
Waktu cepat berlalu tanpa disadari oleh Clara yang begitu gigih menyatukan kekuatan dengan jiwanya, hingga sang Pertapa yang datang untuk memberikan makanan pun hanya tersenyum karena melihat Clara lebih gigih dari Risa dulu, seperti biasa sang pertama lah yang menjaga dan merawat Clara selama penyatuan kekuatan.
Wush... Wush.. Praang..
Sang Pertapa membuat bola cahaya dan melemparkan dengan sengaja ke arah Clara untuk menyerang Clara,namun dengan sigap Clara membuat dinding perlindungan agar tidak perlu menyerang balik.
"Tepat sasaran. " gumam Sang Pertapa dengan tersenyum.
"Ayo makan dulu. Tubuhmu juga membutuhkan istirahat. " ucap sang pertapa setelah Clara menghilangkan pelindungnya.
"Baik.Boleh saya bertanya? " ucap Clara saat mendekati sang pertapa.
"Katakan saja." jawab sang Pertapa.
Tanpa menjawab lagi Clara meninggalkan sosok itu, dirinya kembali melanjutkan kegiatannya tanpa mempedulikan sosok itu, yah Clara masih ingat sosok itu adalah teman adiknya.
"Tunggu.Dia kan temanku, atau justru kakaknya ya. Kenapa susah sekali membedakan keduanya. " gumam sosok itu dengan pusing sendiri.
.........
"Kenapa masih disini? " tanya Clara yang menyadarkan sosok itu saat masih melamun dengan pemikiran nya sendiri.
"Maaf. Anda Starla atau Clara kakaknya? " tanya sosok itu.
"Starla tidak ada disini. Pergilah! Akan kusampaikan jika kamu datang berkunjung. " ucap Clara berbalik untuk kembali dengan kegiatannya.
"Tunggu." panggil sosok itu dan menghentikan Clara.
__ADS_1
"Setidaknya tawari minum atau makanan, sungguh lelah perjalanan jauh ku. " ucap Sosok itu dengan memelas.
"Jika itu mau anda! Bertarung lah denganku. " jawab Clara dengan tenang.
"Hah? Kenapa bertarung hanya untuk minuman dan makanan. Tidak adil. " gerutu sosok itu.
Clara hanya menahan senyuman karena mengerjai teman adiknya ini, bukan maksudnya untuk iseng namun kepenatan karena trus berlatih keras membuat dirinya sedikit jenuh, datangnya teman starla justru membuat dirinya iseng sedikit.
"Jika tidak mau ya sudah. Puasa saja. " jawab Clara meninggalkan sosok itu.
Happ... (Sosok itu melompat dan kini berdiri didepan Clara dengan mengarahkan pedangnya)
"Hmm." gumam Clara melihat sosok itu setuju bertarung.
"Mari bertarung denganku. " ucap sosok itu.
"APA! Kenapa bertarung dengan Naga ? Seharusnya kita yang bertarung! " ucap sosok itu terkejut karena Clara justru ingin dirinya bertarung dengan seekor naga.
"Akan kusiapkan makanan dan minuman. Nikmati pertarungan mu. " jawab Clara dengan tersenyum manis dan menghilang dengan teleportasi sebelum sosok itu menjawab.
"Bisa pingsan aku karena senyuman itu, sadar Trish sekarang bukan waktunya untuk itu. Lihatlah lawanmu didepan. " gumam sosok itu, yah dia Pangeran Illarion Trish teman Starla, yang kini harus berhadapan dengan seekor naga, namun sayangnya dirinya tidak tahu jika itu adalah naga suci .
Sragh.. Praagg... Brugh..
Serangan demi serangan saling beradu, tentu saja keduanya tidak main-main karena itu pertarungan serius, pertarungan yang hanya 20 menit itu sudah menguras kekuatan dan tenaga Trish. Hingga dirinya tidak sempat menghindari semburan api biru sang naga dan mengenai lengan tangan kiri nya, disaat bersamaan Clara sudah muncul dengan membawa makanan dan minuman, namun melihat Trish yang sudah terluka membuat Clara memberikan perintah secara batin kepada sang naga untuk berhenti menyerang.
"Jika mau menangis, menangislah. Pasti perih bukan luka ini. " ucap Clara yang sudah berada disamping Trish.
__ADS_1
"Tidak terlalu parah. Besok juga sembuh. " jawab Trish dengan santai karena dirinya sudah terbiasa terluka, namun jika mau jujur, uhh sakit sekali rasanya karena panasnya langsung seperti membakar tangannya itu.
"Duduklah.Minum dan makan lah. Semua untukmu. " ucap Clara yang sudah membantu Trish berjalan sampai di sebuah pondok.
"Terimakasih." ucap Trish dengan tulus meminum minuman yang diberikan Clara.
Clara melihat tangan Trish yang terluka dan seperti nya Trish menjadi sedikit tidak bebas bergerak, hingga akhirnya Clara membuat kabut kristal namun kali ini hanya menyelimuti tangan Trish yang terluka.
"Apa ini? Kenapa ada kabut ditanganku. " ucap Trish yang melihat tangannya diselimuti kabut.
"Tenanglah.Biarkan saja nanti akan menghilang sendiri. " jawab Clara memandang ke depannya.
"Apa Clara tidak ikut makan ini? " tanya Trish yang memegang kue berwarna hitam itu.
"Nikmatilah. Masih ada yang harus aku lakukan. " jawab Clara meninggalkan Trish dan menghampiri naga nya yang sedang beristirahat.
Dari kejauhan Trish memandangi Clara yang sedang sibuk mengelus kepala naga dengan duduk disamping naga itu, Terlihat jelas ikatan keduanya, hanya saja Trish heran kenapa gadis itu bisa bersatu dengan naga dan melihat pelatihan nya tadi, sungguh membuat dirinya takjub.
"Ada apa dengan ku. Gadis itu sungguh menarik perhatian ku. " batin Trish dengan senyum- senyum sendiri.
... ........ ...
"Selamat datang Ratu ku.Aku merindukanmu. " ucap seorang pria merentangkan tangannya untuk menyambut kekasihnya.
"Terimakasih.Aku ingin istirahat. " jawab Permaisuri Adreo yang tidak menerima pelukan prianya.
"Baiklah. Istirahat lah, tapi biarkan luka mu ku obati dulu. " ucap pria itu menarik tangan permaisuri Adreo yang hanya pasrah karena memang keadaan nya lemah.
__ADS_1
Dengan telaten pria itu mengobati setiap luka karena ritual, mendapatkan perlakuan manis membuat nya teringat dulu selama menjadi permaisuri , dirinya hanya bisa melihat rasa manis itu untuk istri pertama raja, memang benar raja adil soal harta namun cinta tidak ada untuknya, Hingga benih-benih iri dan dendam menjadi kegelapan didalam hatinya itu, sehingga memutuskan untuk mencari seseorang yang bisa menghibur hatinya, dan pelampiasannya hanya satu orang yaitu sang kekasih gelapnya. Dan kini dirinya hanya bisa bersandar pada satu sosok yaitu Pria didepannya yang siap melakukan apapun untuk dirinya.