The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Berhasil


__ADS_3

Sebuah meja yang terlihat biasa saja namun memiliki hal luar biasa, itulah yang di cari Clara. Bunga leluhur Kerajaan es, tapi bayangan itu seakan mendapatkan sesuatu yang sangat di inginkan. Sebuah cahaya mulai menjalar melewati kaca yang melindungi bunga itu, terlihat ada jemari yang menyentuh permukaan hingga cahaya itu menyebar dan sesaat menunjukkan sosok bayangan itu secara sempurna.


*Gadis kecil yang cantik tapi... * batin Clara yang melihat wujud asli bayangan yang tadi mengganggu nya.


Di tepisnya fikiran yang hadir dan kembali konsentrasi dengan tujuannya, terlihat bayangan itu kembali ke wujud awalnya yang hanya setengah nampak. Clara mendekati meja yang memiliki bunga leluhur Kerajaan es terlihat, satu aliran element cahaya mulai menyelimuti tabung kaca dengan bunga mawar merah bersalju di dalamnya.


Graakk.. Kriieeet.. Bluuum...


Suara gesekan, getaran dan benda berjatuhan mulai terdengar bersamaan berpindah nya tabung kaca itu ke dalam ruangan tanpa batas clara, satu gerakan dengan sebuah sambaran terbang meninggalkan runtuhnya pondok yang seketika rata dengan dasar pijakan.


"Huuuuaaaaa." suara tangis yang pecah di dalam pelukan Clara.


"Diamlah! Mau tetap disini!? " tanya Clara tanpa merubah ekspresi wajahnya.


"Hiks..hiks... rumah ku hancur." jawab suara kecil itu tapi Clara tidak bisa melihat apa yang sedang di lakukan gadis kecil di hadapannya itu selain tubuh bagian bawah nya yang beberapa kali menghentakkan kaki nya.


"Aku minta maaf tapi sebaiknya kita pergi sekarang, ayo ikut dengan ku." ajak Clara mengulurkan tangannya.


Terasa sentuhan dingin sebuah tangan mungil menyambut uluran tangan Clara dengan cepat Clara menarik tangan mungil itu kedalam pelukan nya sekali lagi.


Wuuuusshhh....


Dari lorong terdengar suara langkah kaki dengan terburu-buru seakan hal buruk telah terjadi, membuat langkah itu semakin terdengar bagaimana pacuan di arena pertandingan. Namun saat pintu terbuka sebuah senyum yang menyambung rasa cemas mereka akhirnya sirna tergantikan dengan pemandangan hangat yang mengharukan.


"Selamat datang kembali nak, syukurlah kalian selamat." ucap puji syukur wanita paruh baya mendekati kedua cucunya yang tengah berpelukan.


"Maafkan Clara nek, karena terlambat." ucap Clara dengan menunduk.


"Kakak adalah kakak terhebat untuk Starla, jangan seperti ini ka. Bukan kah ucapanku benar nek? " jawab Starla meminta dukungan.


"Kalian berdua putri terhebat ayahanda, tetaplah saling mengasihi dan melindungi satu sama lain. Ayahanda berharap bunda kalian bisa melihat kuat nya ikatan persaudaraan dua putri kembar kami." ucap Raja Lucas yang sedikit menerawang di antara lelehan balok es.


Greeeb... (kedua gadis kembar itu memeluk Raja Lucas bersamaan membuat pria itu tersenyum dan menyalurkan rasa cinta dan bangga nya kepada keturunannya)


"Nak siapa itu? " tanya ibu Suri yang melihat penampakan aneh berdiri di belakang Clara namun akhirnya terlihat setelah cucunya itu memeluk Raja Lucas.


Kini ke tiga pasang mata memiliki pertanyaan yang sama sedangkan Clara hanya tersenyum melihat ekspresi ayahnya, nenek nya dan adiknya. Karena sibuk mengobati Starla hingga satu sosok yang di ungsikan itu terlupakan, meskipun terlihat sosok itu diam menurut tapi Clara tahu kekesalan sosok itu karena terabaikan olehnya.

__ADS_1


"Nanti Clara jelaskan, tapi lebih baik nenek dan ayahanda bawa Starla ke kamar dulu." ucap Clara yang melihat kondisi adiknya masih pucat dengan pakaian basahnya akibat terbaring di atas balok es.


"Tapi... " ucap Starla yang ingin membantah.


"Turuti apa kata kakak mu nak, ayo kita ke kamar. Ganti pakaian basah mu dan makan, apakah perut kecil mu itu tidak lapar? " ajak Raja Lucas merangkul Starla keluar dari ruangan pengobatan.


Kruuuyuuk... kruuyuuuk...


Suara itu menghadirkan tawa pria paruh baya yang dengan sabar memapah putri nya kembali ke kamar, para prajurit dan pelayan menunduk dan memberikan hormat kepada keluarga pemimpin itu dan menghentikan segala aktifitas nya untuk mempersilahkan pemimpin mereka berjalan bebas tanpa hambatan. Sedangkan di ruang pengobatan dengan balok es yang tinggal seperempat itu kini menyisakan ibu Suri, Clara dan satu makhluk wujud tak sempurna.


"Semua masih samar nek, Clara harus memastikan terlebih dahulu. Apakah nenek punya beberapa foto masa lalu atau sejarah Kerajaan Es?" tanya Clara dengan sedikit harapan.


"Semua sudah nenek berikan pada mu sejak awal nak, apa ada sesuatu yang terjadi? " balik tanya ibu Suri dengan cemas.


Perlahan di raihnya tangan yang selama ini berjuang membesarkan nya dengan penuh kasih sayang, dengan tranfusi ingatan Clara memberitahu apa yang tengah di cari nya. Terlihat ibu Suri mencoba serius melihat apa yang di tunjukkan Clara, hingga satu sosok gadis kecil yang terlihat familiar muncul membuat satu alisnya terangkat dengan sebuah gumaman yang tertangkap jelas oleh Clara.


"Bagaimana mungkin, tapi pemakaman nya sudah di lakukan." gumam ibu Suri.


"Apa nenek tahu siapa dia? " tanya Clara dengan lembut.


"Akan nenek bawakan sesuatu yang mungkin membantu mu, tapi lakukan sesuatu pada nya. Jika semua orang melihat nya seperti itu pasti akan menjadi kehebohan massal atau terjadi hal lainnya." jawab ibu Suri meninggalkan Clara dengan langkah yang terlihat buru-buru seakan waktu akan berhenti.


Sekali lagi tangannya di sambut dengan diam, kembali berpindah tempat hingga menuju ke dalam sebuah kamar yang terlihat sunyi dan gelap. Dengan sigap Clara membuka sebuah lemari yang sudah terlihat berdebu namun tidak dengan bagian dalam nya yang masih bersih meskipun sudah lama di tinggalkan.


"Pakailah ini dan tundukkan kepala mu, apapun yang terjadi tetap lah kendalikan dirimu. Aku akan menolongmu tapi ikuti semua perintahku, apa kau paham? " ucap Clara sembari menyerahkan sebuah pakaian Kerajaan dengan jubah yang besar.


"Aku hanya ingin memiliki rumah, aku tidak mau lagi terkurung. Hiks.. hiks.. " jawab gadis itu dengan memakai pakaiannya.


"Maaf, aku tidak berniat menyakiti mu. Tapi cobalah bersabar sebentar lagi." ucap Clara mengelus tudung yang kini bisa menunjukkan wujud itu memiliki bentuk untuk meskipun tubuhnya tertutup sempurna oleh pakaian dengan tudung besar.


"Terimakasih, tolong jangan kurung aku." pintar gadis kecil itu dengan memeluk erat Clara.


"Hmm." jawab Clara membiarkan beberapa saat tubuhnya mendapatkan cengkraman erat dari dua tangan yang cukup melingkat di perutnya.


......................... ...


"Apa ini sudah semua? " tanya nya dengan wajah gelisah.

__ADS_1


"Yah nak, itu sudah semua nya tapi se ingat ku masih ada satu kitab kecil ber simbol bunga mawar merah di dalam tabung kaca. Disana ada jawaban yang tidak orang lain ketahui, mungkin kitab itu sudah hilang." jawab wanita paruh baya.


*Besok malam gerhana bulan putih, bagaimana ini? * batin nya memijat pelipisnya yang terasa nyeri memikirkan persimpangan jalannya.


...********...


.


.


. Assalamu'alaikum reader, author hari ini mau nyapa kalian 😁


.


.


. apa kabar readers? Semoga sehat selalu dan semangat, 🤲


.


.


.


. Author mau bilang makasih yang masih setia membaca karya The Last Sky Kingdom Takdir Ku Milik Mu, buat like, comment n support nya juga.


.


.


.


. Dan buat readers yang hanya suka membaca tanpa jejak, author tetap bilang makasih kok. 😊


.


.

__ADS_1


. Malam reader's


__ADS_2