
"Untuk apa kau membutuhkan bunga mawar salju?! " tanya seseorang yang memandangi Clara tanpa berkedip.
"Untuk hidup adikku! " jawab Clara dengan tegas dan ikut membalas tatapan orang di depannya.
"Apa yang akan kudapatkan sebagai gantinya? " tanya orang itu lagi dengan menopang dagunya.
"Apa yang anda inginkan tuan? " tanya balik Clara tanpa gentar.
"Pria yang kau tangkap, kembalikan padaku! " jawab orang.
"Dimana ingatan pria itu? " tanya Clara dan berhasil mengubah ekspresi orang yang duduk di tahta tengkorak.
*Bagaimana gadis ini tahu? Siapa sebenarnya gadis ini? * batin orang itu mulai waspada.
"Ekhem! " Clara berdehem untuk mengingatkan orang itu , namun masih menyembunyikan jika dirinya tahu ucapan batin orang di depannya.
"Bagaimana? Bisa? Jika tidak pergilah! " ucap orang itu memejamkan mata.
"BAGAIMANA JIKA AKU HANCURKAN SAJA TEMPATMU, RAJA DARL?!" ucap Clara dengan nada yang menggema , padahal Clara hanya menambahkan sedikit sihir angin untuk membuat suaranya menggetarkan sedikit ruangan sihir milik raja satu itu.
Dengan mata yang seakan keluar dari tempat nya, pria di tahta tengkorak merosot dari tempat duduknya. Bagaikan sambaran petir gadis di depannya yang terlihat cantik namun polos mengucapkan kata yang belum pernah di dengarnya sejak lama. Dari suara yang penuh intimidasi membuat bulu kuduk raja Darl berdiri seakan ada sosok tak kasat mata yang mengelilingi nya, clara yang melihat tingkah aneh dari seorang raja kecil itu hampir saja jengah.
Dengan santai clara berjalan mendekati singasana raja Darl, dimana pria paruh baya itu mulai meneteskan keringat dingin. Dengan aura yang clara keluarkan berhasil membuat raja itu menjadi patung tanpa tulang, bahkan gemetar tubuhnya semakin terdengar dengan tulang yang seakan ge meretakkan.
"Apa yang harus ku lakukan pada kerajaan palsu mu ini Raja Darl?! " tanya Clara menaikkan satu kaki nya di dekat raja Dard untuk menumpu sikunya.
"Siii..aaa..paa kaa...u? " tanya raja Darl dengan gagap.
Sebuah pedang biru dengan sinar nya kini beralih dari pundak ke tangan pemilik nya, seakan memberitahukan siapa dirinya. Siapapun tidak akan melupakan cerita ataupun ramalan yang sudah menjadi mansyur di setiap jengkal tanah dan alam, semua akan bisa merasakan energi kuat dengan tingkat tertinggi dari pedang biru itu.
"Sang Pe..wa...ris." ucap raja Darl tidak percaya, matanya berbinar seakan siap merebut pedang yang begitu mempesona itu, Clara yang mengetahui isi hati pria tua di depannya semakin menguatkan aura sucinya hingga terlihat betapa tersiksa nya raja Darl karena kesulitan bernafas.
"Kau ingin merebut ini hmm? Lepaskan dulu belenggu yang siap merenggut nafasmu itu. " ucap Clara berjalan meninggalkan raja Darl yang semakin merintih memegang dada nya.
Anggaplah niat buruk raja Darl mendapatkan hukuman langsung dari Clara, bukan hanya karena niat buruknya saja tapi pria itu akan menjadi salah satu rintangan yang menghalangi tanggung jawabnya nanti. Meskipun bukan memberikan hukuman kematian, tapi sudah cukup memberikan raja Darl sisa kehidupan yang kini telah menjadi sangat tipis.
__ADS_1
Dengan satu hentakan kakinya, Clara sudah berpindah tempat ke dunia sihir asli bukan ruangan sihir milik raja Darl. Dunia sihir yang memiliki beberapa pilar dengan satu cermin ditengahnya, perlahan Clara mendekati cermin yang terlihat seperti sebuah air tanpa aliran, sangatlah jernih tanpa aroma kesegaran.
"Selamat datang Ratu Africiana Lusca Armadeo, apa yang ingin anda ketahui? " tanya sebuah suara yang berasal dari cermin.
"Bunga leluhur Kerajaan Es." jawab Clara dengan satu tarikan nafas.
"Kenapa bukan tentang takdirmu saja? Bagaimana jika mencari rahasia di balik Raja kegelapan?" tawar suara itu dengan rayuan maut.
"Katakan saja keinginan ku! Ada nyawa yang menunggu ku. " jawab Clara dengan dingin.
Bagi Clara hal seperti rayuan dari cermin itu tidak lah penting dibandingkan nyawa starla yang tinggal menunggu detik, apalagi tidak perlu mencari semua rahasia musuhnya karena pada dasarnya baik dirinya ataupun raja kegelapan tetaplah satu koin yang sama dengan sisi berbeda.
"Baiklah, seperti keinginan anda Yang Mulia." ucap cermin itu membuat sebuah pusaran yang terlihat seperti sebuah portal.
Dengan konsentrasi Clara mengamati setiap perubahan pada cermin, pusaran itu semakin lama semakin membentuk sebuah lingkaran kecil hingga lingkaran besar membuat cermin itu seakan tersedot ke dalam. Hingga dari lingkaran kecil terlihat menjadi sebuah lubang, lubang itu perlahan membesar menghapus setiap lingkaran, terlihat sebuah jeruji dengan kaca yang melekat dan rintikan salju yang menghalangi pandangan.
Dalam sebuah ruangan yang asing terlihat sebuah meja dengan satu benda seperti kurungan, nampak warna merah tegak berdiri di dalam kurungan itu. Semua yang dilihatnya semakin menjauh menunjukkan sebuah istana megah beratap salju hingga cermin di depannya kembali menjadi seperti semula, Clara kini tahu kemana tujuannya.
"Terimakasih, apa balasan yang kamu inginkan? " tanya Clara setelah mendapatkan petunjuk.
"Selamatkan lah kami dari kiamat tanpa akhir nanti, hanya itu saja." jawab cermin itu yang di pahami Clara kemana arah bicara nya.
"Hanya mereka yang terikat dengan masa depan akan bertahan, bukankah itu yang terjadi? " ucap cermin membalikkan keadaan.
Clara hanya tersenyum karena ucapan cermin itu memang benar adanya, tidak mungkin menyangkal nya. Keduanya seakan sepakat tidak melanjutkan perbincangan hingga Clara memutuskan untuk menuju tujuannya, sang cermin kembali tertidur setelah mendengar pesan terakhir dari Ratu Africiana.
"Melihat segala nya pun menjadi siksaan tersendiri ketika tidak dapat melakukan apapun kecuali diam, ada masa nya setiap insan menjadi pengkhianat karena satu alasan. Semua menjadi keputusan masing-masing, pilihlah jalan yang mewakili dirimu." ucap Clara sebelum menghilang menggunakan portal nya.
Wuussshhhh.... (sebuah istana megah kini berada di hadapannya dengan salju putih yang menawan, Clara hanya menggunakan sihir terbang nya untuk melewati setiap penjagaan di dalam Kerajaan es.
Dengan mengeluarkan element cahaya nya, Clara mencoba mencari keberadaan bunga leluhur Kerajaan Es. Dimana tempat itu seperti terasingkan terlihat dari sebuah meja usang yang sangat tua sebagai tempat tinggal bunga itu, dari setiap lorong dan sudut tidak ada aura yang memberikan petunjuk membuat Clara mengerutkan alisnya.
"Seperti nya aku harus meminta bantuan nya, bukankah ini Istana nya." gumam Clara kembali menghilang.
Suhu udara tiba-tiba berubah di dalam sebuah kamar, di liriknya perapian yang masih menyala dan jendela kamar yang tertutup rapat dengan pintu yang juga tertutup. Namun aura yang begitu kuat seakan mengawasinya membuat satu tangannya mengambil belati di bawah meja untuk bersiaga, namun suara yang amat di kenalnya membuat nya meletakkan kembali belati itu dan beralih memandang di sudut tempat tidurnya.
__ADS_1
"Salam Raja Lars, aku membutuhkan bantuanmu. Tapi lepaskan belati mu dulu! " ucap Clara yang mengamati pergerakan Raja Lars sesaat dirinya memasuki kamar pemuda itu.
"Yang Mulia? Apa yang membawamu kemari? " tanya Lars tanpa berpindah tempat.
"Aku membutuhkan bunga leluhur Kerajaan Es, dimana aku bisa mendapatkan nya? " jawab Clara dengan balik bertanya.
"Tunggu! " jawab Lars dan bangkit dari duduknya, mengacak beberapa kitab yang ada di lemari nya.
Terlihat jelas betapa pemuda itu enggan membaca buku, dengan banyaknya buku yang masih memiliki pembungkus kain. Hampir lima menit akhirnya Lars tersenyum dengan satu kitab yang terlihat sangat kecil, seakan itu buku panduan yang biasa di bawa para murid pertapaan.
"Ketemu! Apa ini yang anda maksud Yang Mulia? " tanya Lars menunjukkan sampul kitab kecil itu kepada Clara.
(Bunga leluhur Kerajaan es)
Clara hanya mengangguk melihat sampul kitab kecil itu yang membuat Lars tersenyum sesaat yang berganti dengan raut wajah kecewa dengan rasa sakit yang terlihat masih berdarah di dalam hati pemuda itu, Clara yang tahu alasannya hanya menghela nafas.
"Lupakan rasa yang menyakitimu Lars, bukankah semua yang terjadi telah berlalu? Ingatlah Kerajaan ini menjadi tanggung jawab mu seorang, tidak ada yang bisa mengantikan mu." ucap Clara menepuk pundak Lars.
...************...
.
.
. **Hay readers, maaf ya untuk karya The Last Sky Kingdom Takdir Ku Milik Mu hanya up sekali dalam beberapa hari sekali,,
.
.
. Author lagi jagain bunda yang masih sakit hampir seminggu ini, mohon maklum ya..
.
__ADS_1
.
. Jangan lupa like, comment ma favorit nya ya readers, apa lagi ada yang mau share, wah author makasih banget 🥰**