The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Bunga Pelangi 2


__ADS_3

Dalam kesunyian yang menipu siapapun namun tak mampu membuat Clara masuk dalam tipuan ilusi itu, perlahan batu yang mengapung itu menetap didasar gua dan batu lainnya yang semula berada dasar gua yang mengapung, batu didalam gua kini menjadi terbalik dari yang sebelumnya terlihat, setelah suara pergerakan yang bisa dirasakan oleh Clara, kini matanya mulai dibuka dan kini pemandangan didalam gua itu terlihat jelas, batu yang mengapung menjadi pusat dari semuanya itu kini sudah berada di dasar gua , namun yang mengerikan adalah penjaga batu itu bahkan Peri Fyra sudah gemetar karena melihat wujud didepannya itu dan akhirnya terbang berdiri di belakang Clara. Tatapan mata yang tajam , tubuh yang bercampur aduk antara ular bercabang dan tubuh pinggang ke kepala adalah manusia, ekor ular yang memiliki 5 dan kepalanya yang bermahkota kan seperti tanduk banteng dengan matanya yang berwarna hitam gelap, segelap malam tanpa bulan dan bintang ditutupi awan yang tebal, tangan kiri nya terlihat normal namun tangan kanan nya juga berjari ular kecil bukan jari manusia. Bayangkan saja makhluk itu seperti makhluk dunia gaib, namun seperti manusia yang dikutuk, Tatapan matanya yang seperti tanpa perasaan, tidak ada cahaya sedikitpun atau perasaan ingin memandang mata itu lama karena kegelapan matanya mampu membutakan siapapun. Meski begitu jangan salah, karena makhluk itu tidak lah buta, Clara memang blum pernah membaca atau mengenal makhluk ini karena waktu yang singkat dan Bunda nya pun tidak menuliskan apapun soal makhluk itu. Makhluk itu semakin menatap Clara tajam tanpa berkedip, berharap lawannya lumpuh dengan aksinya yang pertama, sedangkan Clara sudah membuka segel kekuatan di dalam tubuhnya, sehingga kekuatan mata makhluk itu tidak berpengaruh, namun dengan batinya Clara sudah memperingatkan Peri nya agar mengalihkan pandangan nya jika tidak ingin buta. Tanpa aba-aba Clara langsung menancapkan pedangnya didasar gua dan menciptakan guncangan yang cukup membuat makhluk didalam gua kini bermunculan tanpa diminta, Clara tidak suka jika segalanya menjadi seperti permainan, jika ingin berperang sudah seharusnya sama-sama menunjukkan diri bukan bermain api seperti pecundang saja. Makhluk disana cukup lumayan namun pada dasarnya hanya seperti penonton saja karena yang menjadi pemimpin di dalam gua itu adalah Poisonous snake.


Melihat apa yang dilakukan Clara membuat nya geram dan marah, dengan cepat satu ekornya memukul batu diatas nya dengan mengarah ke Clara, namun Clara sudah menggunakan perisai sehingga batu itu hancur sebelum menyetuh kulitnya, meski mengulang berulang kali namun tetap saja tidak ada yang terjadi hingga akhirnya Poisonous Snake mendekati Clara dengan kekuatan penuhnya dan mencoba menghancurkan perisai Clara meski usahanya seakan sia-sia, Clara yang melihat lawannya sudah kelelahan dengan sengaja dirinya membuka perisainya, melihat hal itu Poisonous snake langsung menyerang Clara dengan ekornya namun alangkah buruk nasibnya karena meremehkan lawannya, justru satu ekornya itu kini terpotong dan sudah terpisah dari tubuhnya , namun rasa marahnya semakin besar membuat Poisonous snake tidak peduli dengan ekornya yang sudah hilang satu meski kini keseimbangan tubuhnya menjadi berkurang.


"Waktuku lebih berharga dari hal ini! " seru Clara setelah mencengkram leher Poisonous snake, karena Poisonous snake masih mencoba untuk menyerang setelah kehilangan satu ekornya itu, membuat Clara kehabisan waktu dan akhirnya dengan teleportasi Clara menyerang Poisonous snake dengan kekuatannya dengan cepat dan melumpuhkan lawannya.


"Arghh . Lepaskan." rintihan Poisonous snake karena lehernya terasa sangat sakit bagaikan tenggelam didalam aliran listrik namun tak membakarnya menjadi abu, tanpa peduli dengan rintihan lawannya, Clara menjentikkan jari nya dan membuat makhluk itu tidak bisa mengeluarkan suaranya lagi.


"Tunjukkan Tujuanku. Atau ku runtuhkan tempat mu! " Seru Clara tanpa mengalihkan tatapan tajamnya.


Poisonous snake berkomat-kamit tanpa ada suaranya, Clara lupa sepertinya jika dirinya membuat Makhluk itu bisu, percuma saja menatap makhluk itu tajam jika tetap tidak bisa mengatakan yang dirinya inginkan.


Melihat lawannya yang tidak berdaya membuat Clara melepaskan cengkraman tangannya di leher makhluk itu, kekuatan yang digunakan Clara mampu menghilangkan kekuatan makhluk itu tanpa sisa, bekas tangannya tak terlihat namun kekuatan yang telah memasuki tubuh makhluk itu lah yang melukainya dari dalam. Ketika seseorang terluka didalam akan sangat berbahaya dan mudah jatuh, dibandingkan darah yang mengalir karena luka luar, bagi Clara yang masih mengutamakan kekuatan elementnya dibandingkan kekuatan fisiknya, maka ketenangan dan kecerdasan serta kewaspadaan sangat lah penting. Setiap waktu akan ada Kelicikan dari orang-orang disekitarnya, contohnya ibu tirinya itu dan meskipun dirinya hanya sesaat mengenal wanita itu. Dari penglihatan dan perasaan nya sudah dipastikan wanita itu penuh tipu muslihat, dan ketajaman indra nya Clara semakin meningkat ketika dirinya mulai mengasah kekuatannya bersama Dragon nya.


"Pilih jalanmu! Jangan bermain denganku! " ucap Clara setelah melepaskan tangannya, namun mengganti nya dengan mengurung makhluk itu dalam cahaya nya.


"Apa maumu! " tanya makhluk itu dengan menahan lehernya yang utuh namun rasa sakitnya luar biasa didalam tubuhnya, dan cahaya yang menyelimuti nya itu tembus pandang sehingga bisa melihat dengan jelas ketajaman dan aura kuat dari tubuh Clara.


"Bunga Pelangi! " jawab Clara dengan tenang dan sibuk memainkan pedangnya dengan jemari lentiknya, seolah-olah mengatakan *semua akan berakhir tragis jika bermain denganku*.


"Bunga itu sudah punah! Pergilah. " ucap makhluk itu yang masih blum sadar sudah masuk ke dalam rumah dewi kematian, melihat Clara memainkan pedangnya pun tetap membuat nya lupa dengan pelajaran sebelumnya.


"Nyawa atau Tahta! " tanya Clara dengan tegas dan semakin memberikan tatapan tajam.


"Sudah kubilang! Tidak ada lagi Bunga Pelangi. " ucap Poisonous snake dengan tegas namun gerak tubuhnya mulai memperlihatkan keraguan dimata Clara.


"Hmm." gumam Clara dingin.


Sragh... (Suara pedang yang di ayunkan Clara)


ARGH...

__ADS_1


Argh...


Yah itu suara teriakan Poisonous snake akibat 2 ekornya kembali terpotong tanpa rasa kasihan ditebas begitu saja oleh Clara yang sudah merasa muak dengan dipermainkan makhluk didepannya ini.


"Hentikan! Akan ku tunjukkan! " seru Poisonous snake yang sudah terbaring begitu saja karena ekornya kini hanya 2 yang tersisa, kenyataannya adalah 5 ekornya itu sebagai penumpu tubuhnya dan kehilangan 3 ekor nya, sudah pasti melumpuhkan dirinya sendiri, karena dirinya itu sebenarnya tidak terbiasa menghadapi lawan yang kuat, Clara yang mendengar hanya menatap tajam makhluk itu untuk memastikan kejujurannya.


"Buktikan! " perintah Clara dengan mengacungkan pedangnya ke wajah Poisonous snake, tatapan makhluk itu sungguh menyedihkan karena sudah terluka luar dan dalam, untuk apa mempertahankan ego nya jika nyawanya terancam.


"Hanya Takdir yang Mampu menunjukkan dan mengambilnya. Meski aku penjaganya, bukan berarti aku sudah melihat Bunga Pelangi.Batu utama itu tujuanmu. " ucap Poisonous snake, Clara menatapnya dengan lebih menusuk dan memancarkan cahaya biru, Melihat kilauan yang terpancar itu membuat Poisonous snake menundukkan pandangan nya , melihat hal itu Clara tidak merasakan ragu lagi.


"Seorang wanita berhasil mengambil Bunga Pelangi beberapa puluh tahun lalu! Apa serumit ini. " tanya Clara dengan memandang Batu yang tadinya mengapung itu dengan seksama.


"Bunga Pelangi selalu tumbuh liar di dasar jurang, namun beberapa puluh tahun menjadi perburuan banyak orang untuk tujuan baik dan buruk, pada akhirnya, suatu hari seseorang berjubah putih menciptakan diriku dan menjadikan diriku penjaga Bunga Pelangi, banyak yang mencoba namun tetap gagal karena mata kegelapan ku melumpuhkan atau membutakan siapapun yang memandang ku melewati batasnya. Dan yang mengunci Bunga Pelangi tentu orang berjubah putih itu, namun setelah itu tidak pernah kembali kesini, sebagai seorang penjaga tugasku melindungi Bunga Pelangi. " ucap Poisonous snake pelan karena darahnya sudah mulai membanjiri dasar gua .


"Hmm." ucap Clara yang paham, percuma saja melukai penjaga itu, karena akhirnya dirinya juga yang harus memecahkan masalah-masalah nya, melihat Poisonous snake yang hampir kehabisan darah membuat Clara merasa iba, dirinya sadar jika tugas seorang penjaga memang harus melindungi apa yang diamanahkan.


Klik... (suara jentikan gua jari milik Clara yang mengarah pada makhluk itu)


Cahaya birunya kini menyelimuti Poisonous snake dan perlahan kabut didalamnya semakin menebal, meski tidak mendengar suara rintihan dan teriakan dari dalam sana , karena itu Clara hanya fokus pada batu didepannya.


"Pergilah.Temukan Pria Bertopeng itu! Biarkan aku lakukan ini sendiri. " perintah Clara tanpa melihat perinya.


"Tapi.. " bantah peri Fyra.


"Jangan buang waktu! Bawa dia ketempat seharusnya. " perintah Clara menghentikan perinya membantah nya.


Mendengar itu, peri Fyra tidak mau membuat Tuannya semakin marah, dan Clara mulai meraba permukaan Batu utama itu, memejamkan matanya dan mencoba merasakan aura didalam Batu itu. Hanya ada Batu tanpa aura namun ada hal yang membuat Clara tertarik, ukiran Bunga di atas Batu itu, namun tidak ada tulisan atau hal lainnya, melihat semua itu membuat Clara berfikir keras langkah apa yang tepat untuk masalahnya itu.


Sragh... (suara benturan pedangnya dengan batu didepannya)


Pecahan batu yang beterbangan membuat Clara menggunakan perisainya untuk melindungi dirinya sendiri, Batu itu pecah namun sebuah sinar muncul perlahan setelah beberapa saat, warnanya yang mengagumkan dan sinarnya blum sempurna namun sudah memancarkan keindahan, Clara yang melihat itu tersenyum.

__ADS_1


"Akhirnya." gumam Clara dengan senyuman tipis.


Bunga Pelangi mulai mekar setelah cahaya itu bersinar sempurna dan semua cahaya itu memasuki Setiap kelopak bunga, hingga akhirnya kelopak bunga itu menjadi warna Pelangi, sungguh sebuah keajaiban, seakan Bunga itu tersimpan dengan cara terpisahkan namun tetap menyatu, bahkan Clara tidak menyadari jika Poisonous snake sudah pulih dan hampir menghilang kabut yang dibuat Clara sebagai tempat penyembuhan makhluk itu. Tanpa Menunggu lama Clara mengambil Bunga Pelangi dan membuat nya terkunci didalam tubuhnya dengan segel layaknya Kitab Cristal Of Life, Poisonous snake yang melihat semua itu, hanya bisa melongo karena rasa kagumnya melihat Clara dan Bunga Pelangi yang selama ini dijaga itu, akhirnya dirinya ikut melihat nya.


"Tenanglah.Dunia mu akan terlindungi. " ucap Clara tanpa membalikkan tubuhnya, namun Poisonous snake yang menyadari itu untuk dirinya.


"Benarkah? Bagaimana jika banyak yang menyerang . Bunga Pelangi juga perisai kami selama ini. " ucap Poisonous snake dengan jujur.


"Aku gantinya membuat perisai untuk kalian! Ingatlah satu hal. Jangan Mempermainkan Diriku! Maka Kalian selamat. " ucap Clara dengan tegas.


" Baiklah. Sesuai Perintah anda. " jawab Poisonous snake yang sudah menyadari kesalahannya dan juga menyadari jika Clara tak sekejam tindakannya tadi.


.............


Tanpa menjawab Clara melakukan teleportasi ke tujuan berikutnya , dimana peri nya seharusnya sudah membawa partnernya itu sesuai perintahnya. Sedangkan Poisonous snake harus banyak bersyukur, karena seharusnya dirinya kini hanya menjadi bangkai namun karena kebaikan Clara, dirinya kembali utuh meski Clara masih meninggalkan bekas terpotong nya ekornya, atau karena ulahnya sendiri yang tidak paham dengan tindakan Clara tadi , sehingga dirinya mencoba melarikan diri dengan sekuat tenaga meski akhirnya apa yang dilakukan nya itu percuma.


Poisonous snake mengambil banyak pelajaran dengan peristiwa itu, dan didalam hatinya, dirinya harus menjadi lebih kuat dari sebelumnya, Dan kini Clara harus melanjutkan perjalanannya.


...............


. Sorry Up nya selalu telat.. 🙏😓😓💦


. Ini pulang kerja langsung Nulis buat kalian..


. meski flu mulai melanda 😷☝️..


. tapi gkpp" ..


. Makasih buat support'a n maaf ya gak bisa selalu up setiap hari,, 🙏


.Salam Buat semuanya ya..

__ADS_1


Moga semua sehat 🤲


...🖤🥀🖤...


__ADS_2