
Achela akhirnya kembali menemui Clara setelah melihat Clara selesai mengobati para Peri, Achela memberikan isyarat agar Clara menjauhi Bangsa Peri ,dirinya ingin menjelaskan apa yang sudah diketahui dan memberitahukan apa yang sudah didapatkan dan siapa yang menjadi penghianat, awal mulanya Clara tenang namun setelah mendengarkan semua cerita dari Achela , Clara mulai berpikir apa yang harus dilakukan agar dapat membongkar siapa penghianat sebenarnya melihat dari orang yang disebut Achela seperti nya ada kesalahpahaman, Clara bisa membaca isi fikiran orang itu saat bersama nya tadi namun dirinya juga tidak membantah kecurigaan Achela karena orang itu seperti terburu-buru pergi tadi setelah membantunya.
"Baiklah Achela Aku akan melakukan sesuatu untuk mencari tahu apakah dia penghianat ataukah bukan,sekarang tolong tunjukkan di mana tempat yang kamu katakan tadi !" ucap Clara.
"Baiklah Tuanku. " jawab Achela.
Kemudian Achela pun mulai terbang menuju ke tempat dimana penuh kegelapan di tempat itulah galian yang penuh dengan serbuk hitam kini semakin mengental, Clara melihat galian itu dengan seksama,dirinya mendekati galian untuk memasukkan tangannya ke dalam galian namun Asela mencegahnya dan menyarankan agar menguji coba dengan cara lain ,ya Achela mencari tumbuhan yang masih hidup dan memberikannya pada Clara, Clara menjatuhkan tumbuhan itu ke galian dan dalam seketika tumbuhan itu menjadi mati.
"Achela cepat hentikan kemanapun arah dari galian ini! Aku berharap wabah ini sudah berakhir dengan pengobatan yang kuberikan. Namun kita harus mencari akarnya agar wabah ini benar-benar hilang dan Bangsa Peri akan aman dan selamat! " perintah Clara .
__ADS_1
Achela yang mengikuti perintah dari Clara tuanya dan Clara Kembali ke tempat semula dimana para Bangsa Peri masih dalam keadaan beristirahat namun Peri Zianka menghampirinya.
"Yang Mulia, aku ingin membicarakan hal penting." ucap Peri Zianka.
"Silahkan Peri Zianka akan saya dengarkan. " jawab Clara dengan tenant.
"Apakah Yang Mulia Clara sudah mengetahui penyebab dari wabah ini ?" tanya Peri Zianka hati-hati.
"Baiklah Yang Mulia Clara." ucap Peri Zianka dan menghela nafasnya.
__ADS_1
*Sebelum wabah ini terjadi, di wilayah Hutan Cahaya sangat damai dan tenang namun, hari itu adalah awal dari malapetaka, beberapa Peri yang bertugas berpatroli di setiap Perbatasan Hutan Cahaya tiba-tiba mengalami serangan dari manusia biasa tentu saja Para Peri harus meninggalkan Perbatasan agar bisa mendapatkan pengobatan. Namun saat aku memeriksa wilayah Perbatasan, Wilayah itu sudah berubah menjadi wilayah kegelapan ntah apa yang terjadi dalam waktu singkat hingga dirinya sebagai Pemimpin Bangsa Peri pun tidak mampu menahan aura yang ada di dalam wilayah kegelapan itu, semakin ingin mendekati justru tubuh nya semakin terasa terbakar hingga akhirnya harus kembali dengan tangan kosong dan memberikan perintah agar para Peri tidak mendekati wilayah Perbatasan antara Hutan Cahaya dan Hutan Bayangan.Namun dirinya tidak menyangka jika air yang mengalir di beberapa tempat ternyata sudah tercampur dengan sesuatu yang mematikan dan perlahan para Peri mengeluh rasa sakit dan terbakar bahkan tabib Bangsa Peri pun tidak bisa membuat ramuan untuk mengobati para Peri hingga akhirnya Peri Fyra pergi dari Hutan Cahaya untuk menemui Tuan Putri Clara dan di saat itulah seorang gadis datang dengan tergesa-gesa memasuki wilayah Hutan Cahaya. Gadis itu mengakui semua kejahatan saudaranya terhadap Bangsa Peri, dan para Peri murka mendengar hal itu dan hendak menghakimi gadis itu, namun aku melihat gadis itu tidak berniat melawan, hingga akhirnya aku memutuskan untuk berunding dengan para Peri yang dianggap menjadi Pemimpin untuk mencari solusinya, dan seperti ucapan gadis itu yang akan menerima apa pun hukumannya agar bisa memaafkan perbuatan saudaranya meski dirinya tahu perbuatan saudaranya itu tidak bisa dimaafkan, hingga akhirnya para Peri memutuskan untuk menjadikan gadis itu bagian dari Bangsa Peri agar saudaranya itu berfikir ulang jika ingin melukai Bangsa Peri yang sekarang saudaranya menjadi bagian Bangsa Peri. Namun seperti nya meski gadis itu sudah menjadi bagian Bangsa Peri tetap tidak menyurutkan saudaranya menyebarkan wabah hingga Bangsa Peri semakin lemah dan perubahan yang terjadi di setiap pohon di Hutan Cahaya menjadi isyarat betapa sekaratnya wilayah Hutan Cahaya, hingga Peri Fyra kembali dengan keadaan lebih baik dan mengatakan jika Sang Pendeta bisa membuat ramuan untuk mengobati wabah dan Akan memberikan Ramuan itu setelah melakukan perjalanan rahasia, namun pada akhirnya kedatangan Tuan Putri Clara yang menjadi jawaban sebagai seorang tabib. * ucap Peri Zianka menjelaskan Kejadiannya dari awal dan hingga saat ini.
"Apakah gadis itu Peri Ghea? " tanya Clara dengan tenang.
"Benar Yang Mulia, itu Peri Ghea namun sampai saat ini kami Bangsa Peri belum pernah bertemu saudaranya dan apa yang dilakukannya hingga wabah ini tercipta. " jawab Peri Zianka sedikit pelan.
"Tenanglah Peri Zianka. Bangsa Peri tidak bisa mendekati Perbatasan bukan? Aku dan Achela akan mencari solusinya hingga ke akarnya. " ucap Clara dengan tersenyum dan kini semua semakin jelas dan yang harus dipecahkan hanya lah apa yang ada di galian itu dan serbuk hitam serta cairan apa yang menciptakan wabah ini.
Disisi lain Achela berhasil menemukan kemana Ujung dari galian itu , tentu saja wabah ini menghilangkan kehidupan Bangsa Peri jika setiap akar pohon menyerap racun yang mematikan , Achela sadar serbuk hitam dan cairan itu pasti perpaduan racun mematikan yang bisa menyerap kehidupan , tumbuhan ajaib pun bisa layu dan mati secara perlahan, pantas saja Bangsa Peri menjadi tidak berdaya karena wabah ini tapi siapa yang berniat menghilangkan keberadaan Bangsa Peri, siapa laki-laki bertopeng itu.
__ADS_1
"Aku harus membawa Lady Clara ke akar dari wabah ini dan menghentikan penyebaran wabah ini. " batin Achela dan terbang meninggalkan tempat nya.