
Kepergian Clara membuat orang itu hanya bisa bersyukur dan kini kembali melangkah kan kaki nya karena pasti rakyat menunggu berita tentang keadaan Ratu mereka, sedangkan Clara sudah muncul di sebuah tempat yang menjadi tempat janjian nya dengan sesosok pria yang tengah menatap sebuah bunga mawar merah di depan nya dengan kedamaian.
"Maaf membuat anda menunggu." ucap Clara dengan lembut pada seorang pria dengan pakaian kerajaan yang sangat menunjukkan aura wibawa nya.
"Kemarilah nak, lihat bunga mawar ini." pinta pria itu dengan melambaikan tangan nya namun tidak mengalihkan pandangan nya dari bunga mawar merah di depan nya.
Clara berjalan mendekati pria yang seumuran dengan ayahanda nya itu dan ikut memandang bunga mawar merah yang hanya satu buah saja, anggun dan indah yah itulah kata yang tepat untuk menggambarkan bunga mawar merah yang tengah mekar di puncak nya. Wajah yang tampan meskipun sudah memiliki haris kerutan, tapi aura pemimpin nya masih sangat terasa.
"Bagaimana hubungan mu dengan putra ku, nak?" tanya pria itu dengan menatap istri putra tunggal nya.
"Seperti bunga mawar ini, tetaplah memiliki duri. Bagaimana persiapan ayahanda?" ucap clara dengan memberikan pertanyaan yang memang menjadi tujuan nya.
"Hahaha kamu ini nak, apa tidak mau berlama-lama dengan ayahanda mu ini? Setidak nya mari bicara seperti keluarga." ucap pria itu dengan tawa nya karena memiliki menantu yang sangat serius dan selalu melangkah lebih jauh dari nya.
"Aku ingin, tapi awan di atas sana tak membiarkan ku." jawab Clara dimana mata batin nya yang terbuka menembus ke tempat lain dimana kemunculan para makhluk asing dengan makhluk berbeda alam mulai menyebarkan kegelapan neraka.
"Apa tidak sebaiknya kamu katakan hal ini pada Trish, sebagai seorang ayah tentu aku ingin yang terbaik untuk kedua anak ku. Tapi sebagai raja, aku tahu tanggungjawab kita adalah milik kita yang harus di penuhi." ucap pria itu dengan menatap langit yang mendung.
"Takdir tidak memberikan apa yang ku ingin kan, tapi memberikan apa yang ku butuhkan. Alam meminta hak sama dari ku sebagai jiwa murni, jika Alam meminta ku menghancurkan setiap dimensi tentu aku bisa melakukan itu tapi Alam membutuhkan reinkarnasi." ucap Clara dengan memejamkan mata nya.
"Maafkan aku nak, ego ku masih berdasarkan cinta pada keluarga." ucap pria itu dengan memeluk Clara yang masih tak bergeming.
__ADS_1
"Raja." panggil seorang wanita dari belakang.
Pria itu melepaskan pelukan dan menatap siapa yang memanggil nya bersamaan Clara yang ikut melihat wanita yang merupakan istri dari pria yang di temui nya, terlihat jelas wajah wanita itu memerah seakan menahan amarah. Dengan menatap tajam namun tatapan tajam itu berangsur memudar di saat mata nya bertemu dengan mata Clara yang dalam menghanyutkan, ada yang membuat nya merasa nyaman menatap mata indah dengan kelopak mata berbulu lentik.
"Salam Ratu Alona, bagaimana keadaan anda?" tanya Clara dengan lembut yang membuat wanita di depan nya itu mengerjap beberapa kali seakan terkejut akan sesuatu.
"Anda siapa?" tanya balik Ratu Alona yang memang belum tahu siapa Clara.
"Ini Ratu Africiana Lusca Armadeo, Ratu kerajaan langit istri putra kita Trish." ucap Raja Azio dengan memperkenalkan menantu nya pada istri nya yang langsung melotot tidak percaya.
Dulu di saat Clara mengobati Ratu Alona hanya menyelesaikan ramuan dan memberikan arahan pada tabib kerajaan tentang dosis dan waktu pemberian ramuan. Setelah itu diri nya harus kembali pergi untuk tanggungjawab lain nya yang memang tak ada habits nya, terkadang ingin sejenak menjalani kehidupan seperti keluarga lain nya tapi jiwa nya bukan milik nya.
Greeeb...
"Ayo ke istana, biar kan Raja Azio disini sendiri." ajak Ratu Alona tanpa menunggu jawaban Clara dan membuat Raja Azio hanya terkekeh kecil dengan tingkah istri nya.
Terlihat istri nya sangat bahagia dengan kedatangan Clara dan berceloteh tentang banyak hal di sepanjang perjalanan dari taman istana dan menuju istana yang sudah membuat semua prajurit dan pelayan menunduk.Sedangkan Clara hanya bisa menimpali sesekali sebagai rasa hormat nya pada ibunda suami nya, karena waktu nya harus mengkhianati diri nya sekali lagi.
"Ayo nak, duduk. Sudah waktu nya makan siang." ucap Ratu Alona yang membawa Clara ke ruangan makan istana dan menarik satu kursi untuk menantu nya itu.
Prook.. prook.. prook..
__ADS_1
Tiga tepukan tangan Ratu Alona membuat para pelayan melayani jamuan makan istana yang tetap saja mewah meskipun hanya untuk makan siang keluarga kerajaan yang tidak memiliki banyak anggota, tapi satu tangan kanan Clara terangkat dan membuat tangan pelayan wanita di samping nya yang siap melayani nya kembali di turunkan. Tindakan Clara membuat Raja Azio dan Ratu Alona saling pandang dan serempak membuat anggukan kepala secara bersamaan, Clara yang tahu apa isi fikiran dan hati mertua nya hanya tersenyum.
"Aku bisa melakukan sendiri, pergi lah dan makan siang lah kalian." ucap Clara yang langsung membuat wanita pelayan di samping nya itu menatap tak percaya dengan ucapan yang memasuki telinga nya.
"Ini tugas kami, biar kan kam melakukan tanggungjawab kami dengan baik." jawaban pelayan itu dengan tersenyum dan menunggu izin dari gadis yang sangat mempesona memancarkan aura melebihi Raja Azio.
"Baik lah, dengan satu syarat." ucap Clara dan menatap pelayan wanita itu.
"Makan lah bersama kami." ucap Clara lagi dengan lembut yang membuat semua pelayan di ruangan itu terkejut tapi tidak dengan wanita yang di depan Clara yang justru langsung meneteskan air mata nya.
"Nak, kami tidak masalah dengan keingananmu. Gelar karpet dan kita akan makan bersama." perintah Raja Azio yang langsung membuat pelayan pria melakukan tugas menggelar karpet merah dan pelayan wanita menata jamuan makan yang kini menjadi lebih baik dari pada di meja makan megah.
"Duduk lah kalian, kita akan melayani diri kita sendiri." ucap Clara dengan menjentikkan jari nya dan membuat semua piring terbang menghampiri setiap orang dengan sendok yang sudah seperti paket saja.
"Astaga kenapa jadi menengangkan begini." ucap salah satu pelayan yang tidak terbiasa melihat sihir.
"Hust jaga bicara mu, dia itu Ratu kerajaan langit. Tentu saja memiliki sihir tidak seperti kita yang hanya pelayan." ucap pelayan lain yang lebih terdengar biasa saja.
Setelah piring dan sendok selesai di bagi kan, kini Clara menjentikkan jari nya lagi dan membuat kereta terbang dari jamuan makan yang membuat semua orang melongo dan berdecak kagum tapi Raja Azio dan Ratu Alona hanya bisa tersenyum melihat tingkah menantu nya yang menciptakan kebersamaan dan juga ketegangan.
"Selamat menikmati." ucap Clara yang lebih membuat para pelayan menahan malu karena jamuan makan siang justru menjadi di layani bukan melayani tamu meskipun di layani nya pun dengan cara yang tidak biasa.
__ADS_1
Seperti sebuah nyanyian pengantar tidur membuat tindakan Clara yang hanya mengalihkan perhatian semua orang dengan makan bersama membuat gadis itu bisa menghilang tanpa membuat kehebohan.