The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Permata Alam *Kerajaan Es*


__ADS_3

Ratu Alona yang sudah menunggu putranya di meja makan, akhirnya tersenyum begitu melihat sosok Trish menghampirinya, tentu hal ini membuat nya bahagia bisa menghabiskan waktu bersama Putranya meskipun saat ini suaminya masih melakukan urusan Kerajaan di luar Istana.


"Maaf lama Bunda, ayo kita makan sebelum Trish kembali melanjutkan Perjalanan. " ucap Trish dan mengambil kan makanan untuk Ratu Alona.


"Aaa.. " ucap Trish menyodorkan satu suapan ke Bunda nya.


Dengan senang hati Ratu Alona menerima suapan dari Putra nya itu, bergantian dirinya juga menyuapi Trish hingga makanan habis tak tersisa. Para pelayan yang melihat itu terharu dengan hubungan Ibu dan anak satu ini, setiap kali memiliki waktu bersama maka tidak akan menyia-nyiakan dengan sibuk sendiri karena urusan Kerajaan atau urusan lain nya.


Bagi Keluarga Kerajaan Api waktu adalah kasih sayang dan kebersamaan, terlebih sebagai Anggota Kerajaan yang memiliki tanggung jawab dan kewajiban besar mengharuskan mereka memanfaatkan waktu agar bisa saling mencintai dan mendukung satu sama lain.


Begitu pula saat ini Ratu Alona yang berusaha ikhlas melepaskan pelukannya agar Trish bisa menyelesaikan Takdirnya, air mata tentu tertahan di dalam pelupuk mata nya agar putranya tenang diluar sana jika kepergiannya diiringi dengan senyuman manis sang Bunda.


.......................


Kerajaan Es



Pangeran Lars Calleum kembali ke Istana setelah sekian lama, tujuannya sama seperti Pangeran Trish Illarion. Mencari keberadaan Permata Alam, diseluruh tempat di Istana hanya ada satu tempat yang bisa menunjukkan apa yang akan di ingin diketahui oleh Anggota Karajan. Seorang Penyihir sekaligus sesepuh Kerajaan Es, Putri Sisilia seorang putri Kerajaan es mengabdikan hidupnya hanya untuk melayani kerajaan es bahkan tetap memilih tidak menikah agar kewajiban dan tanggung jawabnya tidak ada yang menjadi penghalang.


Putri Sisilia adalah adik dari kakeknya Lars Calleum, yang artinya neneknya sendiri, meskipun Ayah dari Pangeran Lars Calleum menjadi Raja tetap saja menjalankan Kerajaan dengan dukungan Putri Sisilia. Kekuasaan Putri Sisilia sudah di akui oleh semua rakyat, meskipun begitu Putri Sisilia tidak menginginkan tahta Kerajaan karena baginya cukup melayani Kerajaan dengan menjaga dan melindungi Keluarganya.


Tok.. Tok.. Tok..


"Tuan Putri ada yang ingin bertemu dengan anda. " ucap seorang penjaga Pintu yang melihat Lars mendekat ke arah nya.


krieet..


"Leum ayo langsung masuk, Kalian tinggalkan kami berdua! " ucap Putri Sisilia.


"Salam nek, bagaimana kabar mu? " tanya Lars setelah duduk didepan neneknya itu.


"Seperti yang kau lihat, tapi siapa yang menyuruhmu duduk? " jawab Putri Sisilia dengan nada kesal.


"Seperti nya aku akan mendapatkan hukuman saat ini. Tapi apa kesalahanku kali ini? " gumam Lars yang masih bisa di dengar putri Sisilia.


"Cepat bangun! Lari keliling taman Istana 5 kali, jika belum selesai jangan datang kemari. " ucap Putri Sisilia dengan melambaikan tangan mengusir Lars dari kamarnya.


"Hey anak muda! Keluar dari Sini bukan dari Sana! " seru Putri Sisilia menunjuk ke arah jendela.


Tentu Lars melongo karena neneknya justru meminta dirinya untuk terjun dari Lantai 2 dan salah satu taman Istana memang berada di samping kamar neneknya itu, bisa apa selain menerima hukuman dengan berat hati. Bahkan salju dibawah Sana yang akan menjadi penyelamatnya untuk tetap selamat, belum lagi harus mengelilingi taman yang cukup luas. Jika dirinya bukan Pangeran es pasti sudah mati membeku jika berjam-jam berada diluar yang bersalju seperti saat ini, bagaimana jika Starla yang harus hidup di Kerajaan es apakah gadis itu bisa bertahan di Istana nya. Sedangkan Starla terbiasa hidup di tempat yang sejuk arah setidaknya hangat bukan nya dingin seperti Istana Es.


Putri Sisilia yang melihat Lars justru melamun harus menghela nafasnya, lebih baik jika mengirim anak muda itu langsung saja pergi dari kamarnya.


*Badai Salju* ucap Putri Sisilia menggulung Pangeran Lars dan melemparnya keluar dari kamarnya.


Brugh...

__ADS_1


"Auw, astaga kejam sekali nenekku itu. Sudah lah Aku harus lari keliling taman ini atau nanti hukumanku ditambah. " gumam Pangeran Lars dan memulai lari.


Sudah hampir selesai putaran terakhir namun tiba-tiba tubuhnya tergulung Badai Salju lagi dan berhenti setelah beberapa waktu, kepalanya terasa berputar karena ulah neneknya itu. Lihatlah wanita berpakaian bulu tebal yang sedang menatap sebuah pohon besar di belakang Istana Es.


"Mendekat lah Leum! Jangan diam disitu saja atau Nanti ku ubah kau jadi boneka Salju. " ucap Putri Sisilia seenaknya.


"Huft untung kau nenekku kalau bukan... " batin Lars.


"Bukan kah ini yang kau cari Leum? " tanya Putri Sisilia memandangi pohon didepannya tanpa melihat Lars.


Sebuah Pohon Ek yang terlihat suram, tapi tidak ada apapun disekitar pohon itu hingga Lars mengelilingi pohon dan mencari keberadaan Permata Alam tanpa ber tanya pada neneknya.


"Kau sedang apa Leum! " seru Putri Sisilia yang melihat Lars seperti orang kebingungan dengan mondar mandir mengelilingi pohon ek.


"Nenek bilang yang ku cari ada disini, jadi Leum coba mencari nya tapi hanya ada pohon ek saja. " jawab Lars datar.


"Ntah nyidam apa Bunda mu itu, Pewaris satu-satunya Kerajaan es masih belum dewasa. " gumam Putri Sisilia menepuk dahinya sendiri.


*Perisai Es* ucap Putri Sisilia dan seketika Keduanya bersama Pohon Ek itu sudah dalam satu perisai.



*Pedang Calius* ucap Putri Sisilia.


Sebuah pedang tajam, memiliki ukiran indah seperti gelombang angin dan bergambar Elang kini berada di tangan Putri Sisilia. Melihat Lars yang masih sibuk melakukan kekonyolan membuatnya kesal dengan cucu nya itu tapi bagaimana pun hanya Lars yang bisa meneruskan Tahta Kerajaan Es.


"Jangan hukum Leum lagi nek, pinggang ku masih sakit karena lari tadi bahkan mungkin retak. " ucap Lars memohon dengan wajah nya yang memelas.


"Ntah apa jadi nya jika anak ini tidak berubah lebih dewasa. " batin Putri Sisilia mengelus dadanya.


Jleb... (Pedang ditancapkan di depan Putri Sisilia)


"Ambillah Pedang ini dengan cara apapun! Jangan Berhenti sampai Pedang itu menjadi Milikmu! Paham. " ucap Putri Sisilia dan meninggalkan Lars sendiri an.


Mau ber tanya tapi sudah ditinggal sendiri, lalu apa pentingnya memiliki Pedang itu, Pedang yang selalu bersama Neneknya itu bahkan Ayah nya pun tidak pernah bisa menyentuhnya. Tapi apa alasan neneknya meminta nya untuk menakhlukan sebuah Pedang, tapi akan lebih baik menuruti perintah neneknya atau ntah hukuman apa lagi yang harus dirasakan jika membantah.


zzzz.... Argh(Aliran PETIR yang ada di Gagang Pedang langsung menghantarkan aliran mengejutkan yang cukup mementalkan tubuh Lars hingga terpelanting ke belakang)


Berulang kali Lars mencoba menyentuhnya tapi mendapatkan serangan, hingga Lars menggunakan kekuatannya untuk menyeimbangkannya. Benturan kekuatan kini saling tarik menarik hingga Pedang berhasil tercabut tapi terlempar dari tangan Lars, saat Lars ingin mengambil Pedang nya. Pedang itu sudah terbang sendiri dan siap menyerang Lars kembali, Lars fikir setelah bisa mencabut Pedang nya maka akan berakhir tapi dugaannya salah, justru Pedang itu semakin gencar menyerang nya.


Trang.. Wuus.. Trang..


Hiya..


"Akhirnya aku bisa mengalahkan mu, Apa kamu ini musuhku? Menyerang ku tanpa ampun, Lihatlah lenganku sampai berdarah. " ucap Lars yang setelah berusaha sekuat tenaga menakhlukan Pedang neneknya.


Plok.. plok.. plok... (tepuk tangan terdengar dari belakang nya)

__ADS_1


Putri Sisilia hanya mengalihkan perhatian Lars agar cucu nya itu bisa mendapatkan Pedang Pusaka Kerajaan Es, Pedang Calius hanya akan menerima Tuannya yang sudah digariskan. Putri Sisilia memang menjadi Pemilik Pedang Calius dibandingkan Kakaknya tapi Tahta tetap lah milik Putra Pertama dan sudah tugas nya sebagai Pewaris Pedang Calius untuk memberikan Pedang itu pada penerus berikutnya meski seharusnya diberikan pada Ayah nya Lars tapi tanda lahir itu tidak ada pada nya justru tanda lahir Rasi Bintang ada di Pundak Lars Calleum.


"Lihatlah nek aku sudah mendapatkan nya. " ucap Lars dengan menunjukkan Pedang Calius.


"Itu memang Milikmu nak, Sekarang belahlah pohon ini dengan Pedang mu! " ucap Putri Sisilia dan menyingkir dari pohon ek di belakang nya.


"Apa untuk melihat ketajaman Pedang ini nek? Tapi bukan kah Pedang Calius selalu nenek rawat. " ucap Lars asal.


"Lakukan Perintah Ku atau ku usir kau dari Istana ini! " seru Putri Sisilia yang geram dengan pemikiran satu anak ini.


"Tapi nek... " ucap Lars.


"Hitungan Ke tiga kau tidak melakukan Perintah ku, Jangan salahkan aku jika aku melemparmu ke tempat yang tidak pernah kau bayangkan! " seru Putri Sisilia.


Satu..


Dua..


Ti...


Sleez.... Brugh..


Belum hitungan sampai selesai Lars langsung menyerang Pohon Ek dengan kekuatan yang besar, hingga dalam sekali tebasan Pohon itu terbelah menjadi dua. Putri Sisilia yang melihat Lars ketakutan dengan ancamannya hanya tersenyum geli, hanya dengan ancaman maka Lars akan melakukan Perintah nya, meskipun Lars terbiasa hidup sendiri diluar Istana tapi Trish tetap lah seorang anak yang tidak bisa kehilangan keluarga apa lagi hanya gara-gara tidak mematuhi salah satu Anggota keluarganya .


Ada cahaya yang keluar dari belahan Pohon ek, cahaya itu berasal dari Benda berkilauan yah itu lah Permata Alam yang di carinya. Artinya semua yang di perintahkan neneknya hanya untuk mendapatkan tujuannya, seharusnya Lars berterimakasih bukan nya mengumpat di dalam hati karena rasa sakit pinggang nya setelah ber lari keliling taman atau karena luka dilengannya setelah berjuang menakhlukan Pedang Calius.


Permata Alam itu mendekat pada Lars mengambil tempat nya masing-masing hingga membentuk garis lingkaran, Pedang Calius bergetar kembali dan mencoba melepaskan diri dari tangan Lars.


Perasaannya mengatakan harus melepaskan Pedang Calius maka dilepaskan genggamannya, dan benar saja Pedang Calius terbang keluar dari lingkaran dan meluncur ke arah nya hingga tepat di saat ujung Pedang menyentuh Permata Alam berbentuk hati di depan Lars, Permata Alam keempatnya masuk ke tubuh nya.


Getaran kekuatan dari Ke empat Permata membuat Lars membeku, tubuh nya terasa sangat Panas dari dalam tapi justru dari luar tubuhnya diselimuti es yang sangat tebal, jika orang melihat mungkin akan mengira Lars sedang bersemedi hingga terbalut es. Tubuhnya kembali berangsur seperti semula hingga Lars bisa menggerakkan tubuhnya kembali, melihat Lars sudah mendapatkan tujuannya Putri Sisilia tersenyum dan langsung memeluk cucu nya itu.


"Tanggung jawab mu baru dimulai, Pedang Calius akan menjadi Pendampingmu mulai sekarang. Dan Permata Alam akan menjadi kekuatan mu juga tapi ingat jangan gegabah atau mengeluarkan kekuatan baru mu ini hanya untuk hal kecil, mulai lah dewasa nak. Bukan kah cucuku ini sudah bertunangan. " ucap Putri Sisilia melepaskan pelukannya.


"Apa karena itu nenek menghukum Leum? " tanya Lars dengan menaikkan alisnya.


"Salah siapa bertunangan tanpa menunggu ku, Ayah mu itu sukanya serba Mendadak! Untung Ibu Suri Valera mengirimkan surat pada ku sebelum Leum sampai ke Istana, Sudah lah. Cepat lah selesaikan Tanggung jawab mu dan bawa Istri mu ke Istana Es. Nenek rindu mendengar tawa dan tangis anak kecil di Istana, sudah sepantasnya kini Leum yang memberikan keceriaan Istana es." ucap Putri Sisilia.


"Hah? Kejauhan nek. Ntah kapan kami menikah, terlebih lagi ramalan-ramalan itu mulai terjadi. Sedangkan Lady Cristal sendiri masih melakukan tugas nya sendiri, Apakah Aku bisa menjadi salah satu Pendampingnya nek. Apa nenek tahu, Lady Cristal orang yang sangat serius bahkan sangat suka menghilang begitu saja. " ucap Lars yang malah curhat ke neneknya.


"Hahahaha kau ini Leum. Jika Lady Cristal seperti mu, bukan nya Perang akan di gagalkan tapi sebelum Perang terjadi pasti sudah banyak peperangan karena sikapmu itu! Ingat lah pesan nenek, Mulai lah dewasa atau terpaksa nenek akan melakukan Ritual untuk mengambil semua kekuatanmu! " ucap Putri Sisilia dengan ancamannya.


"Baiklah Nek. " jawab Lars dengan lesu.



Kini Keduanya kembali ke Istana es, Lars ingin menemui Orang tuanya sebelum melanjutkan Perjalanannya kembali. Ntah setelah ini nyawanya masih di dalam raga nya atau tidak tapi Lars akan berjuang sekuat tenaga agar bisa menjadi pelindung Dunia.

__ADS_1


__ADS_2