The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Meditasi *Penyerangan*


__ADS_3

Dengan tenang Clara meninggalkan tempat Starla dirawat, diikuti oleh Trish. Sebuah dinding yang memiliki ukiran taman bunga menghiasi dinding sepanjang lorong itu, semakin masuk ke dalam hingga ujung lorong itu tidak memiliki jalan lain selain dinding didepannya.


"Ini buntu Clara, Bukankah seharusnya kamu diobati Pendeta? " tanya Trish yang menatap depan.


"Diamlah! " jawab Clara dan menarik tangan Trish untuk berdiri di sampingnya.


Deg, rasanya sungguh tidak percaya Clara menariknya untuk berdiri disampingnya, rasanya ada kupu-kupu terbang di hati nya, apakah mimpi gadis itu mau berdekatan dengannya. Trish masih sibuk dengan perasaan terkejut dan bahagia nya hingga tanpa disadari Kini kedua nya sudah di tempat lain. Clara melepaskan tangan nya dari Trish dan berjalan ke tempat tujuannya, kilauan cahaya menerpa jernihnya air yang begitu tenang dan menggoda. Kehadiran nya sudah dinanti oleh pendamping nya, terlihat Naga Suci sudah membuka matanya dan membuat perisai ditempat itu untuk dirinya.


"Hei, Dimana kita? Dan kenapa Naga Tlecxitly Belenda ada disini? " tanya Trish setelah bangun dari lamunannya dan melihat di dalam gua yang memiliki ketenangan itu.


"Ini rumahnya, sopan lah! " ucap Clara dengan penuh penekanan.


"Apa! Selama ini Naga mu tinggal disini Clara? " tanya Trish seakan baru tahu.


"Hmm.Tempat ini sudah diberikan perisai. Tapi akan ada bahaya yang selalu menghampiri, aku harus memulihkan kekuatan ku dengan meditasi. Apakah aku bisa menyerahkan perlindungan ku kepada mu Trish? " tanya Clara yang masih menenangkan Naga nya.


"Dengan sepenuh hati, jiwa dan raga Tuan Putri. Aku Pangeran Trish Illarion akan melindungi Tuan Putri Clara. " jawab Trish membungkukan setengah badannya.


"Ingatlah, terkadang ilusi mampu mengecoh mu. Tetaplah tenang dan bertindak bijaksana. " ucap Clara yang melepaskan Pedang Suci nya dan menancapkan nya ke tempat seharusnya.


*Muncullah* ucap Clara memejamkan matanya dan mengulurkan tangannya ke depan. Sebuah Kitab, yah Kitab Suci kekuar dan kini berada di genggaman tangan Clara, Clara meletakkan buku itu di atas Pedangnya tanpa perlu takut jatuh. Perlahan Clara meninggalkan miliknya dan berjalan ke air ketenangan, Trish tidak paham kenapa Clara meninggalkan Semuanya dalam satu kali jangkauan.


"Tunggu! Apa yang akan kamu lakukan Clara? " tanya Trish yang melihat Clara semakin mendekati air.


"Meditasi.Apapun yang kulepaskan, banyak mata menginginkan itu. Lindungi milikku maka aku akan baik-baik saja, ingatlah itu. " jawab Clara dan langkah kaki nya menyentuh air itu namun kehadirannya diterima hingga air itu tidak menenggelamkan dirinya.


Trish hanya semakin kagum saat melihat Clara dengan tenangnya berjalan diatas air dan saat mencapai titik tengah perjalanannya berhenti dan mulai duduk menyilangkan kakinya, menaruh tangannya terlipat di depan dada, Menetralkan pernafasan nya. Perlahan tercipta pusaran air yang semakin lama menciptakan dinding dan menyelimuti Clara, Clara seperti patung didalam Kuncup Bunga air. Tapi ketenangan yang Clara tunjukkan membuat Trish tidak jadi khawatir, menjaga sang Pujaan tentu menjadi kebahagiaan sendiri tapi satu pertanyaannya masih belum terjawab, Kenapa Meninggalkan Kitab Suci, Pedang Suci secara bersamaan dan Naga Tlecxitly Belenda seakan gelisah, bahkan Naga itu seakan tidak bisa meninggalkan tempatnya saat ini karena untuk melindungi apa yang ditinggalkan Clara karena meditasinya.


........


"Apa kau yaqin aura itu dari gua itu? " tanya seorang pria bertopeng.


"Tentu Tuan. Lihatlah itu Tuan. " jawab seorang prajurit dan menunjuk ke arah langit diatas gua.


Sebuah awan putih yang lembut tidak bergerak sedikit pun dari sana, seperti menaungi gua itu dan perlahan ada pelangi yang mulai menunjukkan wujudnya.


"Siapkan semuanya. Kita akan menyerang sekarang! " perintah Pria bertopeng itu.


"Baik Tuan. Tapi apa tidak sebaiknya memberikan kabar pada Raja tentang hal ini? " tanya prajurit itu.


"Raja akan murka jika kabar ini diutarakan tanpa kemenangan. Pasti prajurit yang ada saat ini sudah bisa mengalahkan yang disana. " jawab pria bertopeng itu dengan mengibaskan tangannya agar perintahnya segera di lakukan.


Trish yang masih setia memandang kuncup Bunga air itu tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang tidak beres, bahaya sedang mengintai di sekitar tempatnya. Sebagai seorang Ksatria dan Pangeran tentu waspada dan instingnya sudah diasah, firasat dan pendengarnya semakin tajam dan benar saja Naga Tlecxitly Belenda terlihat semakin khawatir namun tetap tenang melindungi Pedang Suci dan Kitab Suci yang melayang di atas Pedang Suci.


Dengan sigap Pangeran trish mengambil pedangnya dan bersiap dengan apapun yang akan dihadapinya, sedangkan di luar gua sekelompok prajurit yang hanya berjumlah 100 prajurit dan seorang komandan bertopeng sudah mengepung gua itu. Tanpa menunggu lama sang komandan memberikan isyarat kepala prajurit terdepan untuk memasuki gua, namun sebaris prajurit yang hendak melangkahkan satu kakinya ke bibir gua tiba-tiba.

__ADS_1


Duarr...


"Argghhh." suara terkejut dan sakit akibat mencoba memasuki gua itu, prajurit terdepan akhirnya terpental dan seperti terkena ledakan.


"Si*al! Rupanya semua sudah diperhitungkan. " umpat pria bertopeng yang kesal namun tidak peduli dengan prajurit yang terluka.


"Singkirkan mereka! " perintah Pria bertopeng memberikan isyarat melalui gerakan tangannya kepada prajurit lainnya.


*Panah Api* ucap pria bertopeng itu dan seketika tangannya sudah memegang Panah yang memiliki benang api.


"Akan kutunjukkan siapa yang hebat. " gumam pria bertopeng dan mengarahkan panahnya ke depan.


Duarr


Duarr


Duarr


"Wah wah masih belum hancur juga." ucap pria bertopeng itu yang sudah melepaskan panah api nya beberapa kali tapi masih tidak menghancurkan perisainya.


*Petir Panah Api* ucap Pria bertopeng .


Duuuaarrr..


Ntah apakah itu perasaannya atau memang gua yang dimasukinya seperti tidak berpenghuni, namun aura nya jelas mengatakan hal berbeda. Gua itu seperti kegelapan, namun tanda yang dilihatnya tadi itu benar adanya, lalu kenapa Gua yang memiliki perisai dengan kekuatan ternyata hanya kesunyian dan kegelapan.


"Lapor Tuan. Seperti nya ini hanya jebakan. Gua ini tidak memiliki kehidupan. " ucap seorang prajurit yang baru kembali setelah mengelilingi Gua.


"Ada yang salah, sepertinya permainan baru dimulai. " batin pria bertopeng dengan senyuman penuh arti.


"Kembali lah dengan semua prajurit. Aku akan kembali nanti. " perintah pria bertopeng itu dan mulai menyisiri gua itu perlahan.


Semua prajurit keluar dari gua meninggalkan komandan mereka dan kembali ke tempat semula untuk membantu prajurit yang terluka tadi, sedangkan pria bertopeng masih mencoba mencari titik terang.


Tik.. Tik.. Tik..


"Suara air yang menetes. Seperti nya aku harus menggunakan sihir ku. " gumam pria bertopeng itu.


*Api Keabadian* ucap pria bertopeng itu dan bola api tercipta ditelapak tangannya.


Wush..


Duarr..


"Akhirnya, Aku menemukan nya. " ucap pria bertopeng setelah bola api nya membakar ilusi yang di ciptakan Trish.

__ADS_1


" Berhenti! Pergilah dari sini! " seru Trish yang berdiri dibelakang Pria bertopeng itu.


"Hahaha.Jika tidak , Lalu apa? " jawab Pria bertopeng dan berbalik ke arah Trish.


"Apa yang kamu inginkan?tidak akan kubiarkan menyentuh nya meski sedikit pun. " ucap Trish dengan senyuman iblisnya.


"Sungguh manusia terbodoh! Kekuatan mu tidak sebanding denganku. " seru pria bertopeng itu dengan mengacungkan jarinya ke Trish.


Trish tidak menanggapinya, Trish cukup tahu seperti apa kekuatan pria bertopeng didepannya ini, saat merasakan ada yang tidak beres langsung Trish membuat perisai di dinding gua dan dalam gua. Trish menciptakan ilusi layaknya gua itu tidak berpenghuni dan pada akhirnya Trish bisa mengetahui kekuatan musuhnya saat ini, yah Pria bertopeng itu memang memiliki kekuatan yang tangguh namun tugasnya melindungi amanah dari Pujaan hatinya. Dan janjinya harus terpenuhi meski nyawanya menjadi taruhan, sedangkan pria bertopeng meremehkan Trish tanpa tahu seberapa kuat lawannya, baginya dirinyalah yang paling kuat setelah Rajanya di dunia ini.


*Panah Api* pria bertopeng langsung meluncurkan panahnya ke arah Trish.


Hap..


*Cahaya Api* ucap Trish melemparkan cahaya merah ke arah Pria bertopeng itu setelah melompat menghindari panah api.


Wush..


*Petir Panah Api* ucap pria bertopeng.


*Perisai Api* ucap Trish.


Petir Panah Api menghilangkan perisai Trish namun tidak menyentuh Trish sedikitpun karena hancur bersama perisai Api.


"Tidak mungkin. Awas kau! " seru pria bertopeng mengambil pedangnya dan berlari ke arah Trish.


Trang.. Trang.. Brugh.. Wush.. Trang


Kedua pedang saling bertarung, kadang menghindar, kadang menerjang. Keduanya hampir seimbang, tanpa mereka sadari meditasi Clara hampir selesai, Kuncup Bunga air itu semakin menghilangkan sosok Clara dan menambah kelopak Bunga air di setiap waktu.


"Si*al jika aku tidak segera mengambil Pedang itu, kekuatan ku pasti habis. " batin pria bertopeng yang sepersekian kehilangan fokusnya.


Sreet.. Auw..


"Awas kau! " seru pria bertopeng yang terluka lengannya langsung menyerang Trish semakin brutal.


Hap.. Wush..


Trish mencoba menghindari serangan berantakan itu hingga dirinya terpojok.


"Haha mau kemana kau! Ma*ti! " seru pria bertopeng mengarahkan pedang nya ke Trish.


Trang..


Trish menahan pedang itu dengan pedangnya, setidaknya Trish semakin menjauhkan pria bertopeng itu dari tujuannya. Yah tanpa disadari oleh pria bertopeng itu, Trish membawa dirinya menjauh dari tujuannya memasuki gua. Ntah sadar atau tidak kini Trish sudah hampir membawa pria bertopeng itu keluar dari gua, amarah lawannya yang merasa dipermainkan memudahkan Trish mengecoh pria bertopeng.

__ADS_1


__ADS_2