
Dengan wajah panik orang itu mendekati sosok yang bersila, tangannya hampir menyentuh serbuk perak itu namun cahaya yang menyurut membuat orang itu terhenti pergerakannya. Sosok itu terlihat mengalami perubahan, wajahnya yang tampan kini memiliki rambut yang putih, telinga nya seperti memanjang, hidung yang sedikit lebih kecil dan mancung dengan kelopak mata yang lebih lebar, bibirnya terlihat merah merona seperti buah strawberry.
"Apa yang terjadi? Kenapa Kakak menjadi seperti ini? " gumam nya seraya menutup mulutnya yang terkejut dengan pemandangan di depannya.
Perlahan kelopak mata yang besar itu terbuka, pandangan pertama yang di tangkap adalah adiknya. Terlihat wajah adiknya terkejut dan membekap mulutnya dengan tangan nya sendiri, membuat kelopak mata besar itu mengerjap beberapa kali agar dapat menyesuaikan dengan perubahan wujud nya yang baru.
Ucapan seorang Lady Cristal membuat nya sadar untuk melakukan mutasi dari wujud manusia nya yang biasa menjadi wujud dirinya yang sebenarnya, dengan melepaskan segel kekuatan sihir yang selama ini di berikan oleh Raja kegelapan. Dengan bantuan Lady Cristal lah akhirnya dirinya tahu bagaimana melepaskan diri dari rantai yang membelenggu nya selama ini, kini sihir nya telah kembali dengan mutasi wujudnya ke wujud sebenarnya.
Dialah pewaris dan keturunan terakhir dari Penyihir Tingkat Dewa, dialah makhluk dari darah dua Klan berbeda. Wujudnya kini menjadi seorang Elf namun keajaiban dan kekuatan sihirnya melebihi seorang tabib Kerajaan manapun, dialah yang bisa menyembuhkan dengan jemari ajaibnya. Dialah Giel sang bayi laki-laki yang sengaja Raja kegelapan rawat untuk di jadikan sebagai budaknya, dimana Giel di manfaat kan untuk mengasuh seorang anak perempuan yang tidak di harapkan kehadirannya.
"Ghea? Ini kakak, apa kau takut dengan kakak? " tanya Giel dengan tersenyum.
"Apa yang terjadii ka? Kenapa kakak menjadi seperti inii? " tanya Ghea dengan gugup.
"Maafkan kakak yang membuat adik kakak ketakutan, tapi inilah kakak yang sebenarnya. Kakak keturunan Klan Bangsa Elf yang sudah terhapus kan dari sejarah, Tapi berkat Lady Cristal, kakak tahu caranya bermutasi. Inti nya perubahan kakak hanya untuk menjaga Ghea dengan lebih baik. Peluk lah kakak, kemari." jawab Giel dan merentangkan tangannya.
Greeb.. (Ghea memeluk Giel yang masih duduk bersila)
"Aku sayang kakak! Seperti apapun wujud kakak, ka Giel adalah keluarga Ghea satu-satinya." ucap Ghea dengan menikmati rasa nyaman dan hangat dari kakaknya.
"Apakah Ghea tahu, sebenarnya.... " ucap Giel yang langsung terhenti karena sesak di dadanya membuat nya tidak sanggup melanjutkan ucapannya.
"Sebenarnya apa ka? " tanya Ghea penasaran melepas pelukannya dan memandang kakaknya.
"Sebenarnya Ghea lah hidup kakak. Jadi tetaplah baik-baik dan tersenyum, kakak sayang ghea. " jawab Giel menyembunyikan rahasia yang hampir saja di utarakan.
__ADS_1
"Ghea sayang ka Giel juga, terimakasih kakak sudah mau kembali bersama ghea." ucap Ghea tersenyum.
Bagaimana rasa bersyukur Ghea sejak kakaknya perlahan menjadi pribadi nya kembali, yang selama ini Ghea kenal, dengan pertaubatan sang kakak yang membuat hidup Ghea kembali berwarna. Hanya karena kakaknya lah hidup Ghea menjadi sempurna, tak dapat diragukan lagi betapa besarnya cinta dan perlindungan sang kakak.
*Andai aku bisa berkata jujur pada mu Ghea, tapi aku tidak ingin hati mu hancur. Semoga saja kebenaran tentang mu akan tersimpan selamanya, jika kakak harus berkorban demi keselamatan mu pasti akan kakak lakukan.* batin Giel menatap adiknya dengan mata lebar yang terlihat menggemaskan.
" Ka boleh Ghea tahu bagaimana kakak bisa eem apa itu tadi, mu.. muta." ucap Ghea sambil berfikir.
"Semua ini karena Lady Cristal, yah dialah yang mengatakan bagaimana cara kakak melakukan mutasi. Dan dengan bantuan simbol bintang, Lady Cristal membimbing kakak untuk melakukan mutasi, intinya sekarang kekuatan sihir kakak sudah meningkat dan bisa menjaga Ghea lebih baik lagi. " jawab Giel dan berdiri untuk melakukan pemeriksaan wilayah hutan cahaya.
"Aku senang Lady Cristal sudah memaafkan kakak, ku harap Lady Cristal selalu mendapatkan kebahagiaan nya seperti ghea mendapatkan kakak kembali." ucap Ghea dengan menangkup kan kedua tangannya dan mengusapnya ke wajah seakan tengah berdoa.
"Orang-orang baik pasti akan mendapatkan kebaikan pada akhirnya.Ayo Ghea, sudah waktu nya kita melakukan pemeriksaan.
"Ntahlah, kau bisa terbang dan kakak berjalan seperti biasanya." jawab Giel dan berjalan terlebih dahulu.
Sedangkan disisi lain kini Clara tengah melihat Cleo yang masih saja tidak bisa berkonsentrasi, terlihat setiap gerakan yang di ajarkan oleh Peri Fyra tidak dapat di lakukannya. Bahkan Achela yang melihat itu menjadi bosan dan hampir saja tertidur di samping Clara, melihat Cleo yang tidak memiliki semangat ataupun konsentrasi membuat Clara memulai sikap tegasnya.
"Jika kamu tidak bisa membuat Batu Bulan menyatu dengan mu! Maka Biarkan aku Menghancurkan nya dan Lupakan saja Tanggung jawab mu sebagai seorang Murid yang mendapatkan kepercayaan Gurunya melebihi putri nya sendiri! " Seru Clara dan berjalan mendekati Cleo yang kini menatapnya dengan terkejut.
Ucapan Clara sungguh menusuk hati nya, Kata-kata itu membuat nya sadar jika titik dirinya berada saat ini semua karena gurunya, lalu bagaimana dirinya lupa dengan tujuannya itu karena fikiran nya terbagi dengan mencemaskan keadaan Raja Dexter dan Kerajaan Iblis. Meskipun Clara sudah dengan jelas mengatakan semua nya baik-baik saja, namun sebelum melihat langsung tentu dirinya masih khawatir.
"**Katakan apa keputusan mu? Apa sebaik nya ku Hancurkan? " bisik Clara di telinga Cleo.
Deg...
__ADS_1
"Maaf, Aku hanya.. " ucap Cleo menunduk.
"Akan ku katakan satu Rahasia, Guru mu adalah mertua dari Kerajaan Langit, ayahanda dari permaisuri Adreo dan alasan guru mu terbunuh karena dia mencurigai anaknya sendiri, hmm lebih tepatlah memang tahu jika Permaisuri Adreo lah yang telah membunuh Ratu Risa , ibunda kandung ku. Karena Guru mu ingin mengatakan kebenaran itu pada Raja Lucas maka Permaisuri Adreo memilih untuk membunuh ayahnya sekaligus. Jadi sekarang puzzle dari rasa penasaran mu sudah lengkap, Apa ada lagi yang ingin kau tahu? " ucap Clara dengan tangan bersedekap.
"Maaf aku sudah membuang waktu anda Lady Cristal, kali ini aku akan berlatih sungguh-sungguh." jawab Cleo dan mengangkat kepala, mata nya di penuhi amarah dengan rasa sedih yang melingkari kemarahan itu.
"Achela! Bawa Cleo ke Hutan Ajaib, ini menjadi tugas mu sekarang! Pastikan dia tahu apa itu Batu Bulan. Aku akan pergi menemui seseorang, Peri Fyra ikutlah dengan mereka." perintah Clara setelah menghela nafas mentralkan emosinya.
"Tapi Tuan? bukankah aku kembali untuk mendampingimu anda? " ucap Peri Fyra.
"Dia juga pendamping ku Peri Fyra (menunjuk ke arah Achela),tapi tanggung jawab kita semua harus terbagi. Tenanglah aku baik-baik saja, tapi sesama pendamping harus memiliki kerja sama yang baik bukan! " jawab Clara dengan tersenyum.
Wuushh.. (Clara menghilang dengan portal nya kembali karena tidak ingin mendengar penolakan sedangkan Achela hanya bisa diam dan melakukan apa yang Tuan nya inginkan, percuma saja jika ingin mengeluh)
"Ayo Peri Fyra dan Cleo, kita akan tinggal untuk sementara di rumah ku." ajak Achela dan terbang mendekati Peri mungil dan wanita dewasa yang masih memegang Batu bulan.
................... ...
"Uhuk.. uhuk.. uhuk... " suara batuk itu semakin terdengar.
"Apa yang dia rencanakan? Kenapa sampai detik ini aku tetap tidak bisa membaca fikiran nya dan juga rencana nya! Tapi ikatan ini membuat kami terluka dari dalam." gumam nya sembari melihat gambar dirinya di dalam pantulan air yang jernih.
Byur.. Byur...
Terlihat darah yang mengalir di sudut bibirnya, di saat ingin melakukan tujuannya, Tiba-tiba dada nya terasa tertusuk dan tekanan itu semakin membuat sesuatu di dalam tubuhnya ingin keluar. Dengan memutuskan pergi maka kini tidak seorang pun yang melihat keadaannya saat ini, di basuh nya wajah nya itu dengan air yang ada di depannya**.
__ADS_1