
Setelah mendapatkan yang Starla inginkan, Starla kembali ke atas meninggalkan Gua dan Danau. Kedatangan nya disambut oleh banyak orang yang sangat dekat dengan nya, ada rasa khawatir jika apa yang di bawa oleh nya itu salah tapi melihat senyuman Kakaknya membuat starla kembali percaya diri.
Kini bukan hanya Ibu Suri, Raja Lucas dan Kakaknya Clara yang ada di di bangunan itu tapi Tunangannya Pangeran Lars dan temannya Pangeran Trish juga sudah bersama mereka. Ada rasa bahagia akhirnya bisa berkumpul kembali meski kebersamaan mereka untuk sebuah alasan.
"Kenapa kakak disini? Bukankah kakak tidak suka didekatku. " ucap Starla yang teringat kejadian sebelumnya.
"Maaf.Tapi tempat itu tidak baik untukmu. Sekali lagi maafkan kakak. " ucap Clara dan memeluk adiknya meski dalam pakaian yang basah.
"Nak pasti kakakmu memiliki alasan kuat , maafkan kakakmu nak. " ucap Ibu Suri mengelus kepala Starla.
"Ada apa ini sebenarnya? Kenapa Ayahanda tidak tahu apa yang sudah terjadi. " ucap Raja Lucas yang bingung.
"Baiklah aku maafkan tapi dengan satu syarat. " ucap Starla melepaskan pelukan.
"Katakan." Jawab Clara menggenggam tangan Starla.
"Berjanjilah padaku, Putri Africiana Lusca Armadeo tidak akan pernah meninggalkan atau Menghalangi Putri Alvira Starla Armadeo untuk berjuang bersama di dalam Badai yang akan datang! " ucap Starla dengan tegas.
Semua hanya bisa menunggu jawaban Clara dengan gugup, tentu mereka tahu Clara tidak akan membawa adiknya dalam bahaya tapi jika tidak menerima permintaan Starla maka pasti gadis itu akan mulai keras kepala.
"Sebagai seorang Lady Cristal Aku berjanji akan menerima bantuan dari Putri Alvira Starla Armadeo. Tapi sebagai seorang kakak, Aku Putri Africiana Lusca Armadeo akan menjalankan kewajiban sebagai seorang saudara yaitu Melindungi adiknya dengan jiwa dan raga. Apa Putri Alvira Starla Armadeo mau menerima janji ku ini? " ucap Clara menatap adiknya.
"Aku terima. Aku akan berusaha lebih baik dan kuat agar kakak ku tidak harus selalu melindungi ku. " jawab Starla dan memeluk Clara.
Rasa haru membuat keduanya lupa dengan keadaan, kini keduanya menjadi sama-sama basah, setidaknya keduanya semakin dekat dan memiliki kasih sayang yang sama-sama besarnya.
__ADS_1
"Berikan pada Ku kotak itu Starla. " ucap Clara yang melihat kotak disatu tangan adiknya.
"Tapi ka, seperti nya Aku salah mengambil Permata. Lihatlah ini ka. " jawab Starla memberikan kotak kepada Kakaknya.
"Permata kami tidak redup seperti itu, apa ini benar Permata Alam yang sama juga? " ucap Pangeran Lars dan Trish.
Dengan tenangnya Clara mengabaikan ucapan kedua Pangeran itu, dan menggenggam tangan Starla, Clara mengeluarkan aura nya. Langkah nya semakin ringan setelah mengeluarkan jiwa Murni nya, cahaya biru mulai menutupi menghiasi langkah Clara , Starla ragu melangkahkan kakinya meski tangan nya sudah digenggam Kakaknya.
"Ayo Starla, ini milikmu. Aku tidak bisa membawa ini bersama ku, tapi untuk bersatu dengan Permata Alam, Kakak harus membantu mu. Dan kita yang harus membangkitkan Permata ini, tidak bisa hanya Aku atau hanya kamu, Aku tahu Starla pasti bisa melakukan ini. " ucap Clara .
Mendengar hal itu Starla hanya mengangguk, kini Clara memberikan kotak pada Starla kembali. Satu langkah kaki Clara menyentuh Permukaan air di danau, terbentuk kelopak bunga demi kelopak bunga lain nya hingga sebuah cahaya biru membentuk bunga mawar dengan untaian garis bergelombang. Air danau tidak membeku namun Clara tetap tidak tenggelam, tanpa Clara tahu setiap keistimewaan juga diwariskan dari orang tuanya sedangkan Starla hanya mewarisi ilmu bertarung dari Ayah nya.
Meski pun Clara bukan seorang pewaris Kitab Suci,pada nyatanya Clara sudah memiliki kekuatan yang melebihi adiknya. Meski baru saja segel kekuatan nya dibuka, hal itu tidak membuat Clara sulit beradaptasi. Tapi berkat Keluarga terutama adiknya Starla lah kini Clara bisa menguasai ilmu bertarung dan juga mengendalikan element di dalam tubuhnya,kesabaran Starla yang mengajari dirinya tentang dunia luar, bagaimana adiknya itu melindungi sejak awal dalam perjalanannya menemukan jati dirinya.
"Ayo Starla, masuk lah bersama ku. " ajak Clara.
"Jangan Coba-coba melakukan itu! Fokuslah dengan Permata Alam. " ucap Clara yang bisa membaca niat hati adiknya.
Mendengar larangan Kakaknya , Starla hanya bisa tersenyum jail tapi benar yang di katakan Kakaknya harus menyelesaikan tujuannya terlebih dahulu. Clara membawa Starla ke tengah danau dimana jauh dari setiap Sisi, dengan satu hentakan kakinya Permukaan air membeku dalam jarak yang cukup luas meski tidak sampai ketepian. Clara melepaskan tangan nya dari tangan adiknya, mengambil Pedang Suci di pundaknya, Starla hanya bingung harus melakukan apa selain menunggu perintah selanjutnya.
*Perisai Cahaya Biru* ucap Clara.
"Letakkan kotak itu di tengah diantara kita . " perintah Clara setelah melindungi keduanya agar tidak ada yang mengganggu tugas nya itu.
Setelah meletakkan nya , Clara meminta Starla untuk menjauh dari kotak beberapa langkah, sedangkan Clara memulai tugas nya. Dengan gerakan lembut Clara mengayunkan Pedang Suci mengalirkan jiwa Murni dan element Cahaya Biru kedalamnya, ayunan Pedang dan tubuhnya menjadi sebuah tarian yang indah hingga perlahan garis-garis mulai tercipta mengikuti aliran Pedang Suci.
__ADS_1
Mencapai keseimbangan Clara menancapkan Pedang Suci di dalam air yang membeku dan menerbangkan Permata yang ada di Kotak itu dengan garis Cahaya Biru yang sudah tercipta, perlahan garis-garis itu beralih mengalir ke dalam Permata. Perlahan Permata itu mulai memiliki cahaya Biru, semakin lama semakin bersinar hingga Permata itu sudah menyerap semua garis-garis yang Clara ciptakan.
Perlahan Permata itu terbang mendekati Clara disaat bersamaan Clara mencabut Pedang Suci nya untuk membuat perisai, tujuannya hanya untuk membantu membangkitkan Permata bukan memiliki nya.
"Sekarang giliranmu Starla, Buatlah Permata Alam bersatu dengan mu. Tugas ku sudah selesai, berjuang lah. " seru Clara dan meninggalkan Starla dengan portal nya dan kembali Berkumpul bersama yang lain.
Permata Alam itu berusaha keluar dari perisai dan ingin mengikuti Clara namun perisai Cahaya Biru tidak akan hancur begitu mudah, Starla sungguh dibuat Pusing. Tiba-tiba Starla ingat memiliki Busur dan Panah yang ada dipunggungnya, mencoba mencari cara mengalahkan Permata Alam.
"Nak apa tidak apa-apa meninggalkan adikmu sendiri an? " tanya Raja Lucas memegang pundak Clara.
"Clara percaya Starla bisa melakukan ini Ayahanda. Biarkan Adikku memiliki kekuatan nya agar tidak lagi merasa kecil hati, Clara sudah memikirkan ini baik-baik. " jawab Clara dan memeluk Raja Lucas.
Panah itu sungguh ajaib, meski pun hanya ada satu tapi setiap kali panah diluncurkan akan menjadi hujan panah tapi panah sejati akan kembali pada Busur nya. Namun Permata itu seperti memiliki nyawa sendiri sehingga tak satu panah pun bisa mengenainya, hingga membuat Starla kesal.
Clara memejamkan matanya dan mengikat Permata dengan kekuatan nya, mendekatkan Permata itu pada adiknya, meski melihat wajah bingung adiknya tapi hanya ini jalan satu-satunya agar bisa melanjutkan tugas berikutnya. Dengan satu jentikan jari nya Clara melepaskan membuat lingkaran ikatan, satu tetes darah yang Clara tumpahkan terbang melewati Perisainya dan jatuh di atas Kepala Starla hingga Permata itu berhenti memberontak dan membuat lingkaran ikatan dengan Starla. Namun karena darah itu membuat Permata berubah warna, Permata memasuki tubuh Starla membuat Starla merasakan ribuan tusukan anak panah yang menguras kekuatan nya namun setelah tubuhnya menerima Permata Alam itu, perlahan tubuhnya menjadi lebih ringan dan sangat terasa aliran kekuatan yang lebih mengalir di dalam tubuhnya. Perisai perlahan memudar dan membuat Starla bisa kembali ke daratan, melihat air beku yang berpindah sesuai langkah kakinya Starla tahu itu semua karena Kakaknya.
Nafas Clara sedikit tidak beraturan setelah melepaskan ikatan nya dengan Permata Alam, wajah nya menjadi pucat. Trish yang melihat itu langsung mendekap Clara agar tidak jatuh atau terjadi hal lain nya, melihat Starla kembali dan tetap ber jalan di atas air membuat semua memandang ke arah Clara yang ternyata satu tangan nya masih mengeluarkan Cahaya Biru untuk adiknya.
Saat Starla sudah disamping semua orang, Clara jatuh tak sadarkan diri hingga membuat semua orang panik dan segera Trish mengendong Clara untuk kembali ke istana melalui portal Ibu Suri, Dengan hati-hati Trish membaringkan Clara dan membiarkan Ibu Suri memeriksa keadaan Clara.
Kini semua nya Berkumpul di kamar Starla yang sekaligus kamar Clara, menunggu kesadaran Clara kembali, karena setelah Ibu Suri memeriksa keadaan Clara yang ternyata menguras kekuatan nya untuk membantu Starla dan misi perjalanannya yang sudah pasti harus membuat gadis itu menggunakan kekuatan nya.
"Biarkan Clara beristirahat. Lawannya cukup menguras kekuatan nya, begitu banyak aura buruk yang harus dinetralkan oleh cucuku itu. " ucap Ibu Suri dan memberikan ramuan pada Starla.
__ADS_1
Menunggu Clara bangun, kini Ibu Suri menjelaskan apa saja yang terjadi pada Raja Lucas dan meminta Starla untuk memberikan ramuan untuk Clara, sedangkan Kedua Pangeran hanya bisa mendengarkan dan khususnya Trish yang hanya terpaku memandang wajah Clara berharap melihat pergerakan dari pujaan Hati nya itu. Namun tetap saja mata gadis itu setia memejamkan matanya dengan bibir pucat nya, andai bisa mengambil semua tanggung jawab Clara pasti dengan senang hati akan Trish lakukan asalkan pujaan nya itu tetap baik-baik saja.