The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Rahasia Milik Niel


__ADS_3

Setelah kepergian Achela, berulang kali tangan kekar itu dibenturkan dengan sengaja ke dinding berulang kali hingga darah menetes dengan luka yang cukup banyak, perasaannya sungguh kacau dan kalang kabut. Ntah bagaimana keluar dari tempat ini dan dirinya diam tidak melakukan pembelaan apa pun di dalam sidang agar sesuatu yang tersimpan rapat di hati nya tidak ikut terungkap namun kenapa seekor kucing yang bisa berbicara menanyakan hal yang sudah ditutupi serapat mungkin, padahal rahasia itu hanya dirinya dan Adik nya yang tahu.


Flashback


"Kak apa kau serius ingin menukar kami? Bagaimana jika ada yang mengetahui semua ini? " tanya Naira.


"Dengarkan aku Ra! Kakak lelah melihat nya selalu bersama laki-laki lemah itu, ku mohon bantu lah kakak untuk bersama Pujaan kakak. " bujuk Niel.


"Baik lah, asalkan kakak selalu bersama ku." Jawab Naira.


Perjalan yang biasa di lakukan oleh Ratu Es untuk melihat keadaan Rakyat nya setiap satu bulan sekali itu di manfaatkan oleh Niel untuk melakukan rencana nya. Dengan bantuan seorang pengrajin topeng Niel sudah menyulap wajah Adik nya sama seperti wajah Ratu Es dan dengan sebuah penyerangan pemberontakan Niel menukar keduanya dengan bantuan pemberontak, rencana yang sempurna dan tak seorang pun menyadari hal itu.


Kini seorang wanita biasa telah berubah menjadi Ratu Kerajaan Es sedang kan Sang Ratu berada di tempat yang sangat tersembunyi dan hanya Niel lah yang tahu, selama ini hanya Niel yang selalu memberikan makan dan segala keperluan Pujaan nya itu. Keluarga Kerajaan bahkan tidak menyadari bahwa Ratu yang ada di Istana adalah palsu, tentu saja hal itu tidak akan di ketahui karena Niel sudah tahu seluruh kebiasaan Pujaan nya sehingga selama ini secara diam-diam Niel mengajari Adik nya kebiasaan Ratu Es.


"Aku harus bisa keluar dari sini. " gumam Niel.


Ssszzt.. Arrgh... Brugh...


"Apa yang wanita tua itu lakukan! Rasa nya sangat sakit dan aargh Kepala ku.. " keluh Niel sebelum jatuh tak sadarkan diri.


Beberapa jam kemudian ku rasa kan sentuhan tangan lembut di dahi ku dengan suara tangisan samar-samar terdengar di telinga ku, perlahan ku buka mata ku dengan sekuat tenaga. Wajah yang sudah lama tak pernah ku lihat kini ku lihat kembali dengan lelehan air mata, kesadaran ku kian kembali normal hingga detik terakhir aku sepenuhnya tersadar.


"Naira!" seru ku tercekat seakan ada yang menahan nya.


"Hiks.. hiks.. huaa.. Maaf kan Ra ka. Ra tidak mau kehilangan kakak. " seru Naira dengan tangisan yang semakin kencang.


Niel memandang sekeliling, ruangan yang tidak asing untuk nya, karena ruangan itu di bangun dan di desain dirinya sendiri bahkan ruangan itu yang akan menjadi tempat terbaik untuk nya mendapatkan ketenangan namun di setiap sudut tidak di temukan sosok penyemangatnya. Namun justru Adik nya lah yang kini bersama nya di dalam ruangan itu, dengan tangan gemetar nya Niel memandang Adik nya berharap wanita di depan nya ini mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Hiks.. Hiks.. Hiks.. " tangisan nya masih enggan berhenti.


"Apa yang terjadi Ra? Bukan kah seharusnya kau ada di samping Raja? " tanya Niel.

__ADS_1


"APA! Apa kau sudah tidak punya hati ka? Aku Muak harus berpura-pura menjadi orang lain! Apa kakak tahu rasa nya hidup namun seperti mayat! Demi diri mu aku rela menyerah kan kesuciaan ku pada Pria yang bukan suami ku, bahkan meminum ramuan agar aku tidak hamil. Selama bertahun-tahun ka! Hiks. hiks. " bentak Naira menunjuk wajah kakak nya dengan amarah.


"Ra!. " seru Niel dan tangannya melayang.


Namun tangannya terhenti, ketika sebuah cekraman keras berada di lengannya, wajah terkejut Naira bercampur dengan rasa takut, bersalah dan bersyukur. Ntah lah rasa nya semua menjadi tidak karuan, namun semua ingatan kebohongan nya membuat Naira menundukkan Kepala nya.


"Kakak macam apa kau! Menampar Adik nya sendiri atas ke egoisan mu sendiri! " seru Pangeran Lars.


"Sudah Cukup! Hukuman mu adalah Penjara Pertama mu!" seru Pangeran Lars lagi.


"Ampuni kakak ku Pangeran Lars. Ku mohon! Hiks.. hiks.. " ucap Naira.


"Achela tolong bawa pria menjijikkan ini ke dalam penjara Pertama dan biarkan dirinya kelaparan serta kehausan selama sisa hidup nya! " seru Pangeran Lars.


Kepergian Achela dengan Niel membuat ruangan yang selama ini di jadi kan Niel sebagai tempat tinggal Bunda nya membuat Pangeran Lars jatuh tertunduk, merasa kan kegagalan karena tidak bisa mengenali kepalsuan seorang Ratu. Selama hidup nya yang banyak di habiskan diluar Kerajaan membuat seorang Lars lupa dengan kehangatan Bunda nya sendiri namun Ke dua orang tua nya itu tidak memiliki kekutan atau pun aura yang akan membuat seseorang mudah mengenali mereka.


"Sejak kapan semua ini terjadi? " tanya Pangeran Lars gemetar.


Wushh..


Kedatangan Achela sangat lah tepat dan membawa Pangeran Lars berserta Naira meninggalkan tempat Rahasia yang selama ini menjadi tempat tinggal Ratu Es yang asli, ketiga nya kini berpindah ke tempat dimana Raja Yourin sedang menjaga Ratu Es yang lemah karena tidak mendapatkan makanan atau pun minuman selama beberapa hari, tabib yang masih mengoleskan beberapa ramuan dan Sesepuh Putri Sisilia yang terus memandangi luar jendela.


Naira hanya bisa membeku karena melihat hasil perbuatannya dengan kakak nya yang menghancurkan kebahagiaan keluarga harmonis, air mata nya tak bisa di bendung lagi. Pangeran Lars langsung memeluk Bunda nya yang terlihat begitu pucat dengan tubuh nya yang terlihat tak terawat, bahkan Raja Yourin seakan ikut mati karena berita yang hampir saja menghilangkan detak jantung nya itu. Untung saja Pangeran Lars mampu menenangkan Ayahanda nya, dan dengan bantuan Achela lah dirinya menangani masalah yang sangat sensisitif.


Ku rasa kan jemari yang ku genggam bergerak, ku alihkan Pandangan ku pada wajah kuyu nan kurus di depan ku.


"Ratu ku, kau sudah sadar? Mana yang sakit katakan pada ku? " tanya Raja Yourin dengan cemas.


"Bunda.. " ucap Pangeran Lars tidak kuat.


Hanya sebuah senyuman yang tersaji di wajah nan kuyu itu membuat hati siapa pun trenyuh, senyuman yang hampir terlupakan karena tergantikan wajah palsu. Senyuman penuh cinta yang memikat hati itu lah yang hilang tanpa di ketahui siapa pun, membuat anggota Kerajaan merasa kan rasa bersalah yang amat dalam.

__ADS_1


"Kabul kan Permintaan Terakhir ku Yourin ku. Ku mohon. " ucap lirih Raja Es.


"Bunda.. Jangan bicara dulu, pulihkan keadaan Bunda.. " ucap Pangeran Lars.


"Biarkan Bunda bicara nak. Berjanji lah Yourin, penuhi Permintaan Terakhir ku. uhuk.. uhuk.." ucap Ratu Es terbatuk.


"Aku berjanji Ratu ku. " jawab Raja Yourin mengelus pipi istrinya dengan lembut.


Dengan kekuatan yang tersisa tangan gemetar Ratu es terangkat dan menggenggam tangan Raja yang mengelus pipi nya. Dengan sisa tenaga nya yang sudah dapat di rasa kan bahwa waktu nya sudah tidak banyak lagi, dengan helaan nafas dan sebuah senyuman yang masih menghiasi wajah nya.


"Menikahlah dengan nya! " ucap Ratu Es dan memejamkan mata nya.


Deg...


Deg...


Ucapan yang membuat Raja Yourin langsung jatuh tersungkur namun dengan sigap Pangeran Lars menahan tubuh Ayahanda nya agar tangan yang masih di genggam Bunda nya tidak terlepas, Permintaan Bunda nya memang sungguh di luar dugaan dan menyakitkan namun keadaan nya juga sedang tidak baik. Dengan sabar Pangeran Lars meredam emosi Ayahanda dan meminta tabib untuk memeriksa keadaan Bunda nya, wajah tegang terlihat jelas di wajah Ayahanda nya namun mendengar tabib mengatakan bahwa kondisi Ratu Es sudah Cukup parah membuat keadaan semakin kacau.


"Leum! Siapkan pernikahan Raja Yourin dengan Wanita itu hari ini juga! Dan pastikan pernikahan ini hanya ada keluarga dan kalian yang ada di ruangan ini harus merahasiakan semua nya! " ucap Sesepuh Putri Sisilia.


Beberapa jam kemudian pernikahan sederhana dilakukan dengan saksi yang ada di seluruh kamar dengan seorang pendeta yang di lakukan oleh Sesepuh Putri Sisilia sendiri dan dengan selesai nya pernikahan itu terlihat sebuah senyuman dan air mata Ratu Es. Tangannya yang semula di genggam Pangeran Lars berangsur melemah dan terlepas dari genggaman tangannya, membuat Pangeran Lars panik dan meminta tabib kembali memeriksa keadaan Bunda nya.


"Maaf Pangeran Lars, Ratu sudah meninggalkan kita semua. " ucap tabib dan menunduk.


"Persiapkan peristirahatan terbaik untuk Bunda ku. Aku sendiri yang akan membuat pengumuman tentang hal ini kepada Rakyat! Mulai hari ini, Aku Mengambil alih semua kekuasaan Raja Yourin. " ucap Pangeran Lars dan meninggalkan kamar orang tua nya.


....................


"Kakak dari mana saja? Kenapa pergi tidak bilang-bilang! " keluh Starla.


"Bersiaplah! Kita akan pergi ke suatu tempat dan apa pun yang terjadi, ber sikap tenang lah. " ucap Clara mengambil satu pakaian Kerajaan yang selalu di gunakan nya saat menjadi seorang Putri Kerajaan es.

__ADS_1


Percuma saja memberikan pertanyaan pada kakak nya yang masih dalam mode misterius, namun pakaian yang di ambil kakak nya adalah pakaian identitas nya. Mau tidak mau kini giliran nya yang harus memakai cadar mengganti kan kakak nya yang terbiasa bercadar.


__ADS_2