The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Bunga Pelangi


__ADS_3

Perjalanan yang cukup kaku dan dingin untuk kedua insan yang tak saling berbicara dan seperti orang yang sedang bermusuhan saja, satu orang bertopeng dengan pakaian wanita ksatria berjalan dengan langkah pasti dan diikuti oleh seorang pria bertopeng dengan pakaian ksatria juga dengan langkah terburu-buru.


Siapapun melihat itu akan berfikir mereka berdua bukan partner dalam perjalanan itu, melainkan seperti pengejaran dari satu orang ke orang lainnya. Untung saja di dalam hutan itu tidak seperti pasar yang ramai orang, bahkan keadaan sangat sunyi sehingga suara binatang bisa dengan jelas terdengar di telinga yang melewati tengah hutan itu, setelah berjalan berjam-jam Clara berhenti di depan sebuah tebing tinggi yang tentu saja dibawah sana adalah jurang, namun perhatiannya tertuju pada sesuatu dibawah sana yang seperti terjadi kekacauan, semakin menajamkan matanya namun jarak yang begitu jauh membuat kesulitan pandangan nya terlebih lagi ada kepulan asap menyelimuti tempat itu, tapi dirinya yaqin jika itu tempat incarannya.


"Kenapa Berhenti? " tanya pria bertopeng itu yang masih belum melihat di depannya Clara adalah Jurang.


"Lihat saja sendiri! " balas Clara dan menarik tangan pria itu tanpa permisi, dan pria bertopeng itu melongo karena didepannya adalah jurang yang dalam, untung saja Putri itu hanya menarik nya pelan, bagaimana jika cepat dan akhirnya jatuh ke bawah.


"Ayo ke bawah!" ucap Clara tanpa basa basi.

__ADS_1


"Apa mau terjun? " tanya pria bertopeng itu dengan kepolosannya.


"Jika mau. Terjun saja. " ucap Clara dan menghilang dengan kekuatan teleportasi nya dan meninggalkan partner nya dengan tenang.


"Astaga.Gadis ini membuat diriku jantungan. " ucap pria bertopeng itu melihat tingkah Clara dan mengikuti jejak Clara menuju jurang dengan teleportasi.


Setelah sampai di bawah terlihat kekacauan, di depan Clara dan partner nya itu ada perkelahian yang cukup sengit, beberapa orang berpakaian perampok dan 2 pemuda yang terlihat berasal dari keluarga terpandang. Ntah apa yang diincar dan kenapa bisa sampai dijurang seperti ini, karena jurang ini sebenarnya juga jalan pintar untuk ke kerajaan tetangga, namun hanya beberapa orang yang akan melewati jalan jurang ini karena terkenal dengan penunggu di sepanjang jalan jurang ini. Dan tentu saja dunia di zaman Clara masih banyak hal-hal penuh misteri dan ilusi, dan tidak peduli dengan apa yang sedang diributkan di sana, Clara melangkah ke arah lain dan mencari apa yang menjadi tujuannya. Untuknya tidak ada untungnya jika harus mengurusi hal yang bukan urusan nya itu,


"Sepertinya ini tempatnya." gumam Clara yang memandang sebuah gua kecil, namun masih bisa dimasuki manusia, hanya saja kegelapan yang terpancar dari pintu gua bisa dipastikan jika tempat itu tenang namun mematikan. Tanpa menunggu lama Clara memasuki gua kecil itu, dan Peri Fyra yang muncul disaat Clara melangkah masuk ke gua, langsung membuat sebuah bola cristal yang bersinar dan cukup untuk menerangi gua itu. Terlihat gua yang beraroma pengap seakan penuh dengan makhluk hidup dan juga terasa sangat dingin di sisi kanan dan panas di sisi kirinya. Rasanya itu sangat aneh namun dirinya tetap melangkah maju dan waspada, disekelilingnya itu juga makhluk yang tidak bisa dilihat tanpa izin dari pemiliknya. Ditengah gua terdapat sebuah batu yang mengapung dan hanya ada batu itu saja, tapi bagaimana batu itu bisa mengapung padahal batu lainnya menetap di dasar gua, yah hanya satu batu itu yang sangat mencolok.

__ADS_1


"Berhenti Fyra! " seru Clara ketika melihat perinya itu ingin duduk di batu mengapung.


"Rasanya ingin sekali duduk disana. " keluh Peri Fyra yang langsung kembali ke sisi Clara setelah mendengar suara Clara.


"Jangan membuat kesalahan karena rasa penasaran mu! " ucap Clara dengan tegas.


Peri Fyra ingin menjawab namun melihat keseriusan Clara yang mengamati batu itu, membuat Fyra diam dan tidak mengganggu Tuannya itu.


𝚂𝚛𝚎𝚐𝚑... (Suara gesekan pedang ke batu disampingnya yang sengaja Clara ciptakan untuk memancing sesuatu yang sudah mengganggu perasaannya sejak masuk kedalam gua)

__ADS_1


"Cukup mengamati ku! Aku tidak suka tatapan kalian. " ucap Clara pelan namun dengan penuh penekanan, seakan yang ada disana sangat dekat dengan Clara. Fyra yang tadinya merasa nyaman, kini dirinya mulai merasakan hal-hal aneh di sekitar nya, sedangkan Clara masih memejamkan matanya dengan pedang bercahaya di tangannya itu.


__ADS_2