
Hari ini kerajaan sibuk menyiapkan acara jamuan makan malam untuk pertemuan penting dengan setiap Raja dari berbagai wilayah untuk membahas tentang permasalahan disetiap kerajaan yang sedang terjadi, tuan rumah adalah kerajaan Langit sebagai rasa syukur atas kembalinya Raja setelah sakit.
"Bunda, Bisakah Clara tinggal di Istana untuk jamuan makan malam nanti? " tanya Raja pada ibu suri.
"Apa yang kamu rencanakan? Bukankah ada Starla di Istana. " jawab Ibu suri melihat putranya yang terlihat mencurigakan.
"Ibunda tahu Pangeran Lars? Putra kerajaan Es, Bukankah cocok dengan Clara jika dijadikan pasangan? " ucap Raja mencoba mendapatkan persetujuan dari ibu suri akan niat nya itu.
"Biarlah Putri mu sendiri yang memilih pasangan, Ke dua gadis itu masih belajar banyak hal. " jawab ibu suri dengan tenang.
"Tapi Ayah dari Pangeran Lars yang melamar Clara sendiri, Dan Putranya itu sudah menjadi putra mahkota juga hingga sudah waktunya untuk menikah. " ucap Raja menjelaskan situasi sebenarnya.
"Biarkan Starla yang datang ke jamuan Makan malam. Biarkan Bunda yang mengatur semuanya. " jawab ibu suri meninggalkan sang raja.
............
"Selamat Datang di Istana Langit, salam untuk para Raja yang hadir malam istimewa ini. " ucap Raja menyambut para tamunya di meja makan.
Acara makan malam yang nikmat dan tenang, begitu banyak hidangan istimewa dan buah-buahan yang segar dari kebun Istana, setiap Raja membawa satu anggota keluarga sehingga itu seperti pertemuan keluarga saja, acara makan selesai dilanjutkan dengan berdiskusi dan menikmati camilan yang tak kalah nikmat karena dimasak oleh juru masak Istana.
...Sedangkan disisi lain.......
"Anda memanggilku Yang Mulia? " tanya seseorang setelah masuk ke sebuah kamar.
"Apa kamu tahu rencana Putra ku? Apa pendapat mu? " tanya Ibu suri tanpa basa basi.
"Rencana apa Yang Mulia? " tanya orang itu tidak mengerti maksud ibu suri.
"Pertunangan mu dengan Putri Istana Langit? Apa Ayah mu tidak mengatakan jika dirinya telah melamar putri kami? " tanya ibu suri dengan serius menatap orang di depannya.
"Apa! Maaf Yang Mulia, sungguh hamba tidak tahu." jawab orang itu karena terkejut.
"Sebagai kepercayaan ku. Rahasia kerajaan ini sudah tidak menjadi rahasia untukmu. Apa keputusan mu? " tanya ibu suri memegang lengan orang itu.
"Bukankah ini terlalu cepat Yang Mulia. Apa yang akan dikatakan putri Istana, jika harus bertunangan tanpa mengenal calonnya. " ucap Orang itu dengan serius.
"Orang berfikir pertunangan antara Pangeran Lars Calleum putra Kerajaan Es dan Putri Africiana Lucaz Armadeo Putri Kerajaan langit, tapi pertunangan mu akan dilangsungkan bersama Putri Alvira Starla Armadeo. Apakah kamu setuju dengan Rahasia seperti ini? Untuk Putri Starla, Ada Seseorang yang bisa membujuknya." tanya ibu Suri menatap tajam.
"Jika itu untuk kebaikan semuanya. Sebagai Putra Mahkota kerajaan es dan kepercayaan Ibu Suri kerajaan Langit. Saya Pangeran Lars Calleum bersedia menerima pertunangan Bersama Putri Alvira Starla Armadeo. " ucap Lars dengan tanpa ragu yang membuat ibu suri lega karena sudah menjelaskan jika situasi di mata dunia dan kenyataan di dalam Istana adalah dua sisi yang bertolak belakang dan tentu saja ini menjadi rahasia untuk sementara waktu sampai pada waktunya nanti.
Jamuan makan malam berjalan dengan lancar, hingga raja memukulkan sendok nya ke gelas minumannya agar semua fokus kepadanya.
Ting.. Ting.. Ting..
"Perhatian para Raja yang terhormat, di Hari yang bahagia ini Saya Raja Lucaz Armadeo mengumumkan pertunangan antara Putri Kerajaan Langit dengan Putra Mahkota Kerajaan Es. Hubungan ini akan diresmikan satu minggu setelah jamuan makan malam. Terimakasih atas perhatiannya. " ucap Raja dengan semangat dan bahagia atas rencananya yang sudah disetujui Ibundanya.
..............
"Ka Clara ayolah jangan aku yang bertunangan. " ucap starla memohon pada kakaknya yang sibuk meracik ramuan di pondok.
"Bicaralah pada nenek, nenek pasti akan menghentikan pertunangan itu. " jawab Clara seadanya karena masih fokus dengan bahan-bahan didepannya.
"Tapi ini seharusnya pertunangan ka Clara bukan starla. " ucap Starla Menggerutu.
Clara yang mendengar hal itu langsung menghentikan kegiatannya dan mendekati adiknya untuk mengajaknya duduk di depan pondok.
__ADS_1
"Kakak minta maaf tidak bisa melakukan tanggungjawab sebagai seorang kakak yang baik, tapi demi senyum adikku. Baiklah kakak yang akan bertunangan. Sekarang Senyumlah Sayangku. " ucap Clara mengelus tangan adiknya.
"Bukan itu maksudnya Starla ka, Batalkan saja pertunangan ini. Jadi tidak ada yang perlu menjalani hubungan ini. " jawab Starla yang merasa bersalah.
"Ayahanda pasti sudah memikirkan kebaikan kita Starla, dan hubungan ini tidak akan berjalan jika kedua pihak tidak bisa saling menerima. Tidak masalah jika harus lewat perjodohan, Mungkin memang sudah jodohnya. " ucap Clara menjelaskan dengan lembut.
"Maaf ka. Starla masih belum siap untuk hubungan serius. Tapi demi ayahanda, Starla akan menerima pertunangan ini. " jawab starla setelah berfikir karena ucapan kakaknya, tidak salah jika harus mencoba mengenai Pangeran es, yah meski dirinya baru bertemu sekali di jamuan makan malam.
"Starla, apa itu yang adikku inginkan. Jika tidak kakak siap melakukan pertunangan itu. " ucap Clara dengan serius menangkup wajah adiknya.
"Tenang ka Clara, ucapan kakak benar. Mungkin Pangeran Lars adalah jodoh ku. Ka Clara fokus saja dengan tanggungjawab yang sudah dibebankan, Starla tahu kakak sangat lelah tapi masih terus berjuang. Starla sayang ka Clara. " jawab starla dan memeluk kakaknya dengan erat.
"Kakak juga sayang Starla. Selalu tersenyum dan bahagia adikku termanis. " ucap Clara dengan lembut.
Yah pagi buta Starla sudah berada di tempat kakaknya tinggal, bagaimana tidak demikian jika dirinya merasa hidupnya akan berakhir karena perjodohan itu. Bahkan ibu suri dan Ayahanda sudah setuju, jalan satunya hanya meminta bantuan kakaknya, namun melihat keikhlasan kakaknya untuk menggantikan dirinya, tentu membuat hatinya sadar jika itu jalannya bukan jalan kakaknya. Sebagai seorang putri Kerajaan dirinya tahu arti tanggungjawab dan sebagai seorang adik melihat kakaknya siap berkorban untuknya, tentu saja Starla tidak mau membuat kecewa keluarga nya. Bersama kakaknya membuat nya bersyukur karena masih bisa memiliki tempat mengadu segala sesuatu yang dirasakan, meski diakui setelah bertemu nenek dan kakaknya justru dirinya semakin manja.
"Mau menginap disini Starla? " tanya Clara setelah selesai berpelukan.
"Sudah memiliki janji dengan Pangeran Lars ka. Tapi besok Starla kembali kesini lagi. " jawab Starla dengan malu-malu.
"Ciee, Adik ku sudah mulai jatuh cinta. " goda Clara dengan mencolek pipi Starla.
''Ka Clara apa'an sih, Starla sudah janji mau kasih jawaban setuju atau tidak dengan pertunangan ini. " jawab Starla dengan cemberut yang sengaja dibuatnya.
"Jangan cemberut nanti Pangeran Lars tambah suka. Haha. " ucap Clara semakin menggoda Starla.
"Apaan sih. Bisa aja kakak. " jawab Starla ikut tertawa.
Keduanya semakin dekat meski tetap tidak tinggal satu tempat, Clara yang selalu bisa menyeimbangkan perasaan adiknya dan Starla yang mudah luluh setelah memahami situasinya, setelah berpamitan pulang pada kakaknya, kini Starla kembali ke istana agar tidak ada yang curiga tentu saja datang dan pergi dengan teleportasi.
Seorang pria yang menemaninya dalam perjalanan mencari obat untuk Ayahanda nya, yang bersikap sangat konyol di depannya, pernah berubah menjadi manusia lebah karena kecerobohannya dan hampir saja membuat Clara tiada jika tidak ditolong seseorang. Jika Clara tahu orang itu yang akan bertunangan dengan adiknya, apakah masih bisa mengizinkan pertunangan itu, sayangnya hingga saat ini Clara masih tidak tahu partner nya dulu itu adalah Pangeran Lars.
................
"Selamat Datang Tuan Putri. " ucap Pangeran Lars yang melihat kedatangan Putri Starla.
"Mari Bertunangan, Tapi ingatlah. Aku Alvira Starla Armadeo Putri Kerajaan Langit, adik Putri Africiana Luzca Armadeo. Bersedia bertunangan demi Keluarga, jika Anda menerima, maka Pertunangan itu akan dilangsungkan sesuai rencana Raja. " ucap Starla tanpa basa basi.
"Saya bersedia. Bertunangan dengan Putri Alvira Starla Armadeo dengan sepenuh hati dan akan menjalani hubungan ini dengan rasa sayang tulus. " jawab Pangeran Lars yang tersenyum karena Starla menerima perjodohan itu.
Yah pertemuan malam ini memang sudah dijanjikan oleh Starla, dan Pangeran Lars pun sudah menunggu dari sore, sungguh niat sekali Pangeran satu ini.
Flash Back
"Salam Putri Alvira Starla Armadeo. Bolehkah saya duduk menemani anda? " ucap Pangeran Lars dengan sopan.
"Silahkan Pangeran. Tidak ada yang melarang, tapi lain kali tidak perlu menyebutkan nama ku. Anda tentu tahu apa alasannya! " jawab Starla dengan dingin.
"Baiklah.Seperti perintah anda Tuan Putri. " ucap Pangeran Lars dan duduk di samping Starla, yah Starla sedang menikmati langit penuh bintang di taman istananya, karena setelah pengumuman Raja dirinya meninggalkan jamuan meski sudah berjabat tangan dengan Pangeran Lars didepan semua orang.
"Apa yang Anda fikirkan Tuan Putri? " tanya Pangeran Lars yang melihat Starla hanya diam memandang ke langit.
"Apa alasan seorang Pangeran es menerima perjodohan ini? " tanya Starla to the Poin tanpa melihat Pangeran Lars.
"Demi Keluarga, Kerajaan dan Tentu untuk Hati yang harus memiliki tempat untuk singgah. " jawab Pangeran Lars dengan tenang.
__ADS_1
"Aneh rasanya, Tiba-tiba bertunangan tanpa saling mengenal dan dunia mengetahui tunangan Anda adalah kakak saya bukan saya. Apa itu tidak menjadi masalah untuk anda? " tanya Starla lagi.
"Biarlah dunia mengetahui tentang kepalsuan. Dunia dan hidupku tetaplah nyata, hubungan ini didasari atas kejujuran, tidak ada hal lebih penting dari itu untuk ku. " jawab Lars masih setia memandang Putri Starla.
"Baiklah, biarlah waktu yang menjawab semua ini nyata atau hanya hayalan. " ucap Starla beranjak dari duduknya dan ingin kembali ke kamarnya.
"Berfikir lah Tuan Putri, apapun keputusan Anda. Saya berjanji akan menerimanya dengan tulus. " ucap Pangeran Lars yang membuat Starla berhenti berjalan.
"Tunggulah besok malam di taman ini. Aku akan memberikan jawaban. " jawab Starla dan meninggalkan Pangeran Lars sendirian.
"Gadis itu sangat manis meski dalam keadaan serius, untung saja aku kembali ingat jika Tuan Putri kembar." gumam Pangeran Lars yang menahan senyumnya karena ingat kekonyolan dirinya.
Keduanya kini memulai pengenalan agar bisa menjalani hubungan kedepannya, yah cuma itu jalan yang harus dilalui keduanya, Pangeran Lars yang harus lebih ekstra bersabar karena Putri Starla hanya bicara seadanya, maka dirinya yang lebih banyak berinisiatif bercerita, dimulai dari pertemuan yang tidak disengaja dulu saat dipasar, yah syukurlah pembukaan obrolan yang dilakukan Pangeran Lars menarik perhatian Starla yang punya rasa penasaran tinggi seperti dirinya. Tanpa terasa keduanya melewatkan makan malam dan di sudut jendela sisi lain ibu suri mengamati bagaimana pasangan baru itu, ibu suri lega karena Pangeran Lars bisa membuat Starla sibuk dan tersenyum. Sebenarnya bukan tanpa alasan kenapa Ibu suri justru mengizinkan Starla yang bertunangan terlebih dulu, melihat kondisi jiwa dan hati Starla yang patah akibat pengkhianatan ibu tirinya, membuat ibu suri mendahulukan Starla daripada Clara. Starla lebih membutuhkan seseorang yang akan selalu mendukung dan melindungi nya, sedangkan Clara masih harus fokus dengan tanggungjawab nya. Melihat Pangeran Lars adalah orang yang baik tentu tidak menjadi masalah jika harus dipasangkan dengan salah satu cucunya, tapi jika dipasangkan dengan Clara, pasti cucunya itu akan menolak langsung Pangeran Lars. Bagaimana tidak jika dimata seorang Clara, Pangeran Lars adalah seorang Ksatria konyol yang ceroboh dengan rasa penasaran nya sendiri, ibu suri saja sampai geleng-geleng kepala saat mendengarkan cerita Clara tentang bagaimana Pangeran Lars selama menjadi pendamping cucunya itu. Sedangkan Starla dan Clara tidak tahu jika Pangeran Lars adalah salah satu kepercayaan ibu suri, ibu suri pun tidak sengaja bertemu dengan Pangeran Lars dan mengetahui tujuan Pangeran Lars adalah sebagai pendamping Pewaris Pedang Suci dan Kitab Cristal of life, tentu saja dirinya langsung mencari semua informasi tentang pemuda itu, hingga akhirnya ibu suri rumah menjalin kerja sama dan tentu saja itu dengan sumpah setia yang tidak bisa dilanggar.
...................
"Tuanku.Ini semua yang kudapatkan dari penyelidikan selama beberapa hari ini. " ucap seseorang yang baru datang ke sebuah tenda.
"Baik.pergilah." jawab orang itu.
"Tidak ada yang istimewa. Tapi bagaimana bisa memiliki naga dan Ternyata itu Naga Suci dan Pedang Suci. Apa mungkin gadis sederhana mampu menguasai semua itu? Seperti nya aku harus mencari tahu sendiri. " gumam orang itu meletakkan catatan yang diberikan salah satu orang suruhan nya tadi.
"kembalilah ke Istana. Sampaikan pada Raja. Tujuan Pangeran mencapai titik terang. " perintah orang itu dan menaiki kudanya untuk melakukan niatnya, dan orang-orang yang bersamanya terpaksa harus kembali ke Kerajaan tanpa sang Pangeran. Mereka tahu Pangeran tidak suka bicara dua kali dan menunggu jawaban apalagi penolakan, harus siap menjadi boneka penurut jika tidak ingin mendapatkan hukuman. Pangeran tidak jahat, hanya saja mengulang perintah seperti tidak ada artinya jika ucapan yang pertama saja sudah diabaikan. Begitulah jika di dalam wilayah kekuasaan Pangeran, ucapan Pangeran adalah perintah mutlak tanpa diulang.
..........,.......
"Clara kembalilah ke istana. Sudah cukup pelariannya. Jiwa mu sudah menyatu dan seimbang dengan Naga Suci. " ucap Sang pertapa yang melihat hasil kerja keras Clara berkembang dengan cepat dalam waktu singkat.
"Bukankah masih harus menguasai setiap segel dari kitab suci Guru? " tanya Clara sopan.
"Ibu suri ada di istana, beliau pasti juga ingin melihat perkembangan mu. Jika mengalami kesulitan, datanglah kemari dan pasti akan ku ajarkan apapun yang tidak Clara pahami. " jawab sang pertapa dengan tersenyum.
"Baiklah, besok malam sebelum Pertunangan Starla, Clara akan kembali ke Istana. Sebagai kejutan untuk Starla dan Lainnya. " jawab Clara dan kembali melanjutkan pelatihan, karena tidak mungkin dirinya membawa Sang Naga ke Istana, bisa jadi pusat perhatian jika itu dilakukannya.
Pagi hari nya Clara keluar dari hutan bisu dan berniat pergi ke pasar untuk membeli sesuatu sebagai hadiah untuk pertunangan adiknya, yah rencananya membuat kejutan harus disertai hadiah istimewa tentunya, melihat banyak hal dipasar membuat Clara rasanya ingin mengambil semua nya, tapi karena fokus untuk hal spesial akhirnya Clara mencari yang dibutuhkan nya. Kilauan sebuah Permata membuat matanya berbinar, hiasan kepala yang memiliki Permata ditengahnya itu menarik perhatian nya, namun ada pula sebuah kalung yang indah. Begitu banyak pilihan membuat nya bingung, akhirnya Clara memilih sebuah kalung bermata ungu sebagai hadiah, berharap adiknya menyukai pilihannya itu.
Perjalanan pulang akan sangat lama jika melewati jalur yang benar, tapi Mengingat waktu hanya sebentar, Clara akhirnya memutuskan untuk memasuki hutan sisi lain dan setelah memastikan situasi aman terkendali, Clara melakukan teleportasi untuk menuju ke istana Langit. Tanpa di sadari seseorang sedari tadi mengikutinya dan terburu-buru untuk mengikuti hilangnya Clara dengan teleportasi juga. Namun sayang dirinya justru muncul di sebuah desa yang dekat dengan Istana langit, melihat sekeliling tidak menemukan sosok gadis tadi, namun bisik-bisik dari masyarakat tentang pertunangan Putri Kerajaan Langit dan Putra Kerajaan Es membuat nya penasaran, hingga dengan basa basi dirinya mencoba mencari tahu segalanya.
"Seperti nya aku harus menghadiri Acara ini. Dia tidak mungkin jauh dari Kerajaan langit karena auranya masih bisa ku rasakan. " batin orang itu dengan semangat.
.
.
.
.
.
.
. Sorry for up very lateππππ¦
. Makasih yang udah nunggu cerita selanjutnya..
__ADS_1
tetep kasih semangat n dukungan nya ya.. π