The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Batu sihir Pelangi


__ADS_3

Sedangkan di dalam Kerajaan Langit tengah terjadi rapat kerajaan, dengan anggota rapat yang berasal dari kerajaan lainnya.


"Seperti perintah Lady Cristal, ini salinan taktik perang dari Kerajaan Api." ucap Raja Azio dengan menyerahkan satu gulungan kertas coklat berukuran besar dan panjang ke atas meja kayu dengan ukiran awan.


"Ini salinan taktik perang dari Kerajaan Es, yang Raja Lars titipkan beberapa hari lalu, sebelum menghadiri pertemuan terakhir. Dan ini salinan taktik perang dari Kerajaan Langit yang disiapkan oleh Lady Cristal sendiri." jelas Ibu suri dengan mengeluarkan dua gulungan kertas dari ruangan sihirnya.


"Apa tidak sebaiknya kita menunggu kedatangan Lady Cristal? Bukankah penyempurnaan taktik perang hanya akan di putuskan olehnya." cetus Ratu Alona yang sejak awal hanya menyimak.


"Lady Cristal sudah memberikan sesuatu untuk kita, agar kita bisa menyelesaikan masalah ini. Lihatlah ini." jawab Ibu suri dengan mengeluarkan sebuah batu sihir dengan elementer utama sihir.



Batu sihir terlihat memancarkan aura dan dari setiap element memiliki tingkatan yang sama, membuat Raja Azio, Ratu Alona dan Ibu suri tidak kesulitan menetralisir keadaan disekitarnya.


"Batu sihir Pelangi, bukankah ini seharusnya sudah tidak ada lagi?!" ucap Raja Azio dengan mengerutkan alisnya.


"Seharusnya begitu Yang Mulia, tapi ini Batu sihir yang asli." sela Ratu Alona yang mencoba menyalurkan element sihirnya untuk menerobos pertahanan Batu sihir di depannya.


Tapi tidak ada yang di serap olehnya dan justru sihirnya yang terserap balik. Bergegas Ratu Alona menarik tangan kanannya agar element sihirnya tidak habis diserap Batu sihir. Pembuktian itu memang ekstrim, tapi hanya itu cara terbaik untuk mengetahui keasliannya.


"Mari kita mulai!" ajak Ibu suri setelah melihat rasa penasaran Raja Azio dan Ratu Alona terpenuhi.


"Ratu Alona, bisakah anda memegang taktik perang Kerajaan Es?" pinta Ibu suri dengan menyodorkan satu gulungan kertas dengan simbol pohon pinus.


"Tentu Ibu suri." balas Ratu Alona dengan senyuman manis.

__ADS_1


Kini Ratu Alona, Raja Azio dan Ibu suri memegang satu taktik perang ditangan masing-masing dan mewakili tiga Kerajaan sekaligus. Tali gulungan kertas dibuka secara bersama-sama, meja kayu dengan ukiran awan telah tertutup dengan gulungan kertas yang sudah terbuka.


*Element Blind Udara.* ucap Ibu suri dengan menyebarkan element miliknya agar menyelimuti gulungan kertas taktik perang Kerajaan Langit.


*Element Blind Api.* ucap Raja Azio dengan menyebarkan element miliknya agar menyelimuti gulungan kertas taktik perang Kerajaan Api.


*Element Blind Bumi.* ucap Ratu Alona dengan menyebarkan element miliknya agar menyelimuti gulungan kertas taktik perang Kerajaan Es.


Wuuussss.. wuuussss.. wuuussss..


Traang... Klik... pluuk..


Batu sihir Pelangi terbang tanpa arah seperti gasing, dengan benang-benang ilusi yang terlihat samar, menyebar ke tiga gulungan kertas taktik perang di atas meja kayu. Hanya dalam hitungan detik, Batu sihir Pelangi kembali terjatuh menyisakan kertas kosong tanpa satu titik tinta pun.


"Sepertinya anda sangat mengetahui tentang sihir dan artefak kuno di dunia sihir." Ibu suri menggulung kertas kosong di depannya.


"Ratu Alona keturunan terakhir Klan Angsa Putih, pastinya memahami sihir lebih dari orang lain meskipun seorang bangsawan sekalipun." jawab Raja Azio dengan jelas tanpa menutupi identitas asli istrinya.


"Bukankah Klan Angsa Putih tidak tersisa setelah badai angin menerjang pulau itu?" tanya Ibu suri yang mengingat peristiwa masa lalu.


"Itu benar, tapi saat badai menerjang pulau. Aku masih dalam pengasingan, pengasingan yang membuat ku menjadi seorang Ratu Alona di Kerajaan Api." Ratu Alona menahan rasa sedih di hatinya ketika mengingat kenyataan pahit tentang kehancuran seluruh Klannya.


"Takdir sungguh rumit, semua Klan kini telah muncul. Istirahatlah, pelayan akan mengantarkan kalian ke kamar tamu." tukas Ibu suri dan memasukkan kembali Batu sihir Pelangi kedalam ruangan sihirnya.


Rapat yang singkat itu menyisakan beberapa pertanyaan, Ibu suri memberikan pelayanan khusus untuk mertua cucu pertamanya. Dan langkah kakinya kembali menuju ke kamar pribadinya, dimana banyak deretan ramuan dan racun di rak besar dengan puluhan kotak.

__ADS_1


[Nak, Batu sihir Pelangi sudah terkunci.]~ pesan bintang yang Ibu suri kirimkan pada Clara setelah menutup pintu kamarnya.


"Bagaimana kabar anda? IBU." sapa seorang wanita yang sudah berdiri di depan jendela kamar.


"Kamu?!" Ibu suri terkejut dengan kehadiran sosok di depannya.


"Iya ini aku, apakah anda melupakan ku secepat itu." sindir sosok itu dengan membalikkan tubuhnya.


Menatap wajah keriput Ibu suri dengan seksama, terlihat Ibu suri hanya menghela nafas dan kembali bersikap tenang setelah nafasnya terbuang dengan kasar.


"Dunia mu bukan disini! Apa yang membuat mu kembali? Apakah menentang takdir dan dewa-dewi, maka jiwa mu akan selamat? Pulanglah, dimana tempatmu berada." Ibu suri mencoba menasehati sosok di depannya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Sungguh apakah ini anda? Seorang ibu yang selalu membandingkan kedua menantunya."


.........,.......... ...


.


.


. hay reader's, othoor minta maaf ya.


.


. up telat trus, beneran othoor ge gak bisa fokus 🥺

__ADS_1


__ADS_2