
Terdengar suara orang yang berlari dari kejauhan membuat Lars bersiaga jika yang datang adalah musuh, dengan leluasa dirinya bisa melihat ke bawah dan sekitar nya namun pepohonan lain yang lebih tinggi dari tempat nya saat ini membuat Lars tidak bisa melihat terlalu jauh. Semakin mendekati suara itu semakin pelan, bukan seperti orang berlari lagi tapi hanya seperti orang berjalan biasa, wajahnya di tutupi selendang memanggul pedang dipunggungnya. Rasa nya lega begitu melihat wajahnya yang Lars kenal, dengan cepat Lars melompat dari atas pohon.
Gedebuk... (Lars melompat namun naas tubuh nya tidak seimbang hingga jatuh dengan posisi tidak menguntungkan)
"Aish.. Apa yang kau lakukan Lars! Buat terkejut saja. " ucap Trish yang langsung melihat Lars di depan nya.
"Bantu aku dulu! Tidak lihat pinggang ku patah apa. Auw sakit sekali. " seru Lars memegangi pinggang nya.
"Hmm.Ada-ada saja kau ini. " ucap Trish dan membantu memapah sahabatnya itu untuk memasuki gua.
*Perisai Api* ucap Trish setelah memasuki gua.
"Tunggu Trish, akan ku lakukan hal sama agar semakin kuat perisai nya ." Ucap Lars dan hendak memperkuat perisai gua nya, namun dengan cepat tangan Trish menghentikannya.
"Bukan waktu nya, lebih baik simpan dulu. Ini sudah cukup untuk kita semua, kita akan pergi secepatnya dari sini. " ucap Trish yang hanya bisa didengar Lars tanpa perlu mendebat.
.................. ...
Sedang kan ditempat lain Clara, Starla dan Achela sedang membuat rencana untuk menyelesaikan misi mereka,ketiganya terlihat sangat serius hingga tidak menyadari waktu yang sudah berganti.
__ADS_1
Kruyuk.. Kruyuk..
"Starla, kamu baik-baik saja? " tanya Clara yang mendengar suara itu dari perut adiknya.
"Kakak ini! Apa tidak lapar sama sekali? Sejak kemarin adikmu tidak makan apa pun, kakak tega." Jawab nya Starla dengan wajah sedikit ditekuk.
"Maaf Starla, kakak lupa hal paling penting untuk adik kakak ini. Baik lah kakak akan carikan sesuatu untuk mu. Jangan cemberut lagi." ucap Clara mengelus kepala adiknya.
"Tuan tetap lah disini! Biar aku yang mencari makanan . " ucap Achela menyela ucapan Clara.
"Tidak Achela, tetap lah disini dan kalian ber dua jangan bertengkar. Starla tahan sebentar, kakak akan bawakan sesuatu untuk mu. " ucap Clara dan beranjak dari tempat nya meninggalkan pondok.
"Achela apa kau tidak lapar? Aku heran sejak kakak sibuk dengan tanggung jawab nya, seperti rasa lapar pun tidak ada. " ucap starla setelah kepergian kakak nya.
"Baik lah akan aku cerita kan tapi aku berharap setelah tahu Tuan Putri Starla tetap ber sikap sama dengan Tuanku, setuju? " ucap Achela.
"Setuju." Jawab Starla setelah berfikir sejenak dan mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Achela, wajahnya kini memerah karena malu dengan kekonyolannya itu.
Bagaimana bisa ingin menjabat tangan kucing, sungguh tidak sadar yang sedari tadi berbicara dengan nya itu seekor kucing tapi dimana lagi ada kucing yang bisa diajak bercerita atau berdebat. Dengan segera starla ingin menarik tangannya akan tetapi tiba-tiba kaki kanan depan Achela diulurkan ke tangan Starla, tentu starla dengan senang hati menggenggam tangan kucing manis itu.
__ADS_1
................ ...
... 𝙅𝙞𝙬𝙖 𝙈𝙪𝙧𝙣𝙞...
Sebuah jiwa yang terbentuk dari kumpulan jiwa-jiwa leluhur paling terkuat dan tertidur selama ratusan tahun, dimana setiap leluhur yang meninggal dunia akan terserap energinya menuju sebuah pusat dan menjadi entitas. Dari setiap jiwa itu menjadi akar dari Jiwa Murni , hingga seluruh jiwa menjadi sebuah bibit kehidupan. Sebelum nya aku tidak memahami apa maksud ucapan dari Tuanku terdahulu tapi setelah aku melihat Lady Clara , baru lah memahami semua nya . Baik lah akan aku lanjutkan, Jiwa-jiwa yang sudah menjadi benih ini hanya ada satu dan akan tumbuh menjadi bunga yaitu Bunga Mawar Suci, aku tidak pernah melihat Bunga Mawar itu tapi aku tahu setiap hal yang menjadi Suci tidak hidup dalam satu titik kehidupan dan tidak muncul secara bersamaan . Mungkin kamu berfikir bagaimana bisa Tuan Putri Clara menjadi jiwa Murni, dan Ibunda Kalian Juga Pewaris Pedang Suci, seperti yang ku kata kan tadi semua tidak muncul dalam satu kehidupan. Sang Naga Suci terbangun ratusan tahun lalu disaat ada seorang ksatria yang bisa mencabut Pedang Suci, tapi seperti yang ku bilang jika hanya Pemilik Jiwa Murni yang akan bisa sempurna memiliki kekuatan dari Kesucian, Beberapa generasi tetap tidak mampu menyeimbangkan atau memyatukan kekuatan dengan Pedang Suci dan Naga Suci. Mungkin tidak ada yang mengetahui bagaimana Tuan Putri Clara memiliki Jiwa Murni itu, tapi jika Permaisuri Risa masih hidup pasti dirinya akan mengatakan sebuah kebenaran yang tidak seorang pun tahu. Sebelum Penyihir Calista meninggal, Tuan ku itu memberikan aku beberapa misi dan disaat itu baru saja Kita Suci terlahir dari energi, kekuatan serta darah Penyihir Calista. Aku tidak tahu jika di tempat yang sama aku melakukan perintah Tuanku itu adalah akhir pertemuan kami, tempat terakhir nya menghembuskan nafas itu pula mengambil jiwa dan memyatu dengan Jiwa-jiwa yang lain, Bunga Mawar yang di bicara kan oleh nya ternyata masih dalam tahap tumbuh secara perlahan. Pedang Suci dan Naga Suci sudah ada sebelum aku hidup, tapi Kitab Suci baru ada karena Tuan ku Penyihir Calista yang membuat Kitab Suci, dan menjadi kan ku Abadi hanya untuk mencari Jiwa Murni sejati tapi aku bersyukur karena Tuanku terdahulu meninggalkan ku dengan banyak ilmu pengetahuan dan membuat ku bisa berbicara seperti manusia bahkan aku bisa terbang dan menghilang tentu saja setelah belajar dan di ajari oleh leluhur Sang Pertapa. Pada intinya ada rahasia dibalik semua yang terjadi, dan sebagai pemilik Jiwa Murni Lady Clara bisa melepaskan dahaganya atau rasa lapar nya, dan energi nya mampu memberikan kekuatan dari dalam. Makanan dan minuman bukan hal utama baginya, selama kekuatan di dalam tubuh nya masih ada maka Lady Clara bisa tidak harus makan atau minum seperti manusia biasa, apa lagi setelah Keseimbangan mencapai pundaknya maka Lady Clara bisa melawan Raja Iblis tanpa makan dan minum. " ucap Achela panjang lebar menceritakan Kondisi Clara.
Mendengar cerita yang begitu panjang membuat Starla sedikit Pusing dan menyentuh kepala nya, disaat yang sama Clara memasuki pondok dan membawa buah-buahan di sebuah daun besar yang di pincuk. Wajah pucat adiknya membuatnya cemas, Clara segera menghampiri adiknya itu.
"Starla apa kamu sakit, katakan pada kakak apa yang terjadi? " tanya Clara dengan cemas.
"Tenanglah ka, Starla hanya sudah tidak tahan karena sangat lapar. " jawab Starla tersenyum dengan bibir pucatnya.
"Ayo makan buah ini, maaf lama. Kakak harus memasuki hutan lebih dalam untuk mendapatkan buah-buah ini. " ucap Clara memberikan pincukan daun yang berisi berbagai buah-buah.
"Ayo kakak makan juga dan Achela, Pasti kakak lelah mencari ini. " jawab Starla mengambil sebuah apel dan memberikan isyarat pada Clara agar memakan buah apel dari tangannya itu.
Dengan senang hati Clara memakan buah apel itu dan menyuapi adiknya juga dengan buah yang sama, Clara hanya ingin adiknya bahagia, jika hal sederhana bisa membawa senyuman dari adik sekaligus kembarannya itu tentu saja Clara akan melakukan segalanya untuk menjaga dan melindungi kekuatannya itu. Achela yang melihat Tuannya tenggelam dalam fikirannya meski senyuman itu tidak luntur tapi tidak membuatnya teralihkan atas keraguannya pada Tuannya itu, tapi sayangnya sejak Kontrak Darah dilakukan Achela tidak bisa lagi membaca fikiran atau hati Tuannya itu. Sedangkan Clara yang menyadari keluhan Achela dari percakapan fikirannya itu hanya bisa berpura-pura tidak mendengar, dirinya tidak mau mengatakan apapun selama Starla masih bersamanya karena itu akan membuat adiknya tenggelam dalam masalah dan pasti adiknya tidak akan mau pulang ke Istana Langit jika misi sudah selesai.
"Achela katakan padaku apa maksud dari Jika Ibunda Suri masih hidup maka sebuah rahasia pasti akan terungkap? " tanya Starla yang sudah menghabiskan beberapa buah dan meminum air.
__ADS_1
"Makan dengan tenang dan diam Starla! Jangan bicarakan apapun selama kamu masih makan! " ucap Clara dengan tegas dan menatap Achela dengan tajam.
Mendapat tatapan tajam dari Tuannya membuat Achela tersenyum serba salah, sepertinya dirinya sudah melakukan kesalahan dengan menceritakan awal mula Jiwa Murni. Tentu saja Tuannya juga tahu rahasia Ibunda nya karena Jiwa Murni yang dimilikinya itu, tapi Tuannya itu menyimpan segalanya sendirian bahkan setiap Rahasia yang diketahui menjadi Perpustakan di dalam lautan hati dan fikirannya. Achela hanya berharap akan ada yang mendampingi Tuannya dan berbagi suka duka dan tanggung jawab Tuannya itu, karena Ramalan-ramalan dan misi-misi berikutnya bisa saja Achela harus berpisah dari Tuannya untuk melakukan tanggung jawab dengan berbagi tugas. Memang benar tidak diragukan kekuatan milik Tuannya itu tapi sebagai pendamping tentu saja rasa khawatir sudah menjadi nalurinya, tapi jika Tuannya sudah menatap nya tajam maka akan lebih baik diam dan Starla yang mendapat teguran dari kakak nya hanya bisa memakan buah-buah sambil memanyunkan bibir nya.