
Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa aku ada di Kamar ku, dan kenapa ada bunga bertebaran di dalam Kamar ku? " batin Clara yang baru terbangun dari tidur panjang nya, sekujur tubuhnya terasa sakit dan rasa nya masih sangat lemas untuk digerakkan.
Beberapa kejadian melintasi benaknya menjadi sebuah kenangan, bayangan dimana terjadi pertarungan dengan pria kegelapan. Ada sesuatu yang menghantam masuk ke tubuhnya dan ribuan pedang seakan menghujami tubuhnya hingga sebelum kesadarannya berakhir, dirinya meminta bantuan sang nenek untuk membawanya pergi dengan portal nya, setelah itu semua nya gelap tak ada Cahaya lagi atau suara yang didengarnya.
Pintu Kamar mandi nya terbuka dan menampilkan seseorang yang sangat dikenalnya, tapi kenapa pria itu ada di Kamar nya dan melihat sinar matahari yang masih hangat pasti waktu sekarang adalah pagi. Tapi kenapa seorang pria pagi-pagi sekali sudah di dalam kamar nya, tiba-tiba tanganku tergerak melihat selimut yang menutupi tubuhku.
"Arghh..! " teriak Clara setelah melihat tubuh nya hanya tertutup selimut.
"Clara ada apa? Apa yang terjadi? " tanya Trish langung mendekati Clara yang menarik selimut nya hingga menutupi wajah nya.
Terdengar sesengukan di balik selimut, Trish tahu pasti Clara terkejut setelah sadar justru keadaannya tidak menyenangkan tapi selain pelukan dan belaian lembut untuk menenangkan pujaan hati nya itu, Trish hanya menunggu Clara tenang dan dapat menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.
"Ayo pakai ini dulu, biar aku bantu. " ucap Trish memberikan pakaian pada Clara.
"Aku bisa sendiri! Jelaskan saja apa yang terjadi. " jawab Clara setelah bisa menguasai rasa terkejut nya.
"Pakai lah ini dan aku akan menanggil Nenek dan Pertapa agar memeriksa keadaanmu. " ucap Trish meninggalkan Clara.
Setelah beberapa menit benar saja Trish kembali bersama Nenek nya dan sang Pertapa bahkan Achela juga ada bersama mereka. Kini pintu Kamar tertutup dan semua nya duduk didekat Clara setelah sang Pertapa memeriksa keadaan Clara dengan teliti, ada kelegaan karena semua nya terjadi seperti yang direncanakan dan perhitungannya tidak meleset.
"Pangeran dimana Permata itu? " tanya sang Pertapa.
Trish mendekati almari yang ada di dalam Kamar itu dan membukanya, mengambil sebuah kotak yang telah tersegel emas. Kotak itu diberikan pada sang Pertapa, Clara yang melihat itu menjadi tidak paham apa yang sebenarnya terjadi.
"Maafkan nenek nak, nenek harus menikahkan mu tanpa menunggu persetujuanmu. Tapi semua ini demi keselamatan Clara sendiri. " ucap ibu suri mencium tangan cucunya agar bisa menerima kenyataan.
__ADS_1
"Bisa ceritakan apa yang terjadi? " ucap Clara memegang dahi nya yang terasa sakit.
Akhirnya Ibu suri menceritakan bagaimana Clara yang meminta nya untuk datang disaat tengah melakukan pertarungan, ibu suri pun membawa Clara ke tempat paling aman yaitu Dunia tersembunyi dibelakang Istana Langit, membawa sang Pertapa hingga mendapatkan sebuah jalan untuk kesembuhan cucunya dengan sebuah pernikahan.
Pangeran Trish yang berasal dari Kerajaan Api adalah lawan seimbang bagi Permata Kegelapan terlebih lagi Pangeran Trish sudah memiliki Permata Alam juga itu akan mempermudah mengeluarkan Permata kegelapan di dalam tubuh Clara, namun hanya hubungan Penyatuan Dua raga yang bisa menyalurkan kekuatan Permata Alam milik Pangeran Trish dengan Penyatuan itu maka Permata kegelapan di dalam tubuh Clara akan memaksa untuk keluar dari raga nya Clara. Tapi ibu suri tidak mau masa depan cucunya hancur jika kehilangan Kehormatannya tanpa sebuah status yang jelas, maka Ibu suri memutuskan untuk menikahkan Pangeran Trish dengan cucunya sebelum Gerhana Bulan .
Meski Pernikahan nya tanpa perayaan atau kehadiran banyak saksi, tapi Pernikahan Pangeran Trish dengan Clara tetap sah. Dimana Pangeran Trish menerima Clara dengan suka Cita meski disaat itu Clara menjadi Putri Tidur, Pernikahan yang tidak dilihat oleh mata nya sendiri itu terjadi demi mengeluarkan Permata kegelapan yang semakin menguasai raga nya.
Hanya helaan nafas dengan mata terpejamnya yang mampu menenangkan gemuruh di hati nya, tidak ada tenaga untuk memberikan pertanyaan lagi. Semua nya sudah jelas, apapun yang terjadi demi kebaikan nya sendiri.
"Terimakasih Nenek dan Guru mau menyelamatkan hidupku. Tapi bolehkah tinggalkan kami berdua? " ucap Clara dan melirik ke arah Pangeran Trish yang sedari tadi hanya diam saja.
"Tentu nak, Istirahatlah. Nenek pergi dulu. " ucap ibu suri.
"Pergi lah juga Achela, Datang lah saat aku memanggilmu. " ucap Clara.
Setelah semua nya pergi meninggalkan Pangeran Trish dan Clara berdua saja di Kamar, tatapan tajam dari Clara tak menyurutkan Pangeran Trish mendekati pujaan hati nya itu. Ada rasa tidak percaya jika kini dirinya sudah memiliki pujaan hati nya seutuhnya tapi Ada rasa khawatir yang masih menghantuinya karena sampai detik ini Clara masih belum menerima cinta nya. Apakah Clara akan mengakhiri hubungan yang baru terjadi ini meski tanpa seizin gadis itu hubungan ini diresmikan.
"Mendekatlah! " ucap Clara yang melihat Ada keraguan di pria itu setelah sangat dekat dengan nya.
Terpaku, itulah yang Trish rasakan, tiba-tiba saja Clara menarik nya dan pelukan hangat diberikan oleh gadis pujaan nya itu. Rasa takut akan di campakkan berganti rasa bahagia setelah mendapatkan pelukan, jika pelukan hangat ini hanya mimpi maka dirinya berharap jangan bangun dari tidur nya. Biarkan saja tetap seperti saat ini, merasakan cinta yang selama ini hanya dapat dibayangkan, kini dahaga nya terasa mendapatkan air setelah penantian dan pencarian panjang nya.
Rasa nya ingin tertawa mendengar keluhan yang selama ini di rasakan pria di pelukan nya itu, Ada rasa senang karena Pangeran Trish memang tulus dan selalu menunggu dirinya untuk menerima cinta nya meski beberapa waktu dengan alasan tanggung jawab dalam Takdirnya itu dirinya menolak perasaan Pangeran Trish yang justru kini sudah menjadi suaminya . Bagaimana pun situasi Pernikahan yang tidak dilihat nya itu, tetap lah sudah terjadi dan Dirinya hanya menerima dengan hati yang lapang meski di dalam hati nya bersyukur yang menjadi pasangannya adalah Pangeran Trish.
"Katakan bagaimana penampilan ku saat menikah? " ucap Clara setelah melepas pelukan nya.
__ADS_1
"Tetap lah Cantik dan menakjubkan. Nenek sendiri yang meriasmu, tapi nanti kamu akan melihat nya sendiri seperti apa. " jawab Pangeran Trish dengan senyuman penuh arti.
"Apa kamu lupa jika aku bisa membaca isi hati dan fikiran seseorang? " ucap Clara menatap Trish yang langsung salah tingkah.
" Kamu bercanda kan sayaaang? " ucap Pangeran Trish.
"Hmm.Hanya satu Orang yang tidak bisa ku Baca hati dan fikiran nya. " jawab Clara memejamkan matanya mengingat sosok yang masih terlihat jelas itu.
"Apa yang terjadi? Katakan pada ku Clara, jangan buat aku khawatir. " ucap Pangeran Trish langsung mengelus pipi Clara.
"Tenang lah, aku akan segera bermeditasi. Izinkan aku pergi esok hari. " ucap Clara tanpa memandang Trish.
"Kemana pun kamu pergi, aku akan bersama mu! itu keputusan ku. " jawab Pangeran Trish dan memeluk istrinya.
Pecuma saja mendebat Pangeran Trish saat ini, lagi pula keadaannya memang masih lemah dan akan lebih baik saat pemulihan Ada yang menjaga milik nya. Berharap saja kejadian masa lalu tidak terulang lagi.
.................. ...
praang... Braak...
Kini semua nya sudah hancur dan tidak Ada yang tersisa di dalam Kamar itu, seseorang tergesa-gesa memasuki Kamar yang sudah menjadi rumah hantu setelah seorang Penjaga Kamar melaporkan jika Tuan di Kamar itu tidak henti henti nya melempar barang dan ber teriak siang dan malam.
Plok.. plok.. plok (tepuk tangan yang begitu keras terdengar setelah pintu tertutup kembali)
"Hancur kan saja Istana ini sekali an! Dan Buatlah Pengumuman Dendam mu sudah terbalaskan dengan hancur nya Istana ini. " seru orang itu setelah menemukan dimana dalang kekacauan yang mengusiknya disaat melakukan pertemuan penting nya.
__ADS_1