The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Perintah


__ADS_3

*Salam Lady Cristal, bisakah kita berdiskusi? * batin Achela.


*Katakan Achela?* jawab Clara memejam kan matanya.


*Pengkhianat sudah di temukan dan para pengikutnya juga, namun seperti nya orang ini kepercayaan Keluarga Kerajaan. Disisi lain aku kehilangan jejak pengikutnya, dan sistem keamanan yang sudah Lady buat seakan sia-sia akibat orang dalam.* ucap Achela dalam batinnya.


*Tidak ada yang sia-sia Achela, sistem keamanan yang ku buat hanya lah sebuah jebakan. Dan masalah Pengkhianat dan pengikutnya pasti akan terungkap cepat atau lambat, pastikan saja keamanan Raja dan Ratu Es di bawah pengawasanmu dan temui Pangeran Lars untuk langkah selanjutnya.* jawab Clara dalam batinnya.


*Seperti Keputusan anda Tuan Putri* ucap Achela dalam batinnya.


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuklah! " ucap Achela setelah memutuskan ikatan batinnya.


"Apa Master baik-baik saja? Aku bawakan makanan dan buah-buahan untuk Master. " ucap Sesepuh Putri Sisilia meletakkan bawaannya ke meja.


"Terimakasih Putri, Kapan sidang Istana biasa di lakukan? " tanya Achela.


"Setiap satu bulan sekali untuk membahas masalah Kerajaan dan lainnya, dan saat-saat tertentu dimana masalah yang datang secara tiba-tiba. " jawab Sesepuh Putri Sisilia.


"Ada kan pertemuan seluruh orang berpengaruh di dalam Kerajaan Es, buat lah perkumpulan itu tanpa bisa di wakili oleh siapapun." Ucap Achela dengan serius.

__ADS_1


"Apa Master sudah bertemu dengan Ksatria Niel? " tanya Sesepuh Putri Sisilia.


"Siapa itu? " balik tanya Achela.


"Hhahh.Pria yang berpakaian Ksatria dengan luka goresan di lengan Kiri nya dan menempati kamar paling ujung koridor ini. " jawab sesepuh Putri Sisilia.


"Ntah lah Putri. Aku hanya ingin melihat siapa saja yang menjadi dasar dan pondasi Kerajaan Es, agar aku tidak salah orang. Tenang saja Prinsip ku masih sama Putri, Jati diri ku sebagai Hewan Suci tidak akan ku tunjukkan." Ucap Achela menutup rasa ingin tahu sesepuh Putri Sisilia.


Setelah kepergian Sesepuh Putri Sisilia, Achela mulai merenungkan semua yang terjadi namun ntah apa yang terjadi di dalam ruangan tanpa batas milik nya. Getaran pedang yang ada di dalam sana seolah merasakan ada nya bahaya, membuat Achela kembali menggunakan portal nya meninggalkan Kerajaan Es kembali ke Hutan Ajaib.


*Pedang Azalia* seru Achela.


Pedang itu kini keluar dengan meluncur kecepatan nya seakan mengatakan sudah waktu nya untuk bebas, belum sempat Achela menangkap gagang Pedang Azalia yang masih terbang di atas justru pedang itu sudah terjatuh hingga membentur tanah di bawah.


Benturan Perisai Biru yang di berikan Clara menjadi hancur tak tersisa setelah ledakan yang menggema, kilatan hancur nya Perisai itu bahkan terpantul ke langit cahayanya. Achela bahkan harus tersungkur karena terpental akibat ledakan itu, perlahan Achela melihat Pedang Azalia yang sudah menancap di tanah dengan gagahnya seakan menantang nya kembali untuk meluluhkannya. Dengan menguatkan dirinya Achela mendekati pedang itu, berniat untuk kembali mengambil nya dan memasukkan ke ruangan tanpa batas milik nya namun suara seseorang melarangnya untuk mendekati pedang itu. Suara yang hanya ada di dalam Kepala nya itu dengan tegas meminta Achela meninggalkan Pedang Azalia, namun Achela tidak ingin pedang itu membawa petaka bagi siapapun dan akhirnya Achela masih tetap mendekati pedang itu.


Wushh...


Tubuh mungil nya seakan tersambar oleh sebuah tangan yang sangat lembut, aroma tubuh yang sangat di kenali Achela membuat Achela tidak memberontak meskipun fikirannya masih tertuju pada Pedang Azalia di Hutan Ajaib. Perjalanan singkat bak kedipan mata itu kini telah berganti dengan kamar istirahat yang sebelumnya, Kerajaan Es yang menjadi tempat terakhir nya.


"Apakah Aku harus melepaskan Kontrak Darah ini Achela! Seperti nya Seorang Achela yang selalu setiap pada Tuan nya sudah tidak membutuhkan Tuan nya lagi! " ucap Clara penuh penekanan.

__ADS_1


"Pedang itu membawa petaka, Aku tidak bisa membiarkan Pedang Azalia berada di luar seperti itu! " jawab Achela dengan raut cemas.


"Tetap lah disini! Dan jangan Coba-coba datang ke Hutan Ajaib! Tanggung jawab mu adalah menyelesaikan masalah Kerajaan Es bukan Pedang Azalia! " perintah Clara dan menghilang menggunakan portal nya.


"Apa yang Tuan rencanakan? Kenapa selalu mengambil tanggung jawab besar seorang diri! Bahkan meskipun Aku hidup ratusan tahun tidak mengubah apa pun di pandangan seorang Lady Cristal. Aku percaya Tuan ku Tahu apa yang dilakukan nya dengan baik. " gumam Achela menghela nafas nya.


Suara perintah itu yang meminta nya untuk berhenti mendekati pedang Azalia adalah suara dari Tuan nya sendiri Lady Cristal namun karena mengetahui betapa ber bahaya pedang itu maka Achela masih tetap mendekati pedang itu hingga akhirnya hembusan angin dengan sentuhan lembut menyambar tubuh nya dan menghembaskan ke ruangan sebelumnya. Tatapan tajam dari Tuan nya tak membuat Achela takut namun ucapan selanjutnya dari Tuan nya mengingatkan dirinya percakapan sebelumnya dimana Lady Cristal sudah mengatakan untuk melepaskan senjata yang akan Mebelenggunya. Apa pun Keputusan Tuan nya adalah perintah mutlak maka Achela harus melupakan hal yang membuatnya khawatir dan melakukan tanggung jawab nya di Kerajaan Es sedang kan Clara harus kembali ke tempat dimana Pedang Azalia berada.


"Terlambat sedikit saja, pasti akan terjadi bencana. Syukurlah Achela membawa nya kesini, Aku harus memindahkan pedang ini." ucap Clara.


Flashback


Bahan-bahan sedang ku racik kembali setelah percakapan batin ku bersama pendamping ku itu namun setelah beberapa waktu aku merasakan sebuah Perisai hancur di Hutan Ajaib, Aura kegelapan yang tiba-tiba dapat ku rasa kan membuat ku berkonsentrasi melihat apa yang sedang terjadi. Pedang Azalia sudah tertancap di tanah dan jauh dari itu seekor kucing sedang menahan rasa sakit akibat terpental dan menabrak sebuah pohon yang langsung patah akibat tubrukan tubuh mungil Achela, perlahan Achela bangkit dan mendekati pedang itu.


*Hentikan Achela! Pergi lah dari tempat mu! * seru Clara dari hatinya.


Namun langkah mungil itu masih teguh mendekati pedang Azalia, sehingga membuat Clara harus meninggalkan ramuan nya dan menggunakan portal untuk membawa pergi sang pendamping. Setelah membawa Achela kembali ke Istana Es dan memarahi nya, Clara kembali ke Hutan Ajaib memperhatikan Pedang Azalia yang semakin mengeluarkan aura kegelapan.


*Bola Cahaya Biru* ucap Clara dan menyentuh Pedang Azalia.


Secara perlahan Clara mencabut Pedang itu dengan Perisai Biru yang lebih kuat dari sebelumnya, dengan tenang Clara membawa Pedang Azalia ke tempat yang tidak akan mudah di jangkau oleh siapapun.

__ADS_1


.................


Hari berganti dan kedatangan Pangeran Lars bersamaan di adakannya sidang Istana, dimana semua yang memiliki wewenang dan menjadi tetua, menteri, Ksatria dan sebagai nya berkumpul menjadi satu di dalam aula Kerajaan setelah mendapatkan surat perintah dari Sesepuh Putri Sisilia.


__ADS_2