The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Tiga Kue coklat


__ADS_3

"Rasa sakit itu membuat mu lebih bahagia pada saat nya nanti, luka mu tidak akan hilang namun akan ada sinar baru yang membuat mu bersyukur. Ingat lah permintaan mu terakhir kali, berdoa lah Tuhan mengabulkan nya." jawab Clara dan kali ini terdengar seakan sebuah harapan yang nyata.


"Aku mengerti, bagaimana dengan Starla? " tanya Achela yang mulai mengendalikan perasaan nya dan menyadari jika saudari kembar tuan nya menjadi patung.


"Starla, pada waktu nya nanti. Takdir mu yang akan membawa mu kemari, ingatlah dengan janji mu. Mereka tanggungjawab mu bersama Achela." ucap Clara pada adik nya yang melepaskan sihir pembekuan pada adik nya dengan memberikan dinding perisai di antara kubah cahaya pelangi dan tempat kedua nya berdiri.


"Kakaaaaak! " seru Starla dengan wajah memerah.


Klik...


Dengan menjentikkan jari nya, Clara membuat Starla kehilangan suara nya yang membuat adik nya itu semakin marah dengan tatapan tidak terima atas perlakuan nya yang sesuka hati nya. Clara menarik tubuh Starla ke dalam pelukan nya, membiarkan tangan adik nya memukul dada nya selama yang Starla ingin kan.


"Maaf kan aku, tapi kakak membawa mu ke tempat ini hanya untuk membuat ikatan di antara kalian. Apa Starla mempercayai kakak? " bisik Clara dengan lembut yang membuat tindakan Starla berhenti.


Merasakan adik nya sudah kembali tenang, membuat Clara melepaskan pelukan nya dan menatap mata adik nya yang sudah tertuju pada nya. Tatapan yang sama dengan keceriaan dan juga semangat hidup yang selalu memberikan sinar harapan, Tuhan adil dengan membagi kedua saudara kembar itu sifat dan kepribadian yang saling melengkapi.


"Ambillah dan sentuh semua kue coklat ini." perintah Clara dan menggambil kue coklat dari ruangan tanpa batas nya.

__ADS_1


"Tapi untuk apa ka? Bukankah lebih baik aku makan saja. " tanya balik Starla dengan mata berbinar nya menatap kue coklat di tangan Clara tentu nya setelah terlepas dari sihir bisu kakak nya sendiri.


"Sentuh semua nya dan kakak pasti kan kamu mendapatkan setidak nya dua kue coklat setelah itu." perintah Clara tanpa menjawab pertanyaan adik nya.


"Baik ka, apa begini? " tanya Starla dengan mencolek satu kue coklat dan membuat jari telunjuk tangan kanan nya terkena coklat.


"Seperti ini." ucap Clara dengan mengambil tangan kanan Starla dan membimbing tangan itu untuk menyentuh semua kue coklat di atas piring.


Hanya seperti penggecekan kue keras atau lembut saja, setelah selesai, kini giliran Clara mengalirkan element cahaya biru nya dan menerbangkan piring di tangan kanan nya itu agar berpindah melintasi perisai milik nya dan menghilang ke dalam kubah pelangi. Hanya Clara yang bisa melihat apa yang terjadi di dalam kubah cahaya pelangi, sedangkan Starla sudah memanyunkan bibir nya kembali karena kehilangan kue coklat yang terlihat sangat lezat.


"Ka." panggil Starla dengan memelas.


Starla hanya fokus pada kue coklat yang menghilang dan tak menyadari butiran air mata yang mengalir dari kedua sudut mata kakak nya itu. Lelehan air mata tak berdaya menunjukkan kerapuhan di dalam jiwa seorang Lady Cristal, tanggungjawab nya tak sempurna meskipun berhasil menjadi seorang wanita dan istri seutuhnya. Dua kehidupan yang harus terasingkan dari pandangan mata nya menjadi pusat dunia baru nya, dunia yang akan tercipta ketika kehancuran dunia lama telah tenggelam dalam lautan darah.


Rasa takut di hati nya berganti rasa dingin, wajah-wajah yang selalu membayangi setiap jalan nya sungguh membuat sesak dengan rasa yang menusuk jantung nya. Namun semua hanya bisa mengikuti alur takdir yang telah di ubah dengan berbeda cabang dan juga persiapan, jiwa nya semakin menyatu bersama raga nya membuat Clara semakin kuat namun takdir tetaplah takdir.


"Ambillah." perintah Clara yang melihat tiga kue coklat terbang keluar dari kubah cahaya pelangi dan menembus perisai.

__ADS_1


Hap...


Tangkap Starla dan bergegas menangkap dua kue coklat dengan tangan berbeda, sedangkan kue coklat yang ketika langsung menghilang di saat ingin di tangkap. Di tatapnya wajah kakak nya yang ternyata hanya memberikan senyuman manis, tentu nya setelah menghapus jejak lelehan air mata nya.


"Kakak mengambil kue terakhir? " tanya Starla dengan mengalihkan pandangan ke tangan Clara yang bersedekap.


"Permintaan mu dua, jangan tanya kan kemana yang ketiga. Itu bukan hak mu. Sekarang nikmati kue coklat itu dan akan aku tunjukkan seperti apa kilas masa depan." ucap Clara dengan tenang.


Hanya sebuah anggukan dengan menikmati kue coklat dengan gigitan cukup besar, terlihat jelas wajah adik nya itu mengerutkan kedua alis nya. Sekali lagi menggigit kue coklat di tangan nya dan wajah nya kembali di tekuk seakan berfikir dengan keras, dan hal itu di lakukan hingga dua kue coklat habis tanpa menunggu waktu lama.


"Apa rasa nya berbeda? " tanya Clara dengan senyuman penuh arti menatap adik nya yang membalas tatapan mata nya dengan wajah bingung.


"Kue coklat itu sudah tidak sama seperti pertama aku membawa dan memberikan nya pada mu, kue coklat itu yang telah mengikat kalian. Jangan fikirkan hal ini, sekarang waktu nya untuk mu melihat kilas masa depan." jawab Clara dengan mengulurkan tangan kanan nya yang langsung di sambut baik oleh Starla.


Sedangkan di tempat lain, di sebuah tempat yang di penuhi oleh air biru dengan berbagai hiasan mutiara membuat tempat itu bersinar dengan keindahaan alam yang menakjubkan, terlihat empat orang tengah berkumpul dan membahas sesuatu hingga satu kue coklat muncul di antara ke empat orang itu.


"Ambillah kue coklat itu dan makan. Pergilah, dia sudah memberikan jaminan atas kehidupan kami." perintah seorang pria paruh baya dengan mahkota mutiara berpola bintang di atas kepala nya.

__ADS_1


"Apa aku harus kembali?" ucap seseorang yang hanya menatap kue coklat yang masih terbang di depan nya.


"Apa kamu tidak ingin melihat pertumbuhan anak mu? Jika tidak, tinggal lah di sini selama yang kamu mau dan biarkan dia menanggung semua sendiri." ucap pria paruh baya dengan mahkota di kepala nya yang terkesan seperti sebuah sindiran.


__ADS_2