
Wuuusssh....
Dengan menghilang menggunakan teleportasi, kini raga nya sudah berpindah ke sebuah tempat yang memang asing untuknya karena istana megah itu tetaplah rumah asing untuknya. Bahkan setelah menjadi seorang ratu pun dirinya tidak bisa mengenali seluruh istana karena dunia nya adalah seluruh alam bukan sebatas istana langit, terlihat ruangan dengan berbagai jenis senjata dan tempat luas seperti lapangan yang menjadi arena.
Kriiiieeeet....
Suara pintu terbuka tak membuat Clara mengalihkan pandangan nya ke arah pintu, tangan nya masih meneliti ketajaman sebuah pedang yang ada di depannya. Langkah kaki itu terdengar ringan namun seimbang, tidak seperti langkah biasanya, semakin mendekat semakin terdengar irama yang pasti namun kelincahan harus di uji.
Dengan tenang Clara mengambil sebilah belati yang ada di depannya, tanpa melihat kebelakang, di lemparkan nya belati itu dengan putaran tangan memutar. Terdengar langkah kaki itu berhenti dan loncatan dengan perlawanan udara dapat di dengar Clara, sekali lagi Clara melakukan hal sama dan kali ini terdengar belati nya bersentuhan dengan sesuatu.
"Prajurit tangkap penyusup itu." seru seseorang yang seperti nya menahan lengannya dan terlihat warna merah merembes di sela jemarinya.
Gruduuuk....
Suara langkah kaki itu terdengar banyak dan sudah di pastikan itu langkah para prajurit yang mendengar teriakan orang di belakangnya,tapi tidak mengubah posisi Clara yang hanya diam dan melihat langkah selanjutnya orang di belakang nya.
Prajurit telah mengepung Clara meskipun hanya membentuk setengah lingkaran tapi jika di lihat maka tidak ada jalan untuk wanita dengan rambut terurai bergaun hijau itu melarikan diri, yah setidaknya itu anggapan seseorang yang memberikan perintah.
Terlihat jentikan jari mungil itu menggema seakan ada kekuatan yang menyertakan gerakan ringan itu, seketika ruangan itu menjadi waktu yang berhenti dimana para prajurit dan orang yang ada diruangan latihan menjadi patung. Tubuhnya berbalik melihat deretan prajurit setengah lingkaran yang sudah mengajungkan tombal dan pedang ke arah nya, dengan teleportasi kini tubuh nya berpindah ke depan seorang pria dengan rambut emas nya.
Wajah putih dengan mata besar, hidung mancung dan rambut emas panjang yang terikat kebelakang sejumput, sebuah belati zamrud terlihat ada di satu genggaman tangan nya dan tidak ada senjata lainnya. Terlihat pakaian nya tidak ada beda nya dengan seorang pangeran, namun dengan sedikit menyentuh pundak pria itu maka kehidupan sang pria terbuka bagaikan sebuah buku cerita.
"Ksatria Lulu, nanti saja ku urus Peri Fyra." gumam Clara dan menjentikkan jari nya sekali lagi setelah posisi nya ada di belakang pria itu.
Jentikan jari itu mengembalikan waktu berjalan, dan terlihat para prajurit kebingungan melihat tidak ada lagi penyusup nya. Bahkan ksatria Lulu juga menyusuri sudut di depan nya tapi tak menemukan penyusup sama sekali, hingga tubuh nya berbalik namun sebuah pedang telah menghentikan pergerakannya.
"Kalian pergilah!" perintah Clara dan menunjukkan wajah nya dari balik tubuh ksatria Lulu.
__ADS_1
Para prajurit seketika duduk bersimpuh memberikan hormat, dan meninggalkan ruangan latihan tanpa aba-aba lanjutan. Sedangkan ksatria Lulu sedang berpikir bagaimana menyingkirkan pedang yang ada di lehernya, hingga langkah kaki seseorang memasuki ruangan latihan.
"Nak? Apa yang terjadi?" tanya orang itu dengan suara khas nya.
"Tidak ada Ayahanda. Hanya salah paham, bukan begitu Ksatria Lulu? " ucap Clara dan melepaskan pedang nya dari leher pria itu.
Seketika ksatria Lulu berbalik dan melihat wajah seorang wanita dengan kecantikan yang lebih memikat, aura nya begitu terasa memancarkan cahaya dari dalam tubuhnya. Tapi baginda raja memanggilnya nak, itu berarti wanita yang di anggap nya penyusup adalah salah satu putri kerajaannya.
"Apa kau sebagai Pemimpin prajurit tidak mengenali Ratu kerajaan tempat mu bekerja? Aku tidak habis fikir ini." ucap Raja Lucas dengan wajah serius.
"Maafkan hamba Yang Mulia, hamba bersalah." ucap Ksatria Lulu jongkok dengan satu kaki bersimpuh dan menundukkan kepalanya.
"Bangun! Tutup mata dan berdiri di sana." perintah Clara dengan tegas.
"Ayo Ayahanda kita berlatih, senjata mana yang akan kita gunakan." ajak Clara mendekati deretan senjata.
Hembusan angin menerpa melewati wajah dan sedikit menerbangkan rambut emasnya, sesaat hanya keheningan namun detik berikut nya terdengar suara dentingan senjata. Dari berat dan hasil suara itu adalah pertarungan antara pedang dengan tombak yang berlangsung selama sepuluh menit, dan gesekan dengan suara berbeda terjadi di menit berikutnya dan suara itu terdengar seperti pedang dengan pedang hingga berlangsung selama dua puluh menit.
Tidak ada dentingan lagi, tapi udara yang awalnya mengalirkan semilir kini terasa ada hawa panas dan ada gesekan gravitasi dan suara tendangan dan loncatan memasuki telinga nya. Tanpa di sadari oleh Ksatria Lulu jika Clara mendengarkan seluruh hasil pemikiran pria itu, yah itulah ujian untuk Ksatria Lulu dengan memprediksi pertarungan meskipun dengan mata tertutup.
"Istirahat lah nak, huuft lihatlah keadaanku. Seperti usia sangat jelas mempengaruhi diriku." ucap Raja Lucas dengan ngos-ngosan.
"Ayahanda hebat, aku harus sering berlatih dengan Ayahanda." puji Clara dengan senyuman.
"Jangan merendahkan ilmu mu nak, Ayahanda tahu kamu hanya mengalah." ucap Raja Lucas dengan tulus.
"Ada masanya Ayahanda lah yang bersinar, dan aku hanya mencoba menjadi putri yang baik." jawab Clara.
__ADS_1
"Kalian putri yang terbaik dan terhebat untuk Ayahanda." ucap Raja Lucas tersenyum.
"Lalu bagaimana dengan nya?" tanya Raja Lucas menatap pria yang diam mematung dengan mata tertutup.
"Akan Clara urus." ucap Clara mengikuti arah pandangan ayahnya.
Mendengar itu membuat Raja Lucas melangkah meninggalkan ruangan latihan membiarkan putri nya mengurus kerajaan beserta isinya, jujur saja latihan kali ini seakan menguras seluruh tenaga nya. Terlebih lagi kini dirinya hanya manusia biasa tanpa satu element pun dan mengandalkan kekuatan fisik ternyata tidak semudah khayalan nya.
"Perisai cahaya." ucap Clara dengan melemparkan nya ke arah ksatria Lulu.
Merasakan tubuhnya seperti terbungkus dan seakan melayang membuat ksatria Lulu reflek membuka penutup mata nya, dan lihat lah tangan wanita itu sedang menggerakkan gelembung cahaya yang membungkus dirinya dan berhenti setelah perlahan gelembung itu memudar tepat sebelum dirinya menyentuh dasar pijakan.
"Ingatlah apa yang kamu dengar, segera beritahu Peri Fyra jika aku menunggu kedatangannya." ucap Clara dan menghilang menggunakan teleportasi nya.
"Teleportasi? Tingkatannya sudah tertinggi, baiklah akan ku lakukan perintah nya. Bagaimanapun dia seorang Ratu." ucap Ksatria Lulu dan meninggalkan ruangan latihan.
Padahal niat awalnya ingin melakukan pemeriksaan senjata di ruangan latihan tapi siapa sangka jika niatnya membuat dirinya justru mencari masalah dengan orang yang salah, tapi terlihat jika Ratu kerajaan nya selalu berbicara dengan teka-teki.
Clara dalam penampilan berbeda
Ksatria Lulu
Meninggalkan tempat istana langit, di tempat tersembunyi tengah terjadi sebuah perdebatan yang cukup sengit tanpa mempedulikan seorang pria berbaju putih yang terikat di kursi dengan erat. Pria itu tidak bisa meminta tolong dalam keadaan kedua tangan dan kaki nya terikat masing-masing dan mulutnya disumpal sebuah kain, tapi perdebatan dua orang di depannya sungguh membuat kepala pusing.
__ADS_1