
Pertarungan itu semakin mengarah ke jalan keluar, posisi Trish yang berada didekat jalan keluar dan pria bertopeng yang masih menyerangnya tanpa ampun, namun tiba-tiba.
*Perisai Petir* ucap Pria bertopeng.
Kini Trish terjebak di pertengahan jalan keluar dan masuk, dalam sekejap lawannya menggunakan sihirnya untuk membuat perisai menutup jalan masuk ke gua.
"Astaga, ternyata aku tertipu. Aku harus segera menghancurkan perisai ini. " ucap Trish frustasi karena merasa tertipu dengan lawannya.
"Sekarang pengganggu tersingkirkan. " ucap pria bertopeng dengan senyuman sinis dan perlahan meninggalkan Trish untuk mendapatkan kembali ke tujuannya.
Sebagai seorang komandan perang dari sebuah kerajaan tentu saja dirinya juga belajar taktik dan ilusi nya, sebagai seorang komandan yang harus mengatur strategi dan memperhitungkan strategi musuhnya tentu dirinya sadar jika dirinya dipermainkan oleh pemuda yang menjadi lawannya, mengikuti alur permainan pemuda itu membuatnya harus menahan keinginan untuk mendapatkan tujuannya.
*Bola Api* ucap Trish.
Brugh.. Brugh ... Brugh..
Bola api hanya seperti benturan kecil untuk Perisai pria bertopeng, sedangkan lawannya kini sudah berdiri di depan sang Naga yang masih diam di tempatnya.
"Sungguh Luar biasa. Naga ini lebih anggun dan indah dari legenda , Tapi dimana Pedang Suci nya. " gumam pria bertopeng meneliti pandangan ke arah Naga.
Grrg... (Suara Naga Suci merespon tatapan pria bertopeng yang semakin mengusik ketenangan nya)
*Panah Api* ucap pria itu dan membidik Naga Suci.
"Pasti kondisinya lemah karena Naga itu hanya berdiam diri , akan mempermudah Tujuan ku." batin pria itu penuh kemenangan menganggap semuanya terlalu mudah.
Wuuss... (Semburan api biru dikeluarkan sang Naga)
"Argh, Si*al! " teriak pria bertopeng yang tangannya terasa ikut terbakar karena semburan api biru sang Naga dan senjatanya pun harus hangus tak tersisa karena semburan itu.
Wuss... Hap.. hap..
__ADS_1
*Panah Petir Api* ucap pria bertopeng dan langsung melepaskan ke arah Naga Suci.
Wuss.. Seketika Panah Itu hancur.
"Apapun caranya aku harus mendapatkan tujuan ku. " batin pria bertopeng yang tidak mau menyerah meski serangannya sia-sia.
Cahaya dari Pedang Suci mulai terlihat dari ujungnya seakan pedang itu mendapatkan kehidupan baru, pria bertopeng yang melihat sinar itu tentu senang karena tahu pedang yang dicarinya ada dibelakang sang Naga Suci. Namun dirinya harus fokus untuk mengecoh sang Naga demi tujuannya, melakukan ilusi seperti biasanya, pria bertopeng membelah dirinya menjadi 5 bagian dan ke 5 bagian itu adalah tiruan wujudnya .
"Dengan ini aku pasti bisa mendapatkan Pedang Suci. " batin pria bertopeng.
Dan disisi lain kuncup Bunga air mulai mekar, perlahan kelopak demi kelopak membuka layaknya bunga yang akan mekar, ntah sadar atau tidak pria bertopeng dengan meditasinya Clara karena sepertinya Sang Naga membuat Perisai tersendiri untuk menyembunyikan Pendamping nya.
............... ...
Duaarr... (Perisai pria bertopeng akhirnya mampu di hancurkan oleh Trish)
"Aku harus segera melindungi Semuanya, semoga tidak terlambat. " ucap Trish berlari memasuki gua.
Namun pandangannya terkejut karena Pria bertopeng yang menjadi lawannya tadi kini sudah terkapar dengan tubuh yang terbakar, sungguh mengerikan kondisinya.
Tanpa bertanya Trish langsung menyambar tubuh Clara dan memeluk nya, rasanya dirinya tak akan mau melepaskan gadisnya itu. Mungkin dirinya tidak akan pernah sebanding kekuatan nya dengan Clara, tapi dirinya percaya jika cinta nya tidak sepihak dan sudah diputuskan bahwa dirinya akan selalu berusaha yang terbaik untuk mendapatkan cinta Clara. Seberapa sulit kehidupan nya nanti, dirinya akan selalu berada disisi pujaannya untuk memberikan dukungan dan cintanya sepenuh hati.
"Lepaskan Trish. Aku tidak bisa bernafas. " bisik Clara yang mencoba melepaskan pelukan Trish yang begitu erat.
"Maaf-maaf, aku terlalu bahagia melihat mu kembali. " jawab Trish melepaskan pelukannya.
"Hmm.Terimakasih sudah membantuku. " ucap Clara dan menyarungkan kembali pedangnya ke punggungnya.
"Ini adalah tugasku Tuan Putri. " canda Trish dengan senyuman manis.
"Hmm.Mari kita kembali ke Istana. " jawab Clara dan mengelus kepala Naga Suci sebagai rasa terimakasih karena melindungi dirinya dan mempertahankan Pedang Suci dan Kitab Suci.
__ADS_1
"Tunggu! Aku masih tidak paham bagaimana Pria bertopeng itu menjadi seperti itu. Ceritakan padaku Clara. " ucap Trish berdiri didepan Clara dengan penuh ketidaksabaran karena ingin tahu apa yang terjadi.
"Sudah waktunya pergi! Masih ada waktu nanti setelah di Istana. Dan jangan bertanya lagi! " jawab Clara dan mulai berjalan menuju ke arah air lagi.
"Apa mau menginap di sini? " tanya Clara membalikkan tubuhnya menghadap Trish yang masih diam ditempatnya.
"Bagaimana dengan mayat pria bertopeng itu? Apa tidak sebaiknya di kuburkan? " tanya Trish melihat mayat pria bertopeng.
"Tuannya Pasti akan menemukan nya. Cepatlah! " seru Clara yang sudah mulai merasakan pergerakan dari luar sana.
*Cahaya Biru* seru Clara.
Melihat Trish yang masih diam saja, Clara menggunakan kekuatan nya untuk menarik Trish mendekati dirinya. Dan memeluk Pangeran itu agar tidak membuat ulah lagi, mengajak Trish berjalan diatas air, sedangkan Trish terus memandang Clara yang memeluk nya tanpa menyadari dirinya ikut berjalan diatas air.
Fiuh.. (Air menenggelamkan keduanya)
"Hei, sadarlah. " ucap Clara menepuk pipi Trish setelah melepaskan pelukannya.
Meski sudah berpindah tempat tetap tidak membuat Trish sadar, ntah kenapa dengan pangeran satu ini itulah yang ada difikiran Clara, hingga dirinya harus menepuk pipi Trish dan barulah pangeran satu itu sadar dan menampilkan wajahnya yang memerah.
"Hah, ada dimana kita. " jawab Trish gugup karena terlalu tenggelam menatap Clara.
"Istana." jawab Clara berjalan meninggalkan Trish.
" Hei , Uft Clara bukankan masih ada hutang penjelasan padaku! " seru Trish dan berlari mendekati Clara.
"Ayolah katakan, bukankah Tuan Putri sudah berjanji untuk bercerita." bujuk Trish dengan terus menerus berusaha berjalan di samping Clara.
"Berhenti! Ikutlah denganku. " Ucap Clara menyerah dengan tingkah Trish yang seperti anak kecil.
Clara berjalan melewati beberapa lorong istana yang bertolak belakang dari ruangan starla dirawat, dan keluar dari lorong terakhir. Hamparan bunga yang berwarna warni menyambutnya, rumput hijau bak permadani menutupi tanah dibawahnya dengan sempurna, bunga mawar yang mulai bermekaran memberikan aroma menggoda untuk mendekatinya.
__ADS_1
"Duduklah.Ini tempat istimewa di istana, rahasia didalam rahasia bisa tersimpan dengan rapat ditempat ini. " ucap Clara memulai percakapan.
"Aku akan dengarkan. Hari ini anggaplah aku Hujan, Bulan atau Bintang. Tempat mu mendengarkan segalanya. " jawab Trish duduk di samping Clara sejenak melirik gadisnya yang tampak kelelahan dengan seluruh tanggung jawab nya.