The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Musuh Dari Dalam


__ADS_3

Sedang kan di Kerajaan Es, Pangeran Lars masih ikut berpatroli bersama pasukan nya diluar Istana tanpa mengetahui kedatangan Achela di dalam Istana nya.


"Salam Putri Sisilia. " ucap Achela.


"Master Achela? Salam untuk mu juga. " jawab sesepuh Putri Sisilia.


"Panggil saja Achela, Putri." Ucap Achela.


"Tapi selama ini semua memanggilmu Master dan hanya Tuan mu yang bisa memanggilmu nama, benar begitu bukan? " tanya Sesepuh Putri Sisilia.


"Baiklah. Aku kemari untuk melakukan tugasku, apakah sistem keamanan di Kerajaan ini sudah seperti yang Lady Cristal katakan? " tanya Achela.


"Tentu, Ayo berkeliling dengan ku. Melihat semua perubahan keamanan di Kerajaan Es. " ucap Putri Sisilia dan meninggalkan aula Kerajaan.


Bagaikan hewan peliharaan saja Achela sudah berjalan di bawah mengikuti setiap langkah Sesepuh Putri Sisilia, sambil mendengarkan apa saja sistem keamanan yang dulu dan yang sekarang, sedang kan para prajurit dan pelayan yang melihat itu merasa aneh dengan tingkah Sesepuh Putri Sisilia yang berbicara pada seekor kucing dengan keseriusan di wajah nya tentu saja tidak ada yang berani menegur apalagi menertawakan kelakuan Sesepuh Putri Sisilia kecuali berbicara pada hatinya masing-masing. Lorong demi lorong, kastil demi kastil sudah di jelaskan tanpa mempedulikan waktu yang sudah di lalui, dititik gudang senjata Sesepuh menunjukkan isi di dalam nya dan men jelaskan semua yang di katakan Lady Cristal sudah diterapkan dalam keamanan Kerajaan Es.


"Mari kita pergi Sesepuh Putri Sisilia. " ucap Achela.


"Tapi masih ada yang belum kau lihat master. " jawab sesepuh Putri Sisilia.


"Aku sangat lelah, kita lanjutkan setelah beristirahat. " ucap Achela dan berjalan dulu keluar dari gudang senjata.


*Mungkin seharusnya istirahat dulu pasti Master baru menyelesaikan tugasnya* batin Sesepuh Putri Sisilia.

__ADS_1


Akhirnya Putri Sisilia mengantarkan Achela ke salah satu kamar tamu dan membiarkannya istirahat, setelah kepergian Sesepuh Putri Sisilia barulah Achela menggunakan portal nya kembali memasuki gudang istana. Benar seperti dugaannya bayangan yang tadi tidak sengaja di lihat nya kini sedang sibuk menumpuk beberapa jenis senjata seperti pedang, tombak dan busur panah ke dalam sebuah peti yang berukuran lebih kecil dibandingkan peti tempat senjata aslinya.


Krieet.. (Suara pintu di buka, orang-orang di dalam gudang senjata kembali bersembunyi)


"Keluar lah kalian! Aku tahu kalian bersembunyi disini. " seru seseorang.


"Tuan, maaf kami kira Sesepuh Putri Sisilia yang kemari untuk mengecek kembali. " jawab seorang pria yang ikut mengumpulkan senjata.


"Wanita tua itu kemari? Bukankah patroli nya setiap malam hari. " gumam seseorang.


"Benar Tuan, ntah datang bersama siapa tapi ada yang mengajaknya mengobrol tadi. " ucap satu orang lain nya membenarkan ucapan temannya.


"Sudah lah! Selesaikan tugas kalian dan bawa itu ke markas, biarkan aku yang mencari tahu sisa nya dan untuk beberapa hari ke depan jangan masuki gudang senjata agar tidak seorang pun curiga. Paham!" Ucap seseorang itu dan kembali meninggalkan gudang senjata.


"Pergi lah istirahat kalian! Aku ingin menenangkan diri dan datang lah jika anggota Kerajaan yang memanggilku. " perintah pria itu dan melambaikan tangannya.


Setelah kepergian penjaga kamar nya, pria itu memasuki kamar nya dengan cepat menutup pintu nya seakan tidak boleh ada yang mengintip, untung saja Achela bisa menggunakan portal jika tidak sudah pasti tubuh mungil nya bertabrakan dengan pintu. Harum bunga melati begitu menusuk di hidung Achela, kamar yang sama luas nya dengan kamar istirahat nya tadi namun kamar ini bertebaran bunga melati yang masih segar, jendela yang tertutup rapat namun kamar diterangi lilin-lilin merah yang menyala dan pria itu sedang diam menghadap dinding di depannya.


"Bagaimana keadaan mu Cinta ku? Aku berharap suatu hari nanti kau melihat perjuangan Cinta ku, dan memilih ku dibandingkan pria itu! " ucap nya.


"Hanya untuk mu Aku rela bekerja sama dengan para pengkhianat, Rasa nya ingin sekali membawa mu lari dari Istana ini. Namun penolakan mu selalu menghalangi ku melakukan itu, tenang saja setelah ku pastikan Kerajaan ini hancur maka akan ku rebut diri mu dari pria lemah itu! " ucap nya lagi mengelus dinding depannya.


Setelah selesai mengungkapkan isi hati nya, pria dihadapan Achela merebahkan tubuh nya di tempat tidur penuh bunga melati, sesekali meraup nya dan menciumnya dalam seakan itu lah kehidupannya. Gadis yang cantik dengan rambut panjang yang terikat menjadi satu, alisnya yang sangat tipis dengan mata abu-abu yang menggemaskan, tubuh nya dibalut dengan pakaian berbulu Kerajaan Es. Ternyata lukisan gadis itu yang di ada di dinding, wajah yang tidak diketahui siapa namanya itu membuat Achela meninggalkan kamar dan kembali mencari pasukan pengkhianat lainnya. Namun di saat kembali ke gudang senjata sudah tidak ada satu pun orang di dalam nya, karena hal itu akhirnya Achela kembali ke kamar nya dan ingin berdiskusi hal ini dengan orang yang tepat. Sedang kan di luar Istana Es, Pangeran Lars baru saja menggagalkan perpindahan senjata yang tanpa sengaja melihat gerak gerik mencurigakan dari salah satu kelompok yang menggotong sebuah peti, 4 orang yang menggotong peti itu tiba-tiba saja terlihat gugup dan ketakutan saat melihat rombongan patroli Pangeran Lars sedang kan beberapa orang lainnya yang menggotong peti di belakang sudah melarikan diri terlebih dulu. Di saat Prajurit Pangeran Lars ingin memeriksa peti justru prajurit di serang dan pertarungan kedua kubu pun tak terelakkan hingga hanya tersisa 3 orang yang berhasil di tangkap dan sisa nya melarikan diri meninggalkan 2 peti di tempat, 3 orang ini terluka cukup banyak hingga tak sadar kan diri dan begitu pula prajurit nya yang bertarung.

__ADS_1


"Kalian diri kan tenda di Sana dan sisa nya bantu Aku membawa para prajurit yang terluka dan mereka bertiga ke dalam tenda yang sudah jadi. Seseorang pergi lah ke Istana panggil tabib kerajaan sekarang! " seru Pangeran Lars.


Prajurit yang tersisa sudah terbagi menjadi beberapa bagian, dan kini tenda-tenda sudah di diri kan seadanya, prajurit yang terluka sudah di obati dengan persediaan seadanya sedang kan 3 orang yang di anggap musuh hanya di biarkan begitu saja namun Pangeran Lars yang melihat semua prajurit nya enggan mengobati 3 manusia itu akhirnya turun tangan sendiri. Sungguh wajah ketiga nya itu sudah di penuhi lebam dan tetesan darah namun melihat keahlian bela diri dari ketiga nya sudah dapat dipastikan orang-orang ini adalah orang yang terlatih, lawan yang seimbang untuk para prajurit Kerajaan Es. Setelah selesai mengobati ketiga nya, Pangeran Lars memerintahkan untuk menjaga ketiga orang itu dengan ketat agar di saat sadar tidak ada yang melarikan diri.


"Senjata asli dan ini milik Kerajaan Es artinya mereka yang ada di balik hilangnya persenjataan akhir-akhir ini. Meskipun keamanan sudah di ganti sistem nya bagaimana bisa hal ini masih terjadi! " gumam Pangeran Lars setelah melihat isi peti.


𝙁𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠


"Jalur mana yang harus kita tempuh kali ini? " tanya Pangeran Lars yang baru selesai menghabiskan makanannya.


"Jalur Barat ke Utara Pangeran, disini ada sebuah desa yang bisa kita periksa juga. " jawab seorang prajurit yang memegang sebuah peta.


"Sebaiknya kita lewati jalur sebelumnya, Dari Selatan ke Timur dan baru kita ke Utara melewati lereng dan lembah ini. " ucap Pangeran Lars menunjukkan jalur yang di katakan nya.


"Tapi kita semua baru melewati Timur dan berhenti disini wilayah Selatan. Ini artinya kita kembali ke titik awal Pangeran. " jawab prajurit tadi.


"Tepat! Bukankah selama patroli jalur yang di lewati selalu sama, tapi laporan yang ku dapat selalu sama *Kerajaan kehilangan Senjata lagi dan lagi*.Aku lah pemimpin kalian disini, ikuti perintah ku! " perintah Pangeran Lars dan menghampiri kudanya meninggalkan prajurit nya yang hanya bisa pasrah menerima keputusannya.


Benar saja dugaannya, keamanan Kerajaan Es masih tetap di tembus meskipun sudah di ganti dan dengan tertangkapnya beberapa orang kali ini membuat Pangeran Lars harus segera menemukan pengkhianat Kerajaan, terlebih lagi senjata yang di ambil adalah senjata yang baru saja selesai pembuatannya bahkan masih belum di gunakan sekali pun.


...................


*Salam Lady Cristal, bisakah kita berdiskusi? * batin Achela.

__ADS_1


*Katakan Achela?* jawab Clara memejam kan matanya.


__ADS_2