
"Starla, starla. " seru Clara di lorong istana mencari dimana adiknya saat ini.
"Itu suara kk, aku akan menemui nya. " ucap starla dengan gembira.
"Tenanglah Starla, Clara pasti akan kemari. " ucap sang Pendeta mencegah starla bangun dari tidurnya.
"Benar Starla, biarkan Clara kemari. " sahut Trish masih berdiri disebelah Starla.
"Starla syukurlah aku menemukanmu, Apa kamu baik-baik saja manisku? " tanya Clara memeriksa tubuh starla dengan rasa khawatir.
"Auw, Ka Clara tenanglah. Hanya terluka sedikit. Bagaimana keadaan Ka Clara, semoga sosok itu tidak melukai mu ka. " ucap starla memandang Clara dengan tatapan takut kehilangan.
"Semua sudah berakhir. Tidak perlu di fikirkan lagi. " jawab Clara memeluk adiknya.
Tentu dirinya merasa bersalah atas luka yang diderita adiknya saat ini, seandainya tadi dirinya tidak melakukan hal tergesa-gesa, yah semua itu dilakukan tanpa memikirkan akibatnya.
Flasback
"Apa yang harus aku lakukan, segel ini sungguh tidak kupahami. " gumam Clara menatap Kitab Suci Cristal Of Life.
__ADS_1
...**Memilih Jalan mu...
...Takdir Terabaikan Akan mencoba Menguasai...
...Bijaklah...
...Salah Mengambil Kunci, Maka Hancur...
...Badai Yang Datang Memiliki Kehidupan...
...Tanpa Amarah, Keseimbangan Terguncang...
...Hanya Kepercayaan Menunjukkan Jati Diri Sesungguhnya**....
Sebelumnya Kitab Suci tidak memiliki halaman ini, lalu darimana halaman ini berasal, apakah ucapan sang Pendeta benar. Rahasia di dalam rahasia, lalu berapa banyak lagi rahasia yang masih tersembunyi, dan apakah rahasia itu akan bisa mengubah Takdir masa depan ataukah akan ada solusi untuk perdamaian. Clara sibuk tenggelam dalam fikiran nya hingga tidak menyadari lambang bulan merah di halaman Segel Cahaya perlahan menjalar ke ujung jarinya, perlahan tubuhnya terasa panas, rasa panas itu tidak membakarnya namun menyiksa Clara dari dalam. Kekuatan didalam dirinya seakan terkuras untuk menghilangkan hawa panas itu, tubuhnya menolak Aura itu namun ada yang menerima aura itu dari tubuhnya. Seakan tubuhnya terbagi menjadi dua, meski mencoba menggunakan ikatannya dengan Kitab Suci, justru itu semakin membuat dirinya kehilangan kekuatan. Clara berusaha untuk melawan sesuatu yang masih belum dipahami olehnya, hingga sebuah cahaya keluar dari tubuhnya. Sosok itu hanyalah cahaya yang memiliki aura kegelapan, tanpa basa basi sosok itu menyerang Clara dengan pisau cahaya dan kilatan cahaya, Clara menepis semua serangan itu dengan pedang Suci. Tapi seakan bertolak belakang, pedang itu tidak memiliki kekuatan seperti biasanya, seakan Pedang itu tidak sempurna lagi. Jelas sekali Semakin lama kekuatan keduanya berkurang , keadaan Clara yang tidak stabil karena masih memikirkan nasib kaum peri membuatnya tidak sepenuhnya fokus hingga cahaya itu melesat memasuki tubuhnya kembali tanpa aba-aba, Clara seakan kehilangan raganya menembuh awan ilusi. Masih merasakan raganya namun tidak bisa memiliki raganya, semua menjadi seperti bayangan, tidak tersentuh. Sekeras apapun berteriak, sekuat apapun berusaha menggerakkan tubuhnya, itu hanya sia-sia dan cahaya kegelapan tadi tersenyum sinis seakan menang dan berhasil mengalahkan dirinya. Hingga dirinya hanya bisa melihat dan mendengarkan apa yang terjadi selanjutnya tanpa bisa membantu, Mungkinkah jiwanya tersegel dengan cahaya kegelapan, apakah ini jati dirinya yang harus di gapai, apakah ini akhir Takdirnya namun lihatlah mereka yang berusaha untuk memiliki kehidupan bersama , memberikan kepercayaan untuk bertahan hingga akhir. Perlahan aku mengumpulkan sisa kekuatan, menerobos dinding yang terbentuk sempurna membentengi jiwanya, perlahan jiwa ini mendapatkan
tambahan kekuatan. Setetes madu kehidupan masuk kedalam tubuhnya, dan cahaya kegelapan yang melepaskan raganya, membuat Clara mampu menembus dinding perisai itu. Hingga perlahan kesadaran nya kembali dan harus menyelamatkan sang adik dari cahaya kegelapan miliknya itu, Clara menyadari jika cahaya itu sebagian jiwanya yang ingin sepenuhnya menguasai raganya.
.............. ...
__ADS_1
"Tapi ka.. " ucap Starla yang masih penasaran.
"Hmm." ucap Clara tidak ingin memperpanjang apa yang sudah terjadi.
"Syukurlah nak kamu bisa kembali, tapi pulihkan dulu tenaga mu. " ucap sang Pendeta.
"Baiklah Pendeta, istirahat lah Starla. Kakak harus melakukan sesuatu. " ucap Clara mengelus kepala Starla.
"Ka Clara tetaplah bersamaku, kumohon ka. " renggek Starla dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Jangan menangis manis, bukankah Starla mau kakak kuat, jadi istirahat. Kakak masih di Istana. " ucap Clara dan mengedipkan matanya.
"Tolong beri pengobatan yang terbaik Pendeta, setelah kekuatan ku pulih, aku akan mengobati Starla. " pinta Clara sambil melipatkan tangannya di dada.
"Pangeran, pergilah bersama Clara. Lindungi Clara selama pemulihan nanti. " perintah Sang Pendeta .
"Tapi Pendeta... " ucap Clara.
"Ini juga berlaku untuk mu nak. Keselamatan mu yang utama, jadi biarkan Pangeran bersamamu. " potong sang Pendeta dengan cepat.
__ADS_1
"Ayo kita pergi. " ucap Clara menatap Trish sesaat dan berjalan dari tempat Starla di rawat.