The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Persahabatan Dan Misi Baru


__ADS_3

Seperti Takdir Pria bertudung yang baru melihat orang yang sangat dicintainya karena sebuah Kalung Liontin dari tempat para pendosa, tapi yang jadi pertanyaan adalah siapa yang mencuri liontin itu bertahun-tahun yang lalu Dan kenapa harus mencuri sebuah kalung Liontin yang dipakai seorang bayi, apakah pencuri nya tahu tentang kekuatan Liontin itu atau hanya sekedar ingin memiliki saja.


Setelah kembali ke dalam kedai pria ber tudung meminta semua orang yang datang bersama nya untuk berkumpul di satu kamar, pria ber tudung sudah menuliskan sebuah perintah di dalam gulungan kertas dan mengoper kertas itu ke setiap orang. Apapun keputusan pria ber tudung adalah untuk yang terbaik saat ini, tanpa menunda lagi pria bertudung memberikan gulungan kertas lain kepada pemilik kedai agar membantu tujuannya dan sang pemilik kedai tersenyum dan mengangguk.


.............


"Kalian akan aman dan bisa belajar bertahan di tempat ini , jika dimasa depan nanti ada yang mencoba menyakiti kalian maka kalian sudah siap melindungi diri sendiri. Percayalah aku akan memberitahu orang tua kalian jika kalian baik-baik saja, kalian bisa bertemu saat kalian bisa melindungi keluarga kalian. " isi catatan pria bertudung.


"Saya tahu anda orang kepercayaan Tuan itu,orang-orang yang bersama ku adalah korban penculikan dari Kawanan yang meresahkan belakangan ini tapi jika saya membawa mereka pulang mungkin akhirnya tidak akan baik. Ajari mereka bertarung untuk melindungi keluarga mereka nanti, ujilah mereka jika diperlukan tapi buat mereka tangguh hingga orang tidak meremehkan mereka. Saya harus melanjutkan tugas yang belum selesai. " catatan untuk pemilik kedai.


.............


"Kenapa baru sampai disini! Kenapa lama sekali? " tanya pria yang sudah bersedekap tangan menghadang pria bertudung di sebuah perbatasan hutan dan desa Mati.


"Sudah lah, apa mereka di tempat aman? " tanya pria bertudung.


"Iya seperti rencana kita, tapi kamu lama sekali! " ucap pria tadi.


"Hmm.Ayo kita pergi dari tempat ini! Dan jangan bertanya lagi. " ucap pria bertudung dan memasuki hutan diikuti pria satu nya.


Keduanya memasuki hutan dengan diam dan tetap waspada, keduanya masih menggunakan tudung agar menjaga identitas mereka. Perjalanan yang melelahkan bagi keduanya yang tidak memiliki kekuatan teleportasi, dari ketiga dunia hanya beberapa orang yang bisa menggunakan teleportasi atau memiliki portal nya sendiri.


*Perisai Air* ucap salah satu pria bertudung .


Sebuah aliran air yang deras ada di depan mereka, bebatuan yang besar melengkapi sungai itu, kini keduanya duduk di rumput samping sungai. Melepaskan sejenak rasa lelah setelah melakukan tugas berhari-hari tanpa beristirahat, mengambil nafas untuk langkah selanjutnya.


"Sekarang katakan pada ku alasanmu membagi dua kelompok para gadis tahanan? " tanya Lars yang sudah melepaskan tudung nya.


"Mudah saja, jika mereka disatukan pasti akan mudah menemukan jejak mereka, tentu aku tidak mau mereka tertangkap lagi hanya Karena kecerobohan kita. Dan masalah tempat yang aku pilih, aku memang sudah tahu tempat itu aman untuk mereka. Hanya saja jika kamu yang memasuki Desa Mati pasti tidak akan mau bersabar karena warga di Sana tidak mau berbicara tapi hanya menggunakan catatan untuk berkomunikasi.(Lagi pula aku juga harus mendapatkan jawaban dari pertanyaanku tentang Liontin yang ke temukan di tempat Tuan Penculik). " ucap Trish , dan lanjutnya di dalam batin.


"Baiklah aku percaya , sahabatku ini lebih mengenal dunia luar. Lalu bagaimana kelanjutannya sekarang? " tanya Lars.


"Kita akan kembali ke Istana masing-masing. " jawab Trish.

__ADS_1


"Apa kau serius? Apa misi ini sudah berakhir? " tanya Lars.


"Lakukan tugasmu untuk melindungi rakyat mu Lars! Coba fikirkan baik-baik, wilayah mana saja yang terjadi penculikan. " ucap Tris dengan tenang.


Hening sesaat....


"Benar juga, maaf aku sibuk memikirkan hari kemarin hingga lupa melihat semuanya. " ucap Lars menarik nafas dengan berat.


"Apa perlu ku antar pulang?" Tanya Trish.


"Hah emang aku anak kecil! " jawab Lars.


"Bukan, tapi Kau sudah tua haha. " ucap Tris dengan tawa nya.


"Awas kau ya! Hey mau kemana Kau...! " seru Lars mengejar Trish yang sudah meninggalkan tempat nya ber Baring tadi.


Sleez... Sleez... Sleez... (panah melesat dengan cepat mengarah pada Trish yang tidak disadari oleh nya itu)


Hiya.. (Lars mengejar Trish dan mendorongnya hingga Trish terjatuh diikuti Lars tapi panah satu panah menggores lengan Lars hingga darah segar membasahi jubahnya)


Keduanya bersiap untuk melawan penghuni Hutan tapi tiba-tiba sebuah cahaya muncul di depan mereka dan ada tangan yang menarik keduanya hingga penghuni Hutan hanya melongo melihat buruan mereka hilang begitu saja.


"Hey siapa yang main Tarik-tarik tangan ku! Akan Kupatahkan jika aku tahu! " seru Lars yang belum melihat dimana dirinya berada.


"Ouh rupanya ada yang mau aku Cincang ya! " suara lembut tapi penuh penekanan itu membuat Lars terdiam mematung.


"Starla, Maaf bukan nya begitu, aku tidak tahu jika itu kamu. " ucap Lars setelah melihat di samping nya adalah tunangannya sendiri, rasanya ingin sekali menenggelamkan tubuh nya agar tidak di lihat gadis nya itu.


"Awas Lars, nanti cincangannya terlalu kecil. " goda Trish berbisik di telinga Lars.


Lars hanya bisa melotot dan ingin men jawab pun tidak bisa, merasakan tunangannya yang masih geram padanya. Meski sudah memberikan senyuman termanis tapi tetap saja gadis nya itu terlihat kesal, sedangkan ibu suri yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepala nya karena tinggal cucu nya.


"Starla maafkan calon suami mu itu, ayo masih ada tugas yang lebih penting! " ucap Ibu suri menengahi keduanya.

__ADS_1


Meski tidak mendengarkan ucapan neneknya tapi Starla tidak mau egois hanya karena hal sepele, Ibu suri mengajak ketiga nya ke sebuah tempat rahasia yang di miliki oleh Starla, tempat persembunyian di balik dinding Ruang Senjata dan Pelatihan. Di tempat ini lah mereka berempat duduk di bawah mengelilingi meja yang tersedia, dengan ditemani secangkir teh kerajaan, Ibu suri yang sudah melihat ketiga anak itu tenang melanjutkan niatnya untuk mengatakan hal penting sebagai tugas berkut nya.


"Lihatlah Kitab ini dan dengarkan Nenek baik-baik kalian bertiga! " ucap Ibu suri penuh penekanan.


******


Kitab ini menjelaskan tentang Permata Alam yaitu Ketulusan, Kebaikan, Kejujuran dan Kesetiaan. Di setiap bentuk hanya memiliki satu arti, meski dari ke empat bentuk berwarna sama tapi kekuatan masing-masing berbeda. Permata Alam tidak pernah digunakan selama ini Karena hanya menjadi Benda Pusaka untuk menjaga kedamaian saja tapi menurut Kitab ini setiap Kerajaan memiliki Permata Alam meski tidak diketahui oleh banyak orang tapi ada seseorang yang sudah menyalah gunakan kekuatan Permata Alam, menurut Starla Permata Alam digunakan untuk membuat wabah di Bangsa Peri dan Clara serta Achela sedang mencari tahu Permata Alam itu. Tugas kalian adalah mencari dimana Permata Alam saat ini tentu di Kerajaan kalian masing-masing dan berhati-hati lah karena Permata Alam tidak bisa jatuh ke tangan yang salah apa lagi jika pergerakan kalian tercium salah satu musuh pasti akan ada yang menghancurkan pencarian kalian.


Ini lah gambaran Permata Alam yang harus kalian cari, temukan di tempat dimana tidak seorang pun berfikir tempat itu aman untuk menyimpan Permata Alam, Perhatikan baik-baik dan simpan di dalam fikiran kalian.



Permata Alam dari salah satu Kerajaan .


Tidak ada penjelasan di dalam Kitab ini Permata Alam warna apa yang ada di Kerajaan kalian tapi Disini hanya menjelaskan tentang kekuatan Permata Alam dari setiap warna. Pastikan kalian menemukan nya agar bisa melengkapi Tulisan Kitab ini dan tentang Clara pasti dia bisa melewati masalah nya diluar Sana.


*******


"Apa ada pertanyaan setelah semua yang kujelaskan? " ucap Ibu suri.


"Apa yang harus kami lakukan setelah mendapatkan Permata Alam? " tanya Trish.


"Simpan lah, disaat Clara kembali ke Istana. Nenek akan mengumpulkan kalian. " jawab Ibu suri.


"Baiklah nek. " jawab ketiga nya.


Ibu suri meninggalkan ketiga nya dan kembali ke dalam Istana untuk kembali menghilang ke tempat tersembunyi yang menjadi pintu Pengetahuan Baru baginya, sedangkan ketiga anak yang ditinggalkan ibu suri masih berbicara mengenai kabar masing-masing. Starla yang meluapkan kekesalannya atas tindakan kakaknya, hanya bisa ditenangkan oleh Lars sedangkan Trish yang mendengar hal itu merasa cemas memikirkan gadis nya. Trish tidak tahu jika Clara sedang bermain Petak Umpet dengan lawannya hanya untuk menghindari pertarungan yang tidak berguna dan membuang waktu.


....................


"Tuan kenapa kita seperti pencuri di tempat yang luas ini? " tanya Achela yang masih digendongan Clara.


Bagaimana tidak aneh jika Tuan nya itu bersembunyi di balik pohon besar untuk menghindari beberapa pengawal yang sedang memeriksa daerah itu, bukan nya lebih baik menyerang saja dari pada bersembunyi.

__ADS_1


"Untuk apa membuang kekuatan jika masih bisa menyimpan nya untuk nanti. " jawab Clara lirih.


Sungguh Achela ingin tertawa, Tuan nya ini seperti lupa siapa dirinya itu, Seorang Lady Cristal berjiwa murni yang tidak membutuhkan makan dan minum selama jiwa dan tubuhnya memiliki energi dan element nya tapi berbicara soal menyimpan kekuatan untuk nanti.


__ADS_2