
Kini Clara menatap luas nya Lautan dan birunya Langit, jika ada yang melihat tempat nya berdiri dari Lautan maka orang hanya akan melihat sebuah lubang besar di tebing batu yang begitu tinggi. Angin yang menerpa wajah dan seluruh tubuhnya sangat lah berbeda dari kesejukan hutan, dengan batinnya Clara memanggil sebuah nama yang akan mendapingingi nya kali ini.
*My Dragon Datang lah* ucap Clara dalam hatinya.
Setelah mengucapkan itu, pendengaran dan perasaan nya dapat mengetahui kedatangan sang pemilik nama, dari kejauhan ada sesuatu tang terbang membelah awan Putih, disaat melintasi warna birunya Langit sosok itu terlihat semakin jelas. Naga Tlexcitly Belenda kini memenuhi Panggilan Tuannya, sudah lama menanti di tempat tersembunyi akhirnya Tuannya memanggil nya.
Naga Tlexcitly Belenda terbang semakin mendekati Tuannya yang berdiri tidak begitu dekat dengan bibir Gua, senyuman itu yang menyembuyikan luka dalam nya kini membutuhkannya.
"Salam Lady Cristal." Ucap Sang Naga.
"Salam untuk mu juga, Apakah bisa kita lakukan sekarang My Dragon? " ucap Clara mengelus kepala Naga Tlexcitly Belenda.
"Mari Kita lakukan, Tempat ini adalah Dimensi Para Naga . Tidak ada yang akan mengincar Kitab Suci Dan Pedang Suci. " jawab Sang Naga dan membiarkan Clara duduk diatasnya.
Sang Naga Tlexcitly Belenda membawa Clara terbang melintasi Lautan hingga pusat Lautan yang akan menjadi tempat meditasi Tuannya, ditengah Lautan yang tenang dan dalam. Tebing tempat Clara datang kini sudah terlihat sangat kecil, sudah waktunya baginya untuk memulai Meditasi.
Sedangkan di Dimensi Kehidupan manusia, di dalam Kerajaan Iblis ada perdebatan di dalam ruang rahasia. Kedua nya saling menyalahkan atas kepergian Permaisuri Adreo, hingga sebuah pecahan kaca melukai tangan seseorang.
"Auuw.. " rintihnya memegangi tangan nya yang sudah mengalirkan darah segar.
"Maaf, Maafkan aku Dewi ku. Sungguh aku tidak ingin melukai mu. " ucap seorang Pria langsung menggendong gadis nya.
Dengan hati-hati Pria itu mengobati luka di tangan gadis nya dengan penuh rasa bersalah, tidak sedikitpun di dalam hati nya berniat melukai pujaan nya yang siap berkorban segalanya untuk dirinya. Cinta nya yang seharus menjadi Ratu di Istana nya justru hanya bisa menjadi salah satu orang kepercayaannya, di sisi lain ada seorang wanita yang di akui dirinya sebagai pendamping namun selalu hanya memikirkan ego dan kekuasaan saja. Demi menemukan sebuah kebenaran di masa lalu nya, dirinya harus mengorbankan Kehidupan nya yang tidak diketahui dunia.
"Sudah lah. Kejar saja dia, aku bisa obati luka ku sendiri. " ucap gadis itu.
"Cukup Cleo! Sampai kapan kamu berpura-pura tidak peduli. Kamu tahu benar siapa wanita yang aku cintai, Sampai kapan Aku harus meninggalkan mu disaat terluka? " bentak pria itu yang tidak terima dengan ucapan gadis nya.
Pertengkaran kedua nya berawal dari selesai pertemuan kerajaan, dimana saat memeriksa keadaan Permaisuri Adreo yang ternyata sudah meninggalkan istana, Raja Dexter tidak ingin mengambil pusing akan hal itu namun pujaan hatinya membujuk nya untuk segera mencari keberadaan Permaisuri Adreo. Bukan tanpa sebab kenapa pujaan hatinya itu melakukan itu, Raja sendiri pun tahu apa alasannya namun Masalah Kerajaan lebih penting Dibandingkan mencari wanita yang penuh ke egoisan dan keserakahan seperti Permaisuri Adreo. Hingga sebuah tempat bunga menjadi pelampiasan, sayang nya pujaan hatinya terluka karena percahan kaca tempat bunga itu.
__ADS_1
Melihat Raja Dexter yang sudah menaikkan nada bicara nya, hanya bisa diam menerima pengobatan dari sang kekasih. Hubungan yang rumit sudah terjalin selama beberapa tahun, mengetahui kehidupan masing-masing membuat keduanya semakin terikat dalam hati dan jiwa.
Namun kisah cinta nya tidak bisa berjalan seperti harapan mereka, dimana Sang Raja harus mencari sebuah Kebenaran tentang Permusuhan yang sudah mendarah daging demi sebuah kehidupan yang lebih damai untuk kerajaan nya dan Cleo harus memenuhi tugas terakhir dari Sang Guru yang masih dirahasiakan olehnya siapa guru nya itu, kedua nya hanya memiliki satu arah tujuan yang sama yaitu mengawasi Permaisuri Adreo.
"Tenang lah Yang Mulia. Aku masih bersama mu, tapi tentu Yang Mulia Tahu wanita itu bisa saja menggunakan Naga Hitam untuk kepertingannya. Aku hanya tidak mau jika dia gelap mata, akhirnya akan menambah Permusuhan yang sudah ada. " ucap Cleo memeluk Raja Dexter agar kekasih nya itu tenang.
"Baiklah, tapi berjanjilah tetap bersama ku apapun yang terjadi nanti. " ucap Raja Dexter.
Cup.. Cup.. Cup..
Tiga kecupan di kedua pipi dan dahi Raja Dexter diberikan Cleo sebagai jawaban Cinta nya memang nyata. Mendapatkan kecupan membuat Raja Dexter kembali tenang, kini kedua nya harus terpisah lagi.
............ ...
Waktu berganti pagi kini seperti yang sudah direncanakan, kelompok itu akan berpura-pura mencari pekerjaan di Istana Langit. Dengan menjadi pelayan maka urusan mereka akan lebih mudah dijalankan namun tanpa mereka sadari sosok tak kasat mata juga ikut mendengarkan rencana itu hingga muncul sebuah rencana yang akan membuat nya senang dengan hasilnya jika berhasil di lakukan.
"Ayo Tuan tak Berhati Ku. Pembalasanku akan dimulai! " batinnya sambil mengikuti setiap langkah kelompok itu dengan tenang.
Sudah berulang kali kaki nya mencoba mendekati Pintu Gerbang Istana namun selalu saja terpental meski tidak ada yang menyadari itu kecuali sosok tak kasat mata.
"Hey kau kenapa masih di situ? Seperti nya teman kalian itu berubah fikiran. Cepatlah! Jika tidak mau ya pulang saja! " ucap sang Penjaga.
"Tunggu Pak. Biarkan saja mencari tahu apa yang terjadi. " ucap salah satu pria dan menghampiri orang yang bercadar.
"Ada apa Tuan? Apa rencana nya sudah berubah? " ucap pria itu.
"Pergilah dengan yang lain, pastikan buat orang Istana terkesan dengan kalian. Aku akan cari cara lain untuk memasuki Istana. " ucap orang yang bercadar dan bergegas meninggalkan Pintu Gerbang Istana.
"Apa teman mu itu mundur sebelum bertarung? " tanya sang Penjaga.
__ADS_1
"Seperti nya begitu pak, Boleh kah kami melanjutkan mengikuti seleksi menjadi pelayan? " tanya orang itu.
"Ayo akan ku antar kalian pada Ibu Suri. " jawab sang Penjaga.
Gerbang Istana Langit sudah tertutup dan kelompok tanpa pemimpin itu akan melakukan seleksi, sedangkan sang pemimpin masih diam memendam amarahnya. Bukan penginapan kini tujuan nya, dirinya harus mencari tempat pelampiasan untuk amarahnya dan hanya hutan yang bisa dituju.
............... ...
Bugh... Bugh,, klek..
Pukulan demi pukulan terarahkan pada pohon didepannya, dengan kekuatan yang memuncak kini pohon itu menjadi pelampiasan nya hingga beberapa cabang patah dan jatuh.
"Arghh.. Si*l! Kenapa Istana Langit penuh Perisai sekarang." Seru nya setelah merasakan lelah.
"Apakah kamu tidak mau menunggu waktu sesaat lagi Ratuku? Apa hubungan kita tidak penting untuk mu? " ucap seseorang dari belakang.
"Aku tidak butuh janji! Aku mau Kerajaan ku kembali! Apapun cara nya, meski harus meninggalkan pria seperti mu! " ucap orang bercadar itu yang tahu siapa yang di belakang nya.
"Apakah bukti Cinta ku tidak cukup untuk mu? Apakah pernah Aku mengeluh akan setiap tindakan mu? " tanya orang di belakang.
"Hahahaha, sejak awal kau pun tahu apa yang ku mau! Seandai nya Raja Lucas mencintaiku sedikit saja, Aku tidak akan bermain Gila dengan musuh semua Kerajaan. " ucap Permaisuri Adreo setelah melepaskan penutup kepala nya.
Tidak ada yang perlu ditakutkan di dalam hutan ini, dan orang yang berbicara dengan nya pun masih memakai pakaian Kerajaan Iblis. Kini ada tatapan muak dari Permaisuri Adreo, rasa nya tidak ingin melihat pria di depannya itu lagi namun di sudut hati Kecil nya hanya pria itu yang mampu melindungi nya selama ini.
Tapi penolakan yang di lakukan pria itu meski dengan alasan demi keselamatan tetap tidak membuat Permaisuri Adreo merasa puas. Yang dirinya mau hanya lah menjadi Ratu Kerajaan Langit, di empat Kerajaan itu hanya Kerajaan Langit lah yang memiliki kekuatan dan kekayaan paling besar. Bahkan sejak Kerajaan Iblis menjadi musuh Kerajaan lain dari masa para leluhur, Kerajaan Iblis menjadi Kerajaan paling terkecil dibandingkan yang lain. Sejujurnya menjalin hubungan dengan Raja Iblis hanya untuk menambah kekuatan saja, meski pada akhirnya juga untuk kenikmatan dunia lain nya yang tidak mungkin di pungkiri.
Mendengar kalimat yang memang sudah di tahan lama oleh Permaisuri Adreo, kini Raja Dexter tersenyum penuh arti dan mendekati Permaisuri Adreo yang masih menatap nya dengan tatapan tidak suka.
Dengan cepat Raja Dexter menarik tangan Permaisuri Adreo, memutar nya hingga seperti menari, kini Permaisuri Adreo berada dalam pelukan Raja Dexter dengan tangan di belakang.
__ADS_1
"Maka pergilah sesukamu! Mulai detik ini, Kuputuskan Ikatan mu dengan Naga Hitam ku! " ucap Raja Dexter dan menggoreskan pisau di lengan Permaisuri Adreo.
Tanpa menunggu jawaban, Raja Dexter menghilang begitu saja meninggalkan Permaisuri Adreo yang ternganga akibat ucapan Raja Dexter yang mampu seperti mencabut nyawanya itu.