The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Rahasia dibalik Rahasia


__ADS_3

Banyak orang berlalu lalang tanpa saling menyapa dipusat perbelanjaan, kedai-kedai yang menjajakan berbagai makanan minuman dan hal lainnya seakan hanya seperti pajangan. Seperti nya ditempat ini tidak ada orang yang mau berbicara sedikitpun, setiap transaksi dilakukan dengan sebuah catatan atau bahasa isyarat.


Sekelompok laki-laki memasuki tempat itu dan menghampiri sebuah kedai untuk menghilangkan rasa lapar dan haus, semuanya duduk dibeberapa meja Karena tempat itu tidak menyediakan meja panjang atau besar yang ada sebuah meja bundar yang hanya bisa menjadi 4 kursi menghadap ke meja itu.


"Permisi pak, kami mau pesan. " ucap seorang pemuda yang paling tinggi diantara lainnya dan memakai tudung yang menutupi sebagian kepala dan wajahnya.


Orang-orang yang mendengar sebuah suara langung menghentikan langkah dan kegiatan apapun yang mereka lakukan, beralih menatap asal suara dan meamandangi orang itu dengan tatapan tajam. Merasa dirinya diperhatikan tetap tidak membuat dirinya salah tingkah, hingga sang pemilik kedai menghampiri nya dan memberikan sebuah catatan.


*Peraturan Desa Mati*


1.Suara adalah musuh terbesar.


2.Mata harus tertutup.


3.Bahaya isyarat dan tulisan yang utama.


Pria yang bersuara tadi memberikan catatan dari pemilik kedai kepada teman lainnya, dan setelah semuanya membaca catatan itu dikembalikan ke pemilik kedai.

__ADS_1


°Silahkan tuliskan pesanan tuan-tuan disini, saya akan menunggu di dalam. Berikan pada saya setelah semuanya memesan. Permisi° ucap pemilik kedai di dalam sebuah kertas gulungan yang sudah menjadi beberapa potong kertas.


Pria ber tudung mengoper kertas itu ke setiap orang hingga kembali padanya dan menyerahkan pada pemilik kedai di dalam pondok yang menjadi kedai dan kembali ke tempat duduk menunggu pesanan.


Sedangkan di dalam Istana Langit Ibu Suri sedang mencoba membantu Starla menemukan apa yang seharusnya tersimpan di dalam Istana juga. Keduanya sibuk berkeliling Istana hingga menghabiskan waktu berhari-hari tapi tetap saja tidak menemukan apa yang dicarinya.


"Nek bagaimana ini, apakah tidak ada yang membicarakan tentang Permata itu selama ini? Rasanya tubuhku sudan remuk, bahkan sekarang Sisi Istana yang tidak pernah aku datangi harus aku susuri dengan teliti. " ucap Starla yang bersandar di tembok Istana Timur.


"Jangan mengeluh! Kau ini masih muda gampang sekali menyerah! Coba nenek ingat-ingat dulu... " ucap Ibu Suri dan berfikir.


Setelah satu jam berlalu...


Wush...


Terpaksa Ibu Suri mengunakan portalnya untuk membawa Starla ke kamarnya dan membiarkan cucunya itu istirahat, sedangkan dirinya akan kembali melakukan pencarian lagi. Ada sebuah tempat tersembunyi di dalam Istana yang sudah lama terlupakan, tempat dimana masa kebersamaan nya tertawa bahagia bersama suami nya. Tempat itu menjadi saksi kisah sepasang kekasih dari dua ras berbeda, seorang Pangeran dan seorang Putri buangan. Pangeran itu adalah suami nya yang sudah tiada yaitu Armadeo dan Putri buangan itu adalah dirinya Ibu Suri Valera Armadeo, keduanya disatukan Karena takdir, dimana sang Pangeran jatuh cinta Karena ketulusan dan kebaikan hati sang Putri buangan. Tidak peduli akan status sang Pangeran menjadikan Putri buangan itu sebagai permaisuri hati, jiwa, raga dan Kerajaannya.


Padang bunga yang begitu luas membentang di sisi belakang Istana, di dalam padang itu memiliki sebuah tempat tersembunyi. Tidak seorang pun tahu jika ada kekuatan yang melindungi tempat tersembunyi itu, kini Ibu Suri memasuki tempat tersembunyi itu dengan senyuman yang sangat manis.

__ADS_1


Udara sejuk menyambutnya dengan kicauan burung yang merdu, awan putih yang menyelimuti seluruh Langit,pohon-pohon berdaun merah hati dengan bunga putih bercahaya dan Pelangi yang membentang layaknya sebuah perosotan . Suasana yang masih sama, sudah lama Ibu Suri tidak datang ke tempat tersembunyi itu, ditengah mengenang semuanya ada seekor elang terbang kearahnya.


Ibu Suri mengulurkan tangannya, dan dengan santai elang itu mendarat di tangan Ibu Suri, sungguh ada rasa bahagia ketika melihat wanita yang dulu biasa menemaninya itu . Tentu Ibu Suri tahu apa yang dirasakan elang itu Karena elang itu juga peninggalan suami nya tapi ada alasan tertentu hingga sebelum meninggal dunia sang suami berpesan agar apapun yang ada di tempat itu tetap disembunyikan hingga Takdir berakhir akan ada yang membutuhkan tempat itu untuk kebaikan maka disaat itu semua mata akan melihat betapa kuatnya sang Elang.


"Aku datang untuk menemuimu dan tunjukkan padaku tentang sebuah Permata , Pasti kau tahu apa yang Aku cari. " ucap Ibu Suri menatap sang Elang.


Elang itu terbang dan berdiri didepan Ibu Suri cukup jauh hingga perlahan tubuhnya membesar hingga menjadi Elang raksasa dan menunduk memberikan isyarat agar Ibu Suri ikut terbang bersama nya. Baru pertama kali Ibu Suri melihat elang itu berubah wujud, mungkin ini yang dimaksud oleh suami nya, Elang itu bisa menjadi senjata dan dimanfaatkan jika jatuh ke tangan orang yang salah.


Ibu Suri hanya bisa mengikuti isyarat sang elang dan ikut terbang menuju pelangi yang semakin terlihat jelas warnanya, Elang itu terbang dengan santai mengikuti warna pelangi yang berujung pada awan putih. Disaat sudah memasuki awan putih Ibu Suri bisa melihat sebuah Istana mungil yang hanya seukuran dua kamar Milik nya, Istana itu seperti sebuah menara. Bahkan dari tempat Ibu Suri bisa terlihat jika Istana itu adalah sebuah perpustakan dan senjata-senjata, sang Elang yang menurunkan ibu Suri di depan Istana langsung turun dan memasuki tempat itu sedangkan sang elang duduk menunggu di awan putih.


Jejeran kitab dan buku kuno tersimpan rapi dan bersih seakan selalu ada yang membersihkan tempat itu, tapi siapa yang bisa datang ke tempat tersembunyi itu apalagi di dalam nya masih banyak yang tersembunyi seperti Istana itu. Akhirnya Ibu Suri membaca buku dan kitab satu persatu meski menghabiskan banyak waktu tapi Ibu Suri tetap fokus mempelajari setiap halaman demi halaman.


.............. ...


Sedangkan di kedai pria bertudung sedang melakukan negosiasi untuk sebuah informasi yang dibutuhkan, bahkan harus menghabiskan gulungan kertas yang banyak hingga akhirnya sang pemilik kedai lelah menulis.


"Ikut lah denganku! Tapi hanya anda saja, biarkan yang lain menunggu! " catatan terakhir sang pemilik kedai.

__ADS_1


Pria bertudung hanya mengangguk dan memberikan isyarat kepada yang lain untuk menunggu, sebelum mengikuti pemilik kedai, pria bertopeng mengambil semua gulungan kertas yang tadi digunakan dan menyimpannya di dalam jubahnya.


Pemilik kedai memasuki pondok nya lebih ke dalam melewati beberapa kamar penginapan dan berhenti di kamar terakhir Sisi kiri, memasuki kamar itu dan menutupnya setelah pria bertudung ikut masuk.


__ADS_2