The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Sidang Kerajaan Api


__ADS_3

"Yang Mulia minum lah ramuan ini, Ini akan membuat tubuh Yang Mulia segar kembali. " ucap Seorang tabib.


"Terimakasih tabib, Aku berharap perisai ku masih cukup untuk beberapa hari kedepan. " jawab Ratu Alona meneguk ramuan pahit dari tabib.


"Semoga Yang Mulia tapi Yang Mulia harus ingat kekuatan Yang Mulia sudah terkuras habis karena ini, sesepuh Barbarus juga sudah bisa membantu selama Yang Mulia belum membaik. " ucap tabib.


"Semoga Raja atau Pangeran segera kembali, semoga ucapan sesepuh Barbarus Dan Lady Cristal bukan hanya untuk menyenangkan hati ku saja. " gumam Ratu Alona dan mulai terpejam Mata nya karena efek dari ramuan.


Percakapan keduanya berakhir dengan menutup nya mata Sang Ratu akibat ramuan, sedang kan disisi lain Raja dan Pangeran baru saja tiba di dalam Istana Api dengan portal sang Raja. Rasa khawatir membuat keduanya bergegas menuju ke kamar Raja dimana prajurit Istana mengatakan bahwa Ratu Alona sedang menjalani pengobatan setelah kehilangan banyak kekuatan untuk membuat perisai. Suara langkah kaki yang menggema di lorong membuat setiap Prajurit dan penjaga di setiap sudut menundukkan kepala setelah melihat pemimpin kerajaan yang datang, begitu membuka pintu kamar Raja pemandangan pertama yang dilihat adalah wajah pucat dengan mata cekung yang menggantikan wajah manis dengan pipi yang cubby sebelumnya.


"Salam Yang Mulia, Salam Pangeran. " ucap sang tabib.


"Apa yang terjadi tabib? Katakan! " ucap Raja dengan raut wajah khawatir.

__ADS_1


Sang tabib menceritakan perjuangan sang Ratu dimana demi melindungi kerajaan dari hal berbahaya dan pengaruh kabut kegelapan membuat Ratu Alona mengerahkan seluruh kekuatan nya untuk membuat perisai di seluruh wilayah Kerajaan Api, berulang kali melakukan hal sama membuat Ratu Alona kehilangan kekuatan dan energinya secara drastis hingga wajah dan tubuhnya pun seakan cepat menua karena melindungi kerajaan. Namun setelah sesepuh Barbarus kembali dari pertemuan rahasia, barulah peran Ratu Alona digantikan oleh sesepuh Barbarus dan Ratu Alona menjalani pengobatan agar keadaan nya kembali normal, para menteri pun menyarankan agar Ratu Alona mengirimkan surat kepada Yang Mulia Raja atau Pangeran Trish namun dengan tegas saran itu ditolak karena bagi Ratu Alona kerajaan Api juga tanggung jawab nya untuk melindungi semua rakyatnya.


"Maafkan kanda, dinda. Istirahatlah dan cepat lah sembuh, Tanggung jawab ini akan menjadi milik Ku. Aku mencintai mu dinda, sungguh aku lelaki yang beruntung memiliki pendamping wanita hebat seperti mu. " ucap Raja mengelus rambut Ratu Alona dan mencium kening istrinya dengan lembut.


"Ayahanda tidak sendirian, Aku bersama Ayahanda dan Kita bisa mengalahkan masalah ini bersama. " ucap Pangeran Trish memegang bahu Raja.


"Trish kumpulkan para menteri dan pemimpin setiap Prajurit dalam sidang, kita harus membuat rencana dengan baik agar semua masalah dapat di selesaikan. " perintah Raja.


"Baik Yang Mulia Raja. " jawab Pangeran Trish membungkukkan badannya.


Dengan perintah Raja, Pangeran Trish sudah mengumpulkan semua menteri dan setiap pemimpin Prajurit dimana Prajurit kerajaan Api terbagi dalam beberapa kelompok, semua orang menampakkan wajah yang tertekuk dengan mata yang lelah membuat Pangeran Trish merasa bersalah karena tidak bisa menjadi seorang Pangeran yang baik dan ber tanggung jawab. Kedatangan Raja dan Pangeran membuat perubahan seperti angin segar bagi semua orang meski sudah banyak korban akibat pemberontakan namun mereka tetap percaya jika Raja dan Pangeran pasti akan menemukan solusi bagi semua masalah yang ada.


"Salam Yang Mulia Raja, Salam Pangeran Trish Illarion. " ucap serempak semua orang yang mengikuti sidang.

__ADS_1


"Katakan Satu persatu apa yang sudah terjadi di kerajaan kita, Dan Apa Saja yang sudah Ratu Alona lakukan untuk menjaga kerajaan kita. " ucap Raja setelah memberikan isyarat agar semua peserta sidang duduk di tempat making-masing.


Dengan tenang Satu persatu mengatakan masalah yang terjadi bahkan pemimpin Prajurit juga mengeluh karena banyak Prajurit yang mengundurkan diri disaat kacau seperti ini membuat keamanan semakin melemah sedangkan pemberontakan semakin meraja lela seakan sebuah penyakit menular membuat Prajurit kewalahan. Raja dan Pangeran yang mendengar semua nya dengan seksama saling pandang seakan berbicara menggunakan bahasa isyarat, keheningan akhirnya terjadi setelah semua permasalahan dan keluhan diutarakan dari berbagai pihak.


Raja dan Pangeran untuk sesaat melakukan perundingan untuk mendapatkan solusi setiap masalah yang ada hingga membuat peserta sidang merasa was-was dan cemas menunggu keputusan pemimpin mereka. Terlihat wajah kedua pria berbeda usia itu sesaat tegang, penuh penekanan dengan ketenangan yang menghimpit membuat siapapun yang melihat itu ingin melarikan diri Saja. Terlebih lagi baru kali ini Pangeran Trish mengikuti sidang Istana sejak diri nya menjadi dewasa, karena selama ini Pangeran hanya sibuk menjalani kehidupan diluar Istana menyelesaikan tugas yang sudah di takdirkan sedangkan masalah kerajaan hanya ditangani oleh Raja dan Ratu di tambah sesepuh Barbarus.


"Baik lah kami sudah memutuskan masalah pemberontakan akan di tangani oleh ku dan masalah perlindungan Rakyat seluruh wilayah Kerajaan Api akan di tangani oleh Pangeran Trish. Masalah Prajurit yang mengalami penurunan akan menjadi tanggung jawab semua orang, tapi Pangeran Trish akan mengutus orang-orang kepercayaannya untuk membangkitkan jiwa kstaria Prajurit kerajaan Api. Mari kita selesaikan semua ini bersama-sama, Pangeran Trish akan segera pergi menemui sesepuh Barbarus untuk melakukan rencana nya dan kalian di sini akan memulai mendesak para pemberontak yang sudah meraja lela. " ucap Raja dengan suara yang tegas.


"Hidup Yang Mulia, Hidup Pangeran. " seru peserta sidang.


"Cukup! Terimakasih untuk sanjungan kalian namun perjuangan kita baru dimulai dan untuk mewujudkan perdamaian seperti yang Ratu Alona lakukan maka kita harus lebih bekerja keras untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Mari berjuang bersama-sama! " seru Pangeran Trish.


Ucap an yang begitu berbobot dengan jiwa kepemimpinan yang terpancar membuat semua orang salut dan jatuh hati dengan Pangeran Trish, sedangkan Pangeran Trish langung meninggalkan tempat sidang dan memulai tanggung jawab nya. Tanpa menunda waktu nya Pangeran memerintahkan orang-orang kepercayaannya untuk membantu para pemimpin Prajurit menyakinkan Prajurit lain nya melalui sebuah dekrit kerajaan, setelah memastikan rencana nya berjalan barulah Pangeran Trish meninggalkan kerajaan Api untuk menemui sesepuh Barbarus di wilayah perbatasan.

__ADS_1


................... ...


Kabut hitam yang menutupi langit membuat perisai yang di buat oleh sesepuh Barbarus perlahan kian menipis seakan kabut hitam itu menyerap kekuatan yang ada di dalam perisai, kekuatan yang dimiliki sesepuh Barbarus bahkan sudah kehilangan setengahnya namun ntah kabut itu kapan akan menghilang seakan siap untuk menyusup dari sela-sela retakan perisai.


__ADS_2