The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Senyuman madu


__ADS_3

Menatap wajah keriput Ibu suri dengan seksama, terlihat Ibu suri hanya menghela nafas dan kembali bersikap tenang setelah nafasnya terbuang dengan kasar.


"Dunia mu bukan disini! Apa yang membuat mu kembali? Apakah menentang takdir dan dewa-dewi, maka jiwa mu akan selamat? Pulanglah, dimana tempatmu berada." Ibu suri mencoba menasehati sosok di depannya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Sungguh apakah ini anda? Seorang ibu yang selalu membandingkan kedua menantunya."


Ibu suri menatap wanita cantik di depannya. "Jiwa mu bukan lagi manusia! Apa seorang iblis memahami cinta seorang ibu? Tidak! Wajahmu memang berubah sempurna tapi hatimu semakin kelam tanpa dasar."


"Hahaha.." tawa wanita cantik itu sangatlah mengerikan.


"Adreo memang buta hatinya tapi siapa kamu? Wajah bisa berubah tapi bukan jati diri! Apakah menjadi Ratu Iblis membuat mu bangga?" cecar Ibu suri.


Mata Ratu Iblis menyala terang dengan kedalaman jurang, siap menenggelamkan Ibu suri dengan mantra pengikat.


Wuuusss... Traaaang... Sleees..


Perisai kaca menghalangi mantra pengikat untuk mencapai jantung Ibu suri dan justru berbalik kearahnya sendiri.


"Aaaarrrggghhh.." rintih Ratu iblis.


"Lawanmu aku! Apa Raja Kegelapan menjadi pengecut? Pergi!" seru Clara dengan cahaya biru menyilaukan mata memenuhi kamar Ibu suri.


Kedatangan Clara tepat disaat mantra pengikat mulai dirapalkan oleh Ratu Iblis yang menguasai raga Ibu tirinya. Yah wanita cantik dengan kesempurnaan nyata didalam kamar Ibu suri adalah permaisuri Adreo.


Ratu Iblis membuka pintu portal kegelapan. "Aku akan kembali! Ku pastikan jiwa kalian menjadi santapan ku."

__ADS_1


"Nek, maafkan aku."


Ibu suri menghampiri Clara dengan senyuman terbaik di wajahnya. Wajah Clara menunjukkan betapa berat dan sulitnya jalan takdir yang harus di takhlukkan. "Sebagai seorang nenek dan ibu yang membesarkan mu, kebahagiaan ku datang dari senyumanmu. Kamulah dasar alam, apalah arti nenek tanpa berkorban? Ratu Africiana Lusca Armadeo, Lady Cristal," Ibu suri memeluk Clara penuh cinta. "Kita semua akan kembali pada alam. Nenek hanya berharap, Tuhan memberikan cucu sulungku ini dengan kehidupan normal."


"Aku bahagia dan bersyukur dengan apa yang ku punya. Semoga Tuhan mengabulkan do'a nenek," Clara membalas pelukan ibu suri dengan erat.


Rasa yang terpendam terlepas dengan aliran bening dari kedua sudut mata Clara, sesak dan hampa memenuhi rongga hatinya. Ibu suri mengusap punggung Clara, naik turun bahu Clara membuat dirinya trenyuh.


Tuhan, apa salahku? Kenapa kehidupan putri ku tergaris kembali? Tidak cukupkah, Kau ambil Risa dari sisiku? Jika takdir dapat dialihkan, berikan padaku. Dan biarkan cucu-cucuku hidup dalam kedamaian.~ batin Ibu suri.


"Jangan nek. Tuhan tahu aku mampu menanggung rasa sakit dan amarah alam! Nenek cukup do'a kan aku. Tuhan tidak salah, begitu juga dengan nenek. Tapi inilah perputaran takdir." tukas Clara dengan melepaskan pelukan.


"Kamu terlalu cepat dewasa, Nak. Rasanya baru kemarin mata kecil dengan senyuman madu membuat hidupku berwarna. Tapi lihatlah, sekarang jalan kehidupan membuat senyuman madu terhapuskan," Ibu suri menatap Clara dengan sendu.


"Ini hanya milik nenek," ulang Ibu suri dan mengusap pipi Clara dengan sayang.


Aku merindukanku ka. Maafkan aku, tapi aku harus melupakanmu.~ batin Ailey.


"Nek, Batu sihir Pelangi."


Ibu suri mengambil Batu sihir Pelangi dari ruangan sihir dan menyerahkan pada Clara. "Bagaimana dengan dunia baru?"


"Pintu dimensi akan tertutup dan dunia baru akan terbentuk." jawab Clara.


Batu sihir Pelangi menghilang dari pandangan, Clara kembali menatap Ibu suri. "Nek, sudah waktunya untuk memutuskan kunci. Apa nenek siap?"

__ADS_1


"Jika itu perintah dari Lady Cristal. Aku siap." jawab Ibu suri.


Clara menganggukkan kepala dan mengulurkan tangan kanan, yang langsung di sambut Ibu suri dengan suka cita. "Ailey tetaplah disini!"


"Ailey?" gumam Ibu suri dan mencari sosok yang di maksud Clara.


Tidak ada siapapun selain dirinya dan Clara. Tapi telinganya, jelas sekali mendengar nama Ailey dari bibir Clara.


"Nenek tidak akan melihat Ailey."


Wuuussshhhh....


Tanpa menunda, Clara berpindah tempat bersama Ibu suri. Pintu dimensi yang membuat cahaya perak dan emas mulai samar terlihat mengelilingi tempat rahasia Raja terdahulu.


"Masuklah nek. Hanya nenek yang bisa masuk," ucap Clara dengan lembut.


"Bukankah kamu bisa masuk?" tanya Ibu Suri.


"Waktu tidak berpihak pada ku. Cukup teteskan darah nenek di atas bunga berdaun hitam. Apapun yang nenek lihat, biarkan menjadi rahasia."


Clara mempersilahkan Ibu suri untuk melakukan tugas dari takdir. Tanpa bantahan, ibu suri membuka pintu dimensi dan menghilang dibalik udara.


Maafkan Clara sekali lagi. Semoga jalan takdir mempertemukan kita kembali. ~ batin Clara dan menyerap sihir dari pintu dimensi manual milik Ibu suri.


"Apa anda tidak merasa kesepian?"

__ADS_1


__ADS_2