
Dari tempat nya berdiri terlihat jelas siapa yang sedang membuat keributan di Istana nya pagi buta, rasanya memang wanita itu sudah tidak punya sopan santun atau pun harga diri lagi. Lihatlah sudah berapa banyak prajurit nya yang terluka karena menghalangi wanita itu, meski wanita itu masih berada diluar gerbang Istana nya. Sepasang tangan kini melingkar di perutnya membuat nya merasa tenang seketika, rasa aman dan kehangatan itu yang selalu menjadi penenang nya.
"Apa semua itu membangunkanmu? Pergilah istirahat lagi, biarkan wanita itu tetap disana! " ucap nya menggenggam tangan yang melingkar di perutnya.
"Temuilah dia Yang Mulia. Bukankah Naga Hitam masih terikat dengan nya juga, jangan sampai dia mendapatkan cara untuk merebut itu darimu. Pasti Yang Mulia ingat apa akibat nya jika itu terjadi! " bisik kekasih nya.
"Huft, baru saja hidupku tenang. Api itu sudah kembali lagi. " gerutu nya.
"Hehehe Yang Mulia api itu pun cantik dan mempesona. " balas kekasih nya.
"Bagi ku wanita tercantik dan terbaik hanya lah wanita disisihku saat ini, yang memelukku dengan tulus." Ucap nya membalikkan tubuhnya untuk membalas pelukan kekasih nya.
Prajurit yang melihat semua itu hanya bisa menunduk dan membisu ditempat layaknya patung, rasanya ingin sekali mengumpat namun jika melakukan nya pasti Raja nya akan menyadari itu.
"Ck! Pergilah dari sini, biarkan wanita itu disana seharian, Pastikan saja dia tidak masuk ke Istana ku! " perintah nya.
"Baik Yang Mulia. " jawab prajurit dan bergegas meninggalkan Raja nya.
"Jangan menatapku seperti itu Cleo! Aku hanya ingin menikmati hari tenang terakhir ku. " ucap nya saat sudah mendapatkan sang tatapan tajam dari sang kekasih.
Mendengar hal manis dari Raja Dexter membuat hati nya luluh, sejujurnya dirinya pun rindu menghabiskan waktu bersama dengan Cinta nya itu. Tapi beberapa hari setelah keputusan dibuat oleh Raja Dexter baru lah kehidupan kedua nya bisa tenang setelah bertahun-tahun penuh dengan pertemuan sembunyi. Hanya pelukan erat yang mampu mengatakan betapa besar rasa di hati kedua nya, merasakan kehangatan dan detak jantung masing-masing.
Cup.. Cup.. Cup..
Kecup*n demi kecup*n mendarat di wajah manis kekasih nya itu, kembali menikmati kebahagiaan di dalam kebersamaan meninggalkan wanita tidak tahu malu diluar sana. sentuhan demi sentuhan mengalirkan rasa semakin dalam, sentuhan lembut membangkitkan hasrat dan cinta menjadi penenang kedua nya.
"Emmm... "
Bibir yang sangat manis untuk dilepaskan, kecupan itu semakin dalam menghabiskan dahaga kerinduan, semakin lama getaran hasrat mengharapkan lebih dari sekedar cumbu*n. Mata yang mulai berkabut itu menginginkan lebih mendamba, dengan senang hati Cleo membiarkan kekasih nya memiliki dirinya seutuhnya. Tangan yang sudah bergerilya menjelajahi taman putih semakin menikmati setiap tempat persinggahan yang menggoda mata, bermain sepuasnya sebagai pemilik taman putih. Meninggalkan jejak kepemilikan dengan penuh cinta, rasa nya semakin nikmat hingga suara-suara erangan manis memenuhi kamar sang Raja.
Tibalah puncak bagi kedua nya melepaskan kenikmatan terakhir dari penyatuan cinta, hentakan yang mengoyahkan raga dan meluruhkan benih cinta bercampur dengan peluh yang saling berjatuhan.
__ADS_1
"Argggh.. Ratu ku... "
"Argggh.. Raja ku... "
Erang*n kedua nya mengakhiri percintaan panas pengobat rindu dari perpisahan, melihat Raja Dexter yang kelelahan membuat Cleo memainkan jari nya di dada bidang kekasih nya itu. Kedua nya masih mengatur nafas yang masih saling memburu, kebersamaan seperti ini yang membuat kedua nya tetap bersama dan selalu menyalurkan ketenangan satu sama lain.
"Apa mau lagi Ratuku? "
"Eh.. bukan itu yang Mulia. "
"Lalu apa yang kamu fikirkan? "
Pertanyaan Raja Dexter hanya di jawab dengan diam dengan jari nya yang masih setia bermain di dada bidang itu, bahkan setelah merasakan kehangatan selama bertahun-tahun meski secara sembunyi tetap membuat dirinya menyimpan rasa takut kehilangan. Hubungan yang di sembunyikan memang sudah keputusan kedua nya tapi sebagai seorang wanita tentu ada rasa takut kehilangan ketika mengetahui dengan jelas jika kekasih nya bukan Milik nya seutuhnya.
"Katakan apa yang kamu fikirkan Dewi ku? " ucap Raja Dexter beralih menatap Cleo dengan lembut.
"Apakah kita akan kembali seperti dulu Yang Mulia? Tapi sungguh aku tidak Rela berpisah lagi seperti yang lalu, Tidak bisakah kita tetap bersama meski ada wanita itu. " ucap Cleo menghela nafas.
"Maaf Yang Mulia , Aku hanya berharap sedikit saja kebahagiaan kita tetap ada. Maaf tidak seharusnya aku menjadi seegois ini Yang Mulia, tapi sungguh hati ku terluka setiap kali diam-diam memperhatikan kebersamaan kalian. " ucap nya lagi.
"Tenang lah Dewi ku, semua akan seperti keinginan mu. Cukup percaya dan tetap bersama ku, Kali ini semua nya akan berubah. " jawab Raja Dexter mengeratkan pelukan nya.
Jawaban itu sudah cukup untuk dirinya, Raja Dexter akan selalu menepati Ucapan nya dengan cara apapun dan sesulit apapun. Meski di hati nya masih tersimpan rasa takut kehilangan tapi selama Kedua nya selalu jujur dan terbuka membuat hati nya mendapatkan ketenangan dari dalam. Pelukan yang menjadi milik kedua nya kini membawa kedua insan itu terbang terbuai dalam mimpi yang indah, sedangkan di luar Gerbang Istana Iblis seorang wanita masih saja menyerang prajurit yang mendekati dan mengusirnya.
Dug.. Braak... Brughh..
Ntah sudah berapa prajurit yang harus terluka karena menghalangi wanita itu, wanita yang sudah tidak muda lagi itu tapi memiliki kekuatan besar. Setiap prajurit di Istana Iblis tentu bukan manusia biasa melainkan manusia yang memang memiliki keturunan Iblis, meski sejatinya mereka juga memiliki kelemahan tapi tetap saja kekuatan mereka bisa diperhitungkan. Setidaknya Raja mereka sudah membentengi Istana Iblis dengan perisai yang tidak bisa ditembus sembarang orang, apalagi hanya berdarah manusia biasa seperti Wanita itu.
"APA KALIAN TULI HAH! AKU KEKASIH RAJA KALIAN, BIARKAN AKU MASUK! " teriak nya yang begitu keras hingga suara nya terdengar sampai ke kamar Raja.
Tidak mempedulikan teriakan bagaikan petir di siang hari itu, para prajurit masih membuat benteng pertahanan seperti perintah kepala prajurit yang sudah bertemu Raja Dexter. Suara-suara yang tidak ada hentinya itu mengusik kenyaman tidurnya, melihat kekasih nya tidak terganggu sama sekali membuat Raja Dexter turun dari tempat tidurny, mengambil pakaian ganti sebelum meninggalkan kamar nya.
__ADS_1
Cup..
" Tidurlah Dewi ku. Akan ku singkirkan wanita itu dengan halus. " bisik Raja Dexter.
Krieet...
"Aku akan selalu menunggu hari dimana hanya ada kita didalam kebahagiaan ini Yang Mulia. Sekali lagi Aku akan bersabar demi kelangsungan hidup semua orang. " ucap Cleo membuka mata nya setelah memastikan Raja Dexter meninggalkan kamar.
Dengan langkah yang tak berirama memantulkan suara ketidak sabarannya di setiap lorong Istana membuat semua prajurit yang mendengar hal itu menundukkan kepala , langkah yang sudah dipastikan siapa pemilik nya. Tanpa mempedulikan prajurit yang menunduk, Raja Dexter mempercepat langkah nya agar suara-suara memalukan dari gerbang Istana bisa dihentikan.
"Yang Mulia... " ucap Kepala prajurit.
"Pergilah KALIAN semua! " seru Raja Dexter.
Semua prajurit pergi meninggalkan gerbang Istana Iblis tanpa menjawab Raja nya, kilatan amarah didalam Raja nya sudah bisa dirasakan dari jarak cukup jauh meski tidak seorang pun berani menatap Raja nya itu. Siapapun sudah mengenal amarah Raja nya itu yang tidak mudah di tenangkan, ntah apa yang akan di lakukan oleh Raja Dexter pada wanita pembuat onar itu.
"PERGI!Tidak ada tempat untuk mu disini!" seru Raja Dexter dengan tangan bersedekap.
Ucapan yang mampu membuat wanita itu terkejut, selama ini hanya ada kelembutan dan kasih sayang dari pria di dalam gerbang itu bahkan sekalipun pria itu tidak pernah berteriak bak petir seperti dirinya. Tapi hari ini Pria itu mengusirnya dengan kilatan amarah yang terlihat sangat jelas di mata nya, ntah kemana mata penuh kasih sayang itu pergi hingga menyisakan kabut amarah yang begitu dalam.
"Maafkan Aku cinta ku, Aku tahu Aku salah tapi kumohon beri Aku satu kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita. " ucap wanita itu.
"MAAF? Baiklah aku akan memaafkan mu dengan satu syarat! " jawab Raja Dexter dengan senyuman yang hampir tak terlihat.
"Aku setuju apapun SYARAT mu Cinta ku. " ucap wanita itu tanpa berfikir dua kali.
"SYARAT ku adalah...JADILAH PELAYAN KU! " jawab Raja Dexter.
Jdeer...
Syarat yang sungguh gila, ucapan Raja Dexter seakan menjadi tamparan keras bagi dirinya bahkan kegagalannya dalam menghancurkan Keluarga nya sendiri tidak mampu menjatuhkan harga dirinya seperti syarat yang dilontarkan Raja Dexter. Namun apa boleh buat, tujuannya hanya bisa menjadi kenyataan jika kembali memasuki wilayah Kerajaan Iblis dimana niat hati nya untuk mengikat Naga Hitam hanya untuk nya seorang. Awal nya dengan penuh kepercayaan jika kedatangannya akan disambut dengan baik oleh sang kekasih dan kekasih nya itu akan mudah me maafkan dirinya namun siapa sangka jika semua itu justru tidak terjadi seperti khayalannya. Bahkan sekarang dirinya tak lebih dari seorang pengemis yang tidak memiliki harga sedikit pun dihadapan kekasih nya itu , semua nya sudah berubah dalam hitungan hari.
__ADS_1
"Aku Terima! " ucap nya dengan mengepalkan tangan nya.
Mendengar persetujuan wanita di depannya sungguh membuat hati nya merasa sangat puas, sekarang semua akan menjadi lebih baik dan yang terpenting dirinya tidak akan melukai hati Dewi nya lagi. Seperti Ucapan nya akan membuat semua baik-baik saja meski wanita tidak tahu malu itu kembali memasuki kehidupan kedua nya.