakan sesuatu telah terjadi yang membuat hati nya gelisah tanpa arah tujuan. Sorot matanya menjadi hampa tenggelam dalam fikiran nya, tidak ada yang menyadari perubahan itu kecuali dirinya sendiri.


"Maaf, aku harus pergi." ucap peri Fyra terbang meninggalkan perkumpulan peri.


Peri lainnya hanya saling pandang dengan tatapan penuh tanya, di balik dinding pohon yang begitu rindang menampakkan satu bayangan yang menarik perhatian peri Fyra. Bayangan itulah yang membuat nya meninggalkan percakapan sesama peri, semakin mendekati pohon maka bayangan semakin menghilang seakan sengaja menunggu kedatangan peri Fyra.


"Aku membawa pesan untukmu! Mau ku bacakan atau ke hancurkan? " ucap seseorang yang bersembunyi di balik gelap nya sisi pohon.


"Jangan disini, pergilah ke tempat biasa. Aku akan menemui mu di tempat dan waktu yang sama." jawab peri Fyra dan terbang menjauhi dinding pohon.


Seseorang yang bersembunyi meninggalkan tempatnya dengan kecepatan bagaikan bayangan , tugasnya akan selesai ketika surat yang di bawa telah sampai pada pemiliknya.


*Salam Lady cristal, semua persiapan sudah terlaksana. Apa langkah selanjutnya? * ucap peri Fyra dengan mengirimkan telepati nya kepada Clara.


....................


Satu pesan telepati dari peri nya membuat clara kehilangan konsentrasi sesaat, keadaan starla yang sangat tidak baik akibat melihat berbagai waktu kehidupan di dalam cristal inti altar jiwa membuat gadis itu terlepas dari genggaman kakaknya.


Tanpa menjawab pesan telepati, Clara ikut terbang meninggalkan altar jiwa yang masih bersinar. Menggunakan element udara nya kini clara mulai mencari keberadaan adiknya dengan perasaan cemas, hutan ilusi bukanlah tempat yang bisa di jadikan petualangan ataupun tempat melepas lelah.


"Bertahan lah Starla, kakak akan menemukan mu." batin Clara.


Begitu banyak yang melintas di fikiran Clara namun fokusnya hanya mencari keberadaan adiknya starla, dengan siklus angin, cuaca, dimensi, tempat dan waktu yang sangat penuh misteri membuat hutan ilusi seperti cermin di dalam air dengan pantulan tetesan air hujan tiada henti. Bahkan Clara sendiri tidak bisa melihat semua tempat kecuali beberapa tempat yang pernah di singgahi nya bersama naga suci, hal itu membuat gadis satu ini seperti orang tidak waras mencoba menyebarkan aura nya ke seluruh penjuru agar bisa menemukan adiknya secepat mungkin.

__ADS_1


Sedangkan di bawah sana seorang gadis dengan wajah yang menahan sakit akibat posisi jatuhnya tidak menyenangkan, bukan kaki nya yang menjadi pijakan pertama tapi justru pantat nya yang mendarat terlebih dahulu. Rasanya seperti remuk tulang peyangga di tubuh nya itu, meskipun tempat nya terjatuh bukanlah batu tapi jatuh di atas butiran pasir hitam yang lembut tetap saja rasanya sakit.


"Dimana aku? Issh kenapa rasanya sangat gelap, tapi di atas sana sangat terang. Coba aku lihat dulu.. " gumam starla melihat sekeliling.


Padang pasir hitam dengan titik cahaya putih jauh dari tempat nya berada, cahaya putih itu hanya seperti lilin yang sewaktu-waktu bisa padam. Dengan pelan starla mulai bangun dan mengawasi sekitar, bukankah aneh jika padang pasir yang luas didiami kesunyian terlebih lagi tidak ada hembusan angin namun masih bisa bernafas.


"Tempat apa sebenarnya ini? kenapa tidak dingin ataupun panas, tidak ada angin ataupun suara.Sebaiknya aku bergerak sebelum sesuatu yang tidak ku inginkan terjadi." ucap Starla berjalan ke sembarangan arah.


Duuaarr..


Langkah kakinya mulai meninggalkan jauh dari tempat nya terjatuh, namun suara ledakan mengejutkan Starla yang langsung menoleh ke belakang.


"Menghilang? Bagaimana itu terjadi? Untunglah aku sudah menjauh, tapi kenapa padang pasir ini semakin terlihat besar dan cahaya putih itu semakin mengecil. Aku harus cepat mendekati cahaya itu." ucap Starla kembali melangkah dengan berlari bukan berjalan.


Berharap segera keluar dari padang pasir hitam yang secara perlahan mulai membuat nya sesak seakan ada yang menekan dadanya untuk mengambil oksigen, berlari terus berlari hingga suara ledakan berulang kali terdengar. Sekali, dua kali, tiga kali hingga lima kali ledakan terjadi namun setiap kali terjadi ledakan padang pasir hitam semakin membesar dan lebih bertambah besar membuat Starla semakin kesulitan menggapai titik cahaya putih yang kini terlihat seperti satu kilauan tanpa ukuran nyata.


"Aaarghh! Apa yang terjadi, kenapa seperti jebakan. Semakin berlari justru semakin mengubah tempat ini seperti lapangan tanpa batasan! Apa yang harus aku lakukan. " seru Starla dengan nengacak poni rambutnya.


*Starla kau dimna? Katakan padaku. * ucap Clara dengan pesan bintang nya.


Hening.....


"Seperti nya aku harus turun kebawah, terbang tidak menghasilkan apapun dan pesan ku tidak sampai di tempat ini." batin Clara dan berpindah tempat ke daratan hutan ilusi dengan portal nya.

__ADS_1


.......................


"Toooloooong... toooloooong.. " suara lirih seseorang seakan tersamarkan dengan harumnya bunga mawar yang bermekaran.


__ADS_2