
Perjalanan cukup memakan waktu namun melewati jalan pintas akan mempersingkat waktu, Di sebuah persimpangan sebelum memasuki wilayah Kerajaan Api pengawal nya sudah menunggunya seperti perjanjian awal, setelah pesta di Kerajaan iblis keduanya sudah sepakat berpisah untuk lebih mendapatkan banyak informasi dari wilayah setiap sudut.
"Bagaimana hasilnya? " tanya Pangeran Ilarion setelah sampai ditempat pengawalnya menunggu.
"Tidak begitu banyak. Kabar terakhir yang kudapatkan Raja Iblis keluar Istana tanpa pengawal satu pun. Dan itu sudah menjadi kebiasaan Raja sendiri. " jawab pengawal itu.
"Baiklah.Ayo masuk ke Kerajaan. Yang Mulia pasti sudah menunggu. " ajak Pangeran Ilarion sambil berjalan terlebih dulu.
............. ...
"Anakku Trish, kamu akan menjadi penerus Kerajaan Api dan menjadi Seseorang yang memiliki takdir Cukup Luar Biasa kelak. Belajar lah dan Buat dirimu menjadi seorang Pangeran yang bijaksana untuk semua orang. " nasehat seorang ayah pada putra yang yang baru saja mengajari putra nya berlatih pedang untuk pertama kalinya.
"Aku akan selalu mendengarkan Ayah. Ayah yang terhebat. " jawab anak kecil berusia 5 tahun.
"Yang Mulia.Apakah ini tidak terlalu dini untuk putra kita? " tanya seorang istri pada suaminya.
"Tanggung jawab kita sebagai Pemimpin Kerajaan Ini dan Tanggung jawab Putra Kita untuk masa depan. Percayalah pada takdir, Permaisuri Alona kamu harus menjadi kuat dan ikut melatih Pangeran Ilarion Trish. " ucap Sang suami yang menasehati istrinya sebagai seorang Raja yang bertanggung jawab.
"Baiklah Raja ku. Akan ku berikan ilmu pengetahuan ku untuk Putra tunggal Kita." jawab Permaisuri Alona.
" Bunda, Ayah? Apa kalian melupakan aku disini? " rajuk sang anak dengan mimik wajah memelas.
"Kemarilah Trish. Kamu selalu menjadi hidup kami. " ucap sang ibu yang membentangkan tangannya agar anaknya mau memeluknya.
Pangeran Ilarion Trish yang masih kecil dengan senang hati memeluk ibunya dan sang ayah pun juga ikut memeluk dunia nya, kebahagiaan kecil yang selalu ada sejak dulu. Meski rasa khawatir akan masa depan membuatnya harus siap dengan segala kemungkinan. Sebagai seorang Raja, tentu tanggung jawab atas kesejahteraan warga dan setiap umat manusia adalah prioritas nya. Pangeran Ilarion Trish yang sengaja dilatih sejak dini termasuk sebagai tanggung jawab nya, bagaimana pun Kerajaan yang dimilikinya saat ini akan menjadi milik Putra nya suatu hari nanti.
...............
"Salam Yang Mulia Raja Azio. " ucap Pangeran Ilarion setelah sampai dikamar sang Ayah dan melihat ayahnya sedang sibuk dengan surat-surat Kerajaan.
"Kamu sudah pulang nak? Salam untukmu juga Pangeran Trish. " ucap Raja Azio setelah sesaat mengangkat wajahnya untuk menatap Putra nya.
"Iya Yang Mulia. " jawab Pangeran Ilarion dengan lembut.
__ADS_1
"Kemarilah nak. " ucap Raja Azio yang sudah menghentikan tugasnya dan memeluk tempat duduk disebelah nya.
"Bagaimana kabar Ayah dan Bunda? " tanya Pangeran Ilarion setelah duduk disebelah ayahnya.
"Kami baik nak. Bunda pasti sibuk dengan mengatur kamarmu.Bagaimana perjalanan mu? " ucap Sang Raja Azio.
"Tidak seperti yang dibayangkan, tapi beberapa hal terjadi dan pasti semua itu ada kaitannya. " jawab Pangeran Ilarion.
"Ceritakan secara rinci agar Ayah bisa paham nak! " perintah sang Ayah.
Dengan tenang Pangeran Ilarion menceritakan semuanya dan termasuk pertemuan nya dengan Putri Starla, sang Ayah mendengarkan dengan baik setiap kata dari Pangeran Ilarion.
"Cari tahu siapa kekasih Raja iblis dan tentang gadis itu! Bunga kematian dibutuhkan untuk membuat racun mematikan atau membuat penangkal Racun mematikan itu sendiri. Pasti gadis itu memiliki tujuan tersembunyi. " ucap sang Ayah dengan tenang setelah Pangeran Ilarion selesai bercerita.
"Tentu yang Mulia. Tapi bisakah, Saya sendiri yang menyelidiki gadis itu? Perasaan ku mengatakan gadis itu akan membawa kita pada orang yang ditakdirkan menjadi pemimpin kelak Yang Mulia. " ucap Pangeran Ilarion dengan serious.
"Lakukan yang terbaik. Ayah percaya padamu dan semua orang juga menaruh harapan dipundakmu Putraku." jawab Raja Azio.
" Terimakasih Ayah. Aku akan menemui Bunda, pasti Bunda sudah menunggu di kamar ku. " pamit Pangeran Ilarion beranjak dari duduknya.
"Ayah selalu yang terbaik. " jawab Pangeran Ilarion tersenyum dan meninggalkan kamar Raja Azio.
"Apa masih ingat kamarmu sendiri Trish!" seru seseorang yang tengah berdiri didepan jendela.
"Bunda." seru Pangeran Ilarion dan berlari memeluk Bunda nya dari belakang.
"Kenapa begitu lama datang kemari?" tanya Permaisuri alona yang masih berdiri.
"Ayolah Bunda. Aku sudah disini, Berhentilah marah. Aku merindukan Bunda. " rajuk Pangeran Ilarion yang langsung membuat Permaisuri Alona luluh dan berbalik memeluk Putra nya.
"Kenapa begitu kurus kamu nak? Apa kamu tidak makan? " tanya Permaisuri Alona .
"Bunda jangan khawatir. Aku baik-baik saja. Aku hanya mau Bunda selalu tersenyum dan bahagia." jawab Pangeran Ilarion membawa Bunda nya untuk duduk di pinggir ranjang nya.
__ADS_1
"Bagaimana perjalanan mu Trish? " tanya Permaisuri Alona sambil mengelus kepala Pangeran Ilarion.
"Semua baik Bunda. Berkat Doa dan support Bunda , Ayah dan semua orang. " jawab Pangeran Ilarion.
"Kamu akan pergi lagi nak? " tanya Permaisuri Alona.
"Iyah Bunda. Tugasku masih banyak, tapi 2 hari akan tinggal di istana untuk rapat bersama tetua. " jawab Pangeran Ilarion.
Perbincangan ringan dan sendau gurau pun berlanjut dan itu selalu menjadi obat untuk Pangeran Ilarion setelah pergi jauh dari rumah.
Malam pun tiba, dan makan malam bersama keluarga selalu menjadi hal ditunggu oleh keluarga Kerajaan Api, sedangkan disisi lain Kerajaan Langit masih sibuk membicarakan munculnya Putri sulung dari Kerajaan itu yang mirip dengan Putri Alvira Starla. Ibu suri sudah mengajarkan Putri Africiana untuk melakukan setiap tugas seorang putri termasuk melihat dan membantu warganya yang mengalami masalah, dengan tindakan kecil Putri Africiana perlahan mendapatkan kepercayaan dan dukungan warganya. Setiap nasehat dan perintah sang nenek di jalankan dengan Ikhlas dan tulus, Namun Permaisuri Adreo yang melihat pergerakan Putri Africiana semakin marah dan muak, dulu disaat Putri Starla yang menjadi penghalannya dirinya harus berpura-pura menjadi seorang ibu yang baik dan kini dirinya bukan hanya harus berpura-pura menjadi ibu yang baik, tapi juga menjadi menantu yang baik meski Ibu Suri sudah dengan jelas mengatakan untuk tidak perlu memakai topeng didepannya.
𝙁𝙡𝙖𝙨𝙝 𝘽𝙖𝙘𝙠...
Setelah Rapat yang diadakan oleh ibu Suri dengan kemunculan nya bersama Putri Africiana, Permaisuri Adreo datang ke kamar ibu Suri.
"Salam ibu Suri. " ucap Permaisuri Adreo setelah mengetuk pintu Kamar Ibu Suri.
"Masuklah." jawab Ibu Suri.
"Bagaimana bisa dia Putri sulung Kerajaan Langit? Semua orang tahu Kerajaan ini hanya memiliki satu Putri dan dia menghilang dihari penobatan bahkan sampai detik ini tidak ada informasi sekecil apapun tentang keberadaan nya. " ucap Permaisuri Adreo panjang kali lebar setelah masuk ke dalam kamar Ibu Suri.
"Tutup pintunya Zianka!" perintah Ibu Suri pada peri nya.
Sang peri hanya melakukan perintah Ibu Suri tanpa menjawab, dan setelah pintu tertutup dengan kekuatan Peri zianka, kini Ibu Suri menghampiri Permaisuri Adreo dan berhenti didepannya dengan jarak 10 cm.
"Bukalah topeng mu Gadis Licik! Sekuat apapun mencoba membuktikan Dia bukan keturunan Kerajaan Langit, itu tidak akan ada hasilnya! Aku melihat dan mendengar tangisan pertama nya setelah Permaisuri Risa melahirkannya. Dan kamu jangan berfikir selama aku jauh dari sini, aku tidak tahu apapun tentang Kerajaan ku! " seru Ibu Suri dengan nada yang masih dibuat tenang.
"Apa maksud Ibu Suri aku memakai topeng? Aku merawat Putra mu dan cucumu dengan cinta. " jawab Permaisuri Adreo meneteskan air mata palsunya.
"Sudahlah.Aku lelah. Mulai hari ini Pengobatan Putra ku menjadi pengawasan ku! Lakukan tugas lainnya jika kamu ingin sibuk. " perintah Ibu Suri dan memberikan isyarat kepada Permaisuri Adreo untuk meninggalkan kamar nya.
Setelah kepergian Permaisuri Adreo, Ibu Suri segera memerintahkan Perinya untuk memberikan surat perintahnya kepada menteri Kerajaan dimana surat itu berisi pemindahan pengawasan pengobatan sang Raja dan siapapun yang ingin bertemu dengan sang Raja harus dengan izinnya. Dengan begitu Putra nya akan mudah di tolong dari racun mematikan yang sudah terlanjur menjalar disetiap aliran darahnya, keputusan itu tentu saja membuat Permaisuri Adreo tidak bisa memberikan racun lagi.
__ADS_1
.............. ...