The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Pesan Berdarah


__ADS_3

Setiap pemilik kekuatan sibuk menyelesaikan tanggung jawab nya masing-masing, bermandikan berjuta pertanyaan dengan segudang keraguaan.


Di dalam Kerajaan Api, ramuan yang di berikan oleh Clara perlahan membuat keadaan Ratu Alona membaik dan sudah sadarkan diri. Namun baru beberapa saat berkumpul bersama keluarga nya, Clara memerintahkan Pangeran Trish untuk segera kembali ke Desa Mati melanjutkan tugas berikutnya dan membiar kan Raja Azio, Ratu Alona dan juga Sesepuh Barbarus untuk melindungi Kerajaan Api. Tentu nya Clara sendiri yang mengantarkan Pangeran Trish dengan portal nya, karena sehebat apa pun Pangeran Trish masih belum mampu menggunakan Portal nya sendiri.


Di dalam Kerajaan Iblis, Raja Dexter setelah berhasil menemukan setitik cahaya langsung memberitahukan semua nya pada sang kekasih dan melanjutkan mencari kepingan-kepingan puzzle yang akan menyatukan sosok Tuan Muda Felix, seorang Pangeran yang terbuang di dalam keluarga nya. Di bantu dengan Cleo, keduanya mengumpulkan semua sejarah Kerajaan Iblis dan mencari informasi sebanyak mungkin.


Di dalam Kerajaan Langit, terjadi sedikit kericuhan akan tidak patuh nya beberapa rakyat yang tidak mau menerima Dekrit Kerajaan membuat Raja Lucaz menambah prajurit patroli di setiap Desa nya, Kondisi Kerajaan yang semakin memburuk dan hilang nya kedua putri nya itu semakin membuat Raja Lucaz gelisah. Sebuah kebenaran yang hanya di ketahui oleh anggota Keluarga, dimana setelah bangun nya Raja Lucaz dari sakit nya yang parah akibat racun mematikan membuat Raja Lucaz kehilangan seluruh kekuatan nya kecuali ilmu bela diri dan menggunakan senjata, bahkan element di dalam tubuhnya sudah tak bersisa. Raja Lucaz hanya lah seorang ayah yang biasa saat ini namun dirinya masih bersyukur karena masih bisa berkumpul bersama keluarga meskipun pada kenyataannya, kedua putri nya harus selalu menjauh demi tanggung jawab mereka. Beruntung masih ada Ibu suri yang memiliki kekuatan nya untuk melindungi dan mengawasi Kerajaan, sungguh situasi yang rumit karena Tahta yang harus segera memiliki pemimpin yang mampu melindungi Rakyat nya justru masih ada di pundak Raja Lucaz yang sudah tidak memiliki kekuatan apa pun.


Di Kerajaan Kegelapan, seorang pria yang selalu menikmati Kegelapan dimana pun dirinya berada kini mulai melancarkan tujuan nya kembali, semua hal yang di anggap tidak begitu penting akan di serahkan pada pengikut setia nya. Sang Raja Kegelapan tengah meninggalkan Istana suram nya menuju ke tempat jiwa nya inginkan, dimana sebuah senjata memanggil nama nya. Di Sisi lain ada seorang monster yang juga mencium aroma lezat dari senjata yang di incar Tuannya, membuat monster itu menerjang hutan dan pengunungan tanpa mengenal rasa lelah.


Di Kerajaan Es, masih seperti hari berkabung namun Achela selalu melakukan sesuatu secara diam-diam. Pangeran Lars yang kini sibuk menjadi seorang Raja di dampingi Sesepuh Putri Sisilia, dan Starla yang masih menyamar menjadi kakak nya Clara. Sedangkan Raja Yourin sendiri memilih untuk menyibukkan diri dengan pelayanan rakyat, dan nasib Naira menjadi seperti wanita di campakkan meskipun kini sudah menjadi istri sah seorang Raja Yourin.


Tak ada keributan ataupun hal lain nya setelah pemakaman Ratu Es yang hanya di ketahui oleh anggota Keluarga saja, Starla masih mencoba untuk menghibur tunangannya itu sebisa mungkin. Tanpa di sadari siapa pun seseorang telah merencanakan hal besar untuk mewujudkan tujuan hidup nya selama ini, tidak akan ada yang menyangka jika dirinya memakai topeng selama ini.


"Waktu nya sudah tiba Leum! Besok adalah giliran mu, sudah lama sekali aku tidak menikmati darah segar keluarga ku. Akan ku pastikan cawan persembahan ku terpenuni darah mu Leum." gumam seseorang.


Sreet.. tes.. tes.. tes..


Dengan darah yang segar, orang itu mengambil sebuah kuas dan mulai menggoreskan tinta darah pada lembaran putih, menunggu nya sesaat agar darah mengering dan menggulung nya bersama sebuah bunga mawar hitam berduri. Simpannya gulungan itu di dalam pakaian nya dan keluar meninggalkan tempat persembunyiaanya, dengan kekuasaan yang di miliki nya tak seorang pun akan melarang nya kemana pun dirinya melangkah.


Brugh..


"Maaf kan saya Yang Mulia. Saya tidak hati-hati." ucap Starla yang menabrak seseorang karena berjalan dengan cepat untuk kembali ke kamar nya.


Tanpa menjawab Starla orang itu berjalan meninggalkan Starla, hingga suara gadis itu kembali menghentikan langkah nya.


"Yang Mulia ini surat anda terjatuh." seru Starla yang melihat sebuah gulungan kertas di lantai dan berusaha mengambil nya.


"Jangan Sentuh! Jangan Ikut Campur!" bentak orang itu dan segera mengambil gulungan nya sebelum Starla mengambil nya.


"Aneh! Ada apa dengan nya? Sudah lah, Achela dan Pangeran Lars sudah menunggu ku untuk latihan, sebaiknya aku segera berganti pakaian dari ribet nya gaun ku ini." ucap Starla dan melanjutkan ke kamar nya.

__ADS_1


...................


Pelatihan Putri Starla dan Pangeran Lars sengaja sering di lakukan agar keduanya semakin mahir mengendalikan Permata Alam, dan itu sedikit mengalihkan kesedihan Pangeran Lars setelah kematian Bunda nya.


"Raja Lars, sebaiknya kita temui Ksatria Niel. Ada rahasia yang di sembunyikan oleh nya, tapi aku tidak bisa mengatakan itu pada mu. Jadi lebih baik kau tahu dari orang nya langsung. " ucap Achela setelah latihan.


Sedangkan Putri Starla akan selalu meninggalkan tempat latihan setelah selesai latihan, cuaca yang sangat dingin membuat gadis itu lebih senang duduk di dekat tungku perapian dan menikmati secangkir teh melati yang menenangkan fikiran nya.


"Tidak ada lagi yang perlu di tanya kan bukan? Jika memang ada rahasia pasti nya, orang itu sudah mengatakan nya." jawab Lars semaunya.


"Lakukan saja perintah ku, ayo kita temui dia." ajak Achela dan memegang tangan Lars.


Wushh...


Satu kata yang terucap anyir, ruangan yang semula selalu berbau melati kini berganti bau anyir darah, seketika mata Lars menelisih setiap inci ruangan yang samar-samar.


*Cahaya Emas* ucap Achela.


"Paamaan! Bannggun Paamaan! Apa yang terjadi ini." seru Lars mendekati sosok itu yang ternyata adalah Ksatria Niel.


Keadaan nya mengerikan, kedua tangannya terikat dengan kuku-kukunya sudah tercabut meninggalkan darah yang menutupi daging di jemari nya, lidah nya hampir seperti tertarik dengan mata nya yang melotot. Sekuat tenaga Lars mencoba membantu Ksatria Niel namun seperti nya pria itu sudah tidak sanggup lagi untuk bertahan, hingga akhirnya nafasnya meninggalkan raga nya. Belum hilang rasa terkejutnya atas kondisi Ksatria Niel, netra nya sudah menangkap sebuah kaki tidak jauh dari tempat terbaring nya Ksatria Niel.


"Huuuwek.Siapa yang melakukan hal sekejam ini dan bagaimana ini bisa terjadi.. Arrgh.." teriak Lars.


Bahkan di akhirnya hidup nya Ksatria Niel harus memiliki wujud yang menyeramkan, karena satu kaki nya sengaja di potong menjadi 3 bagian, terlihat ada remukan kaki bagian paha bawah dan telapak kaki tidak jauh dari tempat remukan sedangkan paha atas nya masih menyatu dengan tubuh sang Ksatria Niel.


"Lihatlah dinding itu Pangeran Lars! " ucap Achela mengarahkan cahaya Emas nya pada dinding yang di maksud.


...***Selamat Datang Persembahan Terakhir Ku....


...Esok Adalah Kematian mu!...

__ADS_1


...Raja Lars Calleum....


"Apa*** Ini? Siapa yang bermain-main di Kerajaan Ku." seru Lars dengan geram.


"Kita bicarakan nanti, sekarang urus lah pemakaman Ksatria Niel. Bagaimana pun dia tetap lah Kakak dari Bunda mu yang baru." ucap Achela.


Dengan berat hati Pangeran Lars mengikuti semua ucapan dari Achela, meskipun kini tanda tanya memenuhi hati dan fikiran nya. Memikirkan siapa yang bisa membunuh seseorang sekejam itu terlebih lagi masalah Istana sudah terkendali, namun masih ada kejadian yang tidak mampu di katakan sebagai kebetulan. Starla yang mendengar semua dari Achela langsung menemani Pangeran Lars untuk melakukan tanggung jawab nya dan mendukung pria itu agar tetap kuat melewati semua masalah yang menghadang.


Pemakaman yang dilakukan dengan pembakaran di belakang istana atas permintaan Naira, membuat Lars tidak mempermasalah kan itu, apa pun pertanyaan yang orang lain lontarkan bahkan tidak bisa Lars jawab karena memang dirinya tidak tahu siapa di balik semua ini. Pemakaman berakhir, Lars kembali ke kamar nya setelah melihat Starla keluar dari kamar, Lars langsung merebahkan tubuhnya yang sangat lelah dengan kejadian akhir-akhir ini.


Secangkir teh akan memberikan perasaan baik, dengan malas Lars menghampiri meja bulat tempat dirinya melepaskan penat dengan minuman favorite nya itu.


"Apa ini? Siapa yang menaruhnya disini?" gumam Lars melihat gulungan yang di ikat dengan benang hitam.


Dibuka nya benang hitam dan begitu gulungan terbuka , sesuatu terjatuh di bawah meja dan Lars mengambil nya sebelum melihat isi dari gulungan itu.


"Mawar hitam dan ini masih memiliki duri, Apa isi gulungan kertas ini." ucap Lars meletakkan bunga mawar hitam berduri di meja dan membuka gulungan dengan kedua tangan nya.


...******...


...Pergi lah Ke Pohon Oak Keramat Malam ini! ...


...**Datanglah Pada ku tanpa seorang pun di Sisi Mu**!...


...**Atau**...


...Nyawa Tunangan Mu Sebagai Ganti Mu!...


...Pemilik Cawan...


"Lagi-lagi darah yang di gunakan, siapa pun kamu pasti aku tidak akan membiarkan mu melukai keluarga ku lagi! " batin Lars dan meremas gulungan kertas di tangannya dan mematahkan Bunga mawar hitam berduri.

__ADS_1


__ADS_2