The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu

The Last Sky Kingdom Twin Princess Takdir Ku Milik Mu
Zuzu


__ADS_3

"Lalu, apa tujuan anda ke tempat yang tak menerima kehadiran kita?" tanya Ailey dengan mata sendunya.


Tangan Clara menunjuk ke arah langit, dimana awan gelap dengan petir merah yang menyambar setiap lima belas menit sekali. Ailey masih tidak memahami apa tujuan Clara. "Bawa itu ke dalam istana dan pastikan sampai di tempat yang tepat."


Ailey merasakan sesuatu muncul dari telapak tangan kanannya. Benar saja! Batu sihir pelangi sudah berpindah tempat dengan satu kedipan mata Clara.


"Bukankah ini?" tanya Ailey dengan bimbang.


Clara memeluk Ailey. "Alam memiliki rencananya sendiri! Kita hanya perlu melakukan bagian takdir kita sendiri. Pergilah!"


Seakan memahami ucapan Clara, Ailey mulai melangkahkan kakinya menjauhi Clara dengan tatapan penuh arti.


Seperti malam membutuhkan rembulan. Siang pun membutuhkan mataharinya. Kita hanyalah boneka di atas panggung sandiwara sang Pencipta.~ batin Clara.


Langkah Clara menuju satu pintu dimensi. Pintu yang membawa para monster berdatangan, dengan kedipan mata menyebarkan element cahaya biru. Perlahan pintu dimensi semakin mengecil, bersamaan dengan langkah Clara yang mendekat. "Perisai Cahaya Biru."


Swoossh....


Wuuuuusshss...

__ADS_1


Braaak... Buuuk... buuuk..


Element cahaya biru memaksa memasuki pintu dimensi neraka. Getaran hebat akibat penolakan portal pintu dimensi, membuat tanah terbelah. Istana kegelapan mengalami kerusakan parah. Tanpa mempedulikan kalang kabut para monster dan penghuni istana kegelapan, Clara tetap melangkahkan kakinya memasuki dimensi neraka.


Pertahanan portal pintu dimensi gugur, dan Clara berhasill memasuki alam neraka. Hawa panas dengan aroma darah, suara menyayat tulang dan daging tak menghentikan langkah kakinya. Di atas sana nampak tahta tak bertuan.


Mata Clara menelusuri seluruh sudut alam neraka melalui mata batinnya. "Kenapa sejauh ini! Aku terlambat."


Dari penglihatannya, nampak seorang gadis dengan pakaian merah menyala dan tanduk di kepalanya terikat rantai emas dengan kekuatan tersegel. Menggunakan portal, Clara berpindah tempat dan muncul di hadapan sang penjaga alam neraka.


"Salam Lady Cristal." sapa penjaga alam neraka dengan sopan.


"Zuzu tutuplah pintu portal alam neraka! Gunakan panah api mu." titah Clara dengan serius.


Zuzu sang penjaga alam neraka, seorang dewi api dengan senjata panah api legendaris. Namun, Zuzu tidak bisa meninggalkan alam neraka meskipun ingin. Tapi gelar dewi membuat Zuzu bisa bereinkarnasi kembali tanpa harus mengalami kematian. Abadi tanpa berpindah alam, meskipun seperti itu. Zuzu merupakan reinkarnasi dari dewi api sebelumnya.


"Seperti yang anda perintahkan Yang Mulia." jawab Zuzu dan mengayunkan tangan ke depan.


Fiiiuuuh...

__ADS_1


Tangan Zuzu menggenggam busur panah dengan kobaran api, senjata itu muncul dengan sendirinya. Mata Zuzu terpejam dengan busur panah terangkat ke atas, angin berhenti berhembus dengan panah yang meluncur tajam. Empat panah dengan kobaran api yang membara hilang di balik kabut hitam.


Kreeeteeek.. Duuuaaarr...


Suara beruntun dengan ledakan cahaya api menghancurkan kabut hitam. Zuzu membuka mata dan menyerahkan senjata panah api dengan bersimpuh didepan kaki Clara. Clara memundurkan kakinya dua langkah, ikut bersimpuh dengan memandang sang penjaga alam neraka. "Terimakasih sudah membantu alam. Bukan aku yang berhak atas senjata mu. Seseorang akan datang padamu dan meminta haknya. Tunggulah dia pewaris tahtamu."


"Aku akan bersabar menunggu hari itu tiba. Terimakasih telah mewujudkan keinginan ku." tukas Zuzu dan membalas tatapan Clara.


Wujud Clara perlahan menghilang, meninggalkan alam neraka dan Zuzu sang penjaga alam neraka. Melintasi alam tanpa batasan, hingga tarikan lembut menarik Clara dan berhenti di alam lain. Rumah-rumah dengan dasar awan putih nan lembut. Para manusia bersayap terbang hilir mudik, aroma bunga dan buah semerbak keseluruhan penjuru alam.


"Kemarilah nak. Akan ku ceritakan awal kisahku." panggil seorang wanita dengan mahkota bunga mawar kecil hidup.


Mahkota yang memiliki puluhan bunga mawar kembang kempis layaknya kelopak mata. Indah mempesona dengan sihir teratas, Clara menghampiri wanita itu dengan tatapan penuh arti. Sebuah ayunan besar dengan tali gantung berselimutkan mutiara biru menjadi tujuan Clara, menghempaskan tubuh lelahnya tanpa rasa ragu.


"Apakah ini waktunya?" tanya Clara setelah duduk bersebelahan dengan wanita yang memanggilnya.


Wanita itu menatap Clara tanpa berkedip, tangannya terulur melepaskan mahkota diatas kepalanya dan memindahkan simbol kekuasaan itu di atas kepala Clara. "Inilah waktunya tabir terbuka. Apakah kamu siap? Lady Cristal Ratu Africiana Lusca Armadeo?!"


"Ini yang kunantikan." jawab Clara dengan penuh arti.

__ADS_1


__ADS_2