
Dengan ketenangan yang setengah itu, Starla mengikuti setiap perintah Achela dalam diam meski masih terfikirkan semua yang baru saja terjadi, namun sekali lagi semua akan menjadi jelas diwaktu yang tepat.
wusshh.. (Achela membawa Putri Starla kembali ke Istana Langit dengan portal nya)
Setelah mengantarkan Starla kembali ke Istana Langit, Achela segera meninggalkan tempat itu dan melanjutkan tugas selanjutnya. Sedangkan disisi lain sosok tak kasat mata masih setia mengamati musuhnya dari jarak dekat, berkat ramuannya dirinya dengan mudah mendekati musuhnya.
"Sepertinya aku harus kembali ke gua untuk sementara waktu, ramuanku hanya tersisa sedikit. Tapi aku harus tetap mengawasi Iblis itu, bagaimana ini. " batin Rosea.
Sosok tak kasat mata akhirnya memilih kembali ke tempat tinggalnya selama bertahun-tahun untuk membuat ramuan demi misi nya yang masih sangat jauh dari kata berakhir dan meninggalkan Permaisuri Adreo yang selama beberapa hari ini hanya mengurung diri dikamarnya sesekali melempar barang-barang yang ada disekitarnya. Keadaannya yang semakin berantakan dengan melampiaskan kemarahannya tanpa berhenti membuat beberapa prajurit yang ada ditempat rahasianya itu tidak berani mendekati Tuannya, terlebih lagi mereka masih belum bisa menemukan tahanan Tuannya.
....................
"Ingatlah bahwa ikatan ini akan berakhir jika Tuanku meninggalkan mu. " ucap sang naga sebelum pergi meninggalkan wanita yang kini menjadi tuan keduanya setelah Tuan sang pewaris naga Hitam.
"**Maka pergilah sesukamu! Mulai detik ini, Kuputuskan Ikatan mu dengan Naga Hitam ku! " ucap Raja Dexter dan menggoreskan pisau di lengan Permaisuri Adreo.
Kedua Ucapan itu menari didalam fikirannya tanpa meminta persetujuan, seakan hanya Ucapan itu yang bisa didengarnya berulang kali.
"Argggh**... Si*l! Apa yang harus aku lakukan sekarang! " seru Permaisuri Adreo.
Bola Cristal Hitam yang menjadi tanda ikatan nya dengan Naga Hitam perlahan mulai memudar warnanya, pasti itu terjadi karena Raja Dexter sudah memutuskan ikatan nya. Bahkan setelah ritual waktu itu dirinya belum sekalipun melakukan sesuatu bersama Naga Hitam, kini bukan masalah tahanan yang kabur yang membuat nya menjadi tidak waras tapi karena Raja Dexter sudah memutuskan ikatan nya dengan Naga Hitam.
Kini ucapan Naga Hitam dan Raja Dexter berputar-putar didalam fikirannya, bahkan menghancurkan semua barang tidak membuat nya lega. Semua kenangan di Istana Langit, Di Istana Iblis membuat nya semakin muak, bahkan karena ketidak sabarannya membuat dirinya kehilangan dukungan satu-satunya yaitu Raja Dexter.
__ADS_1
"Aku harus membuat dia kembali lagi padaku, apapun caranya! Apa yang kumiliki saat ini tidak akan berguna untuk ku, Aku membutuhkan dia untuk kembali merebut Istana Langit. " ucap Permaisuri Adreo.
Setelah beberapa hari tenggelam dalam badai di hati dan fikirannya kini Permaisuri Adreo membersihkan dirinya untuk merebut hati sang mantan kekasih, wajahnya yang semula tampak menyeramkan akibat menggurung dirinya didalam kamar kini berubah menjadi segar kembali setelah berendam dalam air panas yang sudah bercampur dengan beberapa ramuan kecantikan.
"Hey kalian semua kemari! " seru Permaisuri Adreo setelah berdiri di pintu utama.
Tap... tap.. tap...
"Jagalah tempat ini sampai Aku kembali dan ya Satu lagi, Awasi para pelayan rendahan itu! Pastikan tidak ada yang berkhianat dengan ku! Paham! " ucap Permaisuri Adreo setelah memastikan semua prajurit setia nya berkumpul.
Kepergian Tuannya itu membuat prajurit yang tidak seberapa itu menjadi merasa lega, bagaimana tidak lega jika Tuannya itu selalu memperlakukan mereka dengan sesukanya. Mereka tidak berniat mengabdi menjadi prajurit Permaisuri Adreo, namun setiap prajurit yang tunduk di bawah perintah wanita itu memiliki alasan kuat untuk bertahan setiap dengan Tuannya yang tidak memiliki hati. Mereka hanya berharap dan berdoa suatu saat nanti kelemahan mereka akan menjadi kekuatan mereka meski untuk menunggu hal itu mereka harus mengeluarkan darah dan keringat hanya untuk memenuhi keserakahan dan keegoisan Permaisuri Adreo.
"Yuri apa kamu sudah menemukan dimana mereka? Aku sudah lelah menuruti semua hal gila dari Permaisuri Adreo. " ucap seorang prajurit yang paling tua.
"Sudah lah Ketua. Kita masih bisa bersama dan saling melindungi itu hal yang cukup, suatu saat nanti pasti kita bisa membalaskan dendam pada wanita itu. " ucap prajurit lain.
"Baiklah, Ayo kita lakukan keinginan wanita itu dan lanjutkan rencana kita dengan diam. Yuri kamu ikut bersama ku ke Istana Langit, kita lihat apakah pelayan rendahan yang di maksud wanita itu cukup tangguh atau hanya orang biasa yang tidak tahu apa-apa. Dan kalian harus waspada dan segera kabari kami jika ada hal penting. " ucap prajurit yang paling tua.
"Mari Ketua. " jawab Yuri.
Semua hanya mengangguk dan menyetujui perintah Ketua, meski prajurit itu hanya berjumlah 20 orang dan dari berbagai Kerajaan tapi semua prajurit ini memiliki kekuatan dan kemahiran dalam berperang. Semua prajurit ini di ambil paksa dengan sebuah ancaman nyata, sejak awal setiap prajurit sudah di tandai oleh Permaisuri Adreo.
Menjadi seorang istri sekaligus Permaisuri membuat Wanita itu bertemu banyak orang luar biasa, setiap pertemuan Kerajaan membuat wanita itu dengan mudah mendekati siapapun tanpa ada kecurigaan. Tidak seorang pun akan menyadari niat dan tindakannya yang sangat lembut dan rapi, mengumpulkan prajurit terbaik di setiap Kerajaan dan menjadikan mereka tahanan bebas.
__ADS_1
Dalam kurun waktu yang cukup lama akhirnya prajurit pilihannya bisa di genggam dan dikendalikan, tentu saja menghancurkan hati dan harga diri para prajurit terbaik tidak semudah membalikkan tangan nya namun dengan rencana liciknya semua menjadi mudah. Meski di mata Kerajaan semua prajurit itu sudah dianggap gugur didalam sebuah perang atau misi Kerajaan, setiap prajurit yang menjadi pelayan Permaisuri Adreo akan dianggap sudah tiada. Bukan tanpa alasan hal itu terjadi, karena Permaisuri Adreo selalu mendapatkan mangsanya dengan rencana matang agar tidak ada yang mencurigai tindakannya.
Dengan menguasai Keluarga yang menjadi pusat kehidupan para prajurit maka dengan sendirinya para prajurit itu rela tunduk di bawah kaki nya demi keselamatan Keluarga, tanpa mereka ketahui dimana dan bagaimana keadaan Keluarga mereka yang sudah hilang di telan alam.
...................
Tok... Tok.. Tok..
"Siapa yang mengganggu pagi indah ku . " batinnya.
Suara ketukan itu mengalihkan perhatiannya dari wajah manis di depannya yang masih terlelap, tidak ingin membuat pujaannya terbangun karena ketukan itu. Dengan berat hati kaki nya melangkah membukakan pintu kamar nya, disaat melihat prajurit yang mengganggu nya membuat hati nya merasa kesal namun wajah prajurit nya itu terlihat cemas.
Kriiet...
"Hmm.Katakan ada apa? " ucap nya setelah menutup pintu dengan pelan.
"Salam Yang Mulia. Diluar ada yang memaksa ingin menemui Yang Mulia. Bahkan beberapa prajurit sudah terluka karena menghalangi wanita itu memasuki gerbang dan...." ucap prajurit.
"Cukup! Apa kalian tidak bisa menghadapi satu orang saja? Ck! " seru nya dan pergi meninggalkan kamar nya mendekati sebuah jendela Istana yang memperlihatkan gerbang utama.
Dari tempat nya berdiri terlihat jelas siapa yang sedang membuat keributan di Istana nya pagi buta, rasanya memang wanita itu sudah tidak punya sopan santun atau pun harga diri lagi. Lihatlah sudah berapa banyak prajurit nya yang terluka karena menghalangi wanita itu, meski wanita itu masih berada diluar gerbang Istana nya. Sepasang tangan kini melingkar di perutnya membuat nya merasa tenang seketika, rasa aman dan kehangatan itu yang selalu menjadi penenang nya.
"Apa semua itu membangunkanmu? Pergilah istirahat lagi, biarkan wanita itu tetap disana! " ucap nya menggenggam tangan yang melingkar di perutnya.
__ADS_1