
"Sebentar lagi matahari terbenam, ayo kita kembali ke tempat ku. " ucap Raja Argus mengakhiri ceritanya.
"Jika sebagai Liontin saja Clara tahu keberadaan mu lalu kenapa dia tidak mengatakannya langsung pada ku? Apa yang tidak dia ketahui jika hal yang tidak aku rasakan bisa dia rasakan! " gumam Pangeran Trish.
"HEY! Takdir nya lebih dari Takdir mu ini! Cepatlah waktu kita hanya Malam ini! Bukankah Tuan ingin segera kembali bertemu dengan Istri Tuan? " ucap Raja Argus.
"Hhhaah! Baiklah semua ini demi Istri ku. Aku sudah merindukannya, bersabarlah Trish. " ucap Pangeran Trish mengusap dada nya sendiri.
Tanpa menunggu aba-aba Raja Argus, Pangeran Trish sudan duduk di atas nya dan bersiap melakukan pertempuran yang menghadangnya meskipun dirinya belum tahu seperti apa wujud Lawannya kali ini.Begitu banyak Armada kapal yang kini mulai terlihat memenuhi lautan seakan kemunculannya menandakan pergantian sang Waktu, Raja Argus membawa Pangeran Trish terbang mendekati sebuah kapal yang paling besar di antara lain nya. Dengan sigap Pangeran Trish melompat di lambung kapal sisi kiri sedangkan Raja Argus langsung kembali memasuki Liontin dileher Tuannya, mencoba mengawasi setiap sudut dan Armada kapal lain nya yang masih terlihat sangat kosong hingga matahari terbenam sempurna. Sosok-sosok kabut mulai bermunculan membentuk manusia tengkorak begitu banyak di setiap Armada kapal, sosok-sosok itu mulai hilir mudik kesana kemari seakan mengawasi dan berpatroli layaknya prajurit istana.
"Huft, kenapa raga mereka hanya tulang berjalan, jika tidak ada asap yang masih terlihat pasti pemandangannya lebih dari ini. Seharusnya aku berfikir dimana Pedang Mata berada, yang pasti Pedang itu tidak akan jauh dari pemilik nya. " batin Pangeran Trish.
"Lihatlah semua prajurit tengkorak itu Tuan! Pedang Mata sama seperti itu dan pasti nya Pedang yang Asli bisa disentuh olehmu! " ucap Raja Argus melalui batin nya.
"Heh aku bisa mendengar mu? Artinya... " batin Pangeran Trish.
"Ingat lah Pangeran Trish waktu mu tidak banyak untuk memikirkan hal kecil seperti ini! Hanya ini cara kami membantu mu saat ini, cepatlah fikirkan dimana Pedang Mata itu berada. " ucapan batin seseorang yang dikenalnya sudah memotong rasa penasarannya.
"Baik Raja dan Ratu. " batin Pangeran Trish.
Dipandang nya sekali lagi setiap sudut, semua nya nampak sama saja tidak ada yang menarik dan mencurigakan. Perlahan Pangeran Trish mengubah posisi bersembunyinya mengawasi setiap sisi tanpa terlewatkan, hingga dari tempat nya kini melihat sebuah kapal yang terlihat aneh. Dimana kapal lain nya di huni setidaknya 40 hingga 20 manusia tengkorak, namun kapal yang berjarak 5 kapal dari tempat nya bersembunyi itu tidak memiliki satu manusia tengkorak bahkan kapal itu terkesan gelap dan suram dibandingkan lain nya. Belum lagi kapal itu terkesan kapal yang paling kecil di antara kapal-kapal lain nya, merasa itu yang harus di tuju membuat Pangeran Trish bergegas untuk melompat dari satu kapal ke kapal lain nya yang memiliki jarak tidak begitu jauh namun tanpa disadari tangan nya menjatuhkan sesuatu di samping nya.
**Prangg...
"Ada Penyusup.. Ada Penyusup.. Cepat geledah setiap sudut**! " seru seorang Manusia tengkorak yang disambut sahutan sama oleh Manusia tengkorak lain nya.
"Ya Ampun ini kenapa jatuh tanpa menunggu sih! " gumam Pangeran Trish.
Tap.. tap.. tap.. hap.. Brugh...
Pangeran Trish akhirnya berlarian menuju Sisi belakang kapal dan melompat hingga ke kapal lain nya hingga lari nya menjadi bayangan namun tetap terlihat oleh Manusia tengkorak. Para Manusia tengkorak berusaha menyerang dan menangkap penyusup itu meskipun serangan mereka ditepis dan dibalikkan oleh sang Penyusup, hingga sang penyusup berhasil menginjakkan kaki nya di kapal gelap incarannya.
Namun ada hal aneh yang terjadi, saat tadi melewati kapal-kapal yang berisi Manusia tengkorak bukankah mereka menyerang dengan ganas tapi kenapa begitu kaki nya menginjak kapal terkecil justru mereka seakan enggan mengejar apa lagi menyerang. Apakah mereka takut tenggelam jika kapal kecil ini tidak bisa menampung banyak beban atau kah mereka tidak berani melompati kapal seperti dirinya namun jika diperhatikan sekali lagi dari jumlah Manusia tengkorak tidak ada yang berkurang atau bertambah dan seakan semua nya hanya bisa bergerak di tempat masing-masing.
"Hey Manusia tengkorak! Kenapa kalian tidak mengejar ku? Apa kalian lelah? " seru Pangeran Trish tanpa fikir panjang.
"Dasar bocah! Jaga Ucapan Mu! Iblis itu berada disekitar Mu! " seru Raja Argus melalui batin nya.
"Up's.Aku lupa soal Iblis itu sesaat. Aku akan lebih waspada. " gumam Pangeran Trish setelah membekap mulutnya sendiri.
Manusia tengkorak semua nya menunduk menatap kearah bawah tanpa mau memadang ke arah Trish lagi , padahal beberapa detik sebelum nya mereka masih menampakkan tatapan tajam meski tidak ikut menginjakkan kaki di kapal yang paling kecil. Tengkuk leher Pangeran Trish merasakan hembusan dingin, rasa dingin itu membuat pori-pori tubuhnya meremang, desiran angin laut pun tidak sedingin aura di belakang nya, ntah apa yang tersimpan di kapal ini atau kah disinilah tempat tinggal Iblis lawannya, jika benar artinya dirinya langsung masuk sasaran tanpa persiapan apa pun.
"Hanya gelap, tapi kenapa aura nya sangat pekat dan mereka masih saja menunduk? " gumam Pangeran Trish setelah berbalik ke belakang dan menoleh sekali lagi ke Manusia tengkorak.
Chriing.... (Sebuah gulungan kertas tiba-tiba muncul ketika Pangeran Trish berbalik ke arah kapal yang gelap)
"Apa ini?." ucap Pangeran Trish mengambil gulungan kertas dan membukanya.
...Selamat Datang! Selamat Mengikuti Permainanku!...
...Dari...
__ADS_1
...**Sang Penguasa Alam...
"Dia** sudah menunggu kedatanganmu, sekarang kita sudah masuk kedalam perangkapnya. Tajamkan pendengaran dan penglihatanmu! " ucap Raja Argus melalui batin nya.
Dengan waspada Pangeran Trish menjaga setiap langkah pijakannya, sekilas memperhatikan kapal yang hanya bisa di isi oleh 10 orang itu, semua sudut benar-benar gelap namun sinar bulan di langit perlahan membantu nya melihat keadaan kapal itu. Sinar bulan sangat membantu nya hingga perlahan bayangan di dekat pijakan kaki nya mulai nampak, bayangan sebuah benda yang bergerak tertiup angin semakin diperhatikan ada sesuatu yang aneh dibawah benda berkibar itu yang membuat Pangeran Trish seketika mendongkak melihat ke atas.
"Hanya bendera yang berkibar tapi bayangan apa tadi dibawah bendera? " gumam Pangeran Trish.
*Bola Api*
wuush... wuush..
Bola-bola Api sengaja Pangeran Trish lemparkan ke langit untuk melihat bayangan didepannya lebih jelas, sedangkan Pedang di tangan nya digunakan untuk menangkap bayangan di atas nya. Ternyata ide yang terlintas itu cukup berhasil, bayangan didepannya terlihat lebih jelas dan Pedang nya sedikit mendapatkan gambaran sosok dibawah bendera.
Sosok yang tidak beda jauh dari Manusia Tengkorak, hanya saja tidak Ada asap yang menyelimuti sosok satu ini,bahkan sosok ini terlihat lebih nyata dibandingkan Manusia Tengkorak lain nya.
Kkakk... kkakk.. kkakk.. (suara burung yang nyaring tiba-tiba terdengar membuyarkan konsentrasi Pangeran Trish melihat pantulan sosok di Pedang nya)
Sliing.. Slaaz...
Serbuan begitu banyak burung gagak yang tiba-tiba membuat Pangeran Trish langsung menepis dan menyerang balik burung gagak yang mencoba menyerang nya semakin banyak burung gagak yang berjatuhan justru semakin banyak burung gagak yang berdatangan hingga jumlah nya tidak terhitung lagi. Hingga sebuah bisikan di dalam batin nya menunjukkan cara menghentikan penyerangan burung gagak, dengan cepat Pangeran Trish mengubah senjata nya , mengarahkan senjata baru nya kebawah dimana ada sebuah penampungan air yang masih terisi setengah.
*Panah Petir Api* (ucap Pangeran Trish)
Sliing.. Jleb.. Kkaaaaaakk..
Suara nyaring itu menandakan bidikannya tepat sasaran, meski banyak gagak yang sudah mematuk tubuhnya namun fokusnya tidak teralihkan dengan hal itu dan benar saja dengan panah Senjata yang sudah bersatu dengan Permata Alam mampu menembus sasaran nya tanpa harus terarah langsung. Siapa pun yang menyarankan rencana itu pasti akan mendapatkan ucapan terimakasihnya setelah keluar dari tempat mengerikan ini, dengan kematian gagak yang memiliki inti jiwa para gagak lain nya seketika semua gagak yang tadi sibuk menyerang dan berdatangan langsung terbakar menjadi abu.
"Berani nya KAU Membunuh Gagak ku! Tidak Ada Ampunan Untuk mu Bangs*t**! " ucap sosok yang sudah melompat turun dan berdiri di belakang Pangeran Trish.
Suara yang berat dengan nada yang tinggi dan pijakan yang begitu mantap membuat kapal seperti kertas yang terombang-ambing, rasa yang semakin mencekam bahkan disaat berada di Kerajaan Iblis sesungguhnya pun aura nya tidak sekuat ini. Perlahan Permata Alam di tubuhnya mulai menyelimuti tubuhnya agar tidak terpengaruh dengan kabut biru yang tiba-tiba mulai memenuhi sekeliling nya, kabut itu semakin lama semakin banyak.
Pangeran Trish berbalik melihat siapa yang akan dihadapi nya kali ini, Mata nya langsung terpaku pada wajah yang tidak ramah dengan Mata merah dan putih, wajah itu sama saja tengkorak hanya saja seakan semua nya terbuat dari besi, satu tangan memegang Pedang dan satu tangan nya sudah berubah menjadi pengait besi, topi yang menjadi lambang kapten bertengger dikepala sosok di didepannya dengan sebuah cerutu tergigit di deretan gigi tajam nya.
"Seraaang* seru sosok di depannya.
Kabut yang menyelimuti Pangeran Trish tiba-tiba berubah menjadi Manusia tengkorak yang tadi dilihat pertama kali, kini dirinya sudah terkepung dengan Manusia Tengkorak sedangkan tujuannya masih belum di ketahui dimana keberadaan nya.
Slaaz.. Sliing.. Praank...
Hujan panah beradu dengan Pedang Manusia Tengkorak, sesekali Pangeran Trish menggunakan sebuah belati hanya untuk menghindari serangan, semua ucapan Putri Merlyn masih di ingat nya. Dengan terus melawan Manusia Tengkorak tentu hal ini akan memakan waktu lama, tujuannya hanya lah Pedang Mata yang asli, dimana Pedang itu sama seperti Pedang prajurit Iblis Dandelion maka Pedang yang asli akan Ada pada pemilik nya.
" Itu dia, Aku harus mendekati Iblis itu. " batin Pangeran Trish.
"Lemparkan Kalung Mutiara ke Langit! Sekarang! " perintah sosok lain di batin Pangeran Trish.
Wuuss... Ctaar.. Greeb...
Kalung Mutiara yang terlempar ke atas seketika berhenti dan terbang memberikan gelombang dengan sinar putih menyala terang, disaat bersamaan semua Manusia Tengkorak yang masih menyerang Pangeran Trish melebur menjadi kabut asap, semua nya perlahan terserap ke dalam gelombang kalung Mutiara dimana suara teriakan dan erangan para Manusia tengkorak terdengar nyaring membuat gendang telinga Sosok di depan Trish menutup telinga nya.
__ADS_1
"Cepatlah hadapi Iblis itu dan hancurkan Pedang Mata! Pasukannya hanya akan terkurung selama Kalung Mutiara terkena sinar bulan. " perintah sosok di batin nya sekali lagi.
"Aarggh Si*l! Hiyaa.. " seru sosok di depannya.
Praang.. Wuush.. Pletak.. Sliing.. Sliing..
Sosok itu membabi buta menyerang Pangeran Trish meski seperti nya masih menahan rasa sakit di telinga nya namun kekuatan nya memang mampu membelah kapal jika dibiarkan menebas ke segala arah. Dengan sigap Pangeran Trish melawan dengan pedang nya , ikut menepis dan menebas ke arah lawannya tanpa menunggu di terkam terlebih dahulu, sungguh dirinya yang sudah menjadi seorang ksatria harus lebih banyak berlatih lagi. Lawannya kali ini membuat nya sadar jika dirinya masih belum memiliki ke mampu an bersenjata dengan baik, berulang kali tubuhnya harus terpental dan terkena goresan oleh sosok di depannya itu namun lawannya masih belum tergores sedikit pun.
Sliing... Jleeb.... (Pedang Pangeran Trish terlempar cukup jauh)
"Hahahaha Berani sekali Memasuki KekuasaanKu! Bocah Kemarin Sore sudah mau Sok Dengan Ilmu tidak seberapa! APA MAU MU HAH! " seru sosok di depannya yang sudah mengarahkan Pedang nya di leher Pangeran Trish.
Terasa perih dan Ada sesuatu yang mengalir dileher nya, bau amis kini tercium sudah pasti kini leher nya tergores akibat tekanan pedang namun jika di telisik lagi bukan kah pedang di depannya ini adalah tujuannya. Pedang Mata yang asli, sang pemilik lah yang akan memegang Pedang Mata dan hal ini harus dicoba untuk menguji keaslian Pedang nya maka harus melakukan sesuatu. Dengan gerak yang di buat seolah ingin mengambil panah, Pangeran Trish mengecoh sosok di depannya dengan mendekati pangeran Trish dan menahan tangan kiri Pangeran Trish disaat bersamaan tangan kanan Pangeran Trish ikut memegang Pedang Mata yang digunakan untuk menahan tangan kiri nya itu.
Tidak peduli Pedang yang telah menggores telapak tangan nya, Pangeran Trish mengeluarkan seluruh kekuatan Permata Alam di dalam tubuhnya. Pedang Mata mulai merasakan kekuatan yang sangat mengiurkan dari aliran darah Pangeran Trish, sang pemilik pun dapat merasakan jika Pedang milik nya mulai mengambil kekuatan tamu tak di undang nya itu.
"Hahahaha lumayan juga kekuatan Mu Bocah! Katakan Apa Permintaan Terakhir Mu? " seru sosok di depannya itu dengan tawa nya yang terlihat sangat puas.
"**Justru sebaliknya! Katakan Permintaan Terakhir Mu Iblis Dandelion! " seru Pangeran Trish yang mulai menatap tajam ke arah lawannya.
"Hahahaha rupanya KAU tahu siapa aku, Tapi sayangnya nyawa Mu Yang Akan Hancur! " seru Iblis Dandelion juga menatap tajam Pangeran Trish**.
Semakin lama Pangeran Trish kehilangan kekuatan Permata Alam, Pedang Mata yang masih menyerap kekuatan Permata mulai terlihat aneh dan darah Pangeran Trish perlahan mulai membeku. Pangeran Trish yang merasakan Ada sesuatu yang sudah terjadi dan tahu apa penyebabnya, langsung tersenyum dan senyumannya itu membuat Iblis Dandelion melihat Pedang Mata milik nya.
Kreet.. (Garis-garis mulai samar terlihat, semakin lama garis-garis itu semakin jelas dan membuat satu garis berkelok di sepanjang Pedang Mata)
Pyaar... (Pedang Mata hancur seketika setelah Pangeran Trish melepaskan genggaman tangan nya )
"Seperti Keinginan Anda! HANCUR! " ucap Pangeran Trish dengan penekanan setiap kata nya.
Iblis Dandelion masih terpaku dengan apa yang baru saja terjadi, bagaimana mungkin Pedang Mata yang sakti bisa hancur seketika rasa nya itu mustahil namun kepingan-kepingan di bawah sudah nyata dan benar adanya dengan hilangnya aura dingin yang berganti kehangatan udara hingga kesadaraan nya kembali. Melihat lawannya yang masih tersenyum membuat amarah nya murka, dengan seruan nya gagak yang sudah menjadi abu kembali hidup dan Manusia Tengkorak yang sudah terkurung perlahan mulai terlepas dari kurungan.
"Seeerbu " teriak Iblis Dandelion.
Sedangkan Pangeran Trish yang sudah kehilangan seluruh kekuatan Permata Alam mulai meredup pandangannya, tubuhnya sudah tidak bisa di kendalikan hingga teriakan Iblis Dandelion sudah tidak dihiraukannya, jika memang hidupnya sampai disini dirinya hanya berharap bisa sekali lagi berkumpul bersama orang-orang yang di cintainya namun sebelum kesadaraan nya hilang sepenuhnya sesosok Naga yang sudah menjadi sandaran tubuhnya datang dan ntah apa yang terjadi selanjutnya karena semua nya menjadi gelap segelap malam tanpa bulan.
................ ...
.
.
.
Assalamu'alaikum, Readers Salam ya dari author 😊
.
.
. Makasih yang udah kasih like, comment ma support nya ya ❤️
__ADS_1
. Sekali an kasih saran ma kritikan ke author donk reader, biar author bisa nulis lebih baik lagi.. 😁